NovelToon NovelToon
Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Patahhati / Romantis / Pengantin Pengganti
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dinda64

Kiara menatap dirinya di cermin. Gaun putih ini cantik. Tapi pengantin pria yg memilih gaun ini akan menikahi kakaknya.

Nantikan cerita tentang Kiara dalam melalui rasa sakitnya hingga meraih apa yang layak dia dapatkan . . .

Terima kasih bagi yang sudah membaca dan menanti lanjutan cerita Kiara tayang. Juga yang sudah meninggalkan jejak koment dan like-nya.

Ikuti igeh aku juga ya, readers yang baik:
dinda[underscore]6490

__DINDA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinda64, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Papa

Bima selesai berbincang dengan mommy dan ingin menemui Kiara di apartemennya lagi. Bima paham kebiasaan tidur Kiara. Jam segini masih jauh dari jam tidur kebiasaannya. Biasanya juga Bima mampir untuk berbincang malam dengan Kiara. Tapi karena tadi terburu-buru bertemu mommy, Bima langsung pulang meninggalkan Kiara yang masih sedih. Bima tidak mau Kiara berpikir bermacam-macam akibat sikapnya tadi.

Setibanya di apartemen, Kiara tidak kunjung membuka pintunya. Sudah Bima telfon juga tidak diangkat. Bima bisa saja masuk ke apartemennya dengan kunci sandi. Tapi akan tidak enak bagi Bima jika Kiara ternyata sedang mandi atau melakukan kegiatan pribadi ala wanita lainnya.

Tapi Bima juga tidak tenang jika ternyata Kiara masih bersedih.

Bima memutuskan masuk saja ke apartemennya. Tak tampak Kiara di ruangan manapun. Kamar tidur pun nampak seperti belum sempat ditiduri.

Bima mengecek kunci mobil di tempat Kiara biasa menyimpan kuncinya. Kunci itu tidak ada.

"Kemana Kiara pergi malam-malam begini." Pikir Bima. Kemudian Bima ke ruang kerja. Amplop coklat berisi informasi keluarganya yang seminggu ini tergeletak di meja itu juga sudah tidak ada. Bima kini tahu kemana Kiara pergi.

"Tapi kenapa Kiara berubah pikiran untuk menemui keluarganya. Dan kenapa pergi sendiri. Dia pasti tahu aku akan kuatir. Oh Kiara. Selalu saja membuat aku cemas dan tidak tenang." Bima mengomel sendirian.

Sambil menghubungi detektif yang mencari informasi keluarga Kiara, Bima keluar dari apartemennya dan hendak menyusul Kiara. Bima butuh alamat rumah keluarganya dari detektifnya.

Setengah jam kemudian Bima telah tiba di alamat yang di tuju. Sebuah alamat perumahan yang tampaknya aman dan nyaman. Mobil Kiara terparkir agak jauh dari rumah keluarganya. Bima memarkirkan mobilnya di belakang mobil Kiara.

Bisa Bima lihat pintu rumah itu masih terbuka. Bima berusaha mendekati rumahnya. Tapi ingin melihat kondisi Kiara dulu sebelum memutuskan ikut masuk atau tidak.

Bisa Bima lihat bahwa Kiara sedang dipeluk mamanya. Mamanya menangis memeluknya. Bisa Bima bayangkan apa yang terjadi. Bima juga melihat Bella di sana. Pegawai WS TECH yang siang tadi Bima temui. Bima rasa Bella adalah kakaknya.

Bima ingin masuk tapi tidak ingin merusak suasana. Akhirnya Bima hanya kembali ke mobilnya. Menanti Kiara menyelesaikan urusannya dengan keluarganya.

Sementara itu di dalam rumah, mama Kiara sudah berhenti menangis. Rasa penasaran akan banyak hal memenuhi benak Kiara. Terutama mengenai papanya. Juga seputar alasan dirinya dibuang.

"Kamu adikku Kiara?"Kali ini Bella yang berbicara.

