NovelToon NovelToon
RYUGA

RYUGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yudi Chandra

Vierra Quinn Maverick menjadi anak baru di SMA Lentera Cendekia.
Namun di hari pertamanya, ia kembali bertemu dengan teman SMP-nya, Ryuga Arashima Renzo. Dingin, karismatik, dan kini dikenal sebagai Leader of RAVENIX, geng motor paling disegani di Jakarta. Sosok yang dulu begitu dekat dengannya… sebelum sebuah kesalahpahaman memisahkan mereka.
Quinn memilih pergi tanpa berpamitan kepada Ryuga.
Pertemuan itu bukan sekadar reuni, melainkan benturan dua hati yang belum benar-benar selesai.
"Mulai detik ini, jauhin gue!" — Quinn.
“Jauhin lo? Coba ulang lagi kalimat itu sambil liat mata gue. Masih berani?” — Ryuga.
Di tengah konflik sekolah, rivalitas geng, dan rahasia yang terungkap perlahan, mereka dipaksa menghadapi satu pertanyaan:
Apakah cinta pertama mereka telah usai…
atau justru belum pernah benar-benar padam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yudi Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

Toilet rusak itu sunyi.

Quinn masih menggerutu sambil menendang pintu.

“Naomi sialan… buka pintunya kalau berani!”

Ia menoleh ke sudut ruangan yang kotor.

Tiba-tiba—

“Ciiit… ciiit…”

Quinn membeku.

Pelan-pelan ia menoleh.

Di dekat saluran air yang retak… seekor tikus keluar.

Matanya langsung melebar.

“...”

Dua detik hening.

Lalu—

“AAAAAAAA!!”

Quinn meloncat ke atas kloset.

“TIKUS!! ADA TIKUS!!”

Tikus itu malah berlari ke arahnya.

“JANGAN DEKET-DEKET!!”

Quinn panik setengah mati.

“ADA ORANG DI LUAR NGGAK?! TOLONG!!”

Ia memukul pintu.

“BUKA PINTU—!!”

Tiba-tiba—

BRAK!!

Pintu toilet itu terbuka kasar.

Kayu lapuknya sampai berderak keras.

Quinn yang panik langsung refleks menerjang keluar.

Tanpa melihat siapa yang membuka pintu—

Ia meloncat dan memeluk orang itu.

Kakinya langsung melingkar di pinggang pria itu.

Tangannya memeluk lehernya erat.

Benar-benar seperti koala yang ketakutan kehilangan induknya.

“AAAA!! TIKUS! DI SANA ADA TIKUS!!”

Wajahnya langsung disembunyikan di leher pria itu.

Pria itu membeku.

Matanya sedikit melebar.

Itu Ryuga.

Ia berdiri diam dengan Quinn yang kini nangkring di gendongannya.

Napas Ryuga tertahan sesaat.

“….”

Quinn masih gemetar.

“Cepetan! Usir tikusnya!”

Ryuga menatap kosong ke depan.

Tangannya refleks menahan paha Quinn agar gadis itu tidak jatuh.

Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

Flashback beberapa menit lalu—

Di belakang sekolah.

Ryuga berdiri santai sambil merokok.

Asap tipis keluar dari bibirnya.

Area itu sepi.

Ia menghembuskan asap ke udara.

Namun tiba-tiba—

“BUKA PINTUNYA!!”

“WOI!! BUKA PINTUNYA!!”

Ryuga mengernyit.

“…”

Suara itu familiar.

Ia berjalan mendekat ke arah toilet rusak.

Dari dalam masih terdengar teriakan.

“SIAPA PUN DI LUAR TOLONG—!”

"Rara..." gumamnya.

Tanpa pikir panjang, Ryuga langsung menendang pintu toilet tersebut.

BRAK!!

Flashback selesai.

Kembali ke sekarang.

Quinn masih memeluk leher Ryuga erat.

“Cepetan! Tikusnya masih di sana!”

Ryuga menoleh ke dalam toilet.

Benar saja.

Seekor tikus kecil berlari di lantai.

Ryuga mendengus pelan.

“…cuma tikus.”

Quinn langsung protes.

“CUMA LO BILANG?!”

Ia semakin memeluk leher Ryuga.

“Itu monster kecil!”

Ryuga mengambil sepotong kayu dari lantai.

