Seroang mafia masuk ke dalam novel poligami yang sangat dia benci, dia terjebak dalam raga seorang wanita lemah yang merupakan korban poligami dari suami materialistis.
Alina masuk saat ke dalam raga Alya saat dia meregang nyawa setelah didorong ke kolam renang oleh Monica yang merupakan istri kedua.
Alina membatu Alya untuk membalaskan dendam, dengan tau alurnya tentu sangat mudah untuk balas dendam namun Alina malah terjebak dalam jerat cinta CEO penikmat wanita yang merupakan partner bisnisnya.
Akankah Alya(Alina) dan Albert akan bersama? yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bodoh!
Semenjak perusahan dipegang oleh Radit banyak sekali penurunan dari segi apapun mulai dari produk yang dihasilkan hingga nilai penjualan dan inilah yang membuat para investor menarik investasi mereka secara bersamaan sehingga membuat Radit bingung.
Dana perusahaan tidak cukup untuk produksi sedangkan masih banyak gudang yang meminta perusahaan Radit untuk mengisi gudang mereka.
Radit yang tak tau harus bagaimana melakukan banyak hal namun nihil yang bisa dia lakukan adalah mencari investor disaat perusahaan sedang berada di titik terendah.
Dalam keadaan yang seperti ini Radit berupaya mencari solusi agar perusahaan tidak bangkrut hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang CEO muda yang memiliki perusahaan terbesar di negaranya. Perusahaan yang menguasai segala sektor mulai makanan, obat hingga property.
Dengan iming-iming sebuah keuntungan yang menjanjikan membuat Albert tertarik, dia meminta asistennya Chris untuk menyiapkan sebuah surat perjanjian yang mana dalam surat perjanjian tersebut menguntungkan dirinya.
Radit yang dalam mode kepepet tidak membaca surat perjanjian tersebut dan ini membuat Albert dan Chris tersenyum puas. Tak tanggung-tanggung biaya kompensasi yang harus dibayar dua kali lipat dari biaya investasi.
Setelah berinvestasi ke dalam perusahaan Radit beberapa bulan kemudian Albert sama sekali tidak mendapatkan keuntungan dari dana yang dia tanam sebaliknya Radit membuatnya merugi karena perusahaan miliknya jadi dicap jelek karena kerja sama dengan Radit.
Albert tentu murka hingga dia meminta nilai kompensasi dengan nilai yang disepakati Radit juga. Tak tanggung-tanggung Albert yang berinvestasi 30 milyar meminta dana kompensasi sebesar 60 milyar tentu hal ini membuat Radit kesal dan tidak menanggapi Albert hingga beberapa waktu kemudian Alya yang dihubungi langsung oleh Chris sekertaris Albert.
Albert mendengar pergantian CEO sehingga dia meminta Chris untuk menghubungi Alya langsung daripada lewat Radit yang selalu menghindar.
Seusai mendapatkan telpon dari Chris, Alya sangat marah, dia mengajak Radit untuk bicara di ruangannya.
"Bawa sini dokumen kerja sama dengan Al Grup," titah Alya.
Radit nampak gugup pasalnya Alya kini tengah menatapnya. Dia takut kalau Alya tau bahwa dia belum membayar keuntungan sama sekali pada Albert, uang yang Albert tanam waktu itu sebagian habis untuk bersenang-senang dengan Monica.
"Bagaimana bisa aku melewatkan episode ini sampai aku tidak tau kalau Radit bekerja sama dengan Albert," batin Alya.
"Cepat ambil, apa dengan hanya duduk dokumennya bisa berjalan sendiri menghadap aku," kata Alya.
Radit segera beranjak lalu mengambil berkas kerja samanya yang dia letakkan di dalam brangkas.
"Ini Alya," kata Radit sambil menyodorkan berkas yang baru saja dia ambil.
Alya segera mengambil berkas yang disodorkan Radit dia segera membacanya, seketika raut wajah Alya berubah lalu beberapa saat kemudian Alya membanting berkas tersebut di meja.
"Bodoh, sangat bodoh. Radit kamu adalah mahluk terbodoh yang pernah aku temui," kata Alya dengan kesal.
Ingin sekali Alya menghajar Radit tapi percuma juga karena Radit memang bodoh sedunia, Alya hanya heran saja bagaimana bisa dulu pak Brata mempercayakan perusahaan pada manusia terbodoh macam Radit.
"Jangan bilang aku bodoh Alya, apa yang aku lakukan supaya perusahaan ini tidak bangkrut," sahut Radit tak terima dikatai bodoh oleh Alya.
