NovelToon NovelToon
Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Pengantin Pengganti / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Assifaatulqalbi

Semua masih terasa tak masuk akal bagi Ningsih. setahunya ia hanya menjadi pengiring pengantin di acara pernikahan Tania, sepupunya. Tapi bagaimana bisa, ia yang sedari tadi hanya dikurung di dalam kamar entah untuk apa, kini mendengar dengan jelas namanya yang disebut dengan lantang pada pengucapan Ijab Qabul?

Mohon komentar yang sopan yah😊
jangan nagih juga, karena walaupun nggak ditagih insyaa Allah aku up nya tiap hari😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Assifaatulqalbi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembilan

Ningsih sedari tadi hanya diam, padahal Noval sedang mengajaknya berbicara. Ia bingung ingin menanggapi apa.

"Si! Kamu kok sedari tadi diam terus? kamu nggak senang yah aku pulang? atau kamu marah karena aku nggak bisa hadir di pernikahan Mbak Tania dan Mas Juna? aku kan udah bilang, nggak enak batalin janji gitu aja padahal udah dari lama janjiannya. lagian kan itu mungkin hanya sekali ini saja aku sama mereka bi...."

"Diam deh Kak! aku lagi banyak pikiran sekarang, jadi.....jauh-jauh dari aku sebelum Kakak kena efek bad mood aku!" sentak Ningsih tanpa sadar.

Noval terkejut karena baru kali ini Ningsih terdengar berbicara sedikit keras kepadanya. Apa gadis itu benar-benar marah padanya? Noval memang tidak menghadiri pernikahan Juna dengan alasan ia sedang mendaki gunung dengan teman-teman SMA nya dulu, sejenis reunian gitu. Dan kegiatan itu sudah lama mereka rencanakan, jadi Noval merasa sangat tak enak jika membatalkannya begitu saja.

"Si, kamu kenapa sih?" Noval bertanya lembut.

"aku bilang jauh-jauh!" ujarnya lalu meninggalkan Noval yang menatap kepergiannya dengan bingung. Ia berniat ingin mengejar, tapi dibatalkannya. Nanti Ningsih tambah marah lagi. Akhirnya, Cowok. itu kembali berbalik menuju kelasnya--karena ia tadi bermaksud mengantarkan Ningsih dan Kelasnya berbeda arah dengan gadis itu.

Ningsih menghela nafasnya kasar saat sudah duduk di bangkunya. Wita--Sahabat Ningsih--memandang gadis itu bingung karena wajahnya terlihat kusut.

"Izin dua hari pas balik wajah kusut gitu, kenapa sih?" Wita bertanya kepo.

"oh, ya! gimana pernikahan Sepupu kamu kemarin, lancarkan?" Wita kembali bertanya karena Ningsih tak menanggapi pertanyaan awalnya.

"hmmm" Ningsih hanya bergumam.

"kenapa sih? tumben nggak bawel? biasanya kalau habis acara kayak gitu kamu nggak berhenti ceritain serunya acara itu?" Ningsih bingung ingin menjawab apa. Akhirnya ia hanya menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.

"Si?" Rupanya Wita masih belum menyerah. Ningsih terlihat menghela nafasnya sekali lagi, "nggak ada apa-apa. Aku cuma malas aja cerita, tenagaku belum pulih sepenuhnya karena bantu ngurusin acara kemarin."

Wita akhirnya percaya dengan alasan yang dikatakan Ningsih. "Ya udah, kalau kamu masih capek. oh ya, kamu kurang tidur juga pasti yah? kalau gitu tidur aja dulu, kalau Dosennya udah datang entar aku bangunin" ujar Wita perhatian.

Ningsih mengikuti perkataan Wita, bukan karena mengantuk. tapi karena tak ingin gadis itu kembali bertanya padanya tentang pernikahan itu, karena nyatanya Ningsih belum siap mengatakannya pada siapapun, termasuk Wita.

Guncangan pelan di bahunya membangunkan Ningsih yang ternyata tertidur saat mengikuti perintah Wita tadi. "Dosennya nggak masuk hari ini. Jadi, karena hari ini Mata Kuliahnya cuma satu, gimana kalau kita jalan-jalan ke Mall dulu?" Wita mengoceh selagi Ningsih masih mengumpulkan nyawanya.

"kenapa Ta?" tanya Ningsih kembali saat merasa ngantuknya sudah hilang. Tadi ia benar-benar tak memperhatikan perkataan Wita.

"itu, Dosennya nggak masuk. jadi, kita ke Mall aja yah?" Wita mengulang kembali ajakannya, yang langsung mendapat anggukan dari Ningsih.

"tapi aku cuci muka dulu"

"oke" Keduanya lalu beranjak dari kelas menuju Toilet.

"Si, kamu bawa Motor?" tanya Wita saat mereka sudah berada di parkiran.

"nggak" jawab ningsih. Wita kembali bertanya "terus tadi?"

