(Sequel dari CEO Galak Itu Suamiku, sebelum baca Istriku Mahasiswaku baca dulu sequelnya.)
Skala, seorang pria tampan, tegas dan galak. Dia merupakan dosen di sebuah fakultas yang cukup terkenal di Indonesia.Skala terkenal di kampus dengan sifat galaknya dan tidak segan mengurangi nilai mahasiswanya bila melanggar peraturannya. Di umur yang 32 tahun ini ,dia belum menikah bukan karna tidak laku, tapi karna kesesibukannya dengan pekerjaanya sebagai dosen.
Devia Alisya Ardiansyah, gadis cantik yang baru berumur 20 tahun itu, terkenal dengan sifat bar-barnya dan juga judes. Devia kuliah di tempat Skala mengajar sebagai dosen dan dia mahasiswa yang selalu mendapat hukuman dari Skala karna seringnya terlambat ketika mata pelajarannya.
Tapi bagaimana ketika Devia dan Skala di jodohkan oleh kedua orang tua mereka. Dosen menikah dengan mahasiswanya sendiri yang terkenal bandel dan juga bar-barnya.
"Saya gak mau nikah sama bapak Skala! " ujar Devia.
"Yakin? "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon windanor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Strategi Devia
Devia berlari keluar dari gerbang kampus, dia harus cepat pergi dari sini sebelum Skala kembali mengejarnya. Devia melambaikan tangannya memberhentikan taxi yang lewat.
"Devia!! " teriak Skala dari kejauhan.
Devia langsung kaget melihat dosennya itu masih mengejarnya, dia langsung masuk kedalam mobil.
"Pak cepat jalan! " ujar Devia pada sopir taxi tersebut. Mobil taxi itu berjalan meninggalkan Skala yang mengejar dari belakang tapi karna mobil sudah berjalan jauh Skala berhenti mengejar taxi yang membawa Devia. Dia berbalik ke kampus untuk mengambil sepeda motor , dia akan mengejar gadis itu dengan sepeda motor.
Devia menatap kebelakang setelah melihat Skala tidak mengejarnya lagi, dia sudah menyusun strategi agar perjodohannya dengan dosennya itu batal.Tidak sia-sia dia memergoki Skala bercumbu dengan ibu Reina.
Mobil sampai di depan rumah Devia ,gadis itu membayar ongkos taxi dan turun dari mobil tersebut.Sebelum masuk kedalam rumah dia meneteskan obat mata agar semakin pro. Agar dia terlihat sangat menderita dan tersakiti untuk menceritakan ketika dia memergoki Skala selingkuh.
Brakk
Devia masuk ke dalam rumah dengan membuka pintu kasar, menbuat orang tuanya yang tengah duduk di ruang keluarga kaget mendengarnya.
"Mama! Papa! " teriak Devia dengan tangisan meraung-raung.Gadis itu langsung memeluk mamanya erat dengan tangisan yang semakin kencang, membuat Devan dan Dinda panik dan juga khawatir. Devia sangat jarang bahkan hampir tidak pernah menangis seperti ini.
"Sayang kamu kenapa? " tanya Dinda lembut dengan mengusap kepala Devia yang masih dalam pelukannya. Dafa yang baru datang langsung mendatangi adiknya yang tengah menangis histeris.
"Mah, pah adik kenapa? " tanya Dafa khawatir.
"Papa juga tidak tau,tiba-tiba Devia pulang langsung nangis kaya gitu" jawab Devan.
"Devia kamu kenapa? Kenapa pulang-pulang nangis " tanya Dinda menangkup wajah putrinya.
"Hati aku sakit banget mah, sakit!.... hiks" ujar Devia dengan mencengkram dadanya, dengan tangisan yang kencang.
"Hati kamu sakit kenapa, cepat cerita? " desak Devan.
"Bapak.... bapak.. bapak " ucapan Devia di potong oleh Dinda.
"Bapak apa Devia? Jangan buat kita bingung dengan ucapan kamu, ngomong yang benar " ujar Dinda tegas.
"Bapak Skala selingkuh mah! Huwaaaa... hiks" jawab Devia dengan tangisan menjadi-jadi. Dafa, Dinda dan Devan menutup telinga mereka mendengar tangisan cempreng Devia.
"Skala bukan tipe laki-laki yang kaya gitu! Dia tidak mungkin selingkuh" sangkal Devan.
"Papa gak lihat kejadiannya pas bapak Skala lagi ciuman kaya gini" Devia memperagakan ciuman dengan kedua tangannya.
"Padahal aku sudah senang banget mau nikah sama bapak Skala.. hiks..... tapi dia malah selingkuh hiks... " ujar Devia, dia bahkan ingin muntah mengucapkan itu ,kalau bukan karna ingin membatalkan pernikahan ini dan akting yang seperti ini dia mana mau.
Dinda yang melihat Devia menangis seperti itu dan penjelasan yang di ucapkan putrinya mulai percaya bahwa yang di katakan Devia memang benar.
"Mas, apa yang aku bilang kemaren kejadian kan! Kalau putri kita akan menderita bila menikah dengan Skala! Belum menikah tapi Skala sudah berani selingkuh apalagi sudah menikah ?Bagaimana nasib Devia bila menikah dengan Skala. Aku ingin perjodohan ini di batalkan dari pada putriku menderita" ujar Dinda. Devia yang mendengar ucapan mamanya tersenyum tipis saking tipisnya tidak ada yang bisa melihat , dalam hatinya bersorak senang akhirnya perjodohan di batalkan , tidak sia-sia dia sering nemenin mamanya nonton kisah catatan seorang istri di indosiar.
"Sayang kita belum dengar penjelasan dari Skala, jangan langsung mengambil keputusan tanpa tau kebenarannya" ujar Devan, karna dia tau betul bila putrinya itu sangat nakal dan bandel beda dengan kembarannya Dafa kebalikan dari sifat Devia.
"Sudah jangan bahas itu lagi, keputusan ku sudah bulat perjodohan Skala dan Devia batal" ujar Dinda , membawa Devia masuk ke kamar.
Ini nih Devia mukanya kelihatan judas banget tapi apa bisa bapak Skala menaklukkan hati siswinya tersebut?