Dengan Quinn masih menempel di tubuhnya.

Ia berjalan ke dalam toilet.

Quinn panik.

“WOI! LO MAU NGAPAIN MASUK LAGI?!”

Ryuga datar.

“Ngusir tikus.”

Quinn menutup mata.

“Cepet! Cepet!”

Ryuga menggerakkan kayu itu.

Tikus langsung lari keluar lewat lubang tembok.

Beberapa detik kemudian…

Sunyi.

Ryuga menjatuhkan kayu itu.

“Udah.”

Quinn masih menutup mata.

“Beneran?”

“Udah pergi.”

Beberapa detik hening.

Lalu Ryuga berkata santai.

“Masih betah digendong, hm?”

Quinn langsung membeku.

“….”

Perlahan ia membuka mata.

Dan baru sadar—

Kakinya sedang melingkari pinggang Ryuga.

Tangannya memeluk lehernya.

Wajahnya bahkan menempel di leher Ryuga.

Quinn langsung meloncat turun.

“ASTAGA!”

Ia mundur dua langkah.

Wajahnya memerah.

Ryuga menyilangkan tangan santai.

Menatap Quinn.

Quinn berdehem canggung.

“Ehm… itu…”

Ia menggaruk tengkuk.

“…thanks.”

Ryuga menatapnya tanpa ekspresi.

“Cuma itu?”

Quinn langsung menoleh tajam.

“Ya terus lo mau gue ngapain?!”

Ia menunjuk dirinya sendiri.

“Sujud-sujud di kaki lo kayak lo dewa gitu?!”

Ryuga tetap tenang.

“Nggak.”

Quinn melipat tangan.

“Terus?”

Ryuga menunjuk pipinya.

“Nih.”

Ia mengetuk pipinya dua kali.

Isyarat yang sangat jelas, agar Quin menciumnya.

Quinn melotot.

“Apaan sih?!”

Ryuga santai.

“Cium gue.”

Quinn menunjuk dirinya.

“GUE?!”

Ryuga mengangguk.

Quinn langsung menggeleng keras.

“NGGAK!”

Ryuga sedikit mencondongkan tubuh.

“Kenapa?”

Quinn kesal.

“Kenapa-kenapa?! Ya karena gue nggak mau!”

Ryuga mengangkat alis tipis.

“Lo lebih suka gue yang cium, hm?”

Quinn tersedak.

“APA?!”

Ryuga datar.

“Oke.”

Quinn mundur satu langkah.

“JANGAN MACAM-MACAM!”

Ryuga mendekat sedikit.

“Pilih.”

Quinn kesal setengah mati.

“Ryuga! Lo tuh—”

Ia berhenti.

Menarik napas panjang.

“ck…”

Ia menatap Ryuga kesal.

“Cepet ya.”

Ryuga menunggu.

Quinn maju satu langkah.

Dengan wajah super cemberut. Ia pun berjinjit.

Lalu—

Cup!

Ia mencium pipi Ryuga secepat kilat.

Quinn langsung mundur lagi.

“Udah!”

Ryuga tersenyum tipis.

Jelas puas.

Quinn memutar mata.

“Dasar cowok aneh.”

Ia berbalik pergi.

Namun—

Tangan Ryuga tiba-tiba menangkap pergelangan tangannya.

“…”

Quinn menoleh.

“Apa lagi?”

Ryuga menatapnya.

“Siapa?”

Quinn mengerutkan dahi.

“Hah?”

Ryuga menatap tajam.

“Yang ngurung lo.”

Quinn berdecak.

“ck…”

Ia menarik tangannya.

“Lo hebat kan?”

Ryuga diam.

Quinn menatapnya santai.

“Kalau hebat…”

Ia mengangkat bahu.

“Cari tahu sendiri.”

Ryuga menyipitkan mata.

Quinn menyeringai kecil.

“Gue nggak mau dibilang cepu.”

Ryuga masih menatapnya.

Quinn berjalan mundur beberapa langkah.

“Udah ya. Gue cabut. Sekali lagi... Thanks.”

Ia berbalik pergi.

Namun sebelum benar-benar pergi—

Ia menoleh lagi.

“Eh.”

Ryuga mengangkat alis.

Quinn menunjuk toilet.

“Kalau ada tikus lagi, gue nyari lo.”

