NovelToon NovelToon
Suksesnya Gadis Yang Di Hina

Suksesnya Gadis Yang Di Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mama ende

"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 21 bekerja kembali

     Kami serius bekerja memulihkan sistem dari PT Adi Dharma aku kerjakan dengan hati hati biar hasilnya baik seperti biasa mbak Maura pesan kopi hitam sebagai sesaji kami kalau mengerjakan beginian pasti sambil minum kopi hitam biar bisa konsentrasi sekitar jam satu alhamdulilah virus bisa di atasi dan aku pasang anti virus sebagai pengaman sementara dan ku lihat para teknisi lega banget kerena datanya bisa di selamatkan aku segara sholat dhuhur di musola tempat karyawan sholat setelah itu kami di beri makan di tempat prasmanan bersama dengan para teknisi selesai makan biasa mbak Maura menemui bosnya ambil gaji bentar lagi aku dapat transferan rekening tambah lagi

      Selesai semua kami langsung pulang ke unit apartment kami dan kami berpisah di lift aku langsung ke unitku ternyata mas Bayu dan ibu lagi duduk di sofa sambil nonton tv sedangkan mas Bayu lagi main game dia pakai aplikasi game punya ku biasanya dia akan memberikan masukan berupa kritik dan saran

" Gimana mas tadi lancar di kampus" tanya ku

" Selesai daftar ulang nya tinggal aku masuk hari Senin" kata dia

" Sepedanya sudah lihat aku tambah uang ya" tawar ku

" Nggak usah dek uang mas sudah cukup kok nanti saja kalau kurang mas minta" kata dia

" Kamu sudah makan nis " kata ibu sambil membawakan aku es sirup yang dingin

" Terima kasih ibu adalah ibu terbaik " kata ku sambil menerima minuman ibu dan ku teguk terasa segar di tenggorokan

"Nisa sudah makan tadi di beri makan siang sama perusahaan yang memanggil ku" jawabku

   Aku duduk dengan ibu karena lelah sama ibu di kupaskan kan pir dan juga apel aku makan karena ngantuk aku tiduran di sofa ibu pun memijat pelan punggung ku dan terasa nyaman sehingga aku terlelap di sofa

" bangun nis sudah sore mandi sana sholat ashar" kaya ibu aku masih malas lanjut makan buah di meja juga yang sudah di tambah anggur

" Dulu kita jangankan beli buah bisa belanja untuk makan cukup saja alhamdulilah sana segera sholat jangan lupa bersukur dengan nikmat Alloh" kata ibu

    Ibu memberi wejangan sehingga aku segera mandi melaksanakan sholat ashar dan tak lupa bersukur dengan nikmat Alloh yang di berikan padaku tak lama m banking ku berbunyi dan dapat tranferan dari mbak Maura yang lumayan banyak kali ini akan ku bagi untuk ibu dan mas Bayu

 " Bu aku ke lobi sebentar ibu ikut atau nitip sesuatu mungkin" tanya ku

" Nggak usah nduk di rumah banyak makanan yang kita belanja kemarin kamu mau di masakkan apa" tanya ibu

" Apapun masakan ibu pasti aku makan karena memang enak" kata ku

" bagaimana kalau ibu masak nasi kuning saja" tanya ibu

" Iya Bu dan ibu tambah dua porsi untuk mbak Maura" kata ku

" Iya nis siap" jawab ibu

     Aku ke lantai bawah mau ke ATM ambil uang sampai di lantai bawah ketemu paman Hendra

" Nis bonusmu besok ya dan nanti malam bantu paman ya di unit Maura seperti biasa tapi ini nggak ruwet yang yang itu" kata paman

" Siap paman nanti Anisa ke sana sambil bawa nasi kuning buat paman juga mbak Maura biasa masakan ibu" kata ku

" ya sudah paman aku mau ke ATM yang ada di minimarket" lanjutku

" Iya nis paman ke unit Maura dulu ya" kata dia dan aku pun mengangguk aku segera ke ATM ambil uang tunai tiga juta tak lama aku pulang lagi ke unit ku dan ku lihat mas Bayu bersih bersih ibu memasak

" Ini buat beli bensin mas dan ini uang buat pegangan ibu" kata ku pada mereka aku kasih masing masing satu juta

