Setelah sama-sama merasakan sakit hati yang paling dalam, Bima dan Renata menata hati mereka, sampai akhirnya, Renata dan Bima kembali menemukan kebahagiaan bersama pasangannya masing-masing.
Namun, takdir ternyata kembali mempertemukan mereka dalam situasi yang sama-sama sulit.
Lalu, akankah takdir kembali berpihak pada mereka setelah mereka berdua sama-sama merasa kehilangan?
Yuk, kepoin kisah Bima dan Renata. Seperti biasanya, jangan lupa sedia tisu, karena cerita ini banyak mengandung bawang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 9 AKU TIDAK MAU MENOLONGMU
"Aku tidak mau menikah kontrak denganmu."
"Bima–"
"Aku tidak mau berurusan denganmu apalagi pamanmu!" Bima menatap wajah pucat gadis cantik di depannya.
"Kamu bisa menawarkan pada orang lain, yang jelas bukan aku orangnya."
Karina berdecak sebal. "Aku hanya ingin kamu berpura-pura menikah denganku. Kenapa kamu tidak mau? Toh, kita hanya akan menikah kontrak tidak akan merugikanmu bukan?" Karina masih mencoba merayu Bima.
"Aku berani membayarmu berapapun kamu mau kalau kamu setuju dengan permintaan aku. Setelah aku mendapatkan warisan itu, aku akan membayarmu, kemudian pernikahan kita selesai. Bagaimana? Apa kamu setuju?" Karina menatap Bima dengan penuh harap.
Sementara itu, Bima tampak sedikit terkejut mendengar ucapan gadis itu. Bisa-bisanya dia mengucapkan kata-kata yang tidak masuk akal.
Bima tersenyum mencibir. "Ternyata, selain bodoh, kamu juga sudah gila!" sarkas Bima.
Dia pikir dia itu siapa? Mau membayarku agar aku mau menikah kontrak dengannya?
Bima masih menatap gadis itu dengan tatapan merendahkan.
"Kamu tidak percaya kalau aku akan membayarmu?" Karina dengan percaya diri sekaligus kesal menatap pria tampan di depannya itu dengan kesal.
"Bukan hanya itu saja, aku juga tidak percaya kalau kamu bisa merebut perusahaan itu dari pamanmu. Kelihatannya pamanmu itu orang yang sangat licik. Tidak mungkin dia akan memberikan perusahaan itu begitu saja sama kamu," ucap Bima yang langsung dibenarkan oleh Karina dalam hati.
Gadis itu memang tidak akan mudah mengambil haknya meskipun nantinya ia akan menikah dengan seseorang. Apalagi, jika suaminya adalah orang yang dipilih olehnya.
Akan tetapi, bukankah masih ada pengacara keluarganya yang sampai saat ini masih setia? Kalau bukan karena pengacara itu, Karina pasti tidak akan pernah tahu kalau semua harta yang dinikmati oleh paman dan bibi beserta anak-anaknya adalah harta warisan dari kedua orang tuanya.
Bima memperhatikan Karina yang langsung terdiam setelah mendengar ucapannya sebenarnya Bima merasa prihatin dan kasihan pada perempuan yang berapa hari lalu tidak sengaja ditabraknya itu.
Rasanya, Bima ingin sekali menolong Karina. Apalagi, setelah mendengar cerita tentang pamannya. Ditambah lagi, Bima pernah melihat sendiri, orang seperti apa pamannya itu.
Akan tetapi, Bima tidak akan bisa menolong Karina jika syarat menolong itu adalah menikah dengan perempuan itu.
Dia pikir pernikahan itu mainan?
Bima sudah mengalami pernikahan pahit bersama dengan Renata. Dulu, dirinya pun sama, menganggap pernikahan adalah mainan. Seenaknya memainkan hati dan perasaan orang. Tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan orang yang dinikahinya saat itu.
Tiba-tiba bayangan Renata terlintas. Semua penderitaan wanita itu saat menjadi istrinya kembali berputar di kepala Bima. Bima bahkan melihat sendiri bagaimana perempuan itu seringkali menangis karena perbuatannya.
"Jadi, kamu menolakku?" Suara Karina menyadarkan Bima.
"Aku tidak bisa menolongmu jika aku harus menikah denganmu." Ucapan Bima membuat Karina kembali berdecak sebal.
"Memangnya kenapa kamu tidak mau menikah denganku? 'Kan cuma menikah kontrak? Kamu tidak akan rugi." Kembali Karina mencoba menjelaskan pada Bima. Berharap laki-laki itu berubah pikiran.
Karina sendiri tidak tahu kenapa tiba-tiba terselip ide untuk menikah dengan Bima. Padahal, Karina baru beberapa hari ini mengenal pria itu.
Akan tetapi, melihat sikap Bima yang begitu menarik membuat gadis itu tiba-tiba menemukan ide untuk mengajak pria itu menikah kontrak. Karina ingin Bima menolongnya agar setelah dia menikah nanti, perusahaan milik ayahnya bisa berpindah tangan padanya.
Selama ini, keluarga sang paman sudah terlalu banyak menghabiskan semua harta peninggalanorang tuanya. Sudah cukup mereka berbahagia di atas penderitaannya selama ini.
Mulai saat ini, Karina tidak ingin mereka kembali menindasnya dan menikmati semua harta kekayaan yang seharusnya menjadi miliknya. Seandainya paman dan bibinya bersikap baik kepadanya, mungkin Karina tidak akan pernah berpikir untuk merebut semuanya dari mereka.
Namun, karena mereka begitu jahat dan hanya ingin memanfaatkan dirinya selama ini, Karina tidak punya cara lain selain memberikan mereka pelajaran agar tidak kembali bersikap semena-mena terhadapnya.
"Aku tetap tidak mau menolongmu jika syarat yang kamu minta itu adalah pernikahan. Entah itu menikah kontrak atau pun pernikahan palsu." Bima menatap Karina yang wajahnya kembali terlihat kesal. Perempuan itu menatap Bima dengan wajah cemberut.
"Kenapa? Apa karena aku tidak cantik sementara kamu adalah pria yang sangat tampan?" Bibir Karina mengerucut membuat Bima tersenyum tipis.
"Karena aku sudah menikah."
"Apa?"
***
Di negara yang berbeda ....
Renata menatap tetesan hujan dari balik kaca jendela kamarnya. Perempuan itu menarik napas panjang saat rasa sakit kembali menerpa relung hatinya yang paling dalam.
Buliran kristal bening tanpa sadar mengalir di pipinya.
Kalau pun cinta itu masih ada, aku akan berusaha membunuh rasa ini. Apa kamu tahu, bagaimana rasanya mencintai orang yang setiap kali melihatnya membuat hati kita sakit?
Renata menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak. Setelah kepergiannya bersama Devan, perempuan cantik itu tidak berhenti menangis setiap malam. Bayangan Bima yang meminta maaf dan mengungkapkan rasa cintanya selalu berputar di kepalanya.
"Bima ...."
Tulus banget siy kamu,
Cinta tanpa syarat asalkan yg dicintai bahagia,,
lma bgt y
pasti udh bnyk yg nunggu
Dah lama bgt
klo Renata munafik cinta tapi dipendam
Alhamdulillah aku pminat takdir ..maafkan aku istriku..cinta Karmila ...lihat aku seorang sllu ku tunggu update nya tiap hari
ayo update lagi takdir 2 Bima ditunggu secepat mungkin