Alejandro Rodriguez meninggalkan semuanya.
Kebahagiaan nya terenggut kala Lolita ibunya meninggal dunia, sementara sang ayah hanya hitungan hari setelah Lolita meninggal memutuskan menikah lagi dengan seorang gadis belia. Bahkan usia gadis itu hanya terpaut dua tahun lebih muda dari usia Alejandro. Artinya disaat usia Aleandro sembilan belas tahun, usia Scarlett nama gadis itu baru tujuh belas tahun.
Akhirnya Alejandro memutuskan meninggalkan semua kebahagiaan yang ia punya di perkebunan milik nya itu.
Ia pergi ke London, kota kelahiran Lolita . Melanjutkan pendidikan nya, dan mengurus perusahaan peninggalan sang ibu.
Scarlett Damian, gadis yang hidup nya selalu dilanda kesedihan. Ayahnya hanya buruh pemetik anggur diperkebunan milik tuan Mathias ayah Alejandro. Sementara dari kecil ia sudah berpisah dari ibu nya. Ia tidak tau keberadaan ibu kandung nya.
Sekarang ayahnya sudah sakit-sakitan. Scarlett tidak bisa membiayai semua kebutuhan ayahnya yang mengalami sakit jantung, ia membutuhkan biaya sangat besar.
Hingga datanglah tawaran dari pemilik perkebunan yang kaya raya Tuan Mathias Rodriguez bersedia membiayai semua kebutuhan ayahnya dan juga Scarlett, dengan syarat Scarlett menikah dengan nya.
Bagaimana kelanjutan nya, ikuti terus setiap bab nya "AIR MATA SCARLETT"
...
BIJAKLAH DALAM MEMBACA
CERITA INI MENGANDUNG KONTEN
DEWASA 21++
LATAR CERITA DI NEGARA LUAR
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENAWARAN
"Tinggalkan kami Luther..." perintah Alejandro pada pengacara ayahnya.
"Baik tuan Alejandro saya permisi".
Setelah Luther pergi, hanya Alejandro dan Scarlett saja di ruangan itu.
Alejandro menelisik wajah cantik Scarlett, yang saat itu memakai celana jeans fresh body dan kemeja ketat seperti biasanya. Sementara rambut hitamnya dibiarkan tergerai .
"Ayahku sudah tidak ada. Aku sudah tidak ada kepentingan diperkebunan ini. Akan ku jual semuanya. Beberapa hari kedepan aku akan kembali ke London. Setelah menjual perkebunan ini.
"Ja-jangan jual perkebunan ini, Aa-aku mohon. Jiwa dan raga ayah mu ada disini Alejandro", lirih Scarlett dengan mata berkaca-kaca.
"Aku tidak perduli, ayah ku sudah tidak ada . Tidak ada kepentingan lagi aku disini ", ucap Alejandro dengan ketus, sementara netranya menatap tajam Scarlett.
"Kau tau Scarlett Damian, sepuluh tahun yang lalu aku meninggalkan perkebunan ini dalam keadaan sakit. Ibuku baru saja meninggal, bahkan tanahnya pun belum mengering tetapi ayahku mengatakan kepada ku yang pada saat itu sedang berduka akan menikahi mu."
"Kau bisa bayangkan, bagaimana sakitnya hatiku. Usia ku sembilan belas tahun, harus dihadapkan dengan dilema keluarga ku."
"Bahkan aku mengutuk mu dan membenci mu Scarlett !"
Mendengar ucapan Alejandro, air mata Scarlett menetes dengan sendirinya.
Scarlett tak sanggup menatap netra Alejandro yang menatapnya penuh dengan kebencian.
"A-Apa yang harus aku lakukan supaya kau membatalkan niat mu menjual perkebunan ini Ale ?", suara Scarlett terdengar bergetar.
Dengan linangan air mata ia berusaha kuat menatap mata Alejandro, ia berusaha masuk ke dalam menyusuri mata yang penuh dendam itu.
