Venus Bach, melarikan diri dari mansion milik keluarganya. Ia beruntung karena bertemu dengan seorang wanita paruh baya yang akhirnya mempekerjakan dirinya di rumah menantunya sebagai babysitter untuk cucunya. Redley Smith, putra bungsu Keluarga Smith, jatuh hati pada Venus, babysitter keponakannya. Namun, Venus membentengi dirinya dari makhluk bernama laki-laki. Apakah Red akan berhasil meluluhkan hati Venus? Ataukah semakin membuat Venus menjauh dan menutup dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pansy Miracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKU MENEMUKANMU
Malam harinya, Redley kembali ke apartemen. Sepanjang hari hingga sore, ia tak melihat Venus kembali menampakkan batang hidungnya. Redley sendiri tak mungkin masuk ke dalam kamar tidur Kazuo untuk menemui Venus.
Di dalam apartemen, Redley duduk di sofa dan kembali membuka map yang diberikan oleh Aunty Joyce padanya. Ia mulai mencari nama Venus di sana. Biasanya para donatur di panti asuhan akan menuliskan nama putra-putri mereka sebagai donatur utama.
Namun, sudah dua sampai tiga kali Redley memeriksa nama-nama yang tertera di sana, tetap tak menemukan nama Venus.
“Apa ia menggunakan nama palsu?” gumam Redley.
Redley mulai berpikir jika Venua menggunakan nama palsu untuk bekerja sebagai babysitter Kazuo. Selain itu, setahu Redley, Venus merupakan putri dari keluarga yang cukup berada. Tak mungkin rasanya jika kini ia bekerja sebagai seorang babysitter.
Apa ia memiliki maksud tertentu pada keluargaku? - batin Redley.
Redley berusaha menepus semua kemungkinan itu. Di dalam hatinya, ada cinta yang ia rasakan untuk Venus sejak pertama ia melihat gadis itu di panti asuhan. Ia akan tetap berusaha mencari tahu siapa sebenarnya Venus.
***
Venus kembali menjaga Kazuo hari ini. Ia menjadi sangat berhati-hati agar tak terjadi hal buruk pada anak asuhnya itu. Ia masih ingat dengan ancaman Ryu yang akan memecatnya.
Venus membawa Kazuo ke ruang keluarga. Hal itu karena Jessica dan Vanilla sedang duduk di sana sambil berbincang. Kebetulan Kenzo dan Kirei baru selesai minum susu dan terlelap, hingga Vanilla bisa memanfaatkan waktu untuk mengobrol dengan Mommynya dan juga memperhatikan Kazuo.
“Kamu tak beristirahat saja, sayang?” tanya Jessica yang kuatir dengan kondisi Vanilla.
Ia tak ingin Vanilla kelelahan, apalagi putrinya itu hanya hidup dengan satu ginjal. Sebisa mungkin ia akan selalu ada untuk putrinya dan membantunyaz
“Aku sudah terlalu banyak istirahat, Mom. Kenzo dan Kirei sangat mengerti diriku, sehingga mereka tidur dengan sangat lelap di malam hari. Aku hanya terbangun satu kali saja untuk menyusui mereka,” jawab Vanilla.
Kazuo yang sedang bermain bersama Venus pun bangkit dan menghampiri Vanilla. Ia naik ke atas pangkuan Vanilla kemudian merebahkan diri di sana. Vanilla tersenyum saat melihat tingkah Kazuo. Ia pun mengelus perlahan punggung belakang Kazuo dan tak lama terdengar dengkuran halus dari putra sulungnya itu.
“Maaf, Nyonya, saya pindahkan Zu ke kamar saja,” kata Venus.
“Tidak perlu, Ve. Biarkan ia tidur di sini bersamaku. Aku senang saat ia bermanja-manja denganku seperti saat ini,” ungkap Vanilla.
“Ah Mommy harus menyiapkan makan siang untuk Daddy,” Jessica yang baru ingat kalau ia sudah berjanji akan mengantarkan makan siang untuk suaminya pun beranjak dari sofa dan bergegas pergi ke dapur.
Sementara Vanilla duduk bersama dengan Kazuo yang ada di pangkuannya, tampak berpikir.
“Ve, bisakah kamu membantuku?” pinta Vanilla.
“Bisa, Nyonya. Apa yang bisa kulakukan untuk anda?” tanya Venus.
