NovelToon NovelToon
Jodoh Tak Pernah Salah

Jodoh Tak Pernah Salah

Status: tamat
Genre:CEO / Dikelilingi wanita cantik / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cinta pada Pandangan Pertama / Kaya Raya / Suami ideal / Tamat
Popularitas:198.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bebhi_Kitten

Kecelakaan beruntung mempertemukan pengusaha muda, Niko Lais, dengan wanita cantik bernama Wulan.
Wulan Tanujaya adalah Account Officer di salah satu bank swasta, sekaligus satu-satunya orang yang menolong Niko pasca kecelakaan.
Melihat kecantikan dan sikap Wulan yang patuh, Niko ingin menikahi wanita itu dan meninggalkan dunia keplayboyan-nya. Niko bahkan meminta bantuan sang ayah untuk mendekatkan dirinya dengan Wulan.
Sayangnya, keinginan Niko Lais untuk memperistri Wulan harus kandas. Ayah Niko menjodohkan putranya dengan adik tirinya Wulan yang juga bernama Wulan.
Apakah Niko akan menikah dengan Wulan yang sebenarnya?
IG: bebikitten

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bebhi_Kitten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjodohan.

Wulan tersenyum sayang.

"Aku harap kamu tidak akan menolak, nanti malam aku ingin mengajakmu makan. Mulai hari ini dan seterusnya aku akan melakukannya, aku akan membawamu ke mana pun kamu inginkan."

Wulan tertawa. "Tujuanmu bukan untuk balas budi, kan?"

"Bukan, itu caraku mengenalimu. Bukankah aku harus memahamimu sebelum menjadi istriku?"

Wulan terkekeh. "Bercandamu kelewatan, Niko. Aku masuk dulu."

"Bisa aku minta kontak teleponmu?"

"Tentu saja," Wulan menyebutkan kontaknya.

"Terima kasih. Nanti malam aku akan menjemputmu di sini."

Senyum di wajah Wulan cukup mewakilkan jawabannya.

Hal itu membuat hati Niko berdebar- berdebar.

"Aku pulang dulu. Sampai nanti."

"Kabari aku kalau sudah tiba," balas Wulan.

Niko mengangguk dan melambaikan tangan.

Wulan pun balas melambai dan menunggu sampai mobil itu pergi baru ia masuk ke dalam.

Di dalam mobil Niko menatap Brian dengan senyum sangat lebar.

"Bagaiamana menurutmu, Brian?"

"Anda sangat cocok dengan nona Wulan, Tuan. Cantik dan tampan. Berkelas dan berpendidikan."

"Dia sangat pintar, Brian. Aku semakin menyukainya. Dia bahkan tidak keberatan, saat aku menyinggung soal lamaran."

Niko melamun.

"Aku tak sabar lagi ingin tinggal se atap dengannya. Wanita seperti Wulan memang pantas diperjuangkan."

***

Semenjak Wulan hadir di tengah-tengah mereka, hubungan Niko dan Handoko semakin dekat. Niko lebih banyak mencari Handoko untuk membicarakan soal Wulan.

Sebagai ayah yang memiliki kesalahan pada anaknya, Handoko senang tentang perubahan sikap yang terjadi pada putra semata wayangnya.

"Papa sudah bicara dengan om Jefry. Dia akan bicara dengan Wulan," Handoko memulai.

Saat ini ayah dan anak itu sedang duduk berhadapan. Matahari sore membuat mereka memilih taman belakang sebagai tempat perbincangan.

"Aku tadi bertemu dengannya," balas Niko, "Dia menemaniku ke rumah sakit, makan siang bersama, lalu aku mengantarnya pulang."

Handoko terkejut. "Bukannya dia di luar kota?"

"Dia sudah kembali dan kepulangannya itu mendadak. Aku melihatnya dekat bandara saat dia menunggu taksi. Aku menghampirinya, menawarkan diri untuk mengantarnya. Aku juga sudah menyinggung soal lamaran dan dia setuju menikah dengan pria yang tak dikenal, asalkan pria itu seiman dengannya. Aku harap Papa secepatnya melamar dia untukku."

