Alih-alih menjadi gadis penebus hutang, Ailyn justru dinikahi oleh seorang rentenir.
Awalnya Ailyn mengira jika rentenir itu berbadan gendut dan botak.
Ternyata.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shim Chung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Suami
Ailyn berteriak di dalam selimut, gadis itu masih mengingat jelas momen suaminya yang telah mencuri ciuman pertamanya.
"Kenapa aku hanya diam saja?" Ailyn meraba bibirnya.
Rasa ciuman masih terasa dan Ailyn sangat malu sekali.
"Lebih baik aku cepat mandi!"
Mencoba mengalihkan rasa malu, Ailyn ingin membersihkan dirinya dan hari ini dia akan berdandan dengan cantik.
Seperti kebiasaannya lima tahun lalu, setiap makan malam pasti Ailyn akan makan berdua dengan Derick.
Tidak seperti hari sebelumnya, kali ini Ailyn bingung memilih pakaian yang akan dia kenakan malam ini.
"Apa yang harus aku pakai?" gumam Ailyn seraya membongkar isi lemarinya.
Padahal hanya makan malam di rumah tapi serasa berkencan saja.
Saat gadis itu tengah sibuk memilih pakaian, pintu kamarnya diketuk seseorang dari luar.
"Nona..." panggilnya.
Dari suaranya Ailyn sangat kenal.
"Bibi Ain," Ailyn berjalan ke arah pintu dan langsung membukanya.
Ketika pintu terbuka, Ailyn mendapat senyuman khas dari Bibi Ain.
"Makan malamnya sudah siap, Nona!" lapor wanita paruh baya itu.
"Baiklah!" Ailyn jadi kalang kabut sendiri. Dia belum memilih baju yang pas.
Akhirnya gadis itu memilih asal-asalan saja.
Dress selutut dengan motif bunga Ailyn kenakan malam itu dan dia segera turun ke lantai bawah untuk makan malam.
Di meja makan sudah ada Derick yang menunggu sang istri.
Lelaki itu hanya diam tapi matanya terus bergerak liar mengamati Ailyn yang mendekat padanya.
"Ehem!" Ailyn berdehem karena salah tingkah.
Untuk mengalihkan rasa malu dan mencairkan suasana, Ailyn mencoba mengambilkan makanan ke piring suaminya.
"Biarkan saya mengambilkan makan malam Anda, Tuan," ucap Ailyn sesopan mungkin.
Bukannya senang, Derick justru mengerutkan keningnya dalam.
"Kenapa kau terus bersikap formal padaku?" protes lelaki itu.
"Bukankah hubungan kita dari dulu memang seperti ini?" Ailyn mencoba memperjelas hubungan mereka.
"Jadi, kau akan terus memanggilku Tuan?" tanya Derick dengan wajah serius.
Ailyn bingung harus menjawab bagaimana jadi dia hanya menganggukkan kepalanya. Gadis itu tidak mau melewati batas.
"Katamu kau ingin menjadi pasangan sesungguhnya," ucap Derick. Dia masih mengingat jelas permintaan Ailyn sebelumnya.
"Kita tidak akan menjadi pasangan sesungguhnya kalau tidak bisa terbuka satu sama lain," balas Ailyn dengan nada menyindir yang kental.
Karena masih remaja tentu saja sikap Ailyn masih labil dan belum sepenuhnya mengontrol emosi.
"Kau ingin aku terbuka di bagian mana?" tantang Derick.
Astaga, kenapa pertanyaan Derick selalu membuat Ailyn berpikir ke arah lain.
"Perbaiki komunikasi kita, Tuan suami rentenir yang terhormat! Aku ingin tahu kemana saja Anda lima tahun terakhir!" Ailyn mulai bersikap tegas.
Suasana makan malam jadi tegang.
Sedetik kemudian Ailyn duduk di kursinya, sepertinya dia sudah merusak suasana.
"Lebih baik kita makan saja," ucap Ailyn memecah keheningan.
Makan malam pasangan suami istri itu jadi sepi, hanya terdengar dentingan sendok.
Ailyn sesekali melirik ke arah Derick yang wajahnya tampak tenang, gadis itu semakin kesal.
Seharusnya memang Ailyn tidak berharap lebih pada lelaki yang sekarang makan di depannya.
"Saya akan kembali ke kamar, saya permisi dulu, Tuan!" Ailyn ingin pamit undur diri.
Namun, langkahnya terhenti karena Derick menahannya.
"Kau ingin tahu ceritaku?" tanya Derick.
"Kalau kau ingin mendengarnya, datanglah ke kamarku malam ini!" lanjutnya.
Ailyn tentu saja terkejut mendengar permintaan Derick.
"Apa yang harus aku lakukan?" batin Ailyn cemas. Dia belum siap untuk pembuahan sel telur.
jadi pengin kata keramat berapa tahun kemudian terus ketemu sama aylin lagi.
semangat aylin