" Nis uang ibu masih utuh nggak beli apa apa semua kamu yang belanja" kata ibu

" Kumpulkan saja juragan nanti buat beli Emas lagikan Anisa baru dapat rejeki nomplok" jawabku

" Terima kasih nis makan dan tempat tinggal kamu tanggung sekarang malah kamu kasih uang transport " jawab mas Bayu

" Iya tadi Anisa bekerja membantu perusahaan yang di serang virus dan bisa mengembalikan data data penting nya" jawabku sambil memasukkan uang sejuta ke dalam dompet ku karena aku nggak punya uang tunai

" Alhamdulilah mas rejeki ku semakin banyak mau cari desain rumah aku mau bangun rumah ibu akan ku buat rumah mewan di desa dengan lantai dua dan tangga yang lebar nanti mas sama ibu di lantai satu aku di lantai dua" kata ku sambil terkekeh

" Semoga segera berhasil ya dek biar ayah kita tahu gadis yang di hina dan di benci bisa sukses dan kita bisa punya rumah bagus" kaya mas Bayu dengan semangat

Ibu selesai masak nasi kuning aku segera mengambil kotak nasi yang tadi aku beli kotak nasi seperti yang di kereta api kalau beli makanan aku buat tiga kotak yang satu nasinya aku kasih agak banyak buat paman yang dua sedikit ada ayam suwir tempe orek telur di iris panjang seperti sambel juga perkedel kentang dengan isian kornet

" Bu aku bikin tiga box kerena nanti aku makan di sana habis magrib aku kerja di sana. Nanti pulang malam kadang juga tidur di sana ibu tidur dulu saja nggak usah nunggu aku" kata ku

" Itu perkedelnya masih ada kamu tambah satu satu gitu" kata ibu dan aku pun segera menambah perkedel kentang nya ke kotak masing masing tambah satu kemudian ketiga kotak aku aku masukkan ke paper bag dan untuk mas Bayu dan ibu sudah di piring masing masing kemudian aku segera sholat magrib selesai sholat magrib aku segera ke unitnya mbak Maura

Aku memencet bell unit apartment nya mbak Maura dan yang membuka kan pintu adalah paman Hendra aku segera ke meja makan menata kotak nasi kuning buatan ibu

" Nis kamu bawa masakan ibumu lagi" tanya mbak Maura mendekat

" Iya mbak kita libur diet dulu selama masih ada ibu di sini" jawabku

Aku membagi kotak punya paman, mbak Maura juga punya ku yang aku makan di sini aku ambil sendok dan garpu yang ada di meja makan kemudian aku ambil air di dispenser aku juga siapkan untuk paman Hendra dan mbak Maura

" Ayo mbak paman silahkan" kata ku

paman dan mbak Maura pun makan masakan ibu dengan lahap

" Enak masakan ibu nis mbak jadi nge fans nih" kata mbak Maura

" Apalagi gratis malah semakin nikmat" kata paman Hendra

" Nis paman minta tolong dong bikinkan kopi hitam" kata paman Hendra

" bikin tiga sekalian nis untuk kita juga biar konsentrasi" kata mbak Maura

Aku pun bikin tiga cangkir kopi untuk kita bertiga tapi aku minum nanti sekarang masih kenyang dan paman sudah memberi tugas kepada ku untuk mulai bekerja kata paman kasus paman Rama dan Tante Maya masih berjalan sebentar lagi mungkin masuk ke pengadilan dan paman Rama nggak bisa melindungi gundiknya.

Bersambung

1
Erna Ladi Yanti
aku bergabung tho,semngt.🙏
Miftahul Khoiriyah: terima kasih support nya
total 1 replies
Dwi Sulistyowati
lanjut Thor
Miftahul Khoiriyah: terima kasih dukungan nya 😍
total 1 replies
Dwi Sulistyowati
semangat paman pepet trs anisa
Dwi Sulistyowati
lanjut Thor suka sm cerita nya🫶
Miftahul Khoiriyah: terima kasih banyak atas dukungan nya
total 1 replies
TytinApriana InaQx GuhHasbi
aku suka ceritanya /Smile//Smile//Smile/
Miftahul Khoiriyah: Terima kasih kakak semoga terhibur
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!