Pengkhianatan Suaminya disaat yang Laras hamil, merupakan langkah awal kehidupan bahagia Laras yang sesungguhnya karena setlah Suaminya menceraikan Laras, dia menikah dengan Pengusaha Sukses yang merupakan Boss dari mantan suaminya dikantor.
Kehancuran rumah tangga Laras berawal dari Kegatelan seorang wanita muda bernama Sandra yang sangat licik dan penggoda dari laki-laki yang ada di sekeliling keluarga Laras.
Setelah mereka bercerai, suami Laras, Bobby akhirnya menikah dengan sang pelakor, Sandra yang ternyata mencari keuntungan dari beberapa pria yang lain, termasuk dengan kakak ipar Boobby.
Bagaimana kisah mereka? Banyak yang terjadi diantara mereka bertiga, dan kisah Sandra yang membagi tubuhnya dengan laki-laki lain selain Bobby!
Ikuti Kisah "DUSTAMU...Berkah Bagiku!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KARIANGAU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERDUA DENGAN SANG CEO...!
Bab 9.
"Maksudmu apa hah? Kamu jadi merasa lebih baik daripada Sandra?" Sergah Bobby lagi
yang mulai naik pitam.
"Liat saja nanti, dan aku punya bukti kalau dia hanya pelacur murahan yang kamu pungut dari tong sampah!"Jawab Laras yang kemudian berdiri karena melihat Satria muncul dari dalam lift.
"Kamu mau ngapain? Ayo kita pergi makan malam!" Ucap Bobby.
Laras diam saja. Bobby berdiri dan hendak memegang tangan Laras tetapi ditepis oleh Laras.
"Bang, baru selesai?" tanya Laras ke Satria yang menatap ke arah Laras dengan dingin.
"Kamu sudah lama menunggu Laras?" tanya Satria yang mendekat.
"Sudah lumayan bang, tapi kita langsung saja, aku sudah gatel dari tadi bang, ada pengacau yang menggangguku tadi!" Laras melihat ke arah Laras dan Satria dengan mata terbelalak.
"Bang?" Bobby masih diam menganga sambil menunjuk ke arah mereka berdua.
"Kenapa Bobby?" tanya Satria.
"Kalian....?" tanya Bobby tercekat tenggorokannya melihat keakraban kedua orang musuhnya
"Kenapa dengan kami?" tanya Satria yang masih berdiri sambil berdiri disamping Laras yang sudah siap untuk pergi.
"Kamu ada hubungan apa dengan Pak Satria? Kalian pacaran?" tanya Bobby penuh selidik.
"Hahahaha, memang kenapa kalau kami ada hubungan?" tanya Satria dengan mantap.
"Dia masih istri sah saya pak Satria! Anda tidak boleh seenaknya saja mengajak pergi istri saya??!"Bobby kesal melihat Laras yang akan pergi dengan Satria. Bobby cemburu berat kepada Satria.
"Kamu itu mas, kami tidak ada hubungan apa-apa kok. Kami hanya ingin menjalin kerjasama. Ada urusan apa sama kamu??!" Balas Laras dengan geram.
"Ah aku tidak percaya dengan sandiwara kalian!" Bobby tetap kesal.
"Ya sudah kalau tak percaya. Yuk Bang, kita pergi! Untuk apa mengurusi orang yang ingin mengganggu urusan kita!" Laras berjalan dan Satria berjalan disampingnya.
"Heh Tunggu Laras! Kamu ketauan selingkuh dengan Satria! Aku akan datang nanti ke Pengadilan untuk membatalkan perceraian yang kamu ajukan!" Laras berhenti dan berbalik badan.
"Tuan Bobby yang terhormat, dimana letak kesalahan saya? Kamu jelas-jelas telah ciuman didepan mata saya sendiri. Dan gundikmu itu sudah tinggal denganmu dirumah kita! Sedangkan kami hanya jalan berdua ditempat ramai dan tidak melakukan apa-apa. Kenapa kamu sewot??" tanya Laras yang mulai kesal dan menatap Bobby dengan tajam."Kamu masih istri sah saya! Kamu tidak boleh jalan dengan cowok lain kalau tidak dapat ijin dari saya, suamimu!" Bobby tetap berpendirian Laras salah.
"Sekali lagi saya kasih ke kamu tuan Bobby yang terhormat. Sejak kamu selingkuh di depan mataku, sudah jatuh talak satu ke saya!! Ingat itu!!" Laras berbalik arah dan melanjutkan jalan bersama Satria dan naik ke dalam mobil yang sudah menunggu di depan pintu lobyy.
"Huh Sialan!Awas kamu Laras, saya tidak akan memberimu peluang untuk pisah denganku!!" Bobby kemudian berjalan ke lobby dan jalan ke dalam mobilnya kemudian pulang ke rumahnya.
Sementara dirumah Bobby, Sandra sudah bersiap untuk pergi bertemu dengan Eko, Supervisor sewaktu dia kerja menjadi SPG rokok dua bulan yang lalu. Selama ini Sandra dan Eko menjalin hubungan yang intim satu sama lain. Mereka selalu melakukan hubungan intim diluar sepengetahuan Bobby. Sering melakukannya dihote bahkan dirumah Bobby kalau Ibunya Bobby tidak ada dirumah.
