NovelToon NovelToon
Sugar Duda Terjerat Cinta

Sugar Duda Terjerat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Balas Dendam / Penyesalan Keluarga
Popularitas:842
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Jenna tak sengaja menyelamatkan seorang anak kecil yang terkurung bersamanya di gudang bar. Tak disangka, anak itu merupakan anak kesayangan seorang duda bangsawan.

Sebelumnya, Jenna selalu tersisih dari keluarganya. Kakaknya bahkan membuat kedua orang tua mereka berbalik memusuhinya. Sementara itu, pria yang dulu ia cintai justru berpihak kepada sang kakak.

Kali ini, Jenna tidak berniat mengalah. Ia ingin membalas semua yang telah dialaminya sekaligus mengejar kembali mimpinya menjadi aktris terkenal. Namun, setiap langkahnya selalu dihadang berbagai rencana licik dari kakaknya yang terus berusaha menjatuhkannya.

Saat Jenna perlahan membantu anak sang duda membuka diri dari trauma, pria itu mulai memperhatikannya dengan cara yang berbeda.

Akankah ia jatuh cinta pada Jenna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nomor HP

Keesokan paginya, Jenna terbangun karena mendengar suara pria berbicara pelan dari ruang tamu.

Marco menutup teleponnya saat mendengar langkah kaki di belakangnya.

“aku membangunkan kamu?” Nada suaranya hangat.

Jenna menatap pria di depannya dengan mata terbelalak.

Marco tidak mengenakan kemeja. Begitu ia membuka pintu kamar tadi, yang ia lihat hanyalah dada telanjang. Pemandangan itu terlalu mengejutkan.

Jenna segera menggosok hidungnya. Untung saja tidak terjadi sesuatu yang memalukan. Marco tampaknya tidak menyadari reaksinya. Ia dengan tenang mengambil kemejanya dari sofa lalu memakainya.

Sambil mengancingkan kemeja, ia berkata, “Ada urusan mendadak di kantor. aku harus pergi sekarang. Bisa tolong bangunkan Juju?”

“Oh… oke!”

Jenna segera berbalik untuk memanggil Juju. Namun ternyata ia tidak perlu memanggil. Begitu ia berbalik, ia langsung melihat Pikachu kecil yang sangat lucu berdiri di sana.

Bocah itu menatap ayahnya tanpa berkedip. Ekspresinya jelas tidak senang.

“Juju, ganti baju,” kata Marco sambil mengenakan mantelnya.

Jawaban yang ia terima adalah suara keras.

Brak.

Pintu kamar ditutup.

Tanpa ragu sedikit pun.

“……”

"……”

Marco mencoba membuka pintu dan mendapati pintunya terkunci dari dalam.

Ia menoleh ke Jenna.

“Kamu punya kunci?”

Jenna tersenyum canggung. “Ada… tapi kuncinya di dalam kamar.”

Marco memijat dahinya.

Dengan nada dingin ia berkata,

“Juju. aku kasih kamu waktu tiga menit. Kalau kamu gak keluar, jangan pernah berpikir untuk kembali ke sini lagi.”

Tiga menit berlalu.

Tidak ada suara dari dalam.

“Juju, keluar. Kalau aku harus paksa buka pintu, aku gak akan sebaik sekarang.”

Masih tidak ada reaksi.

Bakpau kecil itu benar-benar tidak memberi ayahnya sedikit pun muka.

Jenna yang berdiri di samping hampir tidak bisa menahan tawa.

“Aku masuk kerja agak siang. Kenapa Juju gak tinggal di sini dulu saja?”

Wajah Marco menggelap. Ia mengeluarkan HPnya dan mulai menelepon. Jenna melirik diam-diam dan melihat ia sedang menelepon psikiater.

Ia langsung tidak tahu harus berkata apa.

Hanya karena ini saja sampai memanggil psikiater?

Bukankah itu terlalu berlebihan?

Jenna berdeham pelan. “Gimana kalau aku coba dulu?”

Marco ragu sejenak lalu mengangguk. Jenna mendekat ke pintu dan berkata dengan suara lembut,

“Juju, Tante harus kerja nanti. Tante gak bisa jagain kamu. Mau pulang dulu sama daddy?”

Tidak ada jawaban.

