NovelToon NovelToon
Aku Kaya Berkat Sistem Penagih Utang Akhirat

Aku Kaya Berkat Sistem Penagih Utang Akhirat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

​Darren hanyalah sampah di mata dunia. Sebagai penagih pinjol ilegal, hidupnya habis untuk dihina debitur sombong, disiksa bos yang brengsek, hingga akhirnya dicampakkan anak-istri di titik terendah.
​Beruntung maut di sebuah gudang tua itu justru menjadi awal dari segalanya. Saat nyaris mati dikeroyok, sebuah notifikasi muncul di hadapannya:
​[Sistem Penagih Utang Akhirat Diaktifkan]
Kemudian dunia berubah menjadi deretan angka. Darren kini mampu melihat Utang Keberuntungan dan Utang Umur setiap orang. Dari pengusaha korup hingga pejabat sombong, semua memiliki utang rahasia yang tak bisa lunas dengan uang. Sedangkan Darren adalah algojo yang berhak menarik paksa semuanya.
​Dari pecundang yang dipandang sebelah mata, menjadi penguasa finansial dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Transaksi di Pelabuhan

Darren mengendap-endap di tengah keramaian kawasan kota. Topi baseball yang dikenakannya sengaja ditarik rendah demi menutupi sebagian wajah dari sorot lampu jalan. Begitu pula jaket lusuh yang menempel di tubuhnya membuat dirinya membaur sempurna, tidak mencolok di antara kerumunan wisatawan dan pedagang kaki lima yang menjajakan barang dagangan, sampai pria itu mengangkat perangkat walkie talkie mendekati bibir.

"B2, di mana posisimu sekarang?" tanya Darren sembari matanya terus memindai sekeliling.

"B2 di sini, Bos. Aku sudah di parkiran timur, tepat di depan museum. Tapi jujur saja, inisial B2 itu terasa aneh sekali. Kenapa tidak B1 saja supaya lebih keren?"

"Karena B1 sudah terpakai pihak lain. Fokuslah pada tugasmu dan berhenti melontarkan keluhan tidak penting," jawab Darren.

Darren menarik napas panjang demi meredam kekesalan lantaran nama asli mereka tidak boleh terucap di ruang terbuka, mengingat kemungkinan ada pihak lain yang memantau pergerakan mereka. William Kusuma bukan lawan yang bisa diremehkan, apalagi keluarga Han memiliki jaringan mata-mata yang tersebar luas.

"Sudah cukup bicaranya. Laporkan situasi target sekarang," perintah Darren.

Cukup lama sampai Budi terbata-bata di ujung saluran perangkat. "Target terlihat melangkah keluar dari museum. Dia tidak sendiri, ada seorang wanita bersamanya. Cantik sekali, Bos, parasnya mirip artis papan atas."

Jantung Darren mendadak berdegup lebih kencang di balik dada. "Apakah itu Nona Seo yeon?"

"Sepertinya bukan. Wanita ini berambut panjang dan pirang terang. Mengenakan dress pendek yang modis," jelas Budi.

Darren mengepalkan tangannya kuat-kuat. Alih-alih merasa lega, kecurigaannya justru semakin tajam. Siapa lagi wanita itu, bukankah Wiliam sedang dijodohkan dengan Seo yeon?

Lantas Darren segera berjalan cepat membelah kerumunan menuju mobil sewaan lawas yang terparkir di sudut gang, di mana Budi sudah menunggu di belakang kemudi dengan mesin yang sudah menyala.

"Arah mana sekarang, Bos?" tanya Budi dengan sigap.

"Arahkan ke pelabuhan. Aku melihat mobil mewah William berbelok menuju kawasan timur," jawab Darren sembari memasang sabuk pengaman.

Mobil mereka pun segera melaju, menjaga jarak yang aman di belakang kendaraan William agar tidak memancing kecurigaan. Budi berkendara dengan penuh kehati-hatian, memastikan mereka tidak terlalu dekat namun juga tidak kehilangan jejak.