Hari ini Sandra akan diajak makan malam disebuah hotel bintang lima yang terkenal di kota itu. Sandra sudah disiap dengan Baju Laras yang sengaja dia umpetin waktu dia datang pertama kali kerumah itu.
"Hmmm...Sudah cantik aku, pastinya mas Eko akan tambah sayang denganku. Jadi kalau aku mau dibelikan sesuatu pasti dibelikan oleh mas Eko!" Sahutnya sendiri.
TIN TIN
Sandra keluar dari rumah dan mengunci pintu rumah itu. Dia menyimpan kunci ditempat yang aman. Setelah masuk ke dalam mobil, Sandra dan Eko berpelukan dan berciuman di dalam mobil.
"Kamu cantik sekali sayang," Ucap Eko yang mengagumi penampilan Sandra yang seksi dengan gaun itu.
"Iya, terima kasih mas. Sekarang kita mau kemana?" tanya Sandra sambil melihat ke spion plang mobil untuk melihat wajahnya.
"Kita makan malam ya di hotel Bantana."
"Hotel Bantana yang mewah itu?" tanya Sandra yang terkejut senang.
"Iya, hotel Bantana yang hotel bintang lima itu. Disana kita makan di kafe dan suasana nya juga romantis sekali."
"Okey kalau begitu."
Kemudian Eko melajukan mobilnya menuju ke hotel Bantana.
Sesampainya di hotel tersebut, mereka turun dari mobil dan berjalan bergandengan dengan mesra. Sesampainya di depan cafe yang dimaksud Eko heran karena cafe tersebut buka tetapi ada plang bahwa cafe tersebut ditutup untuk umum.
Dia bertanya kepada seorang pria yang berjas dan tampaknya dia adalah Manager cafe tersebut.
"Maaf pak, kenapa cafe ini tutup?"Tanya Eko.
"Maaf pak, cafe sudah di reserved malam ini."
"Hm begitu ya. Reserved seluruh tempatnya?" tanya Eko lagi.
"Iya pak, semua!"Jawab sang Manager.
"Wow, orang kaya, ya?"
"Iya, beliau yang punya hotel ini!"
"Oh, ya sudah kalau begitu."
"Gimana, mas? Kita gak jadi disini makannya?" tanya Sandra merenggut.
"Kita ke tempat lain saja ya, ternyata sudah dibooking oleh orang yang punya hotelini," Jawab Eko. Mereka masih berdiri di depan pintu masuk kafe tersebut. Managernya sedang masuk ke dalam kafe tersebut.
"Tidak mau, pokoknya aku mau makan disini! Tempat mana lagi yang lebih bagus dari kafeini mas! Kafe ini sudah paling bagus dan paling mewah!" Sandra kecewa dengan gagalnya mereka makan malam disitu.
Tiba-tiba ada dua orang yang datang dan hendak masuk ke kafe tersebut tetapi terhalang oleh mereka berdua.
"Maaf, permisi!" Ucap Satria.
Laras heran melihat kearah Sandra yang memakai bajunya yang dia sempat cari waktu mengambil pakaian ke rumah Bobby.
"Heh, kamu yang mengambil bajuku, ya!" Laras mendekat ke arah Sandra yang kaget melihat kedatangan Laras dan Satria.
"Kata siapa? Ini bajuku kok! Kamu jangan asal menuduh ya!" Balas Laras yang tak rela dipermalukan oleh Laras di depan Eko.
"Hm, maaf bu. Anda siapa ya, kok berani sekali bicara seperti itu kepada pacar saya!" Eko tak terima Sandra dituduh oleh Laras.
"Kamu pacarnya pelacur ini??" tanya Laras dengan tenang.
"Apa?? Pelacur kamu bilang? Heh, jangan asal ngomong seenaknya ya ke pacar saya!!!" Dia marah. Satria yang melihat Eko mau mendorong Laras langsung menahan badan Eko.
"Heh! Jangan main kasar dengan wanita! Kamu punya harga diri tidak sebagai laki-laki!" Satria menatap tajam ke mata Eko.
"Kamu jangan ikut campur, pak! Saya tidak takut dengan anda. Cewekmu ini telah menghina pacar saya!"
"Kalau bukan pelacur terus apa, mas?? Dia ini pacarmu tapi dia juga merebut suamiku dari tanganku! Dia sudah pernah kupergoki berciuman dengan suamiku di kantornya dan masuk ke dalam hotel untuk bercinta, kamu masih mau menjadi pacarnya??" tanya Laras dengan lugas.
"Benar kata ibu ini sayang?" tanya Eko ke Sandra yang sudah salah tingkah kartunya dibuka oleh Laras.
"Kamu jangan mau percaya dengan dia. Kalau dia punya suami kenapa dia sekarang sedang jalan dengan pria lain?" Balas Sandra meyakinkan Eko yang juga baru sadar karena melihat Laras dan Satria berdua.
"Oh iya, kamu sendiri bukannya sekarang selingkuh?" tanya Eko.