Ryuga hampir tersenyum lagi.

Quinn segera pergi menyusuri koridor.

Sementara Ryuga tetap berdiri di sana.

Beberapa detik kemudian—

Ia mengambil ponselnya.

Menekan nomor seseorang.

Suara di seberang langsung menjawab.

“Kenapa, Ga?”

Ryuga menatap arah Quinn pergi.

Tatapannya dingin.

“Ada yang nyentuh cewek gue.”

Di seberang sana hening.

Ryuga melanjutkan pelan.

“Cari tahu siapa yang ngurung Quinn di toilet belakang.”

Suaranya turun satu tingkat.

Berbahaya.

“Gue mau orang itu dapat balasan yang setimpal.”

...----------------...

Jam pelajaran kedua seharusnya dimulai.

Namun kelas malah ribut sendiri.

Beberapa siswa ngobrol, ada yang main ponsel, ada yang tidur di meja.

Di papan tulis bahkan sudah ditulis oleh seseorang: “GURU NGGAK MASUK.”

Saat pintu kelas terbuka—

Quinn masuk sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.

Baru dua langkah ke dalam kelas—

“QUINN!”

Vexa langsung berdiri dari kursinya dan menghampiri dengan wajah panik.

“ASTAGA QUINN!”

Quinn kaget.

“Apa?”

Vexa memegang bahu Quinn.

“Gue nyariin lo ke mana-mana nggak ada!”

Quinn mengerutkan dahi.

“Hah?”

Vexa menghela napas kesal.

“Dari tadi! Gue ke kantin, ke lapangan, bahkan ke perpustakaan!”

Quinn mengedip.

“Serius?”

“YA SERIUS!”

Vexa menatapnya dari atas sampai bawah.

“Lo dari mana aja sih?!”

Quinn segera duduk dengan santai.

“Gue… dikurung.”

Vexa langsung membeku.

“….”

Dua detik.

“WAIT... APA?!”

Beberapa siswa menoleh.

Quinn menggaruk pipi santai.

“Iya. Dikurung.”

Vexa menarik kursi dan duduk tepat di depan Quinn.

“Dikurung DI MANA?!”

Quinn menjawab datar.

“Toilet rusak belakang sekolah.”

Vexa menatapnya seolah otaknya sedang memproses.

“…siapa yang ngurung lo?”

Quinn menjawab singkat.

“Naomi.”

Vexa langsung menepuk meja keras.

“APAAA?!”

Beberapa orang di kelas langsung melirik.

Vexa tidak peduli.

“ITU CEWEK PSIKOPAT APA GIMANA?!”

Quinn mengangkat bahu.

“Dia cuma bilang Ryuga itu miliknya.”

Vexa langsung mencibir keras.

“HALAH!”

Ia mulai ngomel seperti mesin rusak.

“Miliknya kepala dia! Ryuga aja cuek bebek sama dia!”

Quinn tertawa kecil.

Vexa masih marah.

“Dasar cewek manipulatif! Sok lembut tapi nyebelin!”

Quinn menopang dagu sambil menikmati.

Vexa menunjuk udara seolah Naomi ada di sana.

“NAOMI! KALO LO BERANI NGURUNG SAHABAT GUE LAGI—”

Quinn menyela santai.

“Dia nggak ada di sini.”

Vexa meliriknya kesal.

“DIEM DEH! Gue masih emosi ini!”

Beberapa siswa bahkan mulai memperhatikan drama mereka.

Quinn tertawa pelan.

“Udah, udah.”

Vexa masih kesal.

“Serius Quinn, gue pengen jambak rambutnya.”

Quinn mengangguk setuju.

“Lumayan sih kalau ditarik.”

Vexa menarik napas panjang.

Lalu ia mencondongkan tubuh.

“Terus…”

Ia menyipitkan mata.

“Kalau lo dikurung…”

Vexa mengetuk meja pelan.

“Gimana lo keluar?”

Quinn berhenti sebentar.

“….”

Vexa langsung menyeringai.

“Ohooo... Ada apaan nih?”

Quinn menghela napas kecil.

“Ryuga yang buka pintunya.”

Vexa langsung menjerit kecil.

“HAH?!”

Quinn cepat-cepat menutup mulutnya.

“Ssst! Pelanin suara lo!”