Kiara hanya diam. Belum ingin mengakui keluarga ini.

"Dia Kiara yang selama ini mama tunggu, Bel" Mama yang menjawab. Kembali berbicara dengan tangis.

"Kenapa kalian hanya berdua? Dimana papa?" Kiara mengalihkan pertanyaan mengenai dirinya. Kiara akan mendapatkan jawaban dari semua rasa ingin tahunya malam ini.

"Papamu meninggal, nak" Mama yang menjawab dengan tangis lagi.

"Bagaimana papa meninggal?" Kiara mengeraskan hatinya. Tak ingin menangis lagi.

"Sejak mama mengandungmu, Papa sakit keras. Ada kanker di otaknya. Papa meninggal sepuluh tahun yang lalu."

Kiara semakin sakit mendengarkan ini. Apa dia masih mampu mendengar jawaban dari pertanyaan selanjutnya.

"Lalu apa yang terjadi setelah papa meninggal?"

Bella curiga Kiara mendengar perbincangannya dengan mamanya sebelum Kiara mengetuk pintu. Bella juga tahu kedatangan Bima. Bella sempat melihatnya di luar. Bella memutuskan bersikap baik kepada adiknya. Bima pasti sangat menyayangi Kiara. Rela menyusul Kiara kemari.

Dibandingkan dengan Aldi, Bima tampak seperti kekasih idaman. Memikirkan Aldi dan melihat Kiara membuat suatu kemungkinan berseliweran di benaknya.

Bella sudah memutuskan untuk terlihat sebagai kakak yang baik dan menyayangi Kiara.

"Papa memiliki teman bernama Heru. Sejak papa sakit, perusahaan warisan keluarga tidak sanggup diurus oleh papa. Papa keluar masuk rumah sakit dan menghabiskan banyak uang. Om heru yang mengatur perusahaan dan menjaga kami selama papa sakit."

"Mama menikahi om Heru setelah papa meninggal. Mewarisi perusahaan yang semakin merosot sejak dipimpin om Heru."

"Jangan tanya dimana dia sekarang. Om Heru juga meninggal. Meninggal dengan hutang Milyaran."

Kiara menutup mulutnya dengan kaget.

"Lalu bagaimana kalian hidup ?" Kiara mulai peduli dengan keluarganya.

"Tentu aku hidup dengan bekerja. Mama tidak pernah kerja seumur hidupnya. Jadi hanya di rumah."

"Lalu hutang itu?" Kiara menyela.

"Sudah lunas. Aldi tunanganku melunasinya dengan syarat aku menikahinya. sesuai wasiat ayahnya."

"Kakak akan menikah?" Kiara lagi-lagi penasaran.

"Ya. Awal bulan depan kami menikah." Bella menatap Kiara sedih. Kiara tau Bella tidak mencintai Aldi. Kiara sudah mendengar pembicaraan kakak dengan mamanya tadi.

"Kamu tinggal dimana nak? Bagaimana bisa menemukan kami?" Mama menyela Bella dan Kiara. Mama mengelus bahu Kiara. Mengirimkan getar aneh di hati Kiara.

"Aku tinggal di apartemen tak jauh dari sini. Aku bekerja sebagai manajer di sebuah hotel. Dan bulan depan juga akan menikah." Pernyataan Kiara membuat senang hati mama. Sementara Bella menahan rasa cemburunya. Dan berusaha menampakkan kebahagiaan seperti mamanya.

"Hidupmu beruntung, nak. Mama bahagia mengetahui kamu hidup dengan baik." Mata mama berbinar memancarkan kebahagiaan.

Tapi Kiara berubah sedih. Kiara rasa cukup untuk malam ini. Kiara harus menenangkan diri. Kiara memutuskan untuk berpamitan.

Keluar dari rumah itu, Kiara agak linglung. Kiara tidak menyadari ada mobil Bima di belakang mobilnya. Kiara langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tidak ingin kembali ke apartemennya. Tapi bingung mau kemana.

