NovelToon NovelToon
KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Single Mom / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Cwen Arabelle, seorang anak berusia 7 tahun lelah mendengar mama dan ayahnya bertengkar, akhirnya berusaha menjodohkan mamanya dengan seorang guru di sekolahnya yang terlihat masih sangat muda.

"Paman, paman mau tidak menjadi papa untuk Cwen?" tanya Cwen memamerkan gigi kelincinya kepada guru favoritnya di sekolahan.

"Paman tenang saja, Cwen akan segera meminta mama dan ayah berpisah agar paman bisa menikah dengan mama dan menjadi papa untuk Cwen."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA : Bagian 11

Cwen menundukkan kepalanya begitu ia terkena marah oleh guru yang paling tidak ia suka, bukan karena wajahnya yang jelek, tapi karena sifatnya yang jelek dan suka marah-marah tidak jelas, padahal wajah nya begitu cantik, tapi sifatnya yang seperti iblis itu membuat Cwen tidak pernah suka dengan guru matematikanya.

Tapi kali ini, guru bernama sindy itu bukan marah-marah tidak jelas seperti biasanya, ia benar-benar kesal dengan Cwen karena Cwen membuat keributan di dalam kelas yang sedang berlangsung.

Bukan sekedar keributan, tapi juga Cwen menjambak teman perempuannya dan juga memukul teman laki-lakinya sampai keduanya menangis histeris, dan yang paling membuat Sindy pusing adalah, Cwen melempar semua barang-barang milik anak yang di jambak dan yang ia tonjok itu sehingga membuat kelas menjadi sangat berantakan, belum lagi beberapa teman sekelasnya yang lain mulai kesal dengan Cwen karena membuat suasana kelas menjadi gaduh.

"Kenapa menunduk? Tatap ibu Cwen, kamu sadar apa yang sudah kamu lakukan, hah?" tanya Sindy menatap marah muridnya yang satu itu.

Bahkan Sindy mendapatkan laporan jika Cwen baru saja melukai salah satu anak guru di sekolah, Sindy hampir menyerah dengan salah satu muridnya itu.

"katakan Cwen, apa saja kesalahanmu!"

Cwen semakin menundukkan kepalanya, ia kesal sekaligus malu karena bu Sindy memarahinya di depan teman-temannya yang lain, padahal mereka melihat kejadian yang sebenarnya seperti apa, tapi tidak ada satupun yang membela Cwen, semuanya malah menyalahkan Cwen dan menyorakinya, membuat Cwen ingin menangis saja.

"Tidak mau jawab? Kamu masih diam Cwen?"

Diam. Cwen masih tidak berani mengangkat pendangannya, ia benar-benar takut dengan bu Sindy saat suaranya sudah mulai meninggi. Cwen bahkan tidak berani menjawab pertanyaan bu Sindy.

"CWEN, KAMU DENGAR TIDAK!"

Kelepasan. Sindy benar-benar kelepasan, keadaannya yang sedang lelah di tambah melihat kegaduhan yang Cwen perbuat membuat kesabaran bu Sindy menghilang begitu saja.

Air mata Cwen jatuh, Cwen terkejut mendengar bentakan itu, apalagi di tunjukkan untuk dirinya.

"Maaf," lirih Cwen dengan suara kecilnya.

Sindy memejamkan matanya, ia juga merasa bersalah karena kelepasan membentak Cwen, bahkan sampai satu kelas menjadi hening mendengar Sindy berteriak sekeras itu. Tapi ia benar-benar kesal dengan muridnya yang satu itu, Cwen sering kali membuat keributan di dalam kelas dan berakhir wali murid melaporkan perbuatan Cwen yang sudah membuat anak-anak mereka menangis di dalam kelas.

"Ada apa ini?"

Ansel berdiri di depan pintu yang terbuka, bukan tanpa alasan Ansel tiba-tiba muncul di saat yang sangat tepat itu, tapi karena bel pergantian pelajaran sudah berdering dari satu menit yang lalu, membuat Ansel sudah berdiri kebingungan di depan pintu kelas.

Tatapannya mengarah kepada Cwen yang menundukkan kepalanya sangat dalam, Ansel bisa melihat tetesan air mata yang jatuh ke atas lantai, lalu tatapannya ia alihkan kepada Sindy yang sedang membereskan barang-barang miliknya yang ada di atas meja.

"Duduk ke tempatmu lagi Cwen!" Perintah Sindy dingin.

Cwen mengangguk, lalu berbalik dengan kepala yang masih menunduk, ia masih tidak berani mengangkat kepalanya, karena matanya tidak mau berhenti mengeluarkan air mata.

"Silakan masuk pak Ansel!" kata bu Sindy memasang senyum ramah juga manisnya kepada Ansel.

