NovelToon NovelToon
Black Grimoire

Black Grimoire

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: Rafli Ananda

Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.

Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Tujuanku bagian 3

Element angin dalam tehnik sihir adalah tehnik sihir yang paling cepat, para Mage pemilik elemen angin biasanya sering mengerjakan misi pembunuhan ataupun penyerangan secara diam-diam ke markas musuh. Karena tehnik elemen angin dapat mengalahkan musuh tampa mereka sadari, karena hal itulah saat duel biasanya, banyak lawan yang langsung memberikan serangan untuk menyerang terlebih dahulu.

Karena dalam duel para Mage, mereka yang mendaratkan serangan pertama adalah orang yang dapat mengendalikan duel tersebut. Namun “Tranggs…” prinsip itu dapat di patahkan dengan kekuatan mutlak yang mana tak terkalahkan, dan saat ini Merlin menunjukkan hal itu kepada para orang-orang yang menonton duelnya.

Sebuah pelindung energi force dengan element kegelapan sebagai yang mengitarinya, element kegelapan tersebut membuat serangan dari Wind Blade milik Fery melemah, dan mengurangi kerusakan yang di terima pelindung milik Merlin.

“Cepat sekali, serangan dari Wind Blade itu… itu memiliki kecepatan yang sama dengan tembakkan senjata pistol, kalau aku tidak memasang pelindung mungkin saja aku sudah terluka parah tadi” pikir Merlin.

Di saat yang lainnya terkejut dengan kemampuan tehnik sihir miliknya, Merlin sendiri terlihat sedang fokus untuk menganalisis tehnik sihir milik Fery. Dengan senyuman dingin Merlin kemudian melihat kearah Fery, dan di saat itu juga “Sringgs… Sringgs… Sringgs…” 5 buah Dark Missile muncul di sekitar Merlin.

“Dark Missile… tembak” kata Merlin.

Ke 5 bola energi force ber element kegelapan tersebut dengan cepat melesat kearah Fery, melihat hal itu Fery langsung bersiap menggunakan pelindung energi force miliknya. Akan tetapi “Bumshkk…” ketika salah satu dari Dark Missile menghantam pelindung energi force miliknya, di saat itu juga “Drukks…” tubuh Fery langsung terasa berat dan dirinya dipaksa untuk berlutut di tempat.

Lalu dengan nada dingin Merlin berkata.

“Kalau aku jadi kau maka aku akan menghindarinya, karena Dark Missile milikku memiliki efek yang tidak biasa”

Mendengarkan hal itu Fery dengan cepat membuat buku Grimoire miliknya, “Crrak…” dia kemudian menarik selembar halaman dari Grimoire itu, dan dengan sendirinya selembar halaman itu “Sringgs…” terpotong menjadi dua. Menggunakan selembar halaman Grimoire yang terpotong dua tersebut “Srrakss…” Fery menempelkan halaman Grimoire itu ke 2 pergelangan kakinya.

Di saat itu ke 4 Dark Missile lainnya dengan cepat langsung melesat kearah Fery, namun di saat yang bersamaan “Wushkk…” Fery secara tiba-tiba melesat ke udara, dia melompat keatas udara dan dengan satu hentakan dari kakinya dia dapat melompat setinggi 5 meter. Diatas udara Fery tersenyum dengan lebar, dan pada saat itu “Tranggs…” menggunakan kaki kanannya dia menginjak udara dan “Wushkkk…” menghempaskan dirinya kearah Merlin.

“Wind Magic Level 1… Tempest Dast” kata Fery.

Dengan kecepatan yang sangat cepat membuat Merlin tidak sempat untuk bereaksi, dan “Traak…” saat Fery telah mendarat di sebelah Merlin, dia “Fushkk…” dengan cepat langsung menyerang Merlin menggunakan tinju tangan kanannya. Fery melapisi tangan kanannya menggunakan energi force miliknya, dan karena element dari energi forcenya membuat tinju itu menjadi sangat cepat dan kuat.

“Taaask…” namun pada saat itu dengan mudah Merlin menangkap tinju dari Fery, dan tidak seperti Fery “Srrahkk…” Merlin melapisi seluruh tubuhnya dengan energi force berelement kegelapan. Dan siapapun mahluk hidup yang ada di dekatnya akan di lemahkan, dan kehilangan energi untuk dapat melawan dirinya.

“Sudah selesai, dia telah kalah” kata pengawas nomer 67.

Hal itu membuat para pengajar dan murid yang ada di sana penasaran dengan yang di katakan oleh pengawas nomer 67, lalu salah satu murid yang terbangkitkan sebagai Mage bertanya kepada pengawas nomer 67.

