Bagaimana jika kamu dipertemukan kembali dengan cinta pertama kamu, setelah 4 tahun berpisah karena kesalahpahaman dan setiap harinya kamu harus berhadapan langsung dengannya padahal cinta itu masih ada.
Memang benar kata orang cinta pertama itu susah dilupakan.
GEMILANG PUTRA ABIMANYU (Elang)
CEO paling tampan dikota P, yang sangat digilai para wanita cantik, baik itu artis, model dan anak pengusaha, namun elang justru jatuh cinta dengan seorang gadis sederhana bernama Nana.
NADINE SALSABILA (Nana)
Wanita dengan paras yang cantik alami, dengan tubuh yang langsing bak model dan kulit putih mulus, namun tertutupi dengan penampilannya.
"Nana kembalilah bersamaku, tolong maafkan kesalahanku dimasa lalu" *elang mendekap tubuh Nana saat nana mencoba untuk keluar dari ruangan CEO.
"Tolong jaga sikap bapak, ini kantor dan masih jam kerja"* ucap Nana dengan nada sangat dingin.
Nana mencoba melepaskan diri dari pelukan elang dan keluar dari ruangan tersebut.
Perasaannya campur aduk, bagaimana dia bisa melupakan cinta pertamanya jika setiap hari selalu bertemu.
Akankan mereka berdua bersama kembali?
Penasaran kan ceritanya.
Yuk baca karya pertamaku disini..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie pamungkas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERUS BERUSAHA
Setibanya di rumah, Nana langsung memarkirkan motor matic miliknya digarasi rumah yang berada disamping rumahnya.
" assalamualaikum" *nana mengucapkan salam lalu membuka pintu rumahnya, dan masuk kedalam.
"wa'alaikusakam salam nak, kamu baru pulang?" * jawab ibu Nana yang berjalan dari kamarnya.
"iya Bu, hari ini Nana capek banget"
* Nana duduk dikursi yang berada ruang tengah rumahnya, lalu meregangkan otot-otot nya yang terasa sangat kaku.
" apa ibu tau, masa baru setengah hari Nana bekerja disana, Nana sudah disuruh untuk pindah menjadi sekertaris dikantor Nana " *Nana mulai bercerita pada ibunya.
" lah kok bisa begitu si sayang?" *tanya ibu Nana penasaran.
" jadi sekertaris dikantor Nana, mulai Senin besok mengambil cuti melahirkan bu, karena kandungannya sudah memasuki usia 9 bulan, dan HRD menunjuk Nana untuk menggantikan posisi sekertaris tersebut, karena dilihat dari riwayat pendidikan, Nana yang paling cocok Bu dibanding yang lain" *jelas Nana dan diangguki oleh ibunya.
" Ya sudah kalau memang begitu, dijalani saja sayang, ibu yakin kok kamu pasti bisa menjalankan tugas baru kamu dengan baik" *ucap Rima menyemangati anaknya.
"Iya Bu hanya saja" * Nana menggantungkan ucapannya, membuat Rima mengerutkan keningnya.
"hanya saja apa sayang? apa kamu tidak betah kerja disana, atau apa kamu tidak cocok dengan posisi baru kamu?" *tanya Rima.
"Bukan Bu, hanya saja atasan Nana itu Elang, apa ibu masih ingat sama elang?" * ucap Nana.
"Nak elang temen SMA kamu yang dulu suka main kesini bukan? laki-laki yang paling Dekat sama kamu dulu itu?"
* Rima masih sangat ingat, karena teman laki-laki yang dekat dengan Nana waktu SMA hanya elang seorang.
"iya ibu benar, Nana sebenarnya tidak mau berurusan sama elang lagi, namun takdir seperti tidak mau berteman sama Nana, setelah berpisah cukup lama, sekarang Nana justru dipertemukan dengan dia, Dengan posisi seperti ini" *ucap nana dengan tersenyum kecut.
