📍Start: 30-08-2020
📍Finish: 10-01-2021
Kedatangan seorang siswi baru di SMA KEBANGSAAN menarik perhatian dan kegegeran hampir seluruh warga sekolah, karena bisa membuat dua musuh bebuyutan memperebutkannya. Angkasa dan Rahen, dua remaja nakal langganan BK yang berumusuhan hanya karena ingin dianggap jagoan dan menang sendiri.
"Apa yang mereka suka dari gue sih? Kalem enggak, murid pintar dan teladan juga enggak, aneh, sengklek kali ya otak mereka sampai suka orang kaya gue," ucap Naura.
Siapakah yang akan dipilihnya?
Simak kisah selengkapnya~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imell mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
Kamis pagi di SMA KEBANGSAAN, para Murid dikumpulkan di lapangan upacara, entah untuk apa.
"Selamat pagi anak-anakku semua!!" sapa sang kepsek.
"Pagi pakk!!"
"Eh busett! anaknya banyak banget."
"Tujuan bapak mengumpulkan kalian semua disini adalah untuk menyampaikan bahwa hari ini tidak ada pelajaran. Jum'at dan sabtu cukup memakai baju olahraga karena....," belum ucapannya berlanjut, sudah dipotong para murid.
"Horeee jamkoss!"
"Huaa yang kutunggu akhirnya datang!"
"Gembiranya duhai hatiku!!"
Kurang lebih itulah suara murid menyahuti.
"Dan satu lagi anak-anak, hari senin depan akan diadakan olimpiade sastra, mipa, ips, juga mm. Serta pagelaran seni, setiap anak wajib mengikuti satu ivent! sekian dan terima kasih." lanjut sang kepsek dan menuruni podium.
"Yaahh hancurr impian buat rebahan."
"Hilang semua mimpi, mimpi indah."
"Aduh Pak, ada ada aja!"
seperti itulah beberapa keluh kesah para murid sebelum membubarkan diri.
**********
"Cariin buku tugas Gue, kemarin ilang!" suruh Angkasa memasuki kelas Xl IPA 3 pada Naura.
"Beli lagi lah, punya duit juga." cibir Naura.
"Bacot, Lo mau ngerjain semua tugas dari awal lagi?!" tanya Angkasa.
"Tangan ada, kaki sehat, otak utuh. Cari sendiri ogeb!" balas Naura lantang.
"Kesepakatan."
"Huh, ngancem mulu, kebiasaan."
"Ntar sore Gue tunggu di rumah!" keputusan itu seolah tak bisa diganggu gugat.
"Emang bisa instan apa?"
"Tangan ada, kaki sehat, otak utuh!!" SKAKMAT! Angkasa membalasnya.
"Huh, copy-paste Lo!"
"Mulut Gue, yang ngomong."
"Gue racun sianida juga mulut Lo!"
"Sinting." singkat Angkasa melenggang pergi.
"Tiap hari diapelin aciee." sahut Cakra.
"Tinggal tunggu, tanggal mainnya." sahut Novan.
"Yuhuu." sorak sorai penghuni Xl IPA 3.
"Gue paku juga mulut Lo pada!" kesal Naura.
"Berdebar, hati kau." ujar Indra.
"Bunga bunga serasa menyerbak." sahut Karin.
"Wayae wayaee." ucap Nadin.
"Janlupa pajak jadian oee." sahut Rega.
"Tauklah, males Gue." ucap Naura kesal lalu keluar kelas sambil bersumpah serapah mengiringi perjalanannya.
"Waspada!" ucap Samudra sembari menutupi jidatnya.
"Setres Lo?" tanya Naura.
"Jaga jaga, sapa tau Lo hantam bata."
"Sedia payung sebelum hujan." sahut David.
"Temen Lo yang kemaren mana?" tanya Viren celingukan.
"Temen Gue banyak." balas Naura sombongg.
"Ck! yang kemaren Gue tolongin." ucap Viren berdecak sebal.
"Oliv? di kelas." jawab Naura santai tetapi kemudian. "Lo fuckboy kan? mau kasih harapan palsu?" tanya Naura jaga-jaga.
"Emang udah nyebar luas pangkat Lo Vir." sahut David.
"Gue bukan fuckboy! cewek aja, yang suka baper."
"Sama aja keles." ucap Naura berlalu pergi.
**********
Naura kini tengah berada di rumah Angkasa ditemani es sirup yang disuguhkan seorang pembantu.
"Nih, buku yang lo cari." ucap Naura menyerahkan sebuah buku.
"Lama banget."
"Ya Allah Sa, masih untung Gue cariin juga sampe ketemu."
"Kalo susah aja nyebut, kalo nggak lupa!" sahut Ervan yang kebetulan ada disitu.
"Nunggu apa sih Lo?" tanya Angkasa datar, pasalnya pulang sekolah tadi pukul 10.00 dan bukunya baru datang sore ini.
"Nunggu bang toyib pulang!" jawab Naura asal, taklama Rendy datang.
"Ditungguin di gang, malah pacaran Lo." sergah Rendy kesal.
"Ngaco!" balas Angkasa melemparinya buku.
"Heh kucing berbulu serigala, kalo mereka pacaran. Lo anggep Gue ini sebagai apa?!" tanya Ervan ngegass.
"Tikus masuk parit."
