NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Teman

Bukan Sekedar Teman

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:62.2k
Nilai: 5
Nama Author: Vincar:)

Di cintai dengan tulus oleh pasangan merupakan impian bagi seseorang yang menjalin hubungan.

Mengisahkan perjuangan cinta anak sekolah antara Nasya dan Aditya. Aditya beberapa kali menyatakan perasaannya, namun di buat menunggu oleh keputusan Nasya untuk tidak menjalin hubungan dekat sampai mereka lulus SMA. Walau begitu, Aditya setia menunggu jawaban Nasya setelah nantinya lulus SMA.

Mereka berdua menjalin persahabatan sejak pertama kali mereka bertemu. Selama bersekolah mereka sangat bahagia dan nyaman satu sama lain sebelum datang wanita yang mengaku kekasih Aditya yang selalu berusaha untuk memisahkan mereka berdua.



Bagaimana kisahnya? Apakah hubungan mereka berjalan dengan mulus atau tidak?
Selamat Membaca 💫




Dukung karya ini dengan ➡️ Like, Subscribe, vote, dan komentar terbaikmu. Terima kasih.

Salam hangat dari Author💫

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vincar:), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 9 Kunjungan Sekolah

Hujan pun mulai reda, Nasya dan Aditya pun beranjak dari bangkunya.

"Dit, aku pulang duluan yah," ucap Nasya.

"Iya Cya, hati-hati di jalan," sahut Aditya.

Nasya pun pergi meninggalkan Aditya dan langsung menuju ke rumah nya. Dalam perjalanan, Nasya sesekali senyum-senyum sendiri serta memikirkan kebersamaan dengan Aditya. Setibanya di rumah, Nasya langsung memarkirkan motornya di teras halaman rumahnya.

.

.

.

Rumah Nasya.

Hari sudah mulai malam, seperti biasa Nasya merapikan buku-bukunya yang akan di bawanya besok. Karna besok Nasya pergi kunjungan, jadi dia tidak terlalu membawa banyak buku.

"Nasya ...." Panggil Ibunya Nasya.

"Iya, Bu ... sebentar," sahut Nasya yang masih berada di dalam kamarnya.

Karna besok merupakan jadwal kunjungan ke sekolah tetangga, jadi Ibunya menyuruh Nasya untuk tidur lebih awal dan mempersiapkan barang-barang yang akan di bawanya besok.

****

Pagi hari.

Pukul menunjukkan 05:30 WIB. Nasya sudah bangun dari ranjang tidurnya. Nasya sedang menyibukkan dirinya untuk mempersiapkan bekal yang di bawanya ke sekolah.

Setelah mempersiapkan bekalnya, Nasya langsung bersiap-siap untuk ke sekolah. Tidak lupa ia memakai jam tangan pemberian Aditya padanya.

Nasya langsung bergegas dan pergi ke sekolah menggunakan motornya.

.

.

.

Sekolah.

"Hai Cya ...." Panggil Agnes dari kejauhan yang baru sampai di gerbang sekolah.

"Hai, Nes." sahut Nasya.

Lalu Nasya meletakkan helm nya di kaca spion motornya dan memarkirkan motornya di tempat parkir yang disediakan.

"Itu motormu Cya?" tanya Agnes seraya mendekati Nasya.

"Iya Nes, ayah saya yang membelikannya," ungkap Nasya dengan senyuman.

"Jadi, kita bisa bareng kalau pulang," lanjut Nasya.

"Yeah ... makasih yah Cya, memang kamu sahabat yang pengertian," ucap Agnes.

Nasya dan Agnes pun bergegas menuju ke ruangan kelas.

Belum sampai ke kelas, bel sudah berbunyi. Semua siswa pun berkumpul di lapangan mendengarkan kepala sekolah untuk menyampaikan pengumuman mengenai waktu pemberangkatan.