Laras langsung berbisik ke Satria untuk merekam kejadian ini. Satria paham dan mengeluarkan HP nya kemudian pura-pura telepon menjauh dari tempat itu.
"Hahahaha selingkuhanmu ternyata takut ya, denganku?" Eko merasa menang.
"Biar saya jawab ya, aku sedang dalam proses perceraian dengan suamiku. Karena saya melihat perselingkuhan mereka. Rumah yang kalian pakai kemarin untuk bercinta adalah bekas rumahku dengan mantan suamiku yang telah direbut oleh dia!" Laras ingat kepada kejadian ****** nikmat yang dia dengar waktu ke rumahnya. Eko dan Sandra saling berpandangan.
"Kalian heran? Dan saya juga sudah punya bukti rekaman ketika kalian berdua bercinta dan saling memuaskan!" Laras melipat kedua tangannya dan tersenyum sinis melihat ke mereka berdua.
"Jadi kamu sudah masuk tanpa ijin kerumah Bobby!" Ucap Sandra marah.
"Ya, tapi saya tidak masuk tanpa ijin, karena itu masih rumahku dan aku masih punya kunci yang asli, sedangkan yang kamu pakai sekarang itu duplikatnya! Sekarang serahkan jam tangan yang kamu pakai itu. Sini cepat lepaskan! Kalau bajunya silahkan saja kamu pakai, aku sudah tak peduli, anggaplah sedekah buatmu. Jam tangan yang kamu pakai itu adalah Jam tanganku hadiah dari orangtuaku sewaktumereka masih hidup, jadi kamu lepaskan jam nya sekarang!!" Ucap Laras mengertak.
"Tidak mau, aku tidak melepaskannya."
Satria kemudian datang dan kembali berdiri di samping Laras.
"Ada apa lagi, Ras?" tanya Satria.
"Ini bang, dia tak memberikan jam tanganku yang tertinggal di rumah."
"Nanti aku belikan," Jawab Satria.
"Bukan masalah itu bang. Itu adalah jam tangan pemberian kedua orangtuaku!" Jawab Laras.
"Sudah kasih saja sayang, nanti aku belikan jam tangan yang lebih mahal! Jam tangan jelek begitu saja kamu pakai!" Suruh Eko ke Sandra.
Sandra akhirnya melepaskan jam tangan itu dan memberikannya kepada Laras. Laras mengambilnya dan memasukkan ke dalam tasnya.
"Terima kasih. Bang, ayo kita masuk!" ucap Laras ke Satria.
"Hahahaha, kamu mau masuk ke dalam kafe ini? Kafenya tutup, karena sudah dibooking oleh yang punya hotel ini. Memang kamu siapa? Hahahaha." Eko dan Sandra tertawa melecehkan Laras dan Satria.
"Biarkan mereka tertawa Laras. Ayo masuk!" Satria dan Laras mulai melangkah ke dalam pintu kafe.
"Kalau kalian bisa masuk, aku akan jalan jongkok sampai mobilku! Hahahaha." Eko tertawa dan meledek ke arah Satria. Satria dan Laras berhenti.
"Kamu harus tepati janjimu! Kalau tidak kamu tanggung akibatnya!" Satria menunjuk ke arah Eko.
"Hahahaha, kenapa mesti aku takut? Masuklah kalau kamu bisa! Hahahaha." Eko makin keras tertawanya sampai terbahak-bahak.
Tampak sang Manager keluar dari dalam kemudian berhenti dan menundukan badannya setengah ke aah Satria.
"Selamat datang Pak Satria, tempat sudah kami sediakan dengan baik!" Sandra dan Eko terkejut dengan kejadian di depan matanya dan menelan salivanya berulang kali.
"Baik Pak Nugroho, terima kasih sudah bekerja dengan baik. Dan satu tugas kamu, awasi mereka berdua. Si laki-lakinya katanya akan jalan jongkok sampai mobilnya! Awasi dia, kalau tidak dijalani janjinya, tolong sebarkan profile orang ini di seluruh hotel dan mall group kita dan mereka berdua dilarang masuk!" Ucap Satria yang kemudian jalan masuk ke dalam kafe diikuti oleh Laras.
"Silahkan pak Satria, kami antar anda ke meja." Para pegawai kafe berjejer di kiri dan kanan dekat pintu masuk kafe sambil menundukan badan setengah.
"Ayo kamu cepat jalan jongkok ke mobil kamu!!" Suruh sang Manager.
"Iya iya...!!" Eko langsung jalan jongkok. Alhasil menjadi tontonan orang banyak dan banyak yang merekam kejadian itu. Sandra melihat hal itu langsung menyingkir dan menjauh dari Eko dan langsung naik taksi pulang. Eko sendirian menjadi tontonan orang banyak.
...
...
BERSAMBUNG
mngkin bisa direvisi kembali atau untuk novel selanjutnya bisa lebih diperhatikan kembali untuk penulisannya supaya pembacs lebih nyaman 🙏🏻
terima kasih & tetap semangat menulisnya 💪🏻💪🏻💪🏻🌹🌹🌹
atau bang mas? hehe