NovelToon NovelToon
" LEPAS DARI CENGKRAMAN LUCIFER "

" LEPAS DARI CENGKRAMAN LUCIFER "

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:364
Nilai: 5
Nama Author: Gans March

Sebuah kesaksian hidup yang di angkat dari kisah nyata yang pernah terjadi di kota Manado di tahun1998,tentang keterlibatan seorang gadis bernama Laura dalam kelompok penyembah iblis/ Satanic Church,sebuah perjanjian lama dan satu nyawa sebagai taruhan.
Bagi Laura,kebebasan adalah segalanya.namun,ia tidak pernah menyadari bahwa apa yang ia dapat dari kebebasannya harus ia bayar dengan potongan jiwanya sendiri.
Dalam pelarian mencekam antara logika dan mistis,Laura harus mencari cara untuk membatalkan dan memutuskan kontrak darahnya dengan Lucifer.
Bisakah ia lepas dari cengkraman Lucifer sebelum fajar terakhir menyapa? ataukah ia akan menjadi penghuni abadi dalam kegelapan tak berujung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gans March, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulangan di ambang fajar 2

Melihat perubahan itu,Marco hampir saja menangis karena lega.ia segera meraih pundak Laura,memastikan bahwa gadis itu,benar benar " pulang ".

"Laura,kau di sini...? Kau mendengarku...?" Marco mengguncang bahunya pelan.

" sakit...Marco,tangan ini...apa yang mereka lakukan padaku?" rintih Laura.

Ia mencoba menggerakkan jari-jarinya,namun rasa ngilu dan irisan belati Michael hampir membuatnya nyaris pingsan kembali.

" aku ingin Oma...aku ingin pulang..."

" dengarkan aku," bisik Marco cepat,suaranya mendesak karena ia melihat lampu di rumah tempat Laura tinggal sudah menyala.

" kau harus kuat.oma sudah bangun.kita harus masuk sekarang.jangan ceritakan apapun tentang Michael,tentang ritual itu.aku sudah punya alasan.ikuti saja aku,oke?"

Laura mengangguk meski jiwanya masih terguncang.ia mencoba menghapus bekas air matanya dengan tangan yang tidak terluka.

Marco menghidupkan mesin mobilnya,dan dengan segera mobil itu berjalan menuju depan rumah majikan Oma.

Setelah mobil berhenti di situ,Marco keluar dari mobil dan memutari pintu penumpang.ia memapah Laura yang kakinya masih terasa lemas.setiap langkah menuju pintu terasa seperti perjalanan ribuan mil jauhnya.

Saat pintu besi itu berderit terbuka,dan menampakkan sosok Oma yang cemas,Laura merasakan dorongan yang kuat untuk lari dan memeluk neneknya itu.namun,di saat yang sama ia merasakan perih pada luka di jarinya,saat ia melihat salib yang tergantung di leher Oma.

Gelar anak setan emas itu mungkin sudah tertidur,tapi ia belum benar-benar pergi.

Marco langsung memasang senyum sopan,dan wajah penuh rasa bersalah yang pernah ia miliki.

" Ya Tuhan Laura,jam berapa ini nak,? Mengapa kau pulang dalam keadaan seperti ini?" suara Oma bergetar pelan,namun penuh selidik.

" Dan ini? Siapa pemuda ini...? Tanya Oma sambil menatap tajam ke arah Marco.

Marco mencoba tersenyum meski keringat dingin mengucur di pelipisnya.

" maafkan saya Oma, benar-benar maaf,saya Marco..,kakak kelasnya Laura.acaranya selesai jauh lebih lama dari perkiraan.kami...kami mengalami kendala di jalan tadi."

Oma melangkah maju,tangannya gemetar,mencoba menyentuh pipi Laura yang pucat.

" kendala apa?lihat wajahnya Marco,dia pucat seperti mayat.dan bau apa ini? Mengapa bau parfummu begitu menyengat sampai menusuk hidung Oma?"

Marco dengan cepat memotong,sebelum Oma mencium bau amis darah

" itu...itu tadi di pesta ada insiden Oma.seseorang menabrak dan menjatuhkan sesuatu dari atas meja saji,dan gelas-gelas kristal jatuh menimpa Laura.dia sangat syok.saya menyemprotkan parfum agar ia tidak mual mencium bau minuman yang tumpah ke bajunya.

Mata Oma menyipit,tertuju pada syal yang melilit tangan Laura.

"lalu tangan itu? Mengapa di bungkus begitu tebal Laura? Nak...bicara pada Oma apa yang terjadi?

Dengan suara yang serak dan nyaris tak terdengar, Laura menunduk menghindari tatapan Oma yang jernih.

