" Hei Leha, turun gak ? " Ibunya Juleha berkacak pinggang di bawah pohon mangga.
" Bentaran ! Nanggung "
Masih dengan santai nangkring diatas pohon mangga.
Bagaimana kisah perjalanan rumah tangga antara Juleha dan Zainal dan pasangan lainnya yang menikah karena minta dijodohkan ? ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Juleha dan Zainal ( Part. 8 )
Lepas Sholat is'ya, Zainal sudah menstater Scoopy maticnya, menunggu Juleha yang sedang mengambil sendal.
Juleha malu malu naik dibelakang jok motor Zainal, padahal ini bukan kali pertama mereka berboncengan, tetapi setelah menikah, ini untuk pertama kalinya.
" Dek, kamu tidak takut jatuh apa ? "
Lirik Zainal melalui kaca spion.
Kode itu Jul.
" Bilang aja kalau minta dipeluk "
Juleha melingkarkan tangannya di pinggang Zainal.
Zainal tertawa menyebalkan.
Dih, nyaman bener, udah gak takut dosa, kan udah halal.
yang jomblo jangan ngiri ya, nganan aja.
Juleha semakin menyandarkan kepalanya ke punggung Zainal yang sandareable.
Tapi cuaca sepertinya sedang berpihak pada pasangan pengantin baru itu, gerimis mulai turun.
Gerimis tidak seindah dalam lagu lagu cengeng karena rintik rintik hujan membuat wajah Juleha yang baru tiga hari yang lalu melakukan perawatan ke salon terasa perih.
" Bang, kita singgah aja dulu ! Sembari menunggu hujan reda "
" Iya dek, tuh di depan ada warung bakso, kita kesana aja ya " tanpa menunggu persetujuan dari Juleha, Zainal membelokkan motor Scoopy-nya ke warung bakso mang Diman di ujung jalan, tempat biasa