NovelToon NovelToon
Sang Pewaris Dewa Kematian

Sang Pewaris Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Contest / System / Sistem
Popularitas:318.4k
Nilai: 4.5
Nama Author: M.A.R

Munculnya sebuah portal dari dimensi lain, portal ini mengeluarkan makhluk-makhluk aneh. Di saat yang sama muncul manusia-manusia super dengan berbagi macam kemampuan orang-orang menyebut kekuatan ini "Beneficia".

Namaku Arkha Peteng, Venandi Rank-F.

Aku diajak seseorang ikut dalam Raid mereka, katanya aku hanya perlu memandu mereka sebab cuma aku yang berulang kali menjelajahi dungeon Rank-F ini.

Sesaat memasukinya dan menjelajahi sebentar, seketika portal masuk kami hilang dan muncul makhluk aneh yang sangat kuat.

Semuanya terbunuh, termasuk aku...

Sesaat mata mulai tertutup, muncul sebuah tulisan aneh di depan mataku.

[Syarat telah terpenuhi, apakah kamu mau menerima warisan ini?]
[Yes/No]

"Ya..."

[Selamat, kamu telah menjadi "Heredis."]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.A.R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 08

"Eh?! Apa ini!"

Merasa ada yang sangat bahaya baginya, ia berusaha bangkit tapi sayang luka parah dialaminya harus membuatnya tetap diam di tempat.

"Tidak! Jangan...!"

Semakin mendekat, semakin mendekat dan...

"AAAHHH!!!"

"Apa-apaan rasa sakit ini! Rasanya jiwaku ikut terbakar juga!"

Seluruh tubuhnya merasa sakit yang sangat menyakitkan seperti seluruh tubuhnya seperti dikuliti serta dipanggang hidup-hidup. Luka yang fatal dia terima dari busur itu tidak terasa sakitnya lagi, melainkan rasa terbakar ini melebihinya semua rasa sakit yang ada.

"Tidak! Arkha...!"

"Susan?! Tidak, kumohon jangan mendekat..., sial! Kenapa suaraku tidak mau keluar, ayolah... kumohon!"

Dia berusaha sekuat mungkin, berusaha mengeluarkan suaranya dengan sisa napas miliknya, yang mulai terasa sesak akibat api ini yang mengelilinginya.

"JANGAN MENDEKAT!!!"

Pria ini merasa lega dan berharap suaranya ini tersampaikan kepadanya, dia tahu seperti apa sikap gadis ini kepadanya.

"Apa kamu gila ya! Apa kamu ingin mati juga hah!"

Dia mendengar seseorang menghentikan gadis itu dan pria ini merasa lega ada seseorang yang mau menghentikan dia. Walaupun terjadi pertengkaran di antara mereka, tapi setidaknya ini baik untuk gadis itu.

"Tuan Peteng, terima kasih...."

Mendengar suara yang tidak asing baginya, dia berusaha ingin menyampaikan sesuatu pada pria tua itu. Arkha menyadari ada sesuatu di sakunya ia pun mengambilnya dan hanya ada dua Krimon.

"Hah? Ini..., oh iya, aku lupa menukarnya dengan uang untuk hadiah ulang tahun si kembar."

Sebelum api ini membakar dirinya secara keseluruhan, dia merobek lengan pakaiannya dan membungkus dua Krimon itu, agar benda ini tidak ikut terbakar dia melapisinya dengan sisa Mana miliknya agar terlindungi dari api ini, dan langsung melemparkannya ke depan.

"Tuan... tolong... berikan... itu padanya...."

"Jangan khawatir, aku pasti memberikannya padanya."

Mendengar jawaban darinya membuat dirinya tersenyum dan sedikit lega, setidaknya keinginannya tersampaikan walau dia agak sangat kesal karena tidak akan bisa melihat adik-adiknya untuk terakhir kalinya.

Setelah percakapan singkat itu, seketika muncul sebuah cahaya yang terkumpul di atas batu itu dan cahaya itu langsung terbang ke arah belakang mereka.

Seketika cahaya itu membentuk sebuah lingkaran yang sangat besar.

"Itu... portalnya! Akhirnya kita bisa keluar!"

"Syukurlah... pengorbananku tidak sia-sia..., Ibu, Ayah, maaf aku tidak bisa menepati janji kalian menjaga Rena dan Reno dengan baik."

...•••...

"Nak, apapun yang terjadi pada Ayah dan Ibu, kamu harus selalu menjaga dan melindungi Adik-Adikmu. Ayah minta padamu untuk menjaga diri kalian sebaik mungkin saat kami tidak ada di sini."

"Memangnya Ayah dan Ibu mau pergi ke mana?"

"Kami pergi tidak jauh kok, sayang...," jawab ibu laku mencium kening Arkha. "Ibu dan Ayah akan pergi sebentar saja, jadi... jaga Adik-Adik kamu dengan baik ya."

Dia hanya mengangguk saja dan kedua orang tuanya pergi meninggalkannya.

.........

TOK... TOK... TOK...