" jatuh,Oma...kena kaca tanganku perih sekali..."

Oma merasakan suhu dingin yang tidak wajar memancar dari tubuh Laura.

" kaca tidak akan membuat suhu tubuhmu sedingin es.masuklah Marco,bawa dia ke kursi panjang.Oma harus melihat lukanya sekarang juga."

Marco menahan lengan Oma dengan lembut namun panik.

"jangan sekarang Oma! Tadi sudah di bersihkan oleh tim medis di sana.katanya tidak boleh kena udara sampai pagi agar tidak infeksi.biarkan Laura istirahat dulu,dia sangat lelah dan syok."

Oma menatap Marco tajam.tatapan yang seolah menembus jantungnya.

" kau menyembunyikan sesuatu Marco?"

Marco menelan ludah,suaranya melemah.

" Saya hanya ingin dia aman,Oma.demi Tuhan saya membawanya pulang agar dia aman di sini bersama Oma."

Oma terdiam sejenak mendengar kata-kata Marco.meskipun Oma menyadari ada sesuatu yang terselubung di balik kepulangan Laura subuh itu.Oma adalah wanita yang telah memakan asam garam kehidupan,dan ia tahu paksaan hanya akan membuat rahasia itu terkunci lebih rapat.dengan kebijaksanaan yang tenang tapi menyayat,ia mengangguk tenang membiarkan sandiwara Marco berjalan untuk sementara waktu,demi menjaga sisa-sisa kewarasan Laura yang tampak rapuh.

Marco membantu Oma memapah dan membaringkan Laura di tempat tidurnya, dengan sangat hati-hati,seolah gadis itu terbuat dari kaca yang retak seribu.

Suasana kamar yang biasanya hangat kini terasa mencekam.bayangan Laura di dinding tampak bergerak-gerak aneh setiap kali terkena cahaya lampu kamar.

Setelah memastikan Laura terbaring diam,Marco berdiri tangannya masih gemetar saat ia merapikan jaketnya yang kini ternoda setitik darah hitam.dengan suara gemetar dan tak berani menatap Oma,Marco berucap

" dia sudah aman Oma,saya...saya minta maaf atas apa yang sudah terjadi.saya harus pergi sekarang,sebelum hari benar-benar terang."

Oma hanya berdiri di depan pintu sambil memegang sebuah gelas berisi air putih.

" pergilah marco.terimakasih sudah membawanya pulang,meski dalam kondisi seperti ini."

Marco tersentak mendengar kata-kata itu.ia menelan ludah,tak sanggup lagi membantah.dengan langkah seribu,ia bergegas keluar,menghilang di balik kabut subuh yang kini mulai menipis,memacu mobilnya menuju takdir yang telah di siapkan penguasa kegelapan untuknya.

begitu suara mesin mobil Marco terdengar di kejauhan,Oma menutup pintu samping.ia kembali ke kamar Laura,duduk di tepi tempat tidur,dan menatap cucunya yang memejamkan mata namun napasnya terasa berat.

Oma melihat ke arah kain syal yang membungkus tangan Laura.ia tak tahu bahwa itu bukan luka karena gelas pecah melainkan cerita tentang kisah yang jauh lebih mengerikan." Ritual Darah "

Oma tak menyadari bahwa,saat ini mereka harus bersiap untuk sebuah pertempuran spiritual yang panjang.

Waktu berlalu dengan lambat di rumah majikan itu.selama beberapa hari,Oma tidak banyak bertanya ia merawat Laura dengan telaten menggunakan ramuan herbal dan juga obat-obatan yang di belinya dari apotik.

lambat laun luka di jari Laura menutup dengan sempurna,tanpa ada bekas sayatan.seolah-olah belati bercabang milik Michael tidak pernah menyentuh kulitnya.hawa dingin yang sempat menyelimuti tubuh Laura perlahan menguap,di gantikan oleh kehangatan alami seorang gadis remaja.

Laura seolah melupakan detail-detail paling mengerikan di pub Borneo.dia hanya mengingatnya sebagai "sebuah mimpi buruk yang samar" sebuah mekanisme pertahanan jiwa yang di permudah oleh restu Oma,agar Laura tidak kehilangan akal sehatnya.

Akhirnya gadis itu telah cukup kuat untuk menjalani kesehariannya.suasana rumah kembali ceria dengan aroma masakan Oma dan suara tawa tipis Laura saat membantu menyapu ruangan.

Laura mulai mengenakan seragamnya lagi,menyisir rambutnya yang hitam dan berangkat ke sekolah dengan tas yang tersampir di bahu.

sebutan " Anak Setan Emas " seakan terkubur dalam-dalam di bawah tumpukan memori kesehariannya yang normal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!