Ansel hanya mengangguk singkat, lalu masuk ke dalam, tatapannya masih belum bisa lepas dari Cwen yang duduk dengan tangan yang sibuk menghapus air matanya. Begitu jam pelajaran selesai, Ansel akan membawa Cwen ke ruangannya untuk ia tanyakan kenapa bisa ia menangis.

***

Ansel benar-benar membawa Cwen ke dalam ruangannya, untungnya setelah pelajaran yang Ansel ajarkan, kelas dibubarkan karena waktunya istirahat pertama, jadi Ansel bisa membawa Cwen ke dalam ruangannya.

Seperti biasa, Cwen menatap kagum ruangan gurunya itu, ruangannya benar-benar sangat rapih dan juga bersih, bahkan wangi bunga mawar langsung masuk ke dalam indra penciumannya begitu ia masuk ke dalam ruangan.

"Pak Guru kenapa bisa ruangannya sangat wangi? Wanginya persis seperti saat Cwen masuk ke dalam apartemen pak guru loh," ucap Cwen.

Sikapnya masih seperti biasa, tidak memperlihatkan tanda-tanda Cwen yang baru saja mengalami masalah dengan guru matematikanya.

"Pak guru, Cwen bawa bekal loh, saat tahu pak guru akan mengajak Cwen ke sini, Cwen langsung senang karena Cwen bisa berbagi bekal Cwen untuk pak guru," ucap Cwen menunjukkan kotak bekalnya kepada sang guru.

Ansel hanya mengangguk, lalu membawa Cwen duduk di sofanya.

"Ya sudah Cwen makan dulu ya bekalnya," ucap Ansel mengusap lembut rambut Cwen yang di kuncir kuda.

Cwen mengangguk semangat, lalu ia membuka kotak bekalnya. Isinya bukan nasi serta lauk pauk ataupun roti sandwich, tapi hanya beberapa potong buah semangka, itu pun tidak banyak.

Ansel mengerutkan keningnya heran, ia kira Jenia memberikan Cwen bekal berupa nasi, ternyata hanya beberapa potong buah yang bahkan tidak bisa untuk mengganjal perut.

"Ini pertama kalinya loh mama membawakan Cwen bekal, kata mama, hari ini mama belum bisa memberikan uang saku untuk Cwen, jadi mama sengaja memberikan bekal buah," oceh Cwen sembari menyuapkan potongan semangka ke dalam mulutnya.

"Wah manis pak guru, Pak guru juga harus makan, kata mama, kalau kita sedang bersama teman, dan kita sedang memegang makanan, kita harus berbagi, tidak boleh pelit,"

Ansel masih diam, tangannya tidak berhenti mengusap lembut kepala muridnya yang entah sejak kapan menjadi sangat dekat dengannya, entah saat Cwen menjodohkan dirinya dengan mamanya atau mungkin sejak pertama kali Ansel menggendong Cwen yang terlelap di ruangannya karena Jenia yang telat menjemput.

"Pak guru, hari ini mama dandan sangat cantik loh, Cwen tadinya ingin mengajak mama bertemu dengan pak guru, tapi mama malah memarahi Cwen karena bel sekolah yang hampir berbunyi," Cwen terkekeh kecil mengingat mamanya yang mengomel tadi pagi saat mengantarkan Cwen pergi sekolah.

"Pak guru buka mulut dong, ini semangkanya mama yang kupas loh, siapa tahu setelah pak guru makan semangka yang mama kupas, pak guru jadi suka dengan mama dan langsung menikah dengan mama," ucap Cwen mendekatkan garpu yang ditusukkan pada potongan semangka di dekat mulut Ansel.

Ansel hendak menolak, tapi Cwen memaksanya, akhirnya ia membuka mulutnya dan menerima suapan dari Cwen.

"Bagaimana? Manis, kan? Ini karena mama yang mengupasnya jadi terasa lebih manis dari rasa aslinya," ucap Cwen kembali menyuapkan potongan terakhir ke dalam mulutnya.

Ansel langsung berhenti mengunyah begitu semangka itu terasa hambar di lidahnya, entah lidahnya yang bermasalah atau memang semangka itu yang tidak manis.

Tapi setelah Ansel kembali mengunyahnya dan menelannya, bukan gambar lagi yang terasa di lidah, tapi Ansel merasakan jika semangka itu sedikit asam.

1
Lailatul Maulida
lanjut kak thor
Lailatul Maulida
lanjut kak thor💪
Ilham
lanjut BG cerita Pertaman nya aku suka cwen ceria sekali bg
Lailatul Maulida
bagus ceritanya ringan pokoknya suka lah 😁
Lailatul Maulida
lanjut kak autor
seru ceritanya
Lailatul Maulida
pecat bu sindy nya thor guru kok Rasis sama bully muridnya
Lailatul Maulida
kasihan cwen di bully di sekolahnya 🥲
Lailatul Maulida
semangat kak thor
Lailatul Maulida
bapak gedeng sukanya nuntut doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!