Setelah mengetahui bus yang akan di naiki oleh Nasya dengan cepat Dia dan Agnes langsung menuju bus nomor 4.

"Cya, kamu duduk di dekat jendela yah, soalnya aku pusing kalo melihat jalanan," ucap Agnes kepada Nasya.

"Oh, iya Nes," jawab Nasya.

"Tapi nanti kamu nggak muntah kan?" tanya Nasya.

"Nggak kok Cya, kemarin saya udah minum obat, cuma pusing aja kalo naik mobil," ujar Agnes.

Bus pun siap berangkat, lalu Nasya menyandarkan kepalanya di bangku bus serta memejamkan kedua matanya.

Saat dirinya mulai membuka mata dan menoleh ke arah kanan, ia melihat Agnes sudah tertidur pulas.

"Nes ... Agnes, katanya pusing, toh juga tertidur pulas," ucap Nasya seraya tertawa kecil.

Lalu Nasya menoleh ke belakang dan melihat ada Aditya duduk di belakang bangkunya. Nasya juga melihat Aditya pun tertidur pulas.

"Sepertinya kemarin tidak ada hal yang menarik buat Aditya, kok dia tidak menyapaku? padahal Dia duduk di belakang ku," gumam Nasya dalam hatinya.

"Ah sudahlah, tak usah di pikirkan," gerutu Nasya dalam hati sambil menoleh kembali ke depan.

Di dalam bus tersebut, mereka semua bergembira dan bernyanyi bersama yang mengiringi perjalanan mereka.

Sepanjang jalan, Nasya mengabadikan momen ini menggunakan ponselnya. Dia memotret pemandangan jalanan kota lewat jendela di sampingnya. Tidak lupa juga Nasya memotret Agnes yang sedang ketiduran pulas.

Sesekali Nasya menoleh ke arah belakang dan nampak Aditya tertidur lelap. Mungkin Aditya lelah karena acara di rumahnya kemarin.

.

.

.

SMAN 8 JAKARTA.

Bus pun berhenti karena sudah sampai di parkiran SMAN 8 Jakarta. Nasya pun segera membangunkan Agnes yang sudah tertidur pulas.

"Nes ... Agnes, bangun kita udah sampai," ucap Nasya sambil menggoyangkan bahunya Agnes.

"Emm ... kok cepat kali sih Cya," ujar Agnes yang mulai membuka matanya.

"Huft ..." Nasya menghela nafas melihat tingkah sahabatnya yang membuat hampir stres.

Nasya dan Agnes pun turun dan juga di ikuti oleh semua siswa yang turun satu persatu dari bus. Lalu seluruh siswa pun berkumpul di area parkir.

Kepala sekolah menjelaskan bahwa tujuan mereka berkunjung untuk membangun tali persaudaraan antar SMA mereka dengan SMAN 8 Jakarta. Selain itu, tentu saja kegiatan ini untuk melatih kepedulian dan empati para siswa kepada sesama.

Para siswa pun mulai masuk beriringan melewati gerbang sekolah. Pak Leo berpesan untuk menjaga tata tertib dan juga menjaga nama baik sekolah mereka. Nasya dan Agnes pun bergandengan tangan menghampiri Priskila dan Mira yang merupakan teman sekolah mereka.

Kedatangan mereka juga di sambut baik oleh SMAN 8 Jakarta. Mereka sudah menyediakan beberapa tenda di lapangan dengan kursi yang di susun rapi.

Ada beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan. Salah satunya kata sambutan dari kepala sekolah, kata sambutan dari Ketua OSIS, kegiatan seni, dan sebagainya.

Setelah kunjungan selesai, semua siswa pun kembali ke Bus. Waktu sudah menunjukkan pukul 13:00 WIB. Pihak sekolah berinisiatif untuk mengajak siswanya untuk jalan-jalan ke area Monas (Monumen Nasional) sebelum ke penginapan.