Handoko menggeleng-geleng kepala. Ia senang Niko ingin menikah, tapi ia juga sedikit ragu dengan keputusan mendadak yang diambil oleh putranya.

"Kamu yakin ingin menikahinya? Kalian belum mengenal satu sama lain, Niko."

"Aku yakin, Pa. Dia wanita berprinsip, sama sepertiku. Prinsip kami sama."

"Papa tidak yakin."

Alis Niko berkerut. "Kenapa?"

"Kamu berkata begitu karena penasaran padanya, bukan karena cinta atau sayang. Pria kalau penasaran, apa pun itu akan dia lakukan sampai mendapatkan wanita itu."

"Aku bersumpah, Pa. Aku menyukai Wulan bukan karena penasaran, ketulusannya yang membuatku jatuh hati padanya. Banyak wanita yang kukenal lebih cantik dan menarik dari dia, tapi ketulusan yang kucari hanya ada pada Wulan. Papa percaya kan cinta pada pandangan pertama?"

Handoko tahu Niko akan berkata begitu. Namun, yang membuatnya ragu perasaan Niko akan berubah, jika pria itu tahu kalau ayahnya Wulan adalah penjahat.

Handoko tidak tahu masalah apa yang terjadi antara Jefry dan Benny. Tindakan Jefry yang membuat Benny meninggalkan adalah perbuatan yang jahat. Ia tidak suka kejahatan dan ia yakin Niko pasti akan marah jika mengetahui, bahwa orang yang menyuruhnya adalah Jefry.

Namun, yang terpenting sekarang adalah kebahagian putranya. Selama rahasia itu tak sampai di telinga Niko, ia yakin semuanya akan baik-baik saja.

"Satu-dua hari kita akan mengundang mereka untuk makan malam bersama."

"Aku tunggu kepastiannya."

Handoko tersenyum.

Niko berdiri. "Hari sudah sore. Aku siap-siap dulu, malam ini aku akan mengajak Wulan makan bersama. Sampai nanti."

***

Suasana di rumah kediaman Tanujaya begitu hangat. Melihat sosok Wulan yang sudah cantik dengan riasan naturalnya membuat Angelina tersenyum lebar.

Sudah lama ia menginginkan Wulan menikah. Namun, kekecewaan di masa lalu membuat Wulan sering menunda dan lebih selektif lagi dalam hal tersebut.

Sekarang, mendengar putrinya akan makan malam bersama pria yang belum diketahui identitasnya membuat Angelina bahagia.

"Kapan kamu akan memperkenalkan dia pada mama, Nak?"

"Mama tunggu saja, dia akan datang ke sini untuk melamarku."

Angelina terkejut. "Kamu serius, Wulan?"

"Bukankah ini yang Mama mau?"

Angelina melebarkan senyumnya.

"Rahasiakan ini dari papa dan Ulan, aku tidak ingin mereka tahu sekarang."

"Kenapa?"

"Belum waktunya, Ma. Aku ingin mereka tahu tepat di saat dia datang melamarku. Yang terpenting Mama sudah tahu terlebih dahulu."

"Mama mengerti, Sayang."

Wulan memeluk Angelina. "Aku pergi dulu, dia sudah menunggu di depan. Kalau papa dan Ulan menanyakanku, bilang saja aku pergi bersama Fanny."

Angelina hanya mengangguk. Setelah putrinya pergi, ia menuju meja makan untuk bergabung bersama Jefry dan Ulan.

"Di mana Wulan?" tanya Jefry, melihat istri tercintanya datang sendiri.

Pertanyaan Jefry mewakilkan Ulan yang duduk di depan Angelina.

"Dia pergi bersama Fanny."

"Tumben kakak keluar tanpa mengajakku."

Benar, ini pertama kali Wulan pergi tanpa mengajak Ulan. Biasanya saudara tirinya itu akan mengajaknya pergi meskipun bersama Fanny.