"Benar-benar playboy kelas kakap," gumam Darren sembari menatap lampu belakang mobil target. "Baru beberapa hari menunjukkan ketertarikan pada Seo yeon, sekarang sudah berani bermain dengan wanita lain."

Budi menoleh sekilas dengan raut wajah tidak percaya. "Jadi wanita pirang itu siapa?"

Darren memilih untuk tidak memberikan tanggapan lebih lanjut. Pikirannya masih terganggu oleh anomali sistem yang terus mengalami gangguan setiap kali mencoba membedah data William. Namun, saat dia mencoba mengaktifkan sistem untuk menganalisis wanita yang bersamanya, layar transparan mendadak muncul tanpa kendala sedikit pun.

Target terdeteksi. Nama Han Wonyoung. Utang Keberuntungan Rp0. Utang Umur 0 tahun. Status masih bersih. Waspada terhadap pengaruh negatif dari lingkungan sekitar.

Data itu menunjukkan bahwa Wonyoung masih bersih dari segala bentuk utang karma untuk saat ini. Darren segera menyimpan informasi itu dalam memorinya. "Wonyoung? Apa yang sedang dia lakukan? Bi, lebih cepat lagi. Jangan sampai kita kehilangan mereka di persimpangan depan."

Mobil William akhirnya berhenti di sebuah dermaga yang kebetulan terbilang cukup sepi. Beberapa kontainer bekas berjejer di sisi kanan dan kiri, menciptakan lorong-lorong sempit yang gelap. Sementara dua pria mengenakan setelan hitam sudah terlihat menunggu di sana dengan waspada.

Darren dan Budi pun segera keluar dari mobil dengan pakaian sederhana yang tidak menarik perhatian. Topi mereka tetap terpasang erat. Keduanya pura-pura sibuk mengoperasikan ponsel masing-masing, padahal pandangan mereka terus tertuju pada interaksi di kejauhan.

William keluar dari mobil diikuti oleh Wonyoung yang mengekor di belakang. Mereka berjalan mendekati kedua pria berbaju hitam tersebut. Salah satu pria yang memiliki kumis tebal dan mengenakan kemeja rapi menyambut William dengan jabat tangan yang sangat erat. Tak lama kemudian, terjadi pertukaran sebuah koper hitam berukuran besar. Pria berkumis itu membuka sedikit tutup koper, memperlihatkan puluhan bungkusan kecil berisi serbuk berwarna putih.

Lantas saja pria itu tertawa puas sembari menepuk bahu William, sementara William hanya menyunggingkan senyum tipis yang penuh rahasia. Adapun Wonyoung hanya berdiri dengan wajah datar seolah tidak mengerti bahaya yang sedang terjadi di depan matanya.

"Narkoba," bisik Budi dengan tegang. "Bos, mereka ternyata berbisnis barang haram."

Darren tidak menjawab, namun tangannya bergerak dengan sangat cepat mengambil beberapa foto menggunakan kamera ponselnya. Beberapa detik kemudian, dia mengaktifkan sistem dan mengarahkannya tepat kepada pria berkumis tebal tersebut.

Target terdeteksi. Nama Budiman Santoso. Utang Keberuntungan Rp78 miliar. Utang Umur 18 tahun. Status jaringan narkoba internasional, masuk dalam daftar pencarian interpol.

Darren menyunggingkan senyum dingin. Tanpa ada keraguan sedikit pun, dia segera memberikan perintah kepada sistem untuk menagih lima persen saja dari utang keberuntungan pria itu karena tidak ingin mengambil resiko. Efek dari penarikan paksa itu pun segera terlihat secara nyata. Bagaimana Budiman Santoso tiba-tiba memegangi dadanya dengan pucat. Ponsel di saku kemejanya berdering nyaring, lalu jatuh terlepas dari genggamannya. Melalui layar yang pecah, terlihat notifikasi bahwa saldo rekening perusahaannya baru saja berkurang secara drastis.