Alejandro berjalan ke lemari kaca, mengambil sebotol wine, menuangnya kedalam gelas sloki. "Tidak ada yang perlu kau lakukan, karena keputusan ku sudah bulat !", jawab Alejandro sambil meneguk wine hingga tandas.
"Aku mo-mohon Alejandro. Tinggal lah di perkebunan ini lebih lama, kau pasti akan menemukan kebahagiaan mu. Ingat lah, di perkebunan ini lah kau lahir dan dibesarkan. Dihati mu pasti ada tersisa rasa itu Ale."
Scarlett berdiri didepan Alejandro. Ia menatap lembut pria itu.
"Ma-maaf kan aku jika kedatangan ku ke perkebunan ini meninggalkan luka yang men dalam untuk mu Ale', lirih Scarlett sambil menundukkan kepalanya.
"Waktu itu usia ku masih sangat belia, aku tidak punya pilihan di saat ayah ku sakit keras. Dan tuan Mathias datang memberikan pertolongan kepada ku. Walaupun akhirnya ayah ku tidak bisa di selamatkan dari sakit kerasnya."
"Aku sendirian didunia ini, dengan beban yang begitu berat kurasakan diusia yang masih belia kala itu, benar-benar membuat ku takut", lirihnya. Butiran-butiran bening menetes membasahi pipinya.
Melihat Scarlett seperti itu, sebenarnya ada perasaan sedih Alejandro. "Setelah menikah sepuluh tahun dengan ayah ku, apa kalian belum memiliki keturunan, Scarlett ?", akhirnya rasa penasaran Alejandro ditanya kan nya juga. Ia ingin mengetahui hubungan pernikahan seperti apa yang dimiliki ayahnya dengan Scarlett.
Dengan cepat Scarlett menggeleng kan kepala nya. " Tuan Mathias menikahi ku bukan untuk itu", gumam Scarlett dengan suara bergetar.
"Lantas untuk apa ayahku menikahi mu, hem ?", Alejandro mengikis jarak antara mereka. Tatapan menghunus tajam yang biasa ia berikan berangsur berubah lembut menatap Scarlett. Walaupun wajahnya tidak berubah tetap lah dingin.
"Un-untuk melindungi ku...", jawab Scarlett dengan suara semakin bergetar lirih.
Sementara netra hitam bening nya, memberanikan diri menatap iris coklat terang Alejandro.
Jarak mereka begitu dekat. Tatapan lembut dan ketakutan yang ada di ke-dua bola mata Scarlett seakan menghipnotis Alejandro.
Alejandro menarik tekuk Scarlett, ia membenamkan bibir nya pada bibir merah mudah yang begitu menantang milik Scarlett. Scarlett tidak membalas ciuman itu, ia terdiam dengan tubuh gemetaran. Terlalu kaget dengan perlakuan Alejandro.
Menyadari Scarlett tidak menolaknya, Alejandro semakin memperdalam ciumannya. Scarlett seolah menerima ia membuka mulutnya, mengizinkan Alejandro menjelajahi rongga mulutnya. merasakan manis vanilla yang begitu disukai Alejandro.
Setelah ******* bibir Scarlett cukup lama dan intens Alejandro menatap sayu ke dua mata Scarlett yang juga menatapnya lembut. Alejandro tau ada kabut disana.
"Aku akan pikirkan tawaran mu, untuk tinggal lebih lama diperkebunan ini", bisik Alejandro didepan bibir Scarlett. Sementara tangan nya mengelus lembut kedua pipi Scarlett yang berubah merona.
"Terimakasih Alejandro, karena mau mempertimbangkan nya", jawab Scarlett tak sedetikpun mengalihkan tatapan lembut itu dari wajah tampan Alejandro.
...
JANGAN LUPA LIKE'KOMEN DAN VOTE
🙏
IKUTI JUGA KARYA AUTHOR
"PENGANTIN PENGGANTI"
LIKE DAN VOTE SEBANYAK NYA 🙏
eh? kalimatnya salah deh paling akhir. harusnya membahas keuntungan ale menjalin hubungan dengan caroline..ini malah buntung🙃