NovelToon NovelToon
Riyan & Vania

Riyan & Vania

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini IR

"Kan ku kejar, akan ku cari kemanapun, dimanapun, di sudut Dunia sekalipun, akan ku dapatkan kamu, lagi. Tidak ada alasan lain, selain karna aku ingin hidup dengan mu, selamanya. " ~Riyan Adijaya

Berkisah tentang Riyan dan Vania, kisah cinta manis berujung pahit. Dimana, setelah satu tahun berkuliah di Jerman, Riyan mengalami kecelakaan mengakibatkan Amnesia Retrograde pada dirinya. Dan melupakan, Vania.

Setelah dua tahun kemudian, Riyan malah di paksa untuk menjadi guru pengganti di SMA MERAH PUTIH. SMA di mana Vania berada.

Akankah, kisah asam manis keduanya masih berlanjut? akankah mereka benar -benar bersanding di pelaminan, nanti? Ataukah, itu memang hanya masa lalu belaka?

yuk simak~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09. Siapa gadis itu?

***

Assalamualaikum

Maaf sebelumnya, Author cuma ingin menyampaikan beberapa hal. Hiksss

Sudah satu minggu nih author vakum nulis kan, hikss. Alasannya:

1.Banyak Tugas Daring hiks

Author lagi sadgirl. Jadi gak mau nulis, takut sedihnya masuk ke cerita hehe TwT. (maklum masih 17th kak masa labil2nya>\<)

Author marathon anime buat ngilangin sadnya.

.

Dan Alhamdulillah sekarang udah lebih baik. Jadi gak sedih-sedih amat juga. Hiksss walaupun masih sedih dikit-dikit.

Dan, Author harap para Readers ngerti dan masih stay di sini yah. Dan author akan mencoba buat lebih profesional lagi. Menjauhkan kepentingan pribadi (yang gak guna itu)

Jadi, masih ada kan Human yang ingin membaca cerita Riyan & Vania?

Dah dah kepanjangan, skuy lah masuk di part sembilan.

***

Part sembilan : "Siapa Gadis itu?

Vania duduk sendirian di teras rumah itu, menyapa manis angin dingin yang menerpa jaket yang di pakainya.

Vania tidak bisa tidur,  padahal itu sudah pukul sebelas malam. Mungkin karna Vania memang benar-benar merasa bersalah.

"Bintangnya indah yah? Om juga suka liat bintang." beberapa saat kemudian ada suara berat yang menyapa telinga Vania. Vanua menoleh, mata indahnya mendapati Agung ada di sana. Berjalan pelan duduk di sebelahnya.

"Iya om, bintangnya cantik. Vania suka. " sahut Vania ikut menatap bintang-bintang nya.

"Kamu masih merasa bersalah karna Riyan? "

Vania diam, ia hanya mampu menunduk tanpa suara.

"Vania,  om udah anggap kamu sebagai anak om sendiri. Jadi tolong, jangan merasa tidak enakan. Apalagi merasa bersalah pada keluarga sendiri. " lanjut Agung meyakinkan Vania.

"Tapi faktanya memang Vania yang salah om. Vania yang coba ingatkan kak Riyan lagi. Vania egois. "

"Kamu gak salah, om bilang kamu gak salah. Jadi jangan merasa bersalah, oke?? Kak Riyan begitu mungkin karna memang dia lagi sakit. "

"Tapi, om... "

"Udah enggak ada tapi-tapian. Kamu masuk gih, kan besok harus sekolah. Tidur yang nyenyak. Jangan pikirin apapun lagi. Jangan merasa bersalah lagi. " kata Riyan menepuk kepala Vania pelan.

"Iyah om, makasih. "

***

Otak kecil seorang gadis kecil yang tubuhnya di balut selimut hangat, tengah berputar acak. Memikirkan bagaimana sikapnya jika bertemu dengan Riyan. Bagaimana dia harus berbicara? Apa yang harus di katakan? Apalagi saat ini mereka tinggal di satu rumah. Sudah tentu banyak sekali pertemuannya. Semakin banyak bertemu, semakin Vania tersakiti.

***

Riyan hanya mengaduk acak nasi goreng yang ada di depannya saat ini. Kepalanya hanya membayangkan satu nama, Vania.