"Apa yang terjadi? Uangku! Miliaran rupiah hilang begitu saja dalam sekejap!" pria itu jelas panik.

William segera mendekat, berusaha menenangkan rekan bisnisnya itu. "Tenanglah, Pak Budiman. Mungkin hanya ada sedikit gangguan pada sistem perbankan."

"Gangguan sistem macam apa yang bisa menghilangkan Rp3,9 miliar dalam hitungan detik? Ini bukan sekadar kesalahan!" Budiman sampai terengah-engah.

Wonyoung pun juga mulai terlihat gelisah di tempatnya berdiri, matanya bergerak liar ke arah sekeliling dermaga. Alhasil Darren segera menarik lengan Budi agar menjauh. "Cepat, kita harus segera pergi dari sini."

Mereka berjalan dengan langkah cepat meninggalkan lokasi transaksi, membaur dengan kerumunan pekerja dermaga yang mulai terlihat di jalan utama. Namun, sebelum benar-benar menghilang di balik tikungan, Darren merasakan ada tatapan tajam yang tertuju pada punggungnya. Saat menoleh sekilas, dirinya mendapati Wonyoung sedang menatap lurus ke arahnya dengan keplaa yang sedikit dimiringkan. Ketara sekali bagaimana gadis itu sedang mencurigai sesuatu.

Sesampainya di gedung utama milik keluarga Han, Darren masuk ke dalam lift dalam kondisi sendirian setelah memulangkan Budi lebih awal. Pintu lift tertutup rapat, lalu angka-angka di panel mulai berganti seiring pergerakan naik. Di sana Darren menatap pantulan dirinya pada cermin lift sambil memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

Wonyoung jelas telah menyadari keberadaannya di pelabuhan tadi. Apakah gadis itu akan memilih untuk bungkam, atau justru melaporkan pengintaiannya kepada William? Darren bertanya-tanya dalam hati apakah dia harus segera memberitahu Seo yeon mengenai kejadian ini. Di satu sisi, ini melibatkan anggota keluarga inti Han. Jika Seo yeon mengetahui adiknya terlibat dalam transaksi narkoba bersama William, dampak yang ditimbulkan pasti akan sangat luar biasa.

Di sisi lain, informasi ini bisa menjadi senjata rahasia yang sangat berharga. William belum menyadari bahwa rahasia gelapnya telah terbongkar. Darren merasa bahwa pengetahuan ini memiliki nilai yang sangat tinggi untuk rencana masa depannya. Namun, bayangan tentang Seo yeon yang selama ini selalu melindunginya dan memberinya kesempatan hidup kedua membuat hatinya bimbang.

"Aku akan memberitahunya segalanya," gumam Darren memantapkan keputusan di dalam hati.

Lift akhirnya berhenti di lantai penthouse dan pintu terbuka perlahan. Di sana, seorang pria botak dengan postur tubuh besar dan tinggi sudah berdiri menunggu di depan pintu lift. Pria itu mengenakan jas hitam yang sangat rapi dengan tatapan mata yang sangat dingin.

"Apakah Anda adalah Bapak Darren Wirawan?" tanya pria itu dengan datar.

"Iya, itu saya. Ada apa?" jawab Darren sembari menjaga sikap waspadanya.

"Nona Wonyoung meminta Anda untuk segera menemui beliau. Saat ini beliau sedang dalam perjalanan menuju tempat ini," jelas pria itu.

Jantung Darren berdetak lebih kencang seketika. Ternyata dugaannya tidak meleset, Wonyoung memang benar-benar melihatnya di dermaga tadi.

"Baiklah. Aku akan menunggunya di sini," jawab Darren dengan suara yang diusahakan tetap tenang. Pria besar itu memberikan anggukan singkat, lalu melangkah pergi meninggalkan koridor yang kini terasa sangat sunyi bagi Darren.

1
Bg Gofar
mantap gan
DanaBrekker: terima kasih 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!