NovelToon NovelToon
Asmaraloka

Asmaraloka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Action
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Sukapena

"Suuut" lelaki itu membekap Garima dengan telapak tangan besarnya, mereka saat ini tengah berada gang kecil penuh dengan kupu - kupu malam yang dengan gamblang menjajahkan tubuhnya.

Tubuh Garima bergetar karena ketakutan, matanya menatap lelaki misterius didepannya itu dengan melotot "siapa dia ?, apa dia seorang penjahat ?" gumam Garima dalam hati.

"Tuhan tolong aku" jerit batin Garima kembali, tidak berapa lama terdengar suara langkah kaki yang banyak membuat seluruh gang sempit dan kumuh itu menjadi ramai.

Para wanita yang sedang menjalankan pekerjaannya lari terbirit - birit karena kehadiran beberapa orang yang sedang mencari seseorang.

Lelaki itu mendorong tubuh Garima membuat rumah kecil milik Garima terbuka dan dia dengan sengaja mencium bibir Garima saat salah satu lelaki berambut gondrong memperhatikan mereka.

Garima terkejut dengan aksi lelaki didepanya itu hingga dia tidak bisa berkata apa - apa dan bingung akan melakukan apa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukapena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ego Loka terlalu tinggi

Hilda sedang duduk disofa ruang pribadi madam Bella dengan segelas win, Hilda menyusuri setiap sudut ruangan dengan dua bola mata indahnya dan mata indah itu berada disatu titik.

Hilda menyesap gelas win tersebut dengan menyunggingkan senyum tipis sehingga Bella tidak dapat melihatnya "kenapa kau sangat tertarik dengan bisnis ini nona ?" Bella mulai bertanya pada Hilda.

"Bukankah bisnis ini sangat menguntungkan ?" Bella tersenyum lebar "kau benar tapi resikonya juga sangat tinggi" Hilda menghela nafasnya sambil tersenyum sebelum menyambung obrolannya bersama dengan Bella.

"Tenang saja, aku akan mengurus para anjing pemerintah itu" Bella semakin menyukai Hilda kemudian dia berdiri menuju lukisan yang tadi sempat Loka pindah posisinya, Hilda terkejut ditempatnya tetapi dia dapat segera menguasai rasa terkejutnya itu.

"Hanya kau satu - satunya orang yang tahu tempat bukti transaksi barang itu ku simpan" Hilda memencet tombol brankas tersebut membuat Loka menajamkan matanya untuk mengingat angka berapa saja yang Bella tekan.

Brankas terbuka disana banyak dokumen dan bukti transaksi dengan para pejabat negara dan juga para rekan bisnis Bella diluar negeri, semua bukti kejahatan para petinggi pemerintah ada dibrankas itu semua.

Bella mengambil satu tumpukan berkas disana kemudian menyerahkan pada Hilda "kau lihat, ini semua berisi perjanjian kotorku dengan mereka dan jika melanggar dari perjanjian itu kau akan mendapat sanksi keras dariku bukan hanya aku tetapi para Mafia di Eropa juga" Hilda melihat satu persatu dan dia menemukan nama seseorang petinggi negara yang melakukan perjanjian bisnis kotor dengan Bella.

Bella bangkit dari duduknya menuju kamar mandi, saat Bella sudah berada dikamar mandi Hilda membuka dress bawahnya untuk mengambil ponsel dan memfoto dokumen tersebut.

Hilda hampir ketahuan seketika berpura - pura mengangkat telfon dari seseorang "halo, iya baik aku akan pergi kesana" Bella melihat Hilda dengan raut wajah bertanya "anak buahku memberitahu bahwa ada hal penting yang harus ku urus" Bella mengangguk mengerti.

Hilda berdiri menyerahkan berkas yang dia pegang kepada Bella kemudian tersenyum "okey besok aku akan kemari dan saat aku berada disini ku harap perjanjian itu sudah selesai kau buat" Bella tertawa nyaring kemudian berkata "semakin cepat semakin baik" Hilda mengangguk seraya memberi kode lewat ujung matanya pada Loka yang masih dibelakang tirai.

"Apa kau tidak mau mengantarku kebawa madam Bella ?" Bella tertawa kemudian merangkul pundak Hilda untuk menuju pintu keluar ruang pribadi Bella.

Loka menghela nafasnya lega kemudian mulai membuka kaca jendela agar dia bisa keluar dadi sana, karena sudah pasti didepan pintu berdiri dua anak buah Bella.

Loka mulai turun dengan sangat mulus setelah itu merapikan kemejanya dan memperbaiki posisi topi yang sedari tadi dia kenakan, Loka kembali berjalan menyusuri gang sempit namun langkah kakinya sempat terhenti saat memandang rumah kecil milik Rima.

Sejak beberapa saat yang lalu membuat diri loka tidak tenang karena ucapan Rima, Loka seperti menjadi lelaki yang paling brengsek namun dia akui saat ini dirinya sangat pecundang jika harus meminta maaf pada Rima.

Sementara Rima masih dengan wajah sembabnya berada duduk memeluk kedua kaki melihat dinding dengan pandang kosong karena saat ini ingatanya kembali saat memaki Loka.

Rima sangat yakin laki - laki itu adalah Loka, Rima sangat menghafal garis wajah Loka dan mata tajam milik Loka walaupun keadaan rumahnya gelap tetapi masih ada cahaya rembulan yang masuk melalui jendela rumah kecilnya itu.

1
Julfa
lha weee gak sadar udah habis aja dah
Ayesha Almira
ceritanya bagus...seru menarik
Sukapena / Imajinas: terima kasih untuk suportnya kak 🥰
total 1 replies
Ayesha Almira
loka g cerita smuanya ma bima...mknya bima ngeledek trs
Sukapena / Imajinas: Belum saatnya kak 🤭, nantikan update terus cerita asmraloka ya kak dan jangan lupa like,koment dan follow akunku terima kasih banyak 🥰
total 1 replies
Ayesha Almira
siap2 loka puyeng ma tingkah bumil
Ayesha Almira
klo harus d hina trs mening jalanin khamilan sndri wlu susah..
Ayesha Almira
smga loka tdk memandang rima jelek lagi..
Sukapena / Imajinas: halo kak terima kasih sudah like dan koment ceritaku 😍.
nantikan terus kelanjutan cerita Loka dan Rima 🥰
total 1 replies
Amiera Syaqilla
hi author👋🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!