Kiara ingat pernah diajak Bima kencan di taman dimana banyak anak muda berlalu lalang. Kiara memutuskan ke sana.

Sementara Bima mengikuti Kiara dari belakang. Mulai menebak kemana Kiara akan pergi.

Kiara duduk di bangku taman yang kosong. Memperhatikan keramaian orang di sekitarnya. Ada sekumpulan remaja bermain skateboard, ada yang berkerumun bersama keluarga yang melihat anaknya bermain mainan seperti ubur-ubur yang memancarkan lampu. Mainan itu dijual oleh pedagang mainan di taman. Cukup jadi favorit. Melihat keluarga yang bersenang-senang itu Kiara kembali ingin menangis.

Tiba-tiba Kiara merasakan ada yang duduk di sampingnya. Kiara terkejut. Takut ada orang asing bertindak macam-macam. Kiara menoleh dan kembali terkejut tapi senang melihat Bima di sampingnya.

Ingin rasanya Kiara menghambur ke pelukan Bima dan menangis. Tapi Kiara sadar mereka sedang di tempat umum.

"Ingin ku peluk, ra?" Bima menawarkan bahunya.

"Malu di tempat umum."

"Mau pindah tempat?"

"Tidak ada tenaga untuk kemanapun."

"Ku gendong deh." Bima masih menawarkan diri.

"Andai masih kecil dan digendong. akan seperti pemandangan itu." Kiara menunjuk seorang ayah yang menggendong anaknya di belakang punggungnya untuk membuat sang anak tertawa karena habis jatuh. Air mata Kiara lolos jatuh saat melihatnya. Kiara ingin merasakan itu bersama papanya.

Papa.

Papa telah tiada. Air mata Kiara akhirnya tak terbendung lagi. Mengalir ke pipi mulusnya yang tampak lebih pucat malam ini.

Bima sangat bingung. Ntah jawaban apa yang Kiara dengar di rumah itu hingga semakin sedih begini. Bima telah salah membiarkan Kiara menghadapinya sendiri.

1
Amran Markokotu
masalah kepercayaan punya episofr terlalu lama, dan itu membosankan
Bunda Keisha
sampai lupa jalan ceritanya.. saking lamanya gak up..
Reader
koo seolah hanya Kiara yg hrs dimaklumi dampak traumanya, tp dia ga mau maklumi dampak trauma Aldi
Reader
makasi thor uda hargai logika pembaca dg riset yg proper
Saung Dadahareun
ini udah 2024 kok belom afdet jg
YuWie
wis kapok rak kiara...ngomong cinta wae dadak ditahan2
YuWie
gedeggg aku bek kiara kie..takonnnn wae. nek wis sampe dilecehkanmpo rak gelooo kamu. Aldi aja belum nyentuh. Bener tuh pertanyaan bela sam verli, apa sihhh istimewanya kiara. perasaan zonk, mung takon koyok wartawan wae.
YuWie
criwismen tho kiara kie
YuWie
itu blm apa2 ya... klo blue corp sdh di genggaman...habis menganga tuh semua
YuWie
rak sumbut Bim, casanova kumatan. segol bacok kan sama aldi
YuWie
gitu ah..kangen manis2
YuWie
kok dlm hati sih Ki...bersuara napa
YuWie
kapn manis2 e
YuWie
nambah ilmu ini mah..Cpr
YuWie
di pas2 in kan sama kak othornya
Musicart Channel
jangan panggil DIA papa lah. ishh geram aku
ikka nau
betul...udah gitu updatenya lama bgt ..smpek harus baca di bab sebelumnya krn lupa😪
Intan Nurjanah
update nya kpn kak☺
Sehune 🐣
kok masalahnya blom kelar² sih udh lebih dari 200 😌
YK
lambat sekali alurnya, ini sudah episode dua ratus sekian. apakah author bermaksud bikin 500 episode? 😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!