"Atasannya ulang tahun, Nak," dalih Angelina yang tak mau Ulan berpikir macam-macam, "Mungkin acara mereka pribadi, makanya kakakmu tidak mengajakmu. Buktinya Wulan tidak membawa mobil, dia di jemput oleh mereka."

Ulan mengangguk paham. Sementara Jefry langsung menyampaikan berita yang sudah sejak tadi ingin ia sampaikan.

"Papa ingin menjodohkanmu dengan anak teman papa, Ulan."

Dua wanita itu terkejut.

"Menjodohkan? Tidak! Aku tidak mau, Papa."

Angelina penasaran. "Anak temanmu, siapa?"

"Handoko Lais. Sahabatku itu baru saja kembali dari luar negeri. Dia pemilik kawasan BK Group. Dia punya satu putra, namanya Niko. Istrinya meninggal saat Niko berusia sembilan tahun. Dia datang jauh-jauh dari luar negeri untuk menikahkan putranya dengan putri kita."

"Tidak, Pa! Aku tidak mau, aku belum ingin menikah. Apalagi aku tidak mengenalnya. Mana mungkin dia menyukaiku."

Angelina membela Ulan. "Kita bukan Tuhan yang bisa menentukan siapa jodoh mereka. Semua ada proses, Jefry."

"Kamu tidak usah berpura-pura, Ulan. Bukannya kamu yang menolongnya pasca kecelakaan? Kamu juga kan yang membawanya ke rumah sakit."

Ulan ternganga. "Aku tidak___"

"Jangan membantah," kata Jefry seakan tak mau mendengar penjelasan Ulan, "Sudah sejak lama papa ingin menjodohkan kalian. Keberadaan Handoko di luar negeri membuatku sulit mengatakan hal itu. Ternyata Tuhan tahu apa yang papa inginkan, Handoko datang dan ingin putrnya menikahi putri kita."

Ulan masih terpaku dalam kursinya. 'Dia menyukaiku? Aku monolongnya dan mengantarnya ke rumah sakit ... kapan? Ah, pasti papa sengaja mengarang cerita.'

Bersambung____

1
falea sezi
noah tolol
falea sezi
kasian Riyan di hianati ma istri spek kek jalang hmmm viona viona dendam mu terlalu jauh anak mu yg akan menanggung nya bomm akan meledak
falea sezi
kasian rian woy
falea sezi
haduh viona nyari penyakit uda punya rian jg
falea sezi
viona istrinya deril kah
falea sezi
hahaha si pelacur berharap bahagia hmmmm klo. aja hatimu g busuk ma deril gpp tp lu jahat jd mending jangan ma deril
ine
semoga ceritanya tidak mentok disini.
Bebhi_Kitten: Tenang, bab 144 sedang otw, Kak 😄🤗
total 1 replies
ine
Luar biasa
Bebhi_Kitten: Terima kasih, Kak 🙏 Semoga semakin suka dengan cerita selanjutnya 🤗
total 1 replies
ine
Lumayan
DwiHeart
katanya jendri mo ditangkap kpn thoor....orang kok jht terus
DwiHeart
good
DwiHeart
kata -katanya dalem banget berasa kisah hidup di dunia nyata
Nur Adam
lnjut
yunita nahak
👍👍👍👍👍
Bebhi_Kitten: Terima kasih, Kak 🤗
total 1 replies
yunita nahak
wah wah rasanya aku harus marah membacanya😆😆
keren ceritanya sampe nggak bs tdr
Bebhi_Kitten: 😭 Makasih banyak, Kak 😘🤗
total 1 replies
yunita nahak
apakah ada Niko di dunia nyata?????
Bebhi_Kitten: 😄😄😄 Semoga ada ya, Kak 🤭
total 1 replies
yunita nahak
alur ceritanya keren sejauh ini, 🥰👍👍👍
yunita nahak
semakin seru🥰
dengki wati
semoga TDK terjadi apa" SM Wulan dan anaknya
harwanti unyil
bagus hajar aja itu niko biar tau rasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!