"Vania, sarapan dulu nak. " kata Airin, mamah Riyan hangat.

"Iyah Tante. " sahut Vania lembut. Dia ikut duduk di sebelah Airin seperti biasa. Namun yang tidak biasa adalah, dia berhadapan dengan Riyan.

Riyan menatap Vania menusuk dengan mata Elangnya.

Shit! Masih pagi dan dia udah natap aku begitu? Parah ini mah!

Batin Vania, namun dia mencoba mengabaikannya dengan fokus pada nasi gorengnya saja.

"Riyan, kamu kan mengajar di sekolah Merah Putih. Vania juga sekolah di sana. Kalian berangkat bareng aja ya? " kata Agung.

"Uhuk!!!! "

Vania terbatuk seketika.

"Enggak usah Om. Gak usah. Makasih. Vania naik angkot aja. " tolak Vania halus. Dia bisa stress jika satu mobil dengan Riyan.

Riyan menatap aneh Vania, seakan satu siasat sudah terolah merangkai sebuah rencana di kepalanya.

"Riyan setuju pah. Riyan pergi bareng bocah ini. " sahut Riyan enteng.

Vania melotot tak percaya bahwa Riyan mengatakan itu. Pasalnya, orang yang baru saja berbicara itu adalah orang yang sama yang membentak kasar Vania kemarin malam.

"Vania udah selesai sarapan, om, tante. " Vania menyalami tangan Agung dan Airin bergantian.

"Kau masuk mobil ku, mobil abu-abu. " kata Riyan dingin. Vania Seketika memanyunkan mulutnya. Ini berat bagi gadis itu.

Vania melangkah gontai keluar. Saat tak melihat adanya Vania mungil, Riyan mendadak mengatakan sesuatu di luar dugaan.

"Apa yang papah dan mamah sembunyikan, pasti bisa Riyan pecahkan. Dan yah, papah juga belum menjelaskan siapa gadis itu, dan kenapa dia tinggal di sini? " Riyan berdiri meninggalkan kedua orang tuanya setelah mengatakan itu.

"Apa karna kau sudah dewasa, kau ingin jadi durhaka? Kembali dan salim tangan papah dan mamah. Bahkan anak TK juga tau tata krama ini. " sindir Agung.

Shit! Aku lupa salaman. Sial! Hampir saja neraka akan menyapa ku.

Riyan berputar kembali, menyalami papah dan mamahnya secara bergantian.

"Papah juga berharap kau bisa memecahkan misteri dalam kehidupan mu sendiri. " ujar Agung sebelum langkah kaki anak sematawayangnya semakin jauh.

***

Vania dengan jantung yang berdegub kencang, menantikan hadirnya sosok pria jangkung berwajah datar itu.

Sosok itu masuk dan duduk di kursi sebelah Vania. Vania sebisa mungkin menghindari bertatapan langsung dengan Riyan.

Lagi? Jantung ku serasa berdebar mendadak? Lagi? Apakah aku sakit? Ataukah aku akan demam? aku akan ke dokter nanti siang.

Riyan melirik Vania dengan ekor matanya. Tampak Vania yang acuh dan hanya sibuk berkutat pada ponsel minimalisnya.

"Kenapa kau bisa ada di rumah ku? "

Vania menoleh ke arah Riyan sebentar. Lalu berbalik menatap layar ponselnya.

"Apa tidak bosan menanyakan pertanyaan yang sama? " sahut Vania acuh.

"Apa kau tidak bosan menghindari pertanyaan yang sama? "

"Sudah ku bilang, tanyakan pada om Agung dan Tante Airin, aku tidak tau apapun. "

"Mereka tidak menjawab. Aku butuh jawaban, katakan. "

"Aku ini hanya anak sebatang kara yang mereka asuh, jelas? "

"Kau bohong! Mana mungkin itu! Karna ka--" mendadak Riyan berhenti berbicara.

Vania menoleh, tampak wajah Riyan kaku.

"kenapa? "

"Tidak ada. Duduk yang tenang dan diamlah. "

Sial! Hampir saja aku mengatakannya! Mengatakan bahwa kemarin malam aku sekilas mengingat wajahnya, namun dalam versi gadis kecil di bawah 15 tahun. Ingatan itu hanya samar-samar dan tak pasti. Arggghhhh! Apa yang sebenarnya terjadi padaku!!