"Apa yang kamu lakukan itu hanya menunda kebangkrutan bukannya membuat perusahaan ini tidak bangkrut," timpal Alya.
"Lihat ini, di sini jelas-jelas Al Grup tidak mau rugi sama sekali, kamu tau berapa kompensasi yang mereka minta?" tanya Alya dengan kesal.
Radit mengambil berkas dan membacanya, bola matanya membola melihat kompensasi yang Al Grup minta.
"Paham kan sekarang? masa gak paham," kata Alya.
Radit terduduk di sofa sambil membuka-buka lembaran berkas yang dia bawa, bagaimana bisa Al grup meminta kompensasi begitu banyak dan mengapa dia waktu itu tidak membaca nilai kompensasi yang diminta Al grup.
"Mangkanya budayakan membaca sebelum memutuskan sesuatu," omel Alya.
"Aku kepepet Alya," sahut Radit.
"Kamu itu kebalikan dari slogan pegadaian," pungkas Alya.
Radit mengerutkan alisnya merasa ambigu dengan perkataan sang istri.
"Slogan pegadaian apa?" tanya Radit.
"Kalau pegadaian slogannya mengatasi masalah tanpa malasah tapi kalau kamu mengatasi masalah dengan membuat masalah," jawab Alya.
Radit terdiam memang benar apa yang dikatakan ayahnya.
"Lalu bagaimana ini?" tanya Radit kemudian.
"Kamu selesaikan lah, kamu rembukan lagi dengan pihak Al Grup meminta keringanan tapi itu tidak mungkin mengingat Albert yang begitu licik," jawab Alya yang seakan mengenal Albert dengan baik.
"Bagaimana kamu tau kalau dia begitu licik?" tanya Radit.
Tentu Alya tau kalau Albert begitu licik karena memang tokoh Albert ini yang menjadi kiblatnya.
Banyak karakter Albert yang dia contoh dan tak taunya kini malah Albert akan menjadi rival bisnisnya.
"Apa kamu tidak bisa melihat berkas ini, dia begitu licik dengan meminta kompensasi yang begitu banyak di saat kamu kepepet," jawab Alya berkilah.
Radit hanya diam merenungi kebodohannya tapi semua telah terlanjur Albert mana mungkin mau diajak rembukan untuk meringankan nilai kompensasi.
"Renungi terus kebodohan kamu Radit bila perlu tak usah pulang," kata Alya
Radit melirik Alya, dia sungguh bingung harus bagaimana untuk menyelesaikan masalah ini, kalau perusahan benar-benar bangkrut otomatis dia tidak bisa lagi menjadi seorang CEO.
"Aku tunggu saja mereka datang besok," sahut Radit.
"Terserah kamu," timpal Alya.
Tak ingin larut dalam situasi yang tidak mereka inginkan, Alya kembali fokus di depan komputernya sedangkan Radit pamit kembali ke ruangannya.
"Brengsek kamu Albert bisa-bisanya membodohi aku," umpat Radit dengan membanting berkas yang dibawa.
Di sisi lain Albert dan Chris membicarakan perusahaan Alya yang akan segera bangkrut. Mereka sangat puas kalau mereka tidak bisa membayar kompensasi Albert akan langsung mengakuisisi perusahaan Alya.
"Untung CEO mereka bodoh jadi kita bisa mendapatkan keuntungan yang banyak dari kebodohannya," timpal Albert dengan tertawa.
"Betul sekali Tuan, anda bisa untung berlimpah karena kebodohan si Radit." Chris ikut menimpali.
Albert dan Chris sangat bahagia karena dengan mengakuisisi perusahaan Radit maka dia akan mendapatkan perusahaan yang lumayan besar hanya dengan membayar 30 milyar saja.
"Tapi Tuan, CEO sekarang jauh lebih ketat dan pintar daripada Radit," imbuh Chris.
"Benarkah?" tanya Albert.
"Benar dia adalah istri Radit," jawab Chris.
Albert nampak tersenyum menyeringai, entah apa yang ada di dalam pikirannya saat mengetahui kalau perusahaan rivalnya digantikan seorang wanita yang tak lain istri Radit sendiri.
"Aku penasaran dengan wajah CEO baru itu," kata Albert dengan tersenyum licik.
Chris seperti tau apa yang dipikirkan Tuannya apalagi kalau bukan meminta keuntungan lebih dari istri Radit seperti wanita-wanita yang dikencaninya.
Bossss...
😀😀😀❤❤❤
😁😁