Vexa menepuk meja excited.

“CERITAIN!”

Quinn mendesah.

“Dia kebetulan lewat belakang sekolah.”

Vexa memotong.

“Kebetulan?”

Quinn mengangkat bahu.

“Katanya dia lagi ngerokok.”

Vexa makin semangat.

“Terus terus?!”

Quinn menggaruk tengkuk.

“Terus dia dengar gue teriak.”

Vexa menahan tawa.

“Terus dia datang menyelamatkan putri yang terkurung di menara?”

Quinn memutar mata.

“Ini toilet rusak, bukan menara.”

Vexa masih tersenyum lebar.

“Terus abis itu?”

Quinn diam sebentar.

Ia tidak bilang soal tikus.

Apalagi soal koala moment.

Atau cium pipi.

Quinn batuk kecil.

“Ya udah. Dia buka pintu. Selesai.”

Vexa menyipitkan mata.

“Sesimpel itu?”

Quinn cepat mengangguk.

“Iya.”

Vexa menatap Quinn lama.

Lalu tersenyum licik.

“Gue nggak percaya.”

Quinn mengernyit.

“Kenapa?”

Vexa menyilangkan tangan.

“Karena setiap kali lo cerita soal Ryuga…”

Ia menunjuk wajah Quinn.

“Muka lo aneh.”

Quinn langsung tersinggung.

“Aneh apaan?!”

Vexa menunjuk lagi.

“Kayak orang yang lagi nyembunyiin sesuatu.”

Quinn mendengus.

“Lo kebanyakan nonton drama.”

Vexa tiba-tiba menyeringai.

“Kenapa kalian nggak jadian aja sih?”

Quinn langsung tersedak.

“UHUK—!”

Beberapa siswa lagi-lagi menoleh.

Quinn menatap Vexa tajam.

“Apaan sih?!”

Vexa santai.

“Serius deh.”

Ia bersandar di kursi.

“Lagipula gue nggak yakin Naomi itu pacaran sama Ryuga.”

Quinn mengerutkan dahi.

“Kenapa?”

Vexa mengangkat bahu.

“Karena Ryuga cuek banget sama dia.”

Quinn terdiam.

Vexa melanjutkan.

“Tapi beda kalau lagi sama lo.”

Quinn langsung menoleh.

“Beda gimana?”

Vexa tersenyum kecil.

“Dia kelihatan… perhatian.”

Quinn langsung memalingkan wajah.

“Perasaan lo aja.”

Vexa menggeleng.

“Bukan.”

Ia menunjuk Quinn.

“Gue pernah lihat sendiri.”

Quinn diam.

Vexa melanjutkan pelan.

“Kalau Naomi yang ngomong sama dia…”

Ia menirukan ekspresi datar.

“Ryuga: 😐”

Quinn hampir tertawa.

Vexa menunjuk Quinn lagi.

“Tapi kalau lo…”

Ia menyeringai.

“Ryuga: 👀”

Quinn mendesah.

“Lo ngarang.”

Vexa menatapnya serius.

“Gue beneran.”

Ia lalu berkata santai.

“Tapi satu hal yang pasti.”

Quinn menatap meja.

“Apa?”

Vexa menatapnya.

“Dia selalu muncul kalau lo kenapa-napa.”

Quinn terdiam.

Kata-kata itu membuat dadanya terasa aneh.

Ia sebenarnya tahu.

Ryuga memang sering muncul.

Seperti tadi.

Namun justru itu yang membuat Quinn takut.

Ia tidak ingin berharap terlalu banyak.

Tidak ingin salah mengartikan.

Tidak ingin…

…kecewa.

Quinn akhirnya berkata pelan.

“Udah lah.”

Vexa menatapnya.

Quinn memaksakan senyum santai.

“Jangan mikir yang aneh-aneh.”

Vexa menyipitkan mata.

“Quinn…”

Quinn langsung berdiri.

“Gue ke toilet bentar.”

Vexa menatapnya curiga.

“Lo barusan keluar dari toilet rusak dan sekarang mau ke toilet lagi?”

Quinn menjawab cepat.

“Yang ini nggak ada Naomi.”

Vexa tertawa kecil.

"Tapi lo harus tetap waspada."

"Iya."

Kemudian Quinn berjalan keluar kelas.

