NovelToon NovelToon
Cinta Sang Cassanova

Cinta Sang Cassanova

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:83.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kirana Putri761

Ketika semesta selalu mempertemukan takdir keduanya. Ambar dan Zayn tak bisa mengelak untuk tidak saling terikat.

Takdir dan Rasa. Dua hal yang bisa mengikat dalam sebuah perbedaan. Tapi, jika rasa cinta itu tertuju untuk orang yang salah, bisakah sebuah takdir akan membawa rasa cinta pada orang yang tepat?

Takdir Zayn dan Ambar berada dalam sebuah dilema yang tak berkesudahan. Keduanya terikat takdir tapi dengan rasa yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Putri761, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perpisahan

Ambar berjalan memasuki pusat perbelanjaan. Sebuah eskalator membawa gadis yang di bahunya mengalung sebuah totebag itu naik ke lantai tiga.

Akhirnya, Ambar menyetujui permintaan Elang untuk bertemu. Mereka sepakat bertemu di sebuah resto yang ada di lantai tiga sebuah pusat perbelanjaan di dekat kampusnya.

Belum ada tanda tanda lelaki yang ditunggunya itu menampakan batang hidung. Tapi gadis berkulit putih itu memilih duduk dan memesan sebuah minuman.

"Ting..." sebuah notifikasi pesan dari ponselnya pun berbunyi membuat Ambar segera membukanya.

'Jangan suka keluyuran sendiri."

Sebuah pesan dari Zayn membuat Ambar mendesah, dia merasa lelaki itu selalu memantaunya.

"Terserah." gerutu Ambar sambil meletakkan benda pipih di atas meja.

Dia yakin Zayn tidak mungkin ada di tempat ini karena kata Raka, lelaki itu sedang ada meeting.

Setelah seorang pelayan membawakan segelas jus yang baru saja dia pesan. Gadis itu mengedarkan pandangannya. Terlihat dua orang sosok lelaki berseragam coklat muda itu berbincang sejenak di luar resto. Dan kemudian, Elang yang masih mengenakan seragam Taruna masuk ke dalam, sedangkan temannya memilih pergi.

Ambar sedikit gugup saat lelaki bertubuh tegap dan berkulit sawo matang itu tersenyum dan berjalan ke arah mejanya.

"Selamat sore , Dek." sapa Elang membuat Ambar tersenyum.

"Sudah lama?" lanjut lelaki itu kemudian memilih duduk di depan Ambar.

"Lumayan, Mas." jawab Ambar masih dengan tersenyum kaku.

Elang pun balas tersenyum. Lelaki itu lebih memilih menatap wajah cantik di depannya untuk mengobati rindu yang sudah menguasai hatinya.

Berbulan-bulan tidak bertemu dengan gadis yang dia cintai membuat Elang sangat merindukan Ambar.

"Bagaimana kuliahmu, Dek?" tanya Elang berbasa-basi memulai percakapan.

"Biasa saja Mas Elang."jawab Ambar.

"Mas El, ada yang ingin aku sampaikan. Tapi, sebelumnya aku ingin meminta maaf terlebih dahulu.

"Apa, Dek?" Kalimat Ambar membuat El menyambutnya dengan rasa penasaran. Lelaki yang sejak tadi tak ingin berhenti menatap wajah cantik itu pun kembali tersenyum.

Sejenak suasana menjadi hening, Ambar pun menenangkan perasaannya yang begitu kalut. Semua ini memang sulit bagi gadis itu, biar bagaimanapun El adalah sosok yang spesial untuknya.

"Ada apa, Dek?" desak El karena tidak sabar ingin mendengar apa yang ingin diucapkan oleh Ambar.

" Minggu depan aku akan bertunangan." Kalimat Ambar seketika menyurutkan senyum lelaki gagah di depannya.

" Kamu becanda, kan? Kamu hanya mengerjaiku, kan?" ujar El benar-benar dibuat tidak percaya.

