NovelToon NovelToon
Unforgettable

Unforgettable

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:865.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Kasih Kurnasih

Arga Aldiano siswa tampan berprestasi, multi talent, dan idola di SMA kencana. Dipuja kaum hawa adalah takdirnya. Dingin dan cuek itulah sifatnya. Peduli? bukanlah bagian dari hidupnya. cowo yang dijuluki sebagai Badboy ini adalah cowo yang paling di takuti seisi sekolah. Lalu apa jadinya jika cowo seberbahaya Arga justru di lindungi oleh seorang cewe culun? Apakah mungkin? bagaimana bisa?

Fika Pricilla, adalah gadis biasa yang memiliki ciri khas yaitu dua rambut berkepang dan kaca mata besar menutupi matanya yang sipit.

Berbagai pertentangan terus menggeluti keduanya. lalu bagaimana mungkin cewe berambut kepang itu mampu melindungi seorang Arga?

Simak ceritanya disini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasih Kurnasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana

"Kampret lo bisa diem gak?!"

"Bentar, tanggung nyet lagi seru nih."

"Tai lo! Kuota gue abis!"

Willy mulai emosi karena sejak beberapa jam lamanya Andre meminjam ponselnya untuk bermain game. Dan itu membuat Willy merasa jengah karena bukan hanya kuotanya saja yang menipis melainkan karena tubuh Andre tidak bisa diam bersama mulutnya yang tidak pernah berhenti mengoceh mengikuti alur game.

"Lama-lama gue sleding bolak-balik ini bocah." Sahut Rico yang mulai ikut risih.

"Ahhhh sial! Game over!" Andre mengacak rambutnya kesal.

"Sukurin!" Timpal Willy kemudian tersenyum puas. Andre memberikan kembali ponsel itu padanya sambil memasang muka melas dan kecewa.

"Gak bisa banget liat temen seneng lo."

Willy bersamaan Nico tertawa puas melihat ekspresi Andre, namun beda halnya dengan laki-laki yang duduk tak jauh dari posisi mereka bertiga. Cowo itu hanya diam tanpa ekspresi bahkan terlihat tidak tertarik sama sekali dengan apa yang sahabatnya lakukan, dia hanya asik bersama ear phonenya.

"Ga, lo ada di pihak gue kan? Masa lo juga tega sih ngacungin gue kaya dua makhluk astral itu tuh."

Arga masih diam walaupun kini tatapannya tertuju pada Andre.

"Percuma, dia nggak bakalan dipihak lo. Mending lo minta aja tuh dukungan sama pak Jojo tukang es cendol noh. Dia pasti mau banget dukung lo apalagi anaknya si Ninis yang super bohay." Ledek Willy kemudian tertawa lepas.

"Sialan lo, amit-amit gue ama si Ninis, bisa-bisa gue mati kelilipan liat muka dia."

"Tapi sebenernya lo cocok sama dia bro! Lo kan cogan sedangkan dia cetar." Ujar Nico yang ikut tertawa membahak.

"Makin lama mulut lo makin licin aja yah kaya prosotan kolam. SIALAN!"

Willy terkekeh. "Masih mending, daripada lo keset kaya aspal."

Andre membelalak lebar menatap Willy, ia berdiri menghentakkan kursi yang di dudukinya.

"Lama-lama gue hotmix juga lo."

Willy dan Nico pun ikut berdiri namun masih dalam gelak tawa geli.

"Wih! Aspal udah panas nih, mundur Will entar lo kena hotmix."

"Kampret!" Andre melemparkan botol kosong miliknya tepat mengenai tubuh Nico. Tak terima Nico pun berbalik melempar botol itu bersamaan Willy yang melempar dengan sepatunya. Alhasil kepala Andre yang kena timpal.

"Woi! Curang lo! Satu lawan satu lah!"

"Lo kira ajang MMA satu lawan satu."

“Anjing lo!”

Ditengah keributan kecil itu, Arga yang masih diam dengan posisi kaki dinaikkan ke atas meja kini menurunkannya kemudian berdiri. Pergerakkan Arga barusan membuat ketiga cowo yang sedang bertengkar itu pun ikut menoleh padanya.

"Mau kemana lo Ga?" Tanya Willy akhirya.

Arga masih diam sambil meletakkan tasnya ke atas meja. "Latihan."

Andre, Nico dan juga Willy menyernyit berusaha mengerti maksud dari perkataan yang keluar dari mulut cowo itu.

"Latihan basket?" Jelas Willy yang langsung Arga respon dengan mengangguk sekali.

"Ini masih siang Ga, nyantai aja dulu. Lagian yang lain juga pasti blom kumpul."

Tanpa menggubris lagi perkataan Nico, Arga berjalan keluar melewati mereka yang masih menunggu jawabannya.

"Rasain! Dikacangin kan lo! Ah gue gakjadi hotmix lo lah. Tapi gue bakalan jadiin lo bubur kacang ijo mau lo?" Teriak Andre.