"lalu kamu mau bagimana nak? jika kamu tidak nyaman lebih baik kamu resign saja?" * Rima memberi pilihan pada Nana, karena melihat wajah anaknya yang seperti tertekan.
Nana menggeleng kan kepalanya "tidak Bu, walau bagaimanapun Nana tetap harus bekerja disana, Nana yakin pasti bisa melewati semuanya Bu, ibu jangan khawatir ya"
* Nana mencoba meyakinkan ibunya.
"Baik kalo begitu nak, semoga kamu betah ya ditempat kerjamu sekarang, ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu"
"," Nana mengangguk dan tersenyum.
"Ya sudah, Nana kekamar dulu ya Bu " *pamit Nana dan berdiri dari kursi.
"yasudah, kamu istirahat ya nak, nanti ibu panggil kalau sudah waktunya makan malam.
Ditempat lain tepatnya diapartemen elang
Elang yang baru sampai di apartemen miliknya, langsung naik menuju kamarnya, untuk meletakan tas dan membuka jas yang melekat ditubuhnya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setengah jam berlalu, elangpun keluar dari kamar mandi dan mengenakan baju tidurnya, lalu elang beranjak ke kasur king size miliknya untuk merebahkan badan yang sudah sangat lelah.
"Nana, kali ini aku tidak akan melepaskanmu "
*gumam elang sambil menatap foto Nana yang masih tersimpan rapi di dalam bingkai yang berada diatas meja disebelah ranjangnya.
foto tersebut adalah foto elang dan Nana yang diambil saat mereka masih berpacaran dulu.
Cukup lama elang memandang foto dirinya dan Nana, hingga dirinya tidak terasa memejamkan matanya dan tidur, karena rasa lelah yang dia rasakan.
Esok harinya
Perusahaan Abimanyu Properti
Elang yang baru saja turun dari mobil, langsung masuk kedalam perusahaannya, dan seperti biasa dia akan disambut oleh para karyawan yang berpapasan Langsung dengannya.
"Selamat pagi Pak elang" *sapa karyawan perempuan yang secara kebetulan berpapasan dengan elang.
Elang hanya mengangguk tanpa menjawab dan terus berjalan menuju ke ruangannya.
"Selamat pagi pak elang" *sapa via dan Nana secara bersamaan v menyambut kedatangan bos mereka.
Elang berhenti dan menjawab sapaan mereka.
"Selamat Pagi" *jawab elang dengan senyum manisnya, dan sukses membuat via syok hingga hampir terhuyung, dia begitu tidak percaya dengan yang apa yang dilihatnya tadi, karena selama tiga tahun via bekerja di Abimanyu Properti, elang sama sekali tidak pernah membalas sapaannya apalagi tersenyum kepadanya.
Elang membuka pintu ruangan nya, namun sebelum masuk dia sempat melirik ke arah Nana yang terlihat cantik hari ini.
Nana hanya menunduk karena dia sangat menghindari bertatapan langsung dengan bosnya yang tak lain adalah mantan kekasihnya.
"Nana nanti keruangan saya" *ucap elang lalu masuk dan menutup pintu ruangannya.
"Ada apa ya mba, kok pak elang manggil aku?" *tanya Nana pada via.
" Ngga tau na, sana kamu masuk aja takut pak bos marah,karena lama menunggu"*ucap via yang sangat paham sifat bosnya, yang tidak suka menunggu.
Nanapun berjalan menuju ruangan elang.
Tok..tok..tok *Nana mengetuk pintu.
"masuk" *jawab elang dari dalam.
Nanapun masuk keruangan elang
" Permisi pak, maaf ada perlu apa anda menanggil saya" *ucap Nana dengan sopan.
Elang menatap Nana dan tersenyum karena melihat Nana yang sedari tadi menunduk tidak berani menatapnya.
"apa begini cara kamu bertanya kepada atasan kamu?" *tanya elang berniat menggoda Nana.
"maaf pak" *ucap Nana dan memberanikan diri menatap bos nya.
"Na..maafin aku...
mantap thor lanjut