Semua siswa pun bersorak gembira mendengar pengumuman tersebut. Semua siswa pun segera naik ke dalam Bus.

.

.

.

MONAS.

Setibanya di kawasan Monas, Kepala sekolah menjelaskan bahwa Monas merupakan monumen peringatan yang memiliki tinggi 132 meter atau sekitar 433 kaki dan di bangun tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Monas didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Kekaisaran Belanda.

Tugu ini di mahkotai lidah api yang di lapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala dari rakyat Indonesia.

Seluruh siswa pun berkumpul di area Lapangan Monas. Mereka pun masuk melihat isi dalam Monas tersebut. Situasi dalam Monas sedikit ramai, sehingga untuk masuk harus berdesakan.

Pembangunan Monas dimulai pada 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Soekarno dan diresmikan hingga dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975.

"Kemegahan Monas ini memang belum ada duanya." Takjub Nasya dalam hati.

Setelah mengelilingi kawasan area dalam Monas, para siswa di beri kebebasan untuk mengunjungi tempat di area sekitar Monas.

Berjarak tak jauh dari lokasi Monas, Nasya dan teman-temannya berjalan sedikit ke arah lapangan yang berumput hijau. Dari kejauhan Aditya melihat Nasya dengan senyuman kecil.

Tidak sengaja Nasya melihat bahwa Aditya sedang memperhatikannya, ketika Nasya menoleh ke arah Aditya, sontak Aditya membuang pandangannya ke arah lain.

Nasya dan teman-temannya duduk bersama di lapangan berumput hijau tersebut. Nasya memandang ke arah langit, dan dia melihat langit tidak bersahabat. Terdapat awan mendung di atas kepalanya, sepertinya mau turun hujan.

Bersambung.

Selesai di baca jangan lupa Like, komen, dan vote. Jika ada kata-kata yang kurang berkenan bisa chat Author yah.

Semoga harimu menyenangkan💫

1
Nadira Alexa
harusnya pakai kata " Aku " bukan saya, biar enak dibacanya
Vincar: hehehe iya nih, maklum itu karya pertama saya🤭
total 1 replies
Serena Oficall
beradaa*
mom mimu
dua iklan mendarat kak, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
visul nasya nya cantik👍🏻
Vincar: hehehe, thx mom
total 1 replies
mom mimu
mampir lagi kak, dua iklan meluncur, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
Vincar: thank you
total 1 replies
Ayano
Sekarang jadi Cinta segitiga 🤣🤣
Aku masih pegang Adit Nasya nih. Tapi kalau Arman lebih gentle keknya bisa kali 😏😏😏
Ayano
Satu spesies ya 🤣🤣🤣
Coba Rafa jadi alim dikit
Ayano
Itu kampungnya mirip Yogya tempat ortuku
Ayano
Arman mau dijadiin rival apa buat Agnes aja nih 😏😏
Ayano
😅😅😅 Kagak diajak lophe lophe sih ya
Berasa nyewa di sini
Ayano
Berasa dikacangin dong 🤣🤣🤣
Ayano
Deket Adit keknya gak akan mabok
mom mimu
mampir lagi bawa dua iklan kak, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
dua iklan mendarat kak, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
Vincar: terima kasih mom
total 1 replies
mom mimu
mampir lagi bawa dua iklan kak, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
@Vincar Keren karya pertama nya
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌: Menurut Ry karya pertama udh rapi dr pada novel pertama Ry yang amburadul
Skrg aja masih banyak Typo novel Ry
@Vincar
total 2 replies
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Jago buat pantun jg @Vincar
mom mimu
dua iklan meluncur... semangat terus kak 💪🏻💪🏻💪🏻
Vincar: thanks
total 1 replies
mom mimu
aku mampir lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻 satu iklan dan setangkai 🌹 mendarat...
Ayano
Ya allah wak. Kok berasa bukan ditinggal pindah tapi ditinggal ke alam lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!