Willy yang mendengar hal itu pun reflex melempar sepatu sebelah kanannya ke arah Andre. "Bisa diem gak lo?!"

Sebenarnya acuhnya Arga sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka, selian itu Arga memang selalu irit dalam hal berbicara. Dan tidak jarang juga Arga tidak membalas perkataan orang lain.

*****

Arga berjalan santai seperti biasanya, melewati lorong-lorong yang sudah cukup sepi. Ia terlihat begitu menikmati musik yang sedang ia dengarkan di earphone-nya. Dengan tas yang ia tenteng di pundak kiri dan tak lupa jaket hitam yang melekat ditubuhnya menjadi pelengkap style coolnya.

Jika menyangkut basket, Arga akan selalu bersemangat. Karena Basket bukan hanya menjadi hobbynya melainkan sudah menjadi rutinitasnya. Bisa dibilang basket sudah menjadi bagian dari hidupnya. Arga sudah menggeluti dunia basket sejak dia masih duduk di bangku SD. Tentunya penghargaan basket sudah menjadi hal yang biasa baginya. Itulah sebabnya ia di juluki sebagai kapten terbaik.

Cowo berambut hitam kecoklatan itu mulai berbelok hendak menaikki anak tangga, menuju lapangan basket indoor di lantai dua. Arga terus melangkah sambil melihat ponselnya berniat akan mengganti lagu selanjutnya, namun saat itu juga tubuhnya menghantam sesuatu yang menimbulkan suara keras benda terjatuh berikut suara pekikkan seseorang.

"Yaampun pecah!!"

Arga menoleh dan menatap datar kearah lantai yang telah basah dengan cairan-cairan kimia berikut serpihan kaca di sana. Sama sekali tidak tertarik, cowo tampan itu hanya melihat sekilas cewe yang masih tertunduk dengan wajah shock-nya sedangkan ia kembali melangkah menaikki anak tangga tanpa sedikitpun rasa bersalah. Namun saat itu juga tubuhnya justru tertarik kuat hingga ia pun harus terhenti dan berbalik badan.

"Arga harus tanggung jawab!"

Masih diam tidak bergeming, Arga menepis kasar lengan cewe itu. "Bukan urusan gue."

Arga kembali berbalik namun cewe berkepang itu yang justru berlari mendahuluinya hingga posisinya kini berada tepat di depannya. Arga pun menatapnya tajam.

"Arga pokonya harus tanggung jawab!"

Arga menggertakkan rahang kokohnya berusaha menahan emosi.

“Minggir.”

“Gak!”

“Gue bilang minggir!”

“Gakmau! Pokonya sebelum Arga ganti Fika nggakakan minggir.”

“Lo berani sama gua!?”

Fika berdiri tegak kemudian berkacak pinggang. “Fika nggak takut sama Arga.”

Perkataan Fika barusan membuat Arga semakin menajamkan tatapannya dan keningnya terkerut saat cewe di depannya tiba-tiba membentangkan kedua tangannya.

“Arga nggak boleh lewat, sebelum Arga minta maaf dan tanggung jawab.”

“Lo tau gue-“

“Fika tau kok, Arga itu cowo genius, multi talent, dingin, keras kepala, banyak fans-nya, anaknya tante Ratna, dan jago basket, Fika tau semuanya tentang Arga.”

Tiba-tiba saja Arga mendorong bahu Fika dengan satu tangannya dan seketika itu tubuh Fika pun kehilangan keseimbangan hingga ia jatuh menghantam anak tangga di bawahnya. Rasa sakit yang semalam belum pulih, kini bertambah semakin nyeri. Fika sekuat tenaga menahan rasa sakit di punggungnya dengan mendongkak menatap Arga yang kini berdiri di atasnya menampakkan tatapan kebencian.

“Lo lupa satu hal tentang gue,” Arga mencondongkan tubuhnya mendekatkan wajahnya. “Gue kejam!”

Perketaan Arga seketika membuat tubuh Fika menegang. Namun segera ia control sebaik mungkin. Fika berusaha untuk berdiri dengan bertumpu pada lengannya namun ia tertahan kembali karena Arga berjongkok mendekat menatapnya secara instens.

“Kali ini gue akan ngebiarin lo, tapi sekali lagi lo berani ngelawan. Gue gakakan segan-segan buat nyakitin lo.”

Fika hanya diam sambil menggigit bawah bibirnya saat Arga menarik tubuhnya dan kembali berdiri untuk melangkah naik.

Cewe berambut kepang itu telah mengepalkan tangannya, rasa sakit terus benggebu di hatinya. Teriakkan di hatinya memberontak kuat, ingin melampiaskn segala kekesalannya sejak lama. Dan untuk kali ini ia tidak boleh kalah.

“Fika nggak akan nyerah! Dan Fika nggak akan takut sedikitpun sama Arga!”

Teriakan lantang Fika yang secara tiba-tiba itu berhasil membuat Arga tertegun dan kembali menghentikan langkah.