“Pak… maksud bapak bagaimana, bukannya Fery dapat mengalahkan Merlin kalau dia menggunakan tehnik sihirnya sekarang…??”

Mendengarkan hal itu banyak murid dan pengajar yang terkejut melihat kalau ada murid yang berani bertanya kepada pengawas nomer 67, karena sebagai seorang pengawas bukan hanya dirinya memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari kepala sekolah, namun dia juga memiliki pengalaman langsung di medan perang.

“Seperti yang kau tahu setiap Grimoire memiliki element mereka sendiri, karena itulah kelemahan para Mage juga di ikutkan dalam element mereka… contohnya element angin itu adalah tehnik yang cepat, akan tetapi dia kurang dalam hal pertahanan dan kekuatan”

“Dan element kegelapan, walaupun tidak ada keterangan yang menyebutkan akan element itu… namun beberapa waktu yang lalu kami telah menemukan sifat asli dari element itu, dan itu adalah dominasi”

“Kegelapan adalah element yang dapat melemahkan element lainnya, dan jika Fery ingin mengalahkan Merlin sekarang ini… maka dia harus memiliki kendali energy force lebih banyak dari Merlin, dan seingatku tidak ada satu orang pun diantara para murid saat ini ataupun tingkat sebelumnya yang memiliki kendali energi force lebih baik dari Merlin”

Dengan tangan Fery yang terkunci oleh Merlin, dengan mudah Merlin dapat mengalahkan Fery pada saat itu, akan tetapi “Taaask…” Merlin melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan Fery terbebas. Setelah di lepaskan oleh Merlin, tubuh Fery tampa sadar “Wushk…” langsung bergerak mundur, dia mulai berjaga-jaga terhadap Fery.

“Kenapa dia melepaskanku, kalau dia menahanku beberapa menit lagi maka aku pasti akan pingsan karena kehabisan tenaga” pikir Fery.

Merlin kemudian mulai membuka Grimoire miliknya, dan “Sringgs…” selembar halaman dari Grimoire itu terbang dengan sendirinya ke telapak tangan Merlin. “Burrn…” setelah itu selembar halaman Grimoire terbakar dengan sendirinya di telapak tangan Merlin dan berubah wujud menjadi berbentuk bola kecil berwarna hitam.

Dengan senyuman di wajahnya Merlin kemudian berkata.

“Aku memang telah melihat pengaruhnya terhadap para monster, akan tetapi aku penasaran bagaimana jika tehnik ini mengenai manusia”

“Dark Magic Level 1… Abyss Gaze”

Bola hitam kecil itu secara tiba-tiba membuka matanya, dan mata bola kecil tersebut cahaya kehitaman muncul dan mengenai tubuh Fery. “Drukk…” tubuh Fery kemudian langsung kaku dan terjatuh di tempat, pikirannya seakan-akan pergi meninggalkan tubuhnya dan membuat dirinya tidak bisa menggerakkan tubuhnya.

Melihat hal itu pengajar yang menjadi pengawas duel tersebut langsung menghentikan duel tersebut, dia kemudian menyatakan kalau Merlin memenangkan duel itu. Dan pada siang itu para pengajar dan pengawas nomer 67 berkumpul di ruangan perawatan, mereka bersama dengan Merlin menunggu hasil pemeriksaan pada tubuh Fery.

Dan saat dokter yang merupakan seorang Mage keluar dari ruangan perawat, dia kemudian berkata.

“Tidak ada masalah apapun yang terjadi dalam tubuhnya, akan tetapi fungsi otaknya berhenti selama beberapa detik sehingga membuat tubuhnya menjadi terkejut dan tak bisa bergerak… akan tetapi dalam waktu beberapa hari atau minggu dia akan bisa kembali seperti normal”

Mendengarkan hal itu beberapa pengajar merasa cukup lega, karena ayah dari Fery adalah seorang Mage berlevel 5 yang memiliki pengaruh banyak di dalam militer. Sementara itu Merlin terlihat tidak puas dengan hasil yang tehnik sihirnya dapatkan, dia tidak merasa bersalah dan hanya memikirkan percobaannya kedepannya.

“Hmm… jadi dia mendapatkan kelumpuhan untuk sementara, menarik juga… akan tetapi bagaimana jika aku menembakkan 2 atau lebih Abyss Gaze padanya, aku penasaran apa yang akan terjadi”

“Hahahaha… sudah aku putuskan, aku akan bergabung kedalam militer… dan aku akan menjadikan setiap musuhku sebagai kelinci percobaanku” pikir Merlin.

.

.

.

Bersambung…..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!