Sah
suara yang menggema ditelinga seorang wanita cantik yang hanya bisa terdiam dengan perasaan yang sangat hancur dimana ia harus menyaksikan sendiri pernikahan suami yang sangat ia cintai dengan wanita pilihan ibu mertuanya yang tidak lain cinta pertama sang suami.
hanya karena sebuah alasan yang juga bukan perbuatannya dan ia juga tidak punya kuasa apapun untuk mengabulkannya.
keturunan
ya dua tahun pernikahan mereka sampai saat ini Desi belum bisa memberikan keturunan pada sang suami yang membuat ibu mertuanya selalu marah dan menghinanya wanita mandul.
dan yang terakhir ibu mertuanya memaksa Desi untuk mengizikan Raka suaminya untuk menikahi wanita lain agar ia bisa mendapatkan keturunan, sungguh mendengar permintaan ibu mertuanya itu hati Desi sangat terluka bagaimana mungkin ia sanggup untuk berbagi suami sementara ia sangat membenci poligami karena ia takut jika nantinya sang suami tidak dapat berlaku adil.tapi apalah daya pada akhirnya Desi hanya bisa menuruti keinginan ibu mertuanya karena sudah tidak tahan selalu mendengar ucapan pedas dan menyakitkan dari ibu mertuanya itu.........?
lalu bagaimanakah nasib Desi setelah itu,Sang suami menikah lagi....
ikuti kisahnya hanya disini lika liku kehidupan rumah tangga Desi dan Raka dibumbui oleh hadirnya orang ketiga diantara keduanya....
next jangan lupa dukungannya ya ....
soalnya ini karya pertama author 🥰😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Syah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia adalah istriku
" Bagus banget baru pulang, langsung nyelonong gitu aja! Kamu nggak ngeliat disini ada mama" hardik wanita paruh baya itu pada anak dan mantunya.
Raka dan Desi yang mendengar suara hardikan dari seseorang yang sangat familiar dipendengaran keduanya, membuat mereka pun berbalik dan terkejut melihat keberadaan wanita paruh baya yang tidak lain adalah ibu Raka dan ibu mertua Desi.
" Mama kapan datangnya"
Tanya Raka sambil berjalan kearah wanita yang sangat ia sayangi itu, dengan menggandeng mesra tangan istrinya! Dan duduk dikursi panjang yang muat untuk beberapa orang. Bersebelahan dengan tempat duduk Jessi.
" Tadi siang mama Sampai disini dan tidak mendapati kalian satupun ada dirumah."
Ucap sinis Maria sambil menatap tajam kearah Desi yang hanya bisa menunduk.
" Oh gitu"
Jawab Raka sekenanya
" Liat istri kamu itu keluyuran tiap hari dan baru pulang jika sudah malam, bagaimana bisa kalian punya anak jika terus begini! Lihat Jessi walaupun ia bekerja tapi ia tetap pulang sebelum suaminya sampai dirumah. Bahkan Jessi rela risain dari pekerjaannya karena ingin pokus pada rumah tangga kalian nak, tidak seperti istrimu yang satu itu."
Ujar Maria penuh drama yang disambut senyum manis dari Jessi, sedangkan Desi masih tetap berusaha diam walau kata-kata ibu mertuanya itu sangat tajam dan menyakiti hatinya! Sedangkan Raka masih tetap dengan sikap dinginnya karena ia tahu betul tadi Jessi sempat mampir ke kantornya terlebih dahulu bagaimana bisa mamanya mengatakan wanita itu langsung pulang setelah berkerja.dasar wanita licik pikirnya.
" Ma, Desi tidak keluyuran dia udah minta izin sama aku mau pergi mengunjungi orang tuanya dan Raka juga sudah mengizinkannya jadi Raka mohon untuk kali ini tolong mama jangan mencari-cari kesalahan Desi lagi"
" Kamu itu selalu saja kalau dibilangin, kamu pasti selalu belain wanita tidak berguna seperti dia udah nggak bisa hamil dasar mandul, bisa-bisa dia itu malah semakin ngelunjak" ucap tajam Maria dengan penuh hinaan.