Sepengetahuannya Ambar tidak pernah berhubungan dengan lelaki mana pun. Bahkan, temannya yang satu kampung dengan Ambar mengatakan jika gadis yang menjadi primadona cowok-cowok di kampungnya itu tidak pernah keluar rumah.

"Kamu dijodohkan?" tanya El masih belum begitu yakin. Tapi, rasa kecewa sudah terpancar jelas dari tatapan lelaki yang kini hatinya sudah hancur. El, berharap Ambar akan tetap menunggunya.

Ambar menggelengkan kepala. Gadis yang matanya sudah berkaca-kaca itu tak mampu menatap El. Biar, bagaimanapun menjadi istri seorang perwira tentara pernah menjadi impiannya.

Seketika tubuh El, melemah. Tapi saat melihat mata cantik itu berkaca-kaca, dia yakin jika Ambar juga berada pada himpitan keadaan.

" Sayang..."

Suara bariton itu membuat El dan Ambar menoleh. Terlihat sosok tinggi, berkulit putih dan berwajah bule itu sudah berdiri mengusik keheningan diantara mereka.

"Mas sudah menunggumu!" lanjut Zayn. Saat melihat Ambar yang masih terkejut dengan kehadirannya.

El masih terdiam, dia memperhatikan penampilan lelaki yang dia yakin calon tunangan Ambar. Jika dari semua barang yang digunakannya, lelaki itu memang kaya raya. Seketika El merasa tidak adil. Dia kembali menatap Ambar dengan tatapan penuh selidik.

"Dia calon tunanganku! Jadi aku harap kamu bisa mengerti maksudku." ujar Zayn dengan tatapan tajam ke arah lelaki bertubuh tegap di depannya.

Tangan besar itu meraih lengan kecil Ambar untuk segera dibawanya pergi. Entah kenapa dia merasa tidak suka jika ada seorang cowok yang dekat dengan calon tunangannya. Rasa memiliki mulai mengikat Zayn pada Ambar.

"Ayo, sayang!" ajak Zayn. Saat mendapati Ambar yang terlihat enggan beranjak.

Mengerti akan tatapan penuh intimidasi dari Zayn. Ambar pun beranjak, "Mas, aku pergi!" pamit Ambar. Suaranya terdengar tercekat di tenggorokan.

Zayn menarik lengan kecil itu untuk segera keluar dari resto. Sementara, saat Ambar menoleh ke belakang. Dia mendapati tatapan El yang dipenuhi rasa marah dan sedih.

"Maafkan aku , Mas El. Ini memang menyakitkan, tapi jika aku terus berbohong sampai drama pertunangan yang berakhir entah kapan, hatiku juga dikejar rasa bersalah yang lebih." Ambar bermonolog dengan perasannya sendiri.

" Lepaskan!" geram Ambar sambil meronta saat dia berada di dekat mobil Zayn.

Melihat penolakan Ambar, Zayn semakin bertambah kesal. Dia pun memepet tubuh gadis itu ke mobil.

"Kenapa? Kamu masih ingin berpacaran?" kalimat Zayn penuh dengan penekanan. Seperti halnya dia berusaha menekan emosinya saat melihat Ambar duduk berdua bersama seorang lelaki. Sebenarnya sejak tadi Zayn memperhatikan keduanya dari jauh.

"Mas Zayn tidak berhak mengaturku!" bantah Ambar yang juga merasa kesal karena semua privacynya dikendalikan oleh lelaki yang kini menatapnya tajam.

"Kamu masih menginginkan dia?" Kalimat Zayn sudah terdengar mengeram.

" Iya." jawab Ambar tak kalah kesal.

"Cup..." Zayn mencium bibir ranum yang ada di depannya. Semakin tidak ada balasan, lelaki itu semakin memperdalam lum*tannya.

Kegilaan membuat dirinya tidak bisa merasakan dorongan kuat tangan Ambar agar dirinya menjauh. Bahkan, Zayn begitu menikmati meski lawannya bersikap masif.