“Pergilah ke supermarket dan belikan aku susu. Aku baru ingat kalau susu menyusuiku sudah hampir habis,” jawab Vanilla.
Venus yang mendengar itu pun terdiam sesaat. Ia tak pernah mengira bahwa bantuan yang Vanilla inginkam adalah dirinya pergi ke supermarket untuk membeli sesuatu.
“Ke su-super-market?” tanya Venus dengan sedikit terbata.
“Hmm. Pergilah bersama Bob, aku akan menghubunginya,” kata Vanilla kemudian mengambil ponselnya yang berada tak jauh darinya.
Tak berselang lama, Bob masuk ke dalam dan menemui Vanilla. Venus masih berada di ruang keluarga karena sepertinya belum berhasil mencerna apa yang diperintahkan oleh Vanilla padanya.
“Ini kartu yang bisa kamu gunakan, Ve. Belikan aku susu menyusui. Contohnya bisa kamu lihat di dapur agar tidak salah,” kata Vanilla memberikan black card miliknya dan menyebutkan pin nya.
“Ba-baik, Nyonya.”
Mau tak mau akhirnya Venus pun berangkat. Namun sebelumnya ia masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya. Ia menggunakan jaket, celana panjang, topi dan juga masker. Ia membawa tas kecil dan ia isi dengan ponsel, kacamata hitam, serta black card milik Vanilla.
Bob yang melihat penampilan Venus pun menautkan kedua alisnya. Ia seperti sedang melihat seorang penguntit atau bahkan seorang pencuri yang sedang ingin melancarkan aksinya. Bob tertawa di dalam hatinya saat melihat Venus.
***
“Arghhhh menyebalkan! Menyebalkannn!!” teriak Izebel.
Ia baru saja meminta uang kepada Vladimir. Biasanya pria itu akan dengan cepat mentransfer uang yang ia minta. Namun kini, pria itu tak melakukannya, bahkan mungkin suaminya itu melupakannya sama sekali.
“Minta sedikit saja sulit sekali! Bagaimana kalau aku minta banyak? Seharusnya dulu aku mencari tahu terlebih dahulu tentang harta kekayaannya. Siallannn!!!”
Prangggg
Izebel meraih jam kecil yang ada di atas nakas lalu melemparkannya ke sembarang arah. Ia kesal, benar-benar kesal. Belum lagi Vladimir mengirim Edison pergi ke luar kota untuk mengantarkan beberapa contoh bahan untuk produksi.
Gara-gara hal itu, Izebel tak bisa melampiaskan naffsunya yang meninggi saat ini. Ia butuh pelampiasan amarahnya karena terlalu banyak pikiran.
Berbeda dengan Izebel, Vladimir kini telah menatap layar tablet miliknya di mana ia bisa melihat siyuasi di dalam rumah. Ia tersenyum saat melihat istrinya yang uring-uringan karena ia menolak memberikan uang pada Izebel.
***
Izebel akhirnya berganti pakaian dan mengambil tas kecil miliknya. Ia berencana pergi ke pusat perbelanjaan saja. Ia akan cuci mara di sana. Selain melihat barang-barang branded dan mencoba ya, ia juga akan cuci mata dengan pria-pria muda di sana. Segar dan tak akan menyakiti mata, demikian pikirnya.
Dengan menggunakan mobil ia pun pergi. Tak perlu waktu lama bagi Izebel untuk sampai ke pusat perbelanjaan karena ia mengemudikan mobil dalam kecepatan tinggi.
Baru saja ia memarkirkan mobil di basement pusat perbelanjaan itu, matanya menangkap sosok seseorang. Sosok yang akan membuatnya kembali merasakan semua uang milik Keluarga Bach.
Akhirnya aku menemukanmu, kucing kecil. Aku akan membuatmu tak bisa pergi lagi dariku. - batin Izebel dengan senyum merekah di wajahnya.
🌹🌹🌹
Terimakasih kak ❤️❤️❤️❤️😍😍😍😍😍
serba tiba2,,serba mendadak,,
yg tadinya gadis lemah biasa,tetiba jd kuat,yg dr awal kbur tak ada hp tetiba pny hp,yg tadinya tak d jelaskan asal muasalnya tetiba pny org kepercayaan d mansion ny😅😂
setiap part macam d kejar deadline, kesannya terburu2 sampe yg baca gak dapat fiel ny,gk masuk k hti,,n jadilah baca nya macam baca berita di koran sbb setiap hal gak ada kesan lebih mendalam n detile ny