" Ma, cukup! Aku mohon jangan
Pernah mama menghina Desi biar bagaimanapun dia adalah istriku! Aku tidak akan tinggal diam jika ada yang menghinanya, jadi aku mohon agar mama tidak memancing emosiku jika tidak aku tidak akan segan-segan....,?"
" Tidak segan-segan apa? Kamu mau jadi anak durhaka melawan mama hanya karena wanita MANDUL ini ia"hardik Maria memotong ucapan Raka putranya.
Raka yang mendengar kembali hinaan mamanya untuk Desi, membuat emosinya pun semakin tersulut.
" MA...?"bentakan keras Raka yang terdengar menggelegar didalam ruang tamu yang luas itu, dengan tangan yang mengayun siap mendarat di pipi wanita paruh baya itu, tapi tertahan oleh genggaman tangan lembut dari Desi.
" Mas udah,aku nggak pa-pa ko"
Ucap Desi sambil menahan tangan suaminya yang mulai kehilangan kendali, karena bisa saja raka akan memukul ibu mertuanya itu.desi sangat paham watak suaminya yang sedang Emosi ia tidak akan bisa mengendalikan dirinya! Sekalipun orang itu adalah keluarga terdekatnya.
Sementara wanita paruh baya itu masih syok saat Raka hampir saja melayangkan tamparan kewajahnya.
"Mama nggak pa-pa kan" ucap Jessi kepada ibu mertuanya,ia juga sangat terkejut melihat Raka yang sekarang! Dulu saat mereka masih bersama Raka adalah tipikal pria yang lemah lembut terhadap keluarganya dan tidak mudah emosi tapi sekarang semuanya berbanding terbalik dengan apa yang ia lihat, dan itu semua hanya karena istri pertama suaminya.
"Kamu tegah mau mukul mama, hanya karena wanita ini?" Ucap bergetar Maria dengan air mata yang mulai mengalir, dengan Jessi yang mengusap lembut bahu mertuanya, berusaha menenangkannya yang terlihat begitu syok.
Raka hanya diam dengan ekspresi wajah dingin tanpa merasa bersalah telah lancang pada mamanya.
"Maaf ma, tapi Raka sudah mengingatkan mama agar tidak memancing emosi raka lagi "
Ucap Raka dengan suara beratnya.
" Ma tolong maaf-in mas Raka, karena udah bentak mama" pinta Desi
Maria hanya diam saja tidak membalas ataupun mengangguki ucapan menantunya itu,ia tidak ingin Raka malah semakin marah dan akan sangat susah baginya untuk mengatur Raka kedepannya.
" Udahlah sayang, lebih baik kita naik keatas."
Ucap Raka pada Desi saat melihat mamanya tetap diam ditempat, mereka berdua pun mulai melangkah menaiki tangga satu persatu dengan Desi yang merasa tidak enak hati pada ibu mertuanya.
***
Brak
Terdengar Bunyi benda berjatuhan didalam kamar tidur wanita cantik itu, membuat kamar yang tadinya rapi kini hancur seperti kapal pecah
" Ini tidak bisa dibiarkan,Raka hanya milikku dan apa yang menjadi milikku tidak boleh ada yang menyentuhnya."
Teriak geram wanita cantik itu,ia lalu mengambil ponselnya dan melihat beberapa kontak didalamnya! lalu menekan salah satu no yang ada di ponsel itu.
* Bagaimana apa kamu sudah menyiapkan,apa yang aku minta*
Ucap wanita itu saat panggilan telponnya dijawab oleh orang itu.
*…..............…....*
* Bagus aku akan menemuinya saat waktunya sudah tiba*
*...…...................*
Setelah itu wanita itu pun mengakhiri Panggilannya, saat mendengar jawaban dari orang disebrang sana.
" Kita lihat saja Desi, siapa yang akan dipilih Raka setelah ini! Apakah kamu atau aku"
Ucapnya dengan tawa yang pecah ditengah malam yang dingin dan gelap karena hari yang sudah begitu larut, tapi wanita itu tidak istirahat dan Malah melampiaskan amarahnya dengan benda-benda yang ada di kamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Next Sampai sini dulu ya gays 🥰 😍
Jangan lupa Like dan Votenya🥰
karna sejatimyatdk. ada satu. manusia pun yg bisa benar² berbuat adil... jgn. kan utk org lain bahkan ke diri sendiri pun kadamg lalai..