“Gimana kalau kita tukeran nomor telepon? Nanti kita bisa telepon kapan saja. Kita juga bisa video call!”

Terdengar langkah kaki ragu dari dalam kamar.

“Kalau Tante telat, sutradara pasti marahin tante. Sutradaranya galak banget. Tante kasihan banget wuuu…”

Klik.

Pintu terbuka.

Marco sebenarnya sudah bersiap menghadapi perang panjang. Jadi ketika pintu langsung terbuka, sedikit keterkejutan muncul di matanya.

Ia menatap Jenna dengan ekspresi rumit. Wanita itu hanya membutuhkan tiga kalimat untuk membuat Juju keluar dengan patuh.

Padahal sebelumnya pernah terjadi hal serupa. Saat itu Juju mengunci diri di loteng rumah. Seluruh keluarga mereka, para pelayan, psikiater, bahkan seorang profesional sudah mencoba membujuknya.

Mereka berbicara sepanjang sore sampai kelelahan. Akhirnya mereka terpaksa mendobrak pintu.

Hasilnya?

Juju mengabaikan mereka selama satu bulan penuh.

Jenna tentu tidak tahu kejadian itu. Ia hanya berpikir anak ini terlalu patuh. Ia menggendong bakpau kecil yang terlihat murung tetapi tetap keluar karena tidak ingin ia dimarahi.

“Juju anak baik banget. Makasih ya, sayang.”

Setelah dipuji, suasana hati bakpau kecil langsung membaik. Ia diam-diam menyerahkan secarik kertas berisi deretan angka.

Jenna menerima kertas itu. “Eh? Ini nomor telepon kamu? Bagus! aku simpan ya. Nanti kalau aku senggang aku pasti telepon kamu!”

Marco merasa ada yang aneh. Juju bahkan tidak punya HP. Dari mana ia mendapatkan nomor itu?

Ia melirik kertas itu dari atas. Ternyata nomor teleponnya sendiri.

Lumayan.

Memang benar-benar anaknya.

***

Royal Entertainment.

Luna sedang marah besar di kantor.

“Jenna ikut audisi dan dapat peran pendukung wanita!”

“Peran pendukung?” Maoy mengerutkan kening. “Bukannya dia lagi main di film kecil yang gak jelas? Kok sempat ikut audisi lagi?”

“Aku juga merasa aneh. Setelah aku cari tahu soal audisi kemarin, ternyata para juri sudah hampir pergi waktu mereka kebetulan lihat Jenna. Mereka langsung merasa dia cocok dan langsung memutuskan saat itu juga.” Luna mendengus kesal. “Pantas aja kamu selalu waspada sama dia. Jenna ini licik banget. Audisi sudah selesai tapi dia masih bisa mempengaruhi juri. Entah siapa yang dia goda!”

Luna tidak berani bicara lebih jauh. Wajah Jenna memang senjata mematikan. Kalau ada juri yang tertarik padanya, ia sama sekali tidak akan merasa heran.

Sebenarnya dulu ia berniat membina Jenna dengan baik setelah menandatangani kontrak dengannya. Siapa sangka tiba-tiba muncul Maoy.

Yang satu artis baru tanpa koneksi. Yang satu artis populer dengan latar belakang keluarga kuat. Pilihan itu jelas. Di dunia hiburan, bukan hanya penampilan yang menentukan.

Wajah Maoy tampak muram. “Meskipun bukan peran utama, film ini produksi besar.”

Siapa pun yang mendengarnya pasti tahu ia tidak ingin Jenna mendapatkan peran itu.

Luna terlihat sedikit kesulitan.

“Masalahnya kali ini agak rumit. Perusahaan kita sudah investasi banyak uang di film ini. Bos besar pasti senang kalau pemeran utama dan pemeran pendukung sama-sama dari perusahaan kita. Kalau ada orang yang lebih cocok mungkin kita bisa ganti Jenna. Tapi waktu audisi sebelumnya gak ada yang lolos. Sekarang kita juga gak punya alasan buat menggantinya.”

Maoy tampak memikirkan sesuatu. Ekspresinya tiba-tiba menjadi tenang. Ia memandang kukunya yang rapi lalu tersenyum tipis.