Seorang pria berjas hitam datang ke rumah....

"Maaf, apa ini rumah keluarga Pranadipa?"

"Iya, dan saya anaknya. Ada apa ya, Pak?"

"Aku harus menyampaikan kabar tidak mengenakkan ini, bahwa kedua orang tuamu meninggal dalam kecelakaan tunggal."

Kabar buruk yang datang bagai petir menyambar pohon hingga tumbang, pria muda ini syok mendengar kematian orang tuanya dan masih sulit mempercayainya bahwa mereka meninggalkan dirinya beserta kedua adiknya begitu saja.

"Dan cuma ini barang yang aku temukan dari mereka."

Pria besar ini memberikan sebuah kalung batu berwarna ungu dengan corak berbintik-bintik putih.

"Kalau begitu aku permisi."

...•••...

"Ingatan ini... saat terakhir kali aku berbicara dengan Ayah dan Ibu."

Dia mengangkat matanya dan terkejut apa yang dilihatnya, semuanya berhenti bergerak termasuk dirinya dan tulisan aneh muncul tepat di depan matanya.

[Syarat telah terpenuhi, apakah kamu mau menerima warisan ini?]

[Yes/No]

"Warisan? Warisan apa?"

[PERINGATAN: Waktu terhenti untuk kamu dan sisa hidupmu hanya 0,7 detik saja. Kamu hanya punya waktu 10 detik saja untuk menentukan keputusan, kalau waktu habis maka sudah dianggap menolak warisan ini.]

"Apa-apaan ini! Ini mengingatkanku dengan video game yang aku mainkan, kalau ini bisa membuatku bisa kembali ke Adik-Adikku, maka..."

"YA..!"

[Selamat, kamu telah menjadi "Heredis."]

[Memulai menyusun ulang struktur tubuh.]

Seketika muncul sebuah cahaya menyelimuti dirinya.

"Rasa ini... sangat hangat, ini seperti... pelukan Ayah dan Ibu."

Pria ini mengeluarkan air mata yang selama ini ia bendung, perasaan hangat yang membawa rasa nostalgia kepadanya.

[Menyusun ulang tubuh selesai, luka serta seluruh kekurangan pada tubuh ini telah berhasil dipulihkan.]

[Sekarang memulai proses penciptaan partner, jiwamu akan diambil 30% darimu demi menciptakan partner yang akan selalu membantumu.]

"Hah! Partner? Aaahhh...!!! Apa-apaan ini! Rasanya diriku disobek seperti kertas secara paksa!"

Setelah melewati proses menyakitkan itu, dia langsung tidak sadarkan diri.

[Penciptaan partner telah selesai.]

...•••...

...•••...

"Aaahh..! Hah... hah... hah..., ini di mana?"

Seketika dia tiba-tiba berada di ruangan yang sangat asing baginya.

"Oh, Anda sudah bangun ya."

Suara yang sangat asing didengar olehnya, dua orang pria berjas hitam datang kepadanya.

"Anda tidak perlu takut, kami dari asosiasi biro keamanan dan Anda sekarang berada di rumah sakit."

"Huh? rumah sakit...."

Seketika dia mengeluarkan air matanya dan dirinya tidak percaya bahwa dia diberi kesempatan hidup lagi. Pria berjas hitam ini hanya tersenyum melihat orang ini, dia tahu suatu keajaiban bagi seseorang bisa kembali dengan selamat.

"Maaf, mengganggu waktu istirahat Anda, kami ingin menanyakan beberapa hal pada Anda."

"Tidak apa-apa," kata pria muda itu sembari menghapus air matanya. "Silahkan tanyakan apa saja."

"Terima kasih," balas pria jas hitam itu lalu menarik kursi yang ada di sampingnya dan duduk. "Pertama-pertama kami akan memberitahukan sesuatu, tim kami menemukan Anda tepat berada di depan gerbang boss dalam keadaan tak sadarkan diri."

Seketika Arkha terbelalak dan terkejut mendengarnya, bukannya dia sudah habis terbakar apa lagi dekat dengan batu itu.

"Kami ingin tahu, apakah Anda mengingat apa yang terjadi di sana?"

"Heh, soal itu... bukannya Tuan sudah bertanya ke Pak Adrian dan yang lainnya?"

"Kami sudah menanyakannya tapi... jawaban mereka selalu sama, yaitu lupa. Mereka tiba-tiba langsung melupakan insiden menimpanya dan saat mencoba mengingatnya, tiba-tiba mereka langsung mengalami sakit kepala yang hebat."

Arkha yang mendengarnya terkejut, bagaimana mereka bisa lupa tentang mimpi buruk itu. Sedangkan dia mengingat jelas semuanya, apakah lebih baik tutup mulut juga?

"Maaf, aku tidak mengingat dengan jelas, tapi... aku mengingat semuanya terbunuh secara mengerikan oleh sesuatu. Kami tidak tahu apa yang kami hadapi... hup...!"