"Inikah yang kamu inginkan dari seorang lelaki." gumam Zayn sambil tersenyum sinis.

" Plak..." sebuah tamparan melayang di pipinya membuat lelaki itu baru menyadari jika gadis di depannya itu sudah menitikan air mata.

" Jahat.." ucap Ambar dengan mendorong tubuh tinggi itu dan berlari menjauh. Dia sangat kecewa pada Zayn.

"Ambar..." panggil Zayn saat melihat tubuh kurus itu menjauh. Dia baru menyadari jika Ambar begitu marah akan sikapnya.

Tangisan Ambar membuat Zayn tidak menyangka jika gadis itu sangat marah saat dirinya mencium paksa. Hingga, dorongan kuat pada tubuhnya membuat dirinya tersadar jika Ambar kin sudah menjauh.

Ambar yang tidak lagi peduli pada panggilannya itu pun membuat Zayn langsung masuk ke dalam mobil dan mengejar Ambar yang sudah berada di pinggir jalan.

Zayn menghentikan mobilnya tepat di depan gadis yang masih di penuhi dengan kemarahan. Dia langsung keluar dari mobil sebelum Ambar kembali menjauh.

" Mbar, kita selesaikan di dalam."ujar Zayn dengan mendorong tubuh Ambar untuk masuk ke dalam mobil.

"Aku tidak mau!" ujar Ambar dengan meronta. Dia berusaha menjauh, meskipun lelaki di dekatnya tidak memberi kesempatan.

"Ayolah, Mbar! Kamu tidak ingin kita menjadi tontonan, kan!" bujuk Zayn. Dia juga masih melihat mata merah Ambar, karena habis menangis.

Ambar melihat ke sekitar. Beberapa orang memang memperhatikan mereka. Dia pun ikut masuk ke dalam mobil yang sudah dibukakan pintu oleh Zayn. Ini pertama kalinya lelaki cool itu membukakan pintu mobil untuk wanita.

Meskipun Ambar ikut dengan Zayn. Tapi rasa kecewanya belum juga terkikis karena Zayn sudah mencuri ciuman pertamnya.

1
DEWI MULYANI
Luar biasa
Thea_noni
terimakasih ya thor....untuk ceritanya 🙏🤗
Kirana Putri761: sama2 kak
total 1 replies
mom farhan
di tunggu yah thor kisah mbk anik nya
Kirana Putri761: sedang otw meneruskan mbak
total 1 replies
Dwi Puji Lestari
di tunggu crt2 yg lain kak
Kirana Putri761: terima kasih mbaj
total 1 replies
Dwi Puji Lestari
akhirnya yg dtgu2 dtg juga
Rahma Lia
Deg-deg an nunggu hasilnya,,,
Rahma Lia
Udah baca semua ceritanya thor...bagus² semua tulisanmu,,sllu menunggu karya terbarumu👍👍
Rahma Lia
Bukanny kantor polisi ya🤔
Rahma Lia
Jangan lemah dgn bujuk rayunya,Ambar..
Rahma Lia
Luar biasa
Ikaaa1605
Lanjut thor extra part nya
Vera Uni
lanjut Thor
Syfa
di tunggu kelanjutanya jgn lama2 upnya
Dwi Puji Lestari
dtggu ekstra partny lagi kak...
Hana Roichati
Makasih lanjutan extra part nya kak, selalu ditunggu upnya lagi, 👍👍❤❤
Syfa
knp udah tamatnya aja padahal kangen nungguin lama sekalinya up end🥰🥰
Popo Hanipo
lama gk up tau2 end sampai lupa terakhir bacanya apa,,pdhl berharap novel ceritanya panjang
༄⃞⃟⚡🌳¹𒈒⃟ʟʙᴄ🍅🍅🍅
ini beneran Ambar gak bisa kasih keturunan kk.? wah sedih
Dwi Puji Lestari
lah tau tau dah end saja kak...
Hana Roichati
nanggung kak ceritanya, ditunggu extra partnya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!