"Di gang ngapain? curiga Gue." tanya Naura memicingkan mata.
"Lomba makan kuaci."
"Udah, berangkat." ajak Angkasa seraya berdiri membuat Naura bingung.
"Lo ikut nggak, Ra?" tanya Ervan
"Hah? oke Gue ikutlah!"
"Van yang bener aja, gila apa sinting Lo? cewek diajak kesana." cibir Rendy.
"Biarin dia ikut, ngerjain tugas." ucap Angkasa.
"Disana itu, kita mau....," Ervan memberi kode dengan meninju udara, tapi Naura mah iya aja.
"Di dalem mobil aja."
"Kerjain tugas awas kal....," petuah dari mulut Ervan disela Naura.
"Apa salah, kalo Gue ikut?" tanya Naura lantang.
"Uhukk uhukk busett!" Rendy yang mendengarnya langsung tersedak, sekarang mereka berlima tengah berada di mobil Angkasa.
"Wahh beneran curiga nih, bulu kuduk Gue merinding loh." ucap Naura.
"Potong aja." sahut Angkasa.
"Eh, perasaan PR dari kemaren nggak selese-selese." ucap Naura merasa aneh.
"Lo nunggak mulu, kayak orang kebanyakakan utang." sahut Ervan menjawabnya.
"Kerjain sekarang tugasnya!" singkat Angkasa mulai memerintah.
"Hilih gausah ngarang, tadi aja jamkos!" balas Naura kesal.
"Pr kemaren belom." ucap Angkasa melempar bukunya tepat ke kepala Naura.
"Anjirtt, santai geblek!" sarkas Naura.
***********
Malamnya Naura berjalan di pinggiran jalan bersama Oliv. Untuk mencari cemilan , tapi Naura hanya diam dalam perjalanan tak seperti biasanya.
"Lo kenapa Ra? diem mulu," tanya Oliv heran.
"Raa!!" tetap tak ada jawaban.
"RAA JAWAB!!!" perkataan Oliv yang begitu kencang mengagetkan Naura sampai akan masuk ke selokan, untung ditahan Oliv tangganya.
"Eh busett, santai aja kalo nanya!"
"Abisnya Lo ditanya, gak jawab." balas Oliv.
"Tadi tuh Gue....," perkataan Naura terpotong saat tiga cowok berdiri di hadapannya.
"Eh cewek aneh, ngapain Lo?" tanya Samudra dengan beberapa lebam makin menghiasi wajahnya.
"Gausah panggil Gue gitu, Gue gak aneh tapi nyataa." balas Naura kesal.
"Nggak aneh, tapi hobi nimpuk pala orang." jawab Samudra malas.
"Oh iya Liv, Lo dicariin Viren loh!" sahut David menunjuk Viren yang hanya diam menyimak.
"Ha Gue? ada apa?" tanya Oliv yang membuat Viren gelagapan.
"Emm anu, itu hemmm itulo....," Oliv langsung menyelanya.
"Masih tk Lo? tinggal ngomong aja, ambigu banget." balas Oliv.
"Ya gitu, kalo grogi, ketemu pujaan hati." sahut Samudra mempermudah jalan temannya yang satu tujuannya adalahh.
"Pujaan hati? nggak salah tuh? fuckboy omong gitu mah udah biasa." jawab Oliv menyindir namun hatinya jangan ditanya, udah dagdigdugserr.
"Udah Ra, ayok pergi!" ajak Oliv sembari menggandeng tangan Naura meninggalkan ketiga orang itu.
"Tangan Lo dingin banget, abis renang?!" ledek Naura seraya ketawaaa.
"Jangan ngeledek deh, Ra." balas Oliv.
"Tapi muka mereka semua rata ada lebam kenapa ya? cuma dikit sih, tapi aneh aja!" tanya Oliv.
"Hah? nah itu tuh yang Gue pikirin tadi!"
"Apa?" tanya Oliv penasaran.
"Tadi Gue ikut Angsa Dkk (dan kawan-kawan) ke gang kecil banget, berhubung dia bawa mobil jadi brenti di ujung jalan, nah Gue ditinggal di mobil sendirian njirr!" balas Naura curhat.
"Apa hubungannya sih?" tanya Oliv lagi.
"Pas masuk ke gang kecil itu, Gue liat ada Samudra dkk sama Angkasa dkk. Curiganya Gue tuh, mereka tawuran, banyak banget orangnya tadi." ucap Naura sedikit menjeda.
"Nah pas pulang, Angkasa dkk juga lebam dikit, tapi pada ngalihin pembicaraan pas Gue tanya ngapain ke gang." jelas Naura panjang lebarr.
"Ohh gitu, tapi Ra, entah cuma perasaan Gue aja apa gimana, Gue ngerasanya bakal ada dua orang yang ngerebutin lo!" ucap Oliv membuat Naura bingung.
"Kayak paranormal aja Lo, sok nebak, siapa emang?" tanya Naura.
"Gak sebut merek Gue mah." balas Oliv.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued~~
Jangan Lupakan Like, Vote, and Coment****.
💜💜💜💜💜💜💕💕💕💕💕
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
7in1
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
jangan lupa mampir ya di
"Morning Glory Family"
1000% bakalan ketagihan deh:v.
banyak pelajaran yang di ambil tentang hubungan kakak adek. cocok untuk haluan anak tunggal hehe