Lanjut Riyan dalam hati.

***

Vania berjalan sendirian di koridor yang sepi itu. Dengan Riyan yang berada agak jauh di belakangnya.

"Vania!!! Calon binik gue yang udah di restui bumi dan langit!!! " seketika telinga gadis itu di pekikan oleh suara cempreng khas milik.

"Sandy? Bisa gak jangan teriak-teriak? Sakit nih telinga ku. " Protes Vania pada cowok jangkung di sebelahnya ini.

"Mana yang sakit ayanc? " tambah Sandy.

"Jijik San asli. Suer. "

"Aelah, gue kan perhatian sama lo. By the way, entar sore lo lihatin gue latih tanding yah sama sekolah sebelah. "

Tanpa mereka berdua sadari. Ada satu orang di belakang mereka yang dadanya terasa nyut nyutan. Tampak Riyan tengah mengepalkan tangannya erat. Hawa panas menjalas di seluruh tubuhnya. Badannya seakan bergerak sendiri ingin menghantam manis satu manusia yang tengah mengobrol ringan dengan gadis mungil itu.

***

1
Qaisaa Nazarudin
DASAR GILA,DIA YG MABOK MALAH NYALAHIN ANAKNYA..
Qaisaa Nazarudin
Ratden kalo niat mau nolong Vania tuh jangan setengah2,Tolong sampe tuntas..
Qaisaa Nazarudin
Lha ternyata Shandy beneran suka sama Vania? ku pikir cuman iseng nakal doang,udah terbiasa bercanda gitu..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan lagi tambah kepo aku,Apa maksud Rayden dgn rasa BERSALAH??
Qaisaa Nazarudin
Kok aku curiga ya sama Ortunya Riyan??
Dan aku masih kepo apa maksud Rayden tadi soal kecelakaan ortunya Vania?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Lha kalo ia terus apa hubungannya dgn loe..Kenapa loe yg marah2? Dasar gak jelas..
Qaisaa Nazarudin
Noh udah sembuh kan dari Amnesianya..
Qaisaa Nazarudin
OMG Raka sakit apa??
Qaisaa Nazarudin
Nah pasti sembuh nih Amnesia nya. 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Kamu udah gede Vania,Masih punya Rumah sendiri,Usaha Cafe sendiri,Kenapa harus bertahan jafi benalu di rumah orang? Dulu kamu masih kecil jadi ortu nya Riyan kasian sama kamu yg hidup sendiri.. Sekarang belajarlah untuk hidup mandiri..
Qaisaa Nazarudin
Kok tau tuh bibi kerja udah puluhan tahun?? katanya Amnesia..😅😅😜😜
Qaisaa Nazarudin
Whaat baru 20 tahun umurnya yg bener thor? Saat Vania 3 SMP umur Vania 15 tahun,Dan umurnya Riyan 19 tahun lho,BEDA UMUR MEREKA 4 TAHUN lho, Sekarang Vania umur 18 Tahun, Masa ia Riyan masih 20 tahun?? Mana hilang umurnya Riyan yg lagi 2 tahun ya?? 🤔🤔🤔🤔🤣🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Kok manggilnya Om?? Beda umur 4 doang,Lagian Riyan umurnya baru 19 tahun juga..Ku pikir Vanoa manggil Om tuh umurnya Riyan udah 26-27 tahun gitu 🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
3 SMP Berarti Vania umur 15 tahun ya,Riyan 19 tahun,Beda cuman 4 tahun doang..
Qaisaa Nazarudin
Waahh memory otak Riyan mundur beberapa tahun nih...
Qaisaa Nazarudin
Emang umur nya Vania ini berapa thor?
Yo rin
karena ganti hp sampai lupa sama novel ini
Siti Mas Ulah Ulah
si nathan noh bapaknya arfen,si legenda
🐾❤︎❣︎𝕲𝖗𝖊𝖞𝖓𝖆𝖙𝖙𝖆✰༆🌿
arka balik yuk nak, belum saatnya masuk😭
🐾❤︎❣︎𝕲𝖗𝖊𝖞𝖓𝖆𝖙𝖙𝖆✰༆🌿
udah pernah baca tapi gak bosen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!