Tiba-tiba dia langsung mendekap mulutnya terlihat ingin muntah mengingat kejadian itu. Pria berjas hitam prihatin melihat keadaannya.

"Begitu ya, terima kasih atas waktu luangnya."

Mereka bangkit dari kursinya dan bersiap-siap keluar.

"Tuan, apa yang terjadi pada mereka yang mati?"

Seketika pria berjas hitam ini berhenti di depan pintu dan menjawab:

"Tim kami tidak menemukan mereka, tapi bisa disimpulkan bahwa yang kalian hadapi di dalam sana adalah... 'Dungeon Parasit.'"

Setelah mengucap itu mereka langsung keluar. Setelah mendengar itu seketika sekujur tubuhnya gemetar dan darahnya rasanya membeku, dia tidak percaya bisa selamat dari dungeon berbahaya itu.

Dungeon Parasit adalah dungeon yang muncul dalam dungeon itu sendiri dengan kata lain "Dungeon ganda." Munculnya dungeon parasit ini masih belum di konfirmasi sepenuhnya, sebab hanya sedikit orang yang selamat dan tidak ada satu pun informasi yang berhasil menyelesaikannya. Apa lagi kemunculannya yang sangat random.

"Eh, apa ini?"

Seketika tiba-tiba muncul sebuah jendela informasi di hadapannya.

[Nama : Arkha Peteng

Job : ...

Umur : 20 tahun 

Level : 1

Jenis kelamin : laki-laki 

STR : 123  INT : 20

AGI : 40     DEX : 5 

VIT : 73     LUK : 0 

HP : 13300/ 13300 

MP : 200/ 200 

SP : 10

Skill :

- Berkah Dewa (Pasif)

Kemampuan yang di dapat setelah "Terbangkitkan", ini akan memperkuat fisik berkali lipat.

- Penglihatan batin (Aktif) (Level : 1)

Kemampuan yang memfokuskan ke mata dan bisa melihat apa pun dan mengartikan sesuatu tulisan yang tidak diketahui. Efek sampingnya semakin lama digunakan akan membuat mata sakit dan bisa saja terjadi kebutaan kalau semakin dipaksakan.

Penggunaan satu poin Mana perdetik.

Cool down : None.]

TOK... TOK... TOK....

"Permisi, eh... Anda sudah bangun."

Seorang suster masuk membawa beberapa obat dan makanan.

"Kenapa Tuan, apa ada sesuatu yang salah pada saya?"

"Eh, tidak, tidak apa-apa kok."

"Baiklah, saya simpan di sini obatnya dan tolong diminum secara teratur. Kalau begitu, saya permisi."

"Terima kasih."

Setelah menaruh obatnya suster itu pun pergi.

"Kurasa cuma aku saja yang bisa melihat jendela informasi ini. Baiklah, aku harus pulang segera karena ini sudah malam, Rena dan Reno pasti sangat khawatir aku lama pulang."

1
Ujibmaki Milito
kagak ngarti
asril making
yg sdh baca komik levelling pasti akan ngerasa ada sdkt kemiripan dlm alur ceritanx/Facepalm//Facepalm/
asril making
🤭🤭🤣🤣,, ceritanx ada kemiripan dgn solo levellinh
asril making
ini ceritanx kok ada kemiripan dgn komik solo levelling yah/Joyful//Joyful/
Lord gojou satoru
Luar biasa
Nino Ndut
kok ngebayanginnya aneh yak..pake topi koboy, sepatu boot dll..persis kayak koboy tp bawa sabit..wkwkwkwkkw..ketahuan make hoodie n topeng sekaligus sabit..lebih misterius n kuat..wkwkwkwk
Nino Ndut
gw kayaknya bingung n g suka ma mc..menurut gw setiap tindakan mc kayak g pas n bukan keputusan terbaik saat itu..
Nino Ndut
gampang bener nyerahnya y..hmm
Nino Ndut
cupu amat dah
Stephen (Phoenix dalam celana)
doktor plague
zikril haqim
update nya di percepat dong author
penasaran nih sama kelanjutanya ditunggu kelanjutanya yang author
Reza: sabar ya, lagi berusaha juga mau update. Tapi keadaanku tidak memungkinkan untuk selalu berpikir dan menulis, karena fisik mudah lelah.
total 1 replies
Shidou
cuma buat proses pembangkitan mc butuh 10 chapter kali
Rahmawan Btrdys
gelap thor gelap😅🙏


semangat😁
Ibrahim Rusli
Thor kapan lagi update nya
Reza
gas
Ibrahim Rusli
wahai author update kapan lagi dan untuk bagian masa lalu dan ujian dungeon agak di ringkas ya itu aja untuk cerita keren sehat trus ya tor 🤘😄
Vincent Da Vinci
1 capter hanya utk status shj. kalau tidak punya idea... mendingan diam aja
Ibrahim Rusli
gass updetan terbaru Thor tapi di mode masa lalu nya agak di ringkas ya 🤘😁
Ryan Ambari
lanjut thor
Giyan Ardiansyah
mc payah klo soal memberi nm bawahannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!