Namun dalam hatinya—

Ia masih memikirkan kata-kata Vexa.

"Dia selalu muncul kalau lo kenapa-napa."

Quinn menghela napas pelan.

“…jangan berharap.”

Ia bergumam pada dirinya sendiri.

“Bahaya.”

...****************...

1
Nur Halida
oke naomi ... kamu nyerah aja gak usa deket2 lagi ama ryuga karena ryuga udah cinta mati sama quinn
Nur Halida
gilirannya vexa sama elric nih🤭🤭😁
Angelia nikita Sumalu
karena kamu menghalu bisa memiliki ryuga .. dalam mimpi sekalipun ryuga gak akan pernah memilih kamu.. dalam keadaan apapun perempuan yang akan selalu dipilih ryuga hanya quiin seorang meskipun bereinkarnasi ke kehidupan selanjutnya 😂😂😂
Bu Dewi
lanjut 😍😍😍
Nur Halida
kan emang ryuga gak pernah suka sama elo naomi... jadi yang waras ya 🤣🤣jangan gangguin quinn lagi😁
Nur Halida
cieee ... akhirnya jadian juga 😁😁😁
Nur Halida
mangkanya ga baca dulu tuh undangan biara gak salah paham lagi😄
Angelia nikita Sumalu
salah paham jilid 2..
Nur Halida
eh.. jangan2 ryuga pergi karena parah hati dan salah paham ama quinn kek dulu quinn pergi karena salah paham ama ryuga.. .
baca dong ga nama di undangannya biar kamu gak kecewa dan nama quinn masih ada di hatimu
Nur Halida
udah mulai gak salah paham lagi .. syukurlah😁
Yudi Chandra: aku seneng kamu selalu hadir....💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞😘😘😘😘😘😘
makaciiiiiih🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Nur Halida
lope you ryuga . .😍😍😍😍😍
Yudi Chandra: love you toooooo🤭🤭🤭🤭😘😘😘😘
total 1 replies
Nur Halida
udah deh ga kalo kamu emang beneran suka sama quinn jauhi naomi .. jangan masukkan dia pada circle pertemananmu lagi biar quinn gak salah paham terus .. dari dulu quinn salah paham karena naomi yg nempelin kamu mulu
Yudi Chandra: betul tuh betul.....🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
jangan berani berharap apa2 ren karena quinn punya ryuga..
Yudi Chandra: Hahaha....jangan gitu dong...kasian dia🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
modus terus buat dapat viuman pipi dari quinn😁😁
Yudi Chandra: lumayan kaaannn🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Bu Dewi
lanjut kak🤭🤭🤭🤭
Yudi Chandra: siiippppp👍👍👍👍😘😘😘😘
total 1 replies
Angelia nikita Sumalu
maksa banget sih....
tebal muka banget...
berapa lapis tuh... macam kue lapis aja... 🤣🤣🤣
Yudi Chandra: Hahahha....tapi kue lapis enak tauuuuu🤭🤭🤭🤭🤭😅😅😅😅😅
total 1 replies
Angelia nikita Sumalu
Heyy cewek gila...
Jangan berani²...
Yudi Chandra: dihhhh....mana peduli dia...😅😅😅🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Angelia nikita Sumalu
Ternyata oh ternyata..
ada perempuan yang gak tahu malu mengatasnamakan teman masa kecil.. yg segitu gak tahu malunya segitu terobsesinya makanya mengaku ke quinn kalau dia pacarnya ryuga... hidup lu macam pemeran dalam drama cina si pemeran cewek manipulatif yg mengatasnamakan teman masa kecil tapi didepan wanita yg disukai sahabat mu mengakui kalau kamu sama sahabatmu itu pacaran padahal dekat kamu aja sahabatmu itu risih... bangun woyy Naomi... percuma nama cantik tapi kelakuannya minus
Yudi Chandra: hadeeehhh....cinta itu buta saayyyyyy🤭🤭🤭🤭😅😅😅😅😅
total 1 replies
Nur Halida
banyak saingan ya ryuga ???
semangat ga....aku pendukung setiamu😁😁😁
Yudi Chandra: Hahahha...bisa aja lu🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
ya karena kamu ada rasa sama ryuga quinn🤭🤭
Yudi Chandra: Hihihihi......masih denial diaaa🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!