Menikah karena terpaksa dengan Mario asisten dari saudaranya. Untuk menutupi aib dirinya dan juga keluarganya.
Membuat Valery memperlakukan Mario dengan semena mena.
Mario yang tidak mempermasalahkan perlakuan Valery terhadapnya. Menerima dengan ikhlas karena Mario tahu sifat Valery apalagi Valery sedang mengandung.
Disaat keduanya sudah tumbuh rasa cinta. Disitulah terjadi ke salah pahaman. Membuat Mario langsung keluar dari rumah dan meninggalkan Valery. Dan Valery begitu kehilangan sosok Mario pria yang sudah merubah dunianya.
Akankah keduanya bersatu lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09 Lagi Dan Lagi
Mario memutuskan kembali ke apartemen miliknya untuk menenangkan dirinya. Mario yang sudah masuk ke dalam apartemen nya. Langsung terkejut saat mendekati ada seorang wanita di dalam kamarnya yang sedang mengemas pakaian dan memasukkannya ke dalam koper.
“Kamu sudah pulang sayang?” tanya wanita tersebut saat menyadari ada Mario tapi tidak dihiraukan Mario yang langsung menuang minuman ke dalam gelas saat sebelumnya dirinya ambil dari lemari pendingin di dapur sebelum Mario masuk ke dalam kamar. “Kamu lihat linggeri merah maroon milikku tidak? Terakhir kali aku menaruhnya disini,” ucap wanita tersebut sambil terus mencari di dalam lemari.
“Aku sudah membuangnya,”
“Apa yang kamu katakan Mario. Itu linggeri untuk pemotretanku dan aku membutuhkan itu sekarang. Kamu tahu linggeri itu limitid edition,”
“Aku tidak peduli,”
“Mario kenapa kamu mengatakan itu. Kamu tahu cita citaku dari dulu. Dan sekarang aku sudah menggapai cita citaku. Harusnya kamu mendukungku,”
“Mendukung kamu bilang. Aku harus mendukung kamu meninggalkan... Ach,” ucap Mario sambil menenggak minuman yang berada di tangannya tidak jadi meneruskan ucapannya.
“Ada apa denganmu. Kita sudah pernah membahas ini sebelumnya dan kamu tidak keberatan,” sambung wanita tersebut tahu apa yang akan dikatakan oleh Mario.
“Sudahlah aku tidak akan membahas ini lagi,” ucap Mario sambil menuang minuman di gelasnya dan menenggaknya dengan kasar.
“Mario hentikan. Satu jam lagi aku akan melakukan penerbangan. Dan meneger aku sudah menunggu aku di loby,” jelas wanita tersebut saat Mario memeluk dirinya dari belakang sambil meremas gunung kembarnya.
“Aku menginginkannya sekarang,”
“Tapi aku tidak bisa. Aku tidak ingin ketinggalan pesawat. Dan aku tidak ingin kehilangan kontrak eksekutif dengan salah satu rumah mode di Italia kamu tahu itu Mario. Ini impian aku yang sudah lama aku impikan,” jelas wanita tersebut sambil melepas pelukan Mario dan membalikkan tubuhnya untuk menghadap ke arah Mario. “Maafkan aku. Aku harus pergi,” ucap wanita tersebut sambil mencium bibir Mario dan langsung menarik koper miliknya dan meninggalkan Mario yang sedang tersenyum sinis menatap kepergian wanita yang selama ini mengisi hidupnya.
Prang
Suara pecahan gelas yang baru saja Mario banting terdengar jelas memenuhi kamar Mario. Yang Mario lakukan untuk merutuki dirinya sendiri karena lagi dan lagi dirinya masih menginginkan wanita tersebut. Hingga terdengar suara ponsel miliknya yang berdering.
“Halo,” ucap Mario saat mengangkat ponsel tersebut kemudian dirinya langsung keluar dari dalam kamarnya.
*
*
*
Mario yang sudah sampai rumah sakit langsung berjalan menuju ruang perawatan.
“Syukurlah tuan Mario sudah datang. Nona Lery tadi merasa kesakitan di area perutnya. Dan nona ingin saya mengantar kerumah sakit,” jelas asisten rumah tangga Lery saat Mario sudah sampai di depan ruang perawatan dimana Lery berada.
“Apa nyonya tahu Lery di rumah sakit?”
“Tidak tuan. Nona melarang saya untuk memberi tahu nyonya. Sebenarnya nona juga melarang saya untuk memberi tahu kabar ini pada tuan. Tapi saya tidak tega melihat nona yang begitu kesakitan. Dan aku memutuskan untuk memberi tahu tuan,”
“Baiklah terima kasih kamu boleh pulang sekarang. Biar Lery aku yang menjaganya,” perintah Mario pada asisten rumah tangganya kemudian dirinya langsung masuk kedalam ruang perawatan Lery.
Lery dan juga dokter yang sedang memeriksa langsung menatap ke arah Mario yang baru saja masuk.
“Bagaimana keadaannya dok?” tanya Mario yang sekarang mendekat ke arah dokter tersebut yang baru saja selesai memeriksa Lery.
“Syukurlah janin yang berada di dalam kandungan nona baik-baik saja. Hanya saja nona terlalu stres dan tertekan yang membuat perutnya menjadi kram,” jelas dokter tersebut pada Mario. “Maka dari itu agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan nona harus beristirahat total setidaknya selama seminggu. Dan satu lagi selalu buatlah nona bahagia. Karena perasaan yang nona rasakan akan berpengaruh pada janin istri tuan. Kalau begitu saya permisi dulu,” ucap dokter tersebut sambil tersenyum dan langsung meninggalkan ruangan tersebut.
Mario maupun Lery tidak ada yang berbicara keduanya hanya diam. Bagaikan orang yang tidak saling mengenal.
“Jangan mendekat!” perintah Lery saat Mario akan membantu dirinya yang akan beranjak dari tidurnya.
*Like*Komen*Bersambung...........
ini to...
kpn lak wesss ndang....
rono rene...mario...