Fika mendongkak, ia menatap Arga di belakang punggungnya. "Arga boleh benci sama Fika, tapi asal Arga tau Fika nggak akan takut lagi sama Arga." Ucap Fika sedikit gemetar namun pasti.

“Sebaiknya lo berdoa semoga suasana hati gue selalu baik, dan jangan lupa dengan peraturan yang pernah gue bilang kalo lo mau selamat.”

Gertakan Arga kali ini membuat Fika terbungkam, cowo itu kembali melanjutkan melangkah. Sedangkan Fika masih menatap punggungnya yang semakin menjauh.

Ia menghela nafas lelah dan beralih kembali menatap pasrah proyek Kimia yang telah ia bangun dengan susah payah kini telah hancur sia-sia karena cowo yang sama, cowo yang selalu ingin ia lindungi namun menjengkelkan sekaligus kejam. Suara helaan nafas beratnya menandakan ia tak mampu lagi berbuat apapun selain mengikhlaskan apa yang sudah terjadi.

"Fika pasti kena hukum deh, besokkan pengumpulan tugasnya. Nggak mungkin juga kalo Fika bikin yang baru, pasti nggak akan sempet.”

Rasanya ingin menangis, namun ia tetap tahan. Bagaimana pun kali ini dia tidak boleh menjadi perempuan cengeng. Mengingat janjinya sendiri waktu itu. Kini ia akan berusaha memberanikan dirinya untuk melawan segala ketakutan. Termasuk ketakutannya terhadap Arga. Fika menselonjorkan kakinya, tatapannya masih ke serpihan kaca di bawah tangga.

"Apa Fika bilang aja yah ke bu Retno kalo Arga yang mecahin." Gumam Fika berusaha mencari solusi. "Eh tapi, bu Retno kan gakpernah mau denger alasan. HAAAH! Trus Fika gimana dong...?

Fika menutup wajahnya frustasi dengan kedua lengan. Sesekali ia menarik kepangannya seperti biasa.

"Kayanya gakada cara lain, Fika harus paksa Arga buat tanggung jawab. Fika yakin Arga bisa ngerjain proyek ini dengan waktu cepat. Dia kan genius."

"Tapi gimana caranya Fika bujuk Arga yah?"

Beberapa menit Fika terdiam menunpu dagunya, disaat itu juga sebuah ide gila muncul di benaknya. Fika ******** senyum sumringah, ia yakin dengan cara itu Arga pasti akan menuruti permintaannya. Meskipun cara itu mengandung banyak risiko untuk dirinya sendiri tapi apa boleh buat, Fika harus melakukannya.

"Arga Aldiano.. lihat saja nanti."

____

Beri komentarnya yah mengenai bab ini dan jangan lupa like nya yah...

Oyah aku mau tanya, aku bikin cerita ini kira-kira kebayang gak sama kalian? hehe soalnya agak suka minder. kira-kira penyampaiannya enak gak?

Cuman itu sih yang pingin aku tanya. 😁

1
lizkook
xmz z. z. .z z
Sunarsih Bagus Inara
thor karakter ceweknya dibikin sesempurna mungkin agar bisa menandingi si aga
Herta Siahaan
isss jgn terlalu mudah percaya Fika. buat dia bener2 berubah
Herta Siahaan
dah berapa kali dihina masih jg g ngerti duh Fika saya yg jdi nangis. dah doonkkkk Fika jgn lagi terlalu baik
Herta Siahaan
duh Fika jgn terlalu lugu deh. terlalu hina kali.
Herta Siahaan
belum tahu kenapa fika bisa sampai dikeluarga arga dan Fika please deh ,. culun sich boleh tpi jgn terlalu lah sayang. dah dihina gitu dah biarin aja arga
kusyiwa hiroshi
menurut saya, lbh baik settingannya bukan anak SMA, krn saya rasa ceritanya terlalu sadis utk anak usia dibawah 20th..hanya saran saja 👌😊
Suryani
ternyata aku salah menebak kali ini yg aku kira ikbal jahat gk taunya gino yg mala jahat
Suryani
oh ternyata seperti itu ceritanya
Suryani
apa arga udah punya anak
Suryani
banyak misteri
Suryani
emang ada visual nya ya kok aku gk ada ya
Suryani
😴😴😴
Suryani
masih tanda tanya siapakah sebenarnya alan
Suryani
klu tebakan ku sih ikbal itu jahat soalnya ni ceritanya hampir mirip sama ceritanya aska dan salsa yg berjudul cinta dan masa lalu
Suryani
emang ma2 nya kemana thor
Suryani
ini ceritanya hampir mirio sama yg judulnya cinta dan masa lalu
Oh Dewi
Wah seru banget ceritanya kaya Novel (Siapa) Aku Tanpamu
Awal Ginting
kamu yg sabar mungkin suatu hari nanti seseorg itu akan mencintaimu km semangat jgn bersedih🌹🌹🌹❤️❤️
Sudaryanto
aku sayang you
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!