NovelToon NovelToon
Penantang : Dari Sekolah

Penantang : Dari Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Action / Duniahiburan / Fantasi
Popularitas:751
Nilai: 5
Nama Author: Xdit

Rio Mahadipa adalah Korban bully di sekolahnya semasa dia Berada di sekolah menengah, tetapi saat dia tidur dirinya mendapati ada yang aneh dengan tubuh nya berupa sebuah berkat lalu dia berusaha membalas dendam nya kepada orang yang membully nya sejak kecil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xdit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seorang Pendatang

“TIDAK akan ada perundungan di wilayahku!!” Riko menghentak maju, tubuhnya melaju seperti batu besar yang bosan diam. Empat pelaku itu kaget, dua di antaranya mencoba menghadang. Sayang, mereka tak tahu bahwa yang mereka tahan adalah manusia yang rangkanya setebal tembok komplek perumahan. Benturan pertama langsung membuat dua orang terpental menghantam tembok.

Dua sisanya refleks kabur ke arah berlawanan, tapi begitu mereka berbalik… Rio sudah berdiri menunggu. “Sudah mau pergi?” tanyanya tenang.

Kepanikan mereka meletup. “Apa!? Bagaimana kau ada di sini!? Tadi kau di belakang yang berotot itu!” Teriakan mereka lenyap dihajar dua tendangan cepat Rio, dua tubuh melayang bersama.

“Apa cuma segitu?” Riko tampak kecewa. Bagi tubuhnya yang terbuat dari niat baja, lawan itu seperti kertas basah. Rio memeriksa seragam salah satu pelaku dan memanggil Riko. “Lihat. Mereka bukan dari sekolah Naraya.” Riko mendekat, mengangguk tipis. “Ya… kau benar.”

Rio menepuk wajah salah satu pelaku sampai sadar, lalu berdiri di depannya dengan intimidasi yang membuat jantung orang waras hampir menjadi gila. “Dari sekolah mana kalian?” tanya Rio. Bagi si pelaku, Rio seperti bayangan raksasa yang tak perlu menjelaskan kekuatan. cukup berdiri saja sudah mengancam.

"Monster macam apa yang sudah kami ganggu??." Kepala bergetar, keringat dingin membuat nya menjadi pusing dan hampir pingsan.

“K–kami dari sekolah Suralaya, dari kencana tengah. Ampuni kami! Kami tidak akan mengulanginya!” ucapnya gemetar. Rio melepaskan mereka seperti membuang sampah yang tak ingin disentuh lagi. Riko baru sadar korban perundungan tadi pingsan. Tubuhnya kecil, seukuran Rio, tapi luka-lukanya menunjukkan ia berusaha melawan. “Tadi dia sempat melawan sendirian,” jelas Riko.

“Kalau begitu, kita bawa dia,” ujar Rio. Namun bukan ke UKS—Rio malah menuju ruang klub Koran. Pintu dibuka, dan hanya ada Kriss, duduk sendirian sambil mengetik dengan kecepatan orang yang dikejar deadline. Ia mendongak, kaget melihat pemandangan rombongan itu. “Apa yang kalian lakukan?”

Rio menatap ruangan yang sepi. “Di mana ketua?”

Kriss masih mengetik sambil menjawab, “Arya ada rapat ketua klub. Dan… kau tahu berita kemarin? Soal kau melawan David—kemenanganmu membuat sekolah heboh. Semua orang memperbincangkanmu.” Jemarinya tetap menari di keyboard, entah menulis berita atau curhat terselubung.

Kris akhirnya melihat beban di pundak Riko. “Hey Riko… apa itu di bahumu?” Riko menepuk si korban perlahan. “Siswa sekolah ini. Dia dirundung orang luar. Dia pingsan, jadi kami bawa ke sini.”

Kris memiringkan kepala seperti burung kecil bingung. “Untuk apa dibawa ke sini? Ini klub Koran, bukan ruang gawat darurat.”

Rio dan Riko saling pandang, lalu menjawab bersamaan seperti duo yang kebetulan satu frekuensi aneh. “Mungkin dia mau bergabung!!”

Kris memutar bola mata. “Bagaimana kalau dia tidak mau?” tanyanya. Riko mengangkat bahu dengan ketegasan polos. “Kalau tidak mau… aku pukul sampai mau.”

Rio menepuk kepala Riko, seperti mengingatkan hewan peliharaan yang terlalu jujur. Kris hanya menutup wajah. Ruang klub itu tenggelam dalam diam, dan hanya laptop Kris yang masih mengetik, seperti satu-satunya yang waras di antara mereka.

“Kalau begitu tunggu saja dia bangun,” kata Kris tanpa mengangkat kepala sedikit pun.

Ia kembali menari di atas keyboard, seperti mesin berita hidup. Riko meletakkan siswa pingsan itu di pojok ruangan, lalu bersama Rio dan Kris duduk melingkar di meja persegi panjang. Rio dan Riko mulai bosan. hanya suara ketikan Kris yang mengisi udara.

“Apa yang kau ketik? Sibuk sekali dari tadi,” tanya Rio. Kris tetap menatap layar, ekspresinya seperti patung dengan deadline.

“Masih menulis berita kemarin. Selama gosipmu dengan David masih panas, aku harus terus menyebarkannya.” Nada datarnya seperti ucapan orang yang tidak tahu kata libur.

Brukk!

Pintu terbuka keras. Arya masuk—ketua klub Koran dengan wajah segar habis rapat. “Aku punya kabar baik untuk kalian,” katanya penuh percaya diri.

Namun tiga orang itu hanya menatap kosong. Bosan kadang lebih kuat daripada kabar baik apa pun.

ugghh!!

Siswa yang dibawa Rio dan Riko tiba-tiba mengerang dan mulai sadar. Riko langsung meluncur mendekat seperti salesman yang mencium peluang. “Selamat datang! Mau bergabung dengan klub Koran?” tawarnya dengan senyum yang terlalu jujur untuk orang baru bangun dari pingsan, orang itu bahkan belum sempat berpikir.

Rio menarik kerah Riko. “Bukan begitu caranya.”

Rio berdiri di depan siswa itu, Riko tersenyum cerah di belakangnya. “Hey, siapa namamu? Dan apakah kau ingin bergabung dengan klub Koran kita?” Suasana seperti interview instan.

Siswa itu justru terlonjak ketakutan. “Siapa kalian!? Kenapa aku bangun di sini!? Kalian menculikku!?” Teriakannya seperti alarm pagi yang salah sasaran.

Arya berjalan mendekat dengan kening berkerut. “Siapa ini? Apa dia mau bergabung?” tanyanya polos.

Rio menarik napas panjang. “Tidak, senior. Kami menemukannya pingsan karena dirundung. Jadi kami bawa ke sini.” Setelah itu, Rio dan Riko menjelaskan seluruh kejadian sebelumnya—dari permasalahkan kecil tadi sampai cara Riko mengangkut korban seperti karung beras.

1
DANA SUPRIYA
kasihan Rio, sabar ya walaupun sabar itu membuat hati kesal
lyks kazzapari
ya saya bantu dg like dan hadiah 😄
Rdt: wah makasih banyak,aku jadi ngerepotin kamu jadinya 😅
total 1 replies
Hans_Sejin13
jangan lupa bantu saya kak
Rdt: oke ,udah ku bantu
total 1 replies
Rdt
peak
Anisa Febriana272
Mampir, jangan lupa mampir juga ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!