Menjadi duda di usia muda membuat hati sang CEO menjadi dingin, apalagi trauma masa lalu mengenai rumah tangga membuatnya menutup diri untuk yang namanya Cinta.
Simak kelanjutan kisahnya, tapi disarankan sebelum membaca ini agar terlebih dahulu membaca karya Lepaskan Aku, agar bisa semakin faham jalan ceritanya, karena karya ini adalah lanjutan dari kisah penuh lika liku rumah tangga dari cerita tersebut.
Jadi, tunggu apalagi. Yuk cap cus, baca dan nikmati kisah nano nano yang ada di cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💘 Nayla Ais 💘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita dengan sapaan Bunda
Ara melenggang bersama Atika dan di susul oleh Luna yang mengekor di belakang keduanya, sudah beberapa langkah Ara akhirnya menghentikan langkahnya. Ia menoleh karena merasa mereka hanya jalan bertiga sedari tadi dan benar saja, mereka hanya bertiga sementara Clara masih berdiri di tempat semula.
" Cepat Clara, tunggu apalagi. Bukankah kamu inginkan ganti rugi, aku akan memberimu ganti rugi dua kali lipat kalau memang Luna yang melakukan kesalahan. "
Tidak seperti sebelumnya Clara begitu ngotot ingin meminta ganti rugi, kini Ia mendadak lemot dan ragu apalagi ketika mendengar nama dosen killer itu, semua bulu-bulu yang ada di tubuhnya jadi meriang.
" Buruan Cla, sebentar lagi jam pelajaran di mulai, apa kamu ingin di hukum, kalau aku mah ogah. Aku kan mahasiswi yang cinta damai tidak seperti dirimu yang senangnya bikin keributan. " Giliran Atika yang bersuara.
Atika berbalik dan menarik tangan Clara agar mengikuti mereka dan masalahnya bisa cepat kelar dan bisa di putuskan siapa yang benar dan siapa yang salah.
" Atika, lepas ih. Kamu apa- apaan narik aku. " Protes Clara.
" Ya menarikmu lah, biar jalannya cepat nggak kaya kura-kura. Lebay banget sih jalannya, biasanya juga bar- baru nggak ada sopannya. "
Atika memang sedikit berbeda, Ia memilih langsung mengeksekusi lawan kalau Ia merasa benar. Berbeda dengan Ara yang selalu menyelesaikan sesuatu dengan kepala dingin, dan kalau bisa Ia ingin menyelesaikan masalah dengan damai tanpa keributan sama sekali.
" Lepaskan, baiklah..... kamu bebas. " Clara menepis kuat tangannya yang di tarik Atika.
Ara dan yang lain sontak menghentikan langkahnya ketika mendengar ucapan Clara.
" Apa maksudnya kamu bebas. " Tanya Atika.
Clara nampak bingung bagaimana untuk menjelaskannya, sebenarnya Ia gengsi kalau harus mengatakan hal itu. Namun Ia juga tidak ingin berurusan langsung dengan Dosen killer itu, meskipun tampan tapi nyalinya juga ciut ketika mendengar rumor tentang Pria kulkas itu.
" Ya, ya.... maksud ku, maksudku Dia bebas tidak perlu bayar ganti rugi. "
Atika tertawa sinis mendengar ucapan Clara, tadi saja Dia ngotot lah kenapa sekarang kaya cacing di siram air garam.
" Ya nggak bisa gitu dong, kamu harus mengadap Pak Killer. Masalahnya disini kita harus mencari siapa yang benar dan siapa yang salah, kalau si......
" Luna. " Ara yang mengerti kalau sahabatnya lagi kesusahan mengingat nama sahabat barunya itu segera merespon.
" Ya, kalau Luna yang salah berarti kami yang akan menanggung semua perbaikan mobil mahal mu tapi, begitu juga sebaliknya. Kalau kamu yang salah berarti kamu juga harus mengganti kerugian dari tindakan mu itu, kamu harus membayar biaya ganti rugi juga. "
Clara memaki-maki dalam hati, apes bener dirinya pagi ini, sekarang apa yang harus Ia lakukan.
" Buruan Cla, kenapa lo diam. Sebentar lagi aku ada jadwal, Ra bagaimana menurutmu. Apa kita seret saja Dia kehadapan Dosen killer itu. "
Clara mulai ketakutan, tubuhnya merinding disco. Membayangkan apq yang akan di lakukan Dosen gila itu lebih baik Ia mengalah.