“Sudahlah. Karena dia begitu semangat ingin jadi rubah penggoda, biarkan saja dia main. Tokoh wanita yang menggoda sampai menghancurkan negara … peran itu memang cocok buat dia.”

***

Tak lama kemudian Jenna menerima telepon dari Luna.

Peran pendukung wanita untuk FTV Idols sudah dipastikan menjadi miliknya.

Ia diminta mulai bersiap.

Film di FTV Idols menceritakan tokoh wanita utama yang menggunakan berbagai kebaikan untuk membantu tokoh pria naik takhta.

Sementara tokoh pendukung wanita menggunakan segala cara licik. Ia dimusuhi semua orang dan akhirnya dihukum oleh masyarakat.

Pada akhirnya ia dipaksa melompat dari tebing oleh tokoh utama wanita, membuat semua orang merasa lega.

Tidak heran Maoy begitu murah hati membiarkannya mengambil peran ini. Meskipun sudah mendapatkan peran itu, Jenna masih memiliki pekerjaan lain. Ia harus pergi ke lokasi syuting lain. Perannya adalah sebagai wanita simpanan yang merebut suami orang.

Hari ini hanya ada satu adegan lima menit yang harus diselesaikan. Ia akan dikeroyok dan dipukuli oleh sekelompok orang selama lima menit.

Namun kenyataannya, adegan lima menit itu memakan waktu dua jam. Para figuran masih tidak berpengalaman. Gerakan mereka tidak sesuai dengan ekspresi mereka. Akibatnya Jenna harus dipukul berkali-kali.

Saat pulang ke rumah, ia menyalakan televisi lalu langsung berbaring di sofa dengan tubuh lelah. Setelah berbaring sebentar, ia merasa seperti lupa sesuatu.

Di televisi sedang menayangkan berita. Tiba-tiba muncul sosok yang sangat familiar.

Wajah yang luar biasa tampan, bahu lebar, pinggang ramping, kaki panjang, dan aura yang seperti puncak gunung.

Kalau bukan ayah si bakpau kecil, Marco, siapa lagi?

Marco tampaknya sedang menghadiri acara penandatanganan kontrak. Ia berjabat tangan dengan beberapa orang asing.

Pembawa acara dengan penuh semangat menjelaskan bahwa Alamsyah Corporation baru saja menandatangani kerja sama dengan merek Italia DR dan akan memasuki pasar Eropa. Nilai saham perusahaan diperkirakan akan meningkat dua kali lipat.

Saat menonton berita itu, Jenna akhirnya teringat.

Ia lupa menelepon bakpau kecil!

***

Glorium Orchid.

Orang tua Keluarga Alamsyah baru saja pulang dari luar negeri. Keluarga itu berkumpul makan malam bersama.

Alamsyah Corporation akhirnya berhasil menyelesaikan kontrak besar yang telah dinegosiasikan selama tiga tahun.

Tuan Alamsyah sangat senang. Ia memuji Marco berkali-kali dan bahkan memuji Xander juga. Namun topik utama muncul di akhir makan malam.

Intinya kira-kira seperti ini. Pekerjaan memang penting, tapi cucu kesayangannya jauh lebih penting.

“Marco, pekerjaan memang penting. Tapi jangan sampai mengabaikan Juju. Sekarang masa sibuk sudah lewat, jadi luangkan waktu lebih banyak untuk menemaninya,” kata Tuan Alamsyah.

Nyonya Alamsyah juga ikut berbicara. “Kalau kamu benar-benar tidak punya waktu, cari seseorang untuk membantu mengurus Juju. Dia sudah besar. Kamu juga harus mulai memikirkan kehidupan pribadi kamu!”

Tuan Alamsyah langsung mengangguk. “Ibumu benar!”

Xander diam-diam melirik kakaknya. Orang tua mereka sudah mulai memainkan permainan lama lagi.

Marco tetap makan dengan tenang tanpa berkata apa pun.

Sementara itu Juju memegang HP dan tidak bergerak sedikit pun.

1
@Reeartha1231
lanjutin trus kak
@Reeartha1231
awal cerita yang bagus
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Pesona Jenna tak terkalahkan apalagi seorang Moy yang penuh tipu muslihat pasti kebusukannya segera terbongkar
tutiana
menarik
Piw Piw: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!