"sama Kak Juna" Wita mengerutkan alis saat mendengar nama itu. "Kak Juna? yang menikah dengan sepupu kamu itu ya?" Ningsih sedikit gelagapan saat mendengar pertanyaan Wita, namun ia memilih mengangguk saja.

"Baik banget yah dia, sampai mau nganterin kamu. Kalian akrab ya?" Ningsih berdecak kesal karena jiwa kepo Wita lagi mode On.

"udah deh! nggak usah banyak nanya, mending kita berangkat sekarang!" ujarnya membuat Wita mendengus karena perkataannya diabaikan.

"Sisi!" teriakan itu membuat langkah Wita dan Ningsih terhenti. Keduanya menoleh ke asal suara dan menemukan Noval yang sedang berjalan tergesa-gesa menghampiri mereka.

Ningsih menarik tangan Wita mengajaknya bergegas agar ia bisa menghindari Noval. Ningsih masih belum tau bagaimana caranya berhadapan dengan lelaki itu, karena dia mencintai Noval namun statusnya sekarang sudah berbeda. Terlebih lagi Juna dan Noval itu adalah sepupu.

"SISII!" Noval masih terdengar memanggil namanya saat ia dan Wita berhasil masuk ke mobil Wita dan melajukan mobil tersebut keluar dari Gerbang.

"Si, kamu.......lagi marahan sama Noval?" Tanya Wita ragu, karena sedari tadi Ningsih hanya diam tak mengatakan apapun.

"nggak!" Wita mengalihkan tatapannya pada Ningsih sebentar guna melihat ekspresi gadis itu, lalu memfokuskan kembali tatapannya pada jalan. Datar, hanya itu yang ia temukan di wajah sahabatnya itu.

Wita merasa Ningsih berbeda semenjak pagi tadi. ralat, semenjak hari pesta pernikahan sepupunya itu. Sebelumnya, Ningsih berjanji akan menghubunginya untuk bercerita tentang acara-acara di pesta tersebut, namun sama sekali gadis itu tak lakukan. Awalnya Wita tak curiga, namun kedatangan Ningsih dengan wajah kusut pagi tadi, setelah dua hari tak memberi kabar, ia yakin kalau terjadi sesuatu dengan sahabatnya itu.

"Si, kalau ada masalah cerita ya? jangan mendam sendiri! Walaupun belum tentu aku bisa bantu, setidaknya kamu udah legah karena bisa ngeluarin apa yang ngeganjal di hati kamu" Ningsih menatap Wita terkejut karena perkataan gadis itu. Jadi Wita tau kalau ada yang berusaha ia sembunyikan?

"ya! nanti, kalau aku udah siap" Hanya itu yang mampu ia katakan, lalu hening setelahnya, Hal yang tidak pernah terjadi sebelum ini!

1
timbuljaya
dah seh jujur aja juna...
timbuljaya
jujur aja napa seh juna...belibet dah. jd ningsih salah faham kan.
timbuljaya
cinta monyet juna niiy sptnya si ningsih. mknya senang nikah sm ningsih tp juna blm jujur sm ningsih. jgn" tania rela pergi krn tau juna cinta nya sm ningsih
Nurwana
dari awal mmang Juna sudah salah.....
Nurwana
nggak keberatan kok Thor.... lanjut saja.
Nurwana
silahkan berpusing ria Juna... kan kamu jga yg bkin.
Nurwana
ya salah kamu sendiri Juna... katanya cinta sama Ningsih tp masih pacaran jga sama Tania,... ya wajarlah kalau Ningsih akan benci sama kamu setelah tau semuanya. bisa bisa surat cerai langsung otw Juna.
Nurwana
makanya Juna,. klu dah punya istri jgn suka ditempelin cewek.... klu nda dilihat sis langsung, nda mungkin kan kamu akan jujur ditempelin cewek.
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
udah punya suami juga ternyata, tapi kenapa dengan santainya gelantungan di lengan suami orang 🙄🙄🙄😵
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
wajar kalo Sisi kesel lihat suami dikekepin sama orang lain 🙄🙄🙄 walaupun belum ada rasa apa-apa dihatinya
di rumah merayu dan meyakinkan Sisi dengan berbagai cara tapi diluar seenaknya digelayuti cewek bak lengketnya permen karet 🙄🙄😠😡😡
Ari Peny
sdh d ambil org baru mau berjuang hhh bodoh
Ari Peny
salah tania sendiri y
Ari Peny
juna udah suka ningsih dr dulu y
Dwi Estuning
flash back nya kok bbrp episode...
Nurul Afidah Oemari
ampun
sabar jak juna
zfsjjl🌈
gokil banget ternyata kisah cinta nya wita sama noval😂
zfsjjl🌈
berasa ardi yang jadi penulis alur nyaa😂
zfsjjl🌈
kirain wita mau dipasangin sama vino sekretaris nya juna
zfsjjl🌈
memperjuangkan istri orang maksudmu...😂
N13
pertanyaan yg aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!