" Baiklah, aku akan ganti. Ish lebay bener. Kamu pikir aku semiskin kalian, dengar ya. Aku akan mengganti semua biaya kerugian, bukan hanya mengganti tapi aku akan membelikan motor baru. Berapa sih harga motor, nggak seberapa juga di banding sama uang jajan ku. "
Karena suaranya yang cukup keras, justru menimbulkan perhatian para mahasiswa yang lain yang juga menjadi saksi tentang apa yang di ucapkan Clara barusan.
" DEAL. "
Tanpa menunggu lama Atika langsung mengulurkan tangannya guna menjabat tangan Clara.
" Ingat ucapan mu ya Cla, banyak saksinya disini. Kalau kamu ingkar maka kami tidak akan segan- segan melaporkan semuanya pada Dosen tampan kita. "
Clara menatap sekeliling memang banyak mahasiswa yang menonton pertunjukkan mereka, bahkan ada yang iseng merekam dan akan di post pada status mereka pagi ini.
Setelah insiden yang membuat kegaduhan di pagi hari itu, suasana kembali seperti biasa. Para mahasiswa kembali melanjutkan aktivitas mereka.
...****************...
Clara mondar mandir di kamarnya dengan bibir komat kamit tak menentu.
" Duh, bagaimana ini. Apa yang harus aku lakukan. "
Clara mengambil ponselnya dan mengecek saldo yang Ia punya, Ia kemudian berteriak melihat saldonya juga tak cukup. Jangankan buat beli yang baru, buat perbaikan saja uangnya nggak cukup walau seluruh isi rekeningnya Ia tarik.
Dari luar terdengar keributan dan Clara tau itu apa.
" Cla, buka pintunya. " Sebuah suara terdengar keras di luar di sertai dengan gedoran pintu.
Pintu terbuka dengan kasar dan dua orang masuk kedalam kamarnya.
" Sabar Pa, kasihan Clara. " Seorang wanita nampak memohon seraya memegang tangan suaminya.
Namun sayang sang suami menepis tangan wanita itu.
" Katakan apa yang sudah kamu lakukan pada mobil mu itu ha. " Bentak Dimas, Ayah dari Clara.
Clara ketakutan melihat kemarahan Ayahnya, Ia mulai menagis. Hal itu membuat wanita di sampingnya merasa tak tega.
" Mas, cukup. Dia itu anak kita, anakmu. Kamu selalu memperlakukannya seolah- olah Dia bukan anak mu. "
Bukannya mereda, justru sang Ibu malah menjadi sasaran amarah dari Pria bernama Dimas itu.
" Semua ini karna kamu Dir, kamu yang selalu memanjakannya. Makanya Dia jadi seperti ini, kelakuannya semakin sulit buat di terima nalar. Urus Dia, setelah ini aku tidak tau apa lagi masalah yang akan Dia bawah kedalam rumah ini. "
Dimas memilih meninggalkan kamar Clara, sebelum emosinya meledak dan terjadi prahara yang tidak di inginkan.
" Hust, sini sayang, jangan takut. "
Clara mendekat dan memeluk wanita yang Ia panggil Bunda itu, wanita yang selalu ada untuknya. Selalu pasang badan untuk melindunginya, dengan semua kenakalan yang Ia lakukan.
" Ada apa sayang, coba ceritakan sama Bunda, ada apa. " Tanyanya pelan.
Clara mendongakkan wajahnya menatap wanita yang masih memeluk dirinya itu.
" Maaf Bun, tadi Clara tidak sengaja menabrak motor orang. "
Bunda Clara langsung memeriksa tubuh Putrinya setelah mendengar tabrakan.
" Bun, Clara baik- baik saja, tapi..... "
Clara menjeda ucapannya karena ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.
" Tapi apa sayang. " Tanya Bunda lagi.
" Tapi orang itu minta ganti Bun, mereka minta Cla menggantinya dengan yang baru, tapi sayangnya Cla tidak punya uang yang cukup untuk itu. "
Bunda mendengarkan dengan seksama apa yang Clara katakan, entah mengapa beliau masih saja membela gadis nakalnya itu. Mengingat siapa Clara bagi dirinya sebenarnya.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu