NovelToon NovelToon
Diam-diam Membalaskan Dendam

Diam-diam Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Balas Dendam
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: nita kinanti

Setelah mendapatkan donor mata, Zivanna hampir tidak pernah bisa tidur nyenyak. Mimpi setiap malam dia bermimpi aneh bahkan terkadang buruk yang sering membuatnya terbangun dengan jantung berdebar tidak karuan.

Zivanna berpikir mungkin dirinya sedang stress jadi untuk sementara dia akan tinggal bersama neneknya di desa.

Tetapi siapa sangka ketika tinggal di desa, mimpi aneh Zivanna semakin menjadi-jadi menyebabkan dia sering mondar-mandir ke puskesmas dan bertemu Alvaro, dokter tampan yang membantunya menangani masalahnya.

Ternyata, mimpi-mimpi yang selalu mengganggu Zivanna berasal dari potongan penglihatan pemilik mata sebelumnya yang telah mengalami begitu banyak siksaan.

Dibantu oleh Alvaro, Zivanna akan membalaskan dendam pemilik penglihatan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita kinanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Berubah

Zivanna kembali menjatuhkan pandangannya kepada dua orang penjual jajanan di depannya. Satu berjualan bermacam-macam gorengan dan satu lagi sepertinya menjual mungkin es karena ada termos besar di sampingnya.

Sesekali Zivanna mencuri pandang kearah Alvaro yang kini sudah berada di dalam mobilnya. Kaca mobil terbuka sebagian jadi Zivanna masih bisa memandangi wajah itu meski hanya dari samping.

Perlahan mobil meninggalkan parkiran. Zivanna kembali fokus kepada dua penjual jajanan di depannya. Dan untuk kesekian kalinya dia merasakan familiar seperti sebelum-sebelumnya.

"Biasanya di sini." Budi menjawab pertanyaan Zivanna sebelumnya. Telunjuknya menunjuk tepat dimana Zivanna berdiri. "Saya kalau pas ngantar Ibu (Minah) kontrol sering membeli kue-kuenya. Itung-itung bantu ngelarisin. Kasihan, sejak kecil sudah cari uang sendiri."

"Katanya yang paling laris kue putu ayunya, tapi kalau saya lebih suka dadar gulung buatannya," terang Budi sambil menatap jauh ke depan seperti menyayangkan kenapa gadis ayu dan pekerja keras itu harus meninggal di usia yang relatif muda.

"Apa Nona cantik ini temannya Ayu?" sahut penjual gorengan yang tentu saja mendengar percakapan Zivanna dan Budi. Zivanna tidak bisa menjawab.

"Eh... Itu kemarin saya sangat ingin kue putu ayu, tetapi katanya yang jualan kue itu sudah meninggal padahal katanya masih muda. Jadi saya penasaran." Zivanna mencari alasan masuk akal. Masa iya dia jawab kenal lewat mimpi. "Bibi kenal dia?"

"Kenal lah, Non. Bibi sama teman bibi ini sudah jualan di sini bertahun-tahun. Biasanya kami bertiga sama Ayu. Tapi sekarang dia sudah meninggal. Kasihan betul anak itu. Sejak ditinggal bapaknya hidupnya jadi menderita."

"Dia dijahati sama ibu dan saudara tirinya ya, Bi?"

"Bukan cuma dijahati. Dia juga dijadikan sapi perah. Dia banting tulang menghasilkan uang tapi tidak bisa menikmati hasilnya karena habis untuk biaya sekolah adik tirinya. Masih mending kalau adik tirinya itu tau balas budi. Ini adiknya tidak tahu diri, sama jahatnya dengan ibunya. Lebih jahat malah."

"Kalau adik tirinya itu melihat Ayu berjualan di sini di langsung pergi. Malu katanya punya kakak seperti Ayu," imbuh penjual es. "Ngomong-ngomong Nona cantik ini tahu darimana kalau Ayu dijahati sama keluarganya?"

"Biasanya seperti itu kan, Bi?" balas Zivanna asal. "Anak yang ditinggal meninggal ibunya lalu ayahnya menikah lagi, ketemu ibu tiri dan saudara tiri yang jahat nasibnya langsung berubah seratus delapan puluh derajat. Banyak cerita-cerita seperti itu," lanjutnya meyakinkan.

"Dulu Ayu adalah gadis yang sangat sangat ceria, sama sekali tidak pernah mengeluh meski hidupnya susah. Tapi, satu tahun terakhir sebelum dia meninggal dia berubah. Dia jadi pendiam, murung dan tidak banyak bicara. Bibi yakin ada masalah berat yang dia pendam. Tapi dia tidak mau cerita."

"Apa mungkin masalah ibu dan adik tirinya yang kejam?" sahut Zivanna. Saat ini dia sudah duduk lantai emperan bersama dua orang penjual jajanan yang baru saja dia kenal. Mereka terlihat dekat, mengobrol bersahutan dan saling menimpali layaknya sudah bertahun-tahun saling mengenal.

"Ayu sudah terbiasa menghadapi kejahatan mereka. Kalau cuma dimarahi atau di maki-maki Ayu sudah kebal. Jadi bibi yakin bukan itu alasannya."

"Apa mungkin karena dia sakit. Bukankah katanya dia sakit sampai di rawat di rumah sakit di kota?" Zivanna terlihat serius. Dua orang di sampingnya juga tak kalah serius. Budi berdiri berdiri termangu melihat majikan kecilnya yang baru beberapa menit sudah berhasil masuk circle gosip emak-emak.

"Justru bibi yakin dia sakit karena memikirkan masalah yang kami tidak tahu itu. Dia stress lalu sakit."

"Satu hal yang bibi ingin jelas, waktu itu Ayu katanya mendapat pesanan kue putu ayu untuk acara hajatan di desa sebelah. Tetapi hari berikutnya Ayu cerita kalau pesanan itu tidak ada. Ayu ternyata ditipu oleh adiknya sendiri. Padahal ayu sudah jalan jauh-jauh untuk mengantarkan pesanan itu tetapi dia bawa kembali kue itu karena ternyata orangnya tidak memesan."

"Memang Si Suci itu sangat tidak tahu diri. Untuk apa coba dia menipu kakaknya sendiri? Toh kalau Ayu punya uang dia juga yang menikmati."

"Kalau ingat bagaimana waktu itu Ayu bercerita, rasanya pingin tak gampar si Suci." Bibi penjual es mulai berkaca-kaca. "Coba bayangkan, Ayu bangun dari jam empat memasak dan menyiapkan dagangan. Setelah itu dia berangkat jualan. Sepulang dari jualan Ayu mengerjakan pekerjaan rumah setelah itu mengerjakan pesanan."

"Dia mengantarkan pesanan itu jalan kaki ke desa sebelah. Tak tahunya pesanan itu tidak ada. Ternyata dia hanya dikerjai adiknya. Dimana hati nuraninya si Suci itu?"

Ekspresi wajah Zivanna berubah. Zivanna yang tidak mengenal Ayu saja marah mendengar cerita ini, apalagi kedua orang ini yang selalu bersama Ayu.

"Kalau Nona cantik ini mau tahu adiknya Ayu, tuh masuk saja ke puskesmas lalu cari perawat bernama Suci. Mudah kalau mau menemukan dia. Cari saja perawat yang paling angkuh dan sombong. Pasti itu Suci."

Zivanna kemudian teringat perawat yang tadi memasang dan melepas infusnya. Perawat itu sama sekali tidak terlihat ramah. "Apakah yang ada tahi lalat di dekat hidungnya?"

"Iya. Benar yang itu. Dari wajahnya saja sudah terlihat kalau dia menyebalkan."

Zivanna mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju. "Terus kue-kue itu bagaimana nasibnya? Di buang? Apa Ayu tidak rugi?"

"Pagi harinya Ayu tetap jualan seperti biasa. Kue putu ayu pesanan yang batal kemarin dia kukus lagi lalu wadah mikanya di ganti dengan yang baru. Ayu tidak berbohong kepada pelanggannya. Dia meminta maaf dan mengatakan yang sebenarnya jika kue itu bukan kue baru agar mereka tidak merasa tertipu."

"Aku hampir tidak tega melihatnya waktu itu. Matanya bengkak, jelas habis menangis. Dia terlihat sangat rapuh." Bibi penjual es akhirnya menangis mengenang suci.

"Bibi juga melihat lengan dan tangannya ada beberapa luka gores tipis seperti tidak sengaja tercakar kuku. Bibi jadi berpikir apa mungkin setelah mengalami hari seburuk itu dia masih dianiaya oleh ibu tirinya?"

"Aku lebih percaya kalau luka-luka di tangan Ayu itu karena tergores pinggiran daun tebu. Kalau kulitnya kuning langsat seperti Ayu, goresan sedikit saja bisa sangat kelihatan. Dan waktu itu goresannya cukup banyak, tidak hanya di satu lengan tapi di kedua lengannya." Bibi penjual gorengan mempunyai analisanya sendiri.

#Daun tebu memiliki bulu halus tapi sangat tajam karena mengandung silika. Kalau bergesekan dengan kulit bisa menyebabkan luka gores.

"Ayu setiap hari lewat jalan perkebunan tebu. Waktu itu dia juga cerita kalau keranjangnya sempat jatuh dan kue-kuenya berjatuhan di sana. Mungkin luka-luka itu dia dapat ketika sedang memunguti kue-kuenya yang terjatuh itu."

"Dan sejak hari itu dia sudah tidak seperti Ayu yang kami kenal sebelumnya. Dia jadi pendiam, hanya bicara seperlunya. Ayu seperti kehilangan hidupnya."

1
Ma Em
Ayo Zivana balaskan dendam Ayu pada Suci juga pada Ida karena perbuatan mereka hdp Ayu jadi menderita .
Ma Em
Ayo Alvaro cari bukti yg kuat agar orang2 yg sdh jahat pada Ayu akan dapat hukuman yg setimpal ,terutama Bu Ida dan Suci hrs di beri pelajaran itu agar dia sadar dan sekalian masukan ke penjara .
Ds Phone
itu lah sebab nya
Ma Em
Semangat ga Alvaro segera membuka semua tabir yg Zivana hadapi dan Zivana bisa sehat kembali tdk diteror dgn mimpi mimpinya .
Ds Phone
dia jahat dengan ayu
Ds Phone
rasa mata tu dia punya
Ds Phone
cucu sorang memang susah hati
Ds Phone
dia ingat dia ayu
Ds Phone
cari kesepatan
Ds Phone
memang jahat perumpuan tu
Ds Phone
mimpi teruk lagi lah tu
Ds Phone
orang jahat dah cemburu
Ds Phone
dia melihat semus nya
Ds Phone
dia lihat apa perbuatan jahat meraka
Ds Phone
maaf sebab dah buat jahat
Ds Phone
muking dia kena rogol
Ds Phone
semua nya ada kaitan
Ds Phone
ada saja yang dengki
Ds Phone
ada apa dengan dia
Ds Phone
semua dalam mimpi nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!