NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Preman Insaf

Terjerat Pesona Preman Insaf

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Emma Shu

Bertubi-tubi, Aiza dihantam masalah yang mengaitkannya dengan sosok Akhmar, dia adalah pentolan preman. Rasanya gedeg sekali saat Aiza harus berada di kamar yang sama dengan preman itu hingga membuat kedua orang tuanya salah paham.
Bagaimana bisa Akhmar berada di kamarnya? Tapi di balik kebengisan Akhmar, dia selalu menjadi malaikat bagi Aiza.

Aiza dan Akhmar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09. Video

Inilah kebiasaan baru Aiza, gadis pemilik manik mata seperti kelereng, setiap kali selesai shalat subuh, ia membuka salah satu aplikasi dan melihat-lihat video di dalamnya.  Ia bahkan belum melepas mukenanya seusai shalat.  Ia mulai bermain dengan ponselnya, menekan video yang dianggap bernuansa islami, ingin menambah wawasan dan menghibur diri.  

Aiza, gadis yang maniak dan tertarik pada dunia yang berketerkaitan dengan Islam, tidak suka kekerasan, apa lagi dunia premanisme.  Begitulah pendidikan yang diterapkan oleh uminya.

Apa pun jenis konten yang dilihat oleh mata Aiza, di kolom pencarian selalu diikuti kata Islam di belakangnya.  Maka rekomendasi video dan pemberitaan yang muncul pun berkaitan dengan keagamaan.  Jika video sudah bergerak ke arah konten yang jauh dari kesukaannya, maka ia langsung skip dan kembali ke beranda pencarian.

Video pertama habis, scroll otomatis ke video berikutnya.  Begitu seterusnya.  Tampak seorang pria muda sedang duduk di depan kitab suci Al Qur’an, mengenakan sarung, baju koko putih dan kopiah hitam.  Wajahnya bersih.  Dan… Tampan.  

Ups, batin Aiza malu sekali saat mengakui hal itu.  Kulit mukanya yang putih pun memerah hanya karena merasa terkesima pada si pemuda.

AkhmarBlack09.  Aiza hafal sekali nama pemilik konten tersebut, yang beberapa kali memposting video bernuansa Islami.  Mayoritas video dipoles dengan kelucuan yang membuat penonton terhibur.  Dan Aiza kerap mengintip video-video yang diunggah pria itu.  Isi video selalu menginspirasi dan juga menghibur.

Kembali Aiza mengamati video, pria muda mulai mengarahkan penunjuk di tangannya ke arah Al Qur’an untuk memulai membaca Al Qur’an.  Baru saja mulut pria itu terbuka hendak membaca ta’awuz, Duuuaarrrr…!  Suara keras mengejutkannya hingga ia terjungkang dan tubuhnya tak lagi kelihatan dari balik layar.

Video gelap, diikuti sebuah tulisan bergerak.  Keterlaluan sekali yang main petasan.  Di samping petasan membahayakan diri dan orang lain, aku yang berniat baca kitab suci pun sampai hampir jantungan.

“Aiza!  Kebiasaan, pagi-pagi gini mainan hape,” tegur sosok gadis berjilbab merah muda yang entah sudah sejak kapan berdiri di sisi kasur.  Wajahnya memiliki kesamaan dengan wajah Aiza, hidung mereka sama-sama mancung dan mungil, pipi mereka juga sama- sama cubi.  Hanya saja, manik mata mereka berbeda.  Manik mata Aiza berwarna biru, sedangkan kakaknya berwarna cokelat.  

“He hee..”  Aiza mendongak dan cengengesan.  Menatap kakaknya dengan hidung nyengir.

“Emangnya nggak sekolah?  Lihat tuh udah jam berapa!”  Zahra menunjuk jam dinding di kamar.

“Hah?”  Aiza membelalak kaget melihat jarum jam yang sudah menunjuk angka enam empat puluh lima menit.  Artinya lima belas menit lagi waktu yang tersisa.  Selalu saja Aiza lupa waktu setiap kali memegang ponsel.  Ujung-ujungnya selalu kebablasan.  

“Pantesan dari tadi nggak keluar kamar, rupanya lagi asik main ponsel.  Awas ya kalau begitu terus-terusan besok Kakak sita ponselmu!” ancam Zahra berkacak pinggang.

“Ampun deh, Kak.  Jangan galak-galak entar cantiknya ilang.”  Bergegas Aiza melempar mukena ke sembarang arah dan melompat turun dari ranjang, menghambur ke kamar mandi.

Zahra geleng-geleng kepala.  Ia membereskan mukena Aiza, melipatnya dan menyusun ke lemari bersama dengan sajadah yang sejak tadi masih membentang di lantai.  Meski ia terkesan cerewet, tapi perhatiannya pada Aiza tidak diragukan lagi.

Zahra juga merapikan kasur Aiza.  Melipat selimut dan menyusun bantal yang berantakan.  “Duuh… punya adik cewek tapi nggak ada bedanya sama laki-laki.  Aiza kebiasaan banget suka mainan hp mulu.  Bandel banget sih kamu, Dek.  Emang sih bandel, tapi rajin ngaji.  Nggak pa-pa deh, entar juga bandelnya ilang kalau udah dewasa.”  Zahra ngomong sendiri sambil menyusun boneka milik Aiza ke rak supaya rapi.  

Bersambung

1
Cristiyan Wijaya
melowww jirrr
Teni Fajarwati
😂
Teni Fajarwati
😭😭😭
Teni Fajarwati
nah gitu,
Teni Fajarwati
emaknya terlalu kejam,walopun kecewa,
Teni Fajarwati
awal bab banyak typo,tapi semakin kesini semakin bagus,,,
Teni Fajarwati
akhmar bener2 parah
Teni Fajarwati
kayanya bapaknya aiza
Teni Fajarwati
🤣🤣🤣
Neus Assalma
ini novel knpa kata-kata nya byk yg di ulang, apakah kurang inspirasi thor
Linda Kustanty
owalahh gara2 kolor ijo to ampek d teriak.in maling😆😆
arzetti azra
Luar biasa
Susi Andriani
hadir
Riski
Lumayan
zevs
izin maraton thor
Mala Sia
Luar biasa
Suyatno Galih
menurut Ismail ustadz tukang kawin, masa ll akhmar buruk lha dirinya sendiri yg yg suka kawin demen janda pirang apa bkn bobrok namanya
Suyatno Galih
Thor itu ustadz abal abul kl ngomong dr mulut apa boret sih, dl azia di usir di bilang bkn anak nya lagi lha skrg di kt putri tersayang, n skrg Zahrah minggat dr perjodohan di blng bkn anak nya jg, udah srh cari janda pirang sj
Suyatno Galih
karapmu lah ikut sesek jd akhmar sm azia
Suyatno Galih
akhmar luka, pedih tp tak sepedih hatinya, tp jgn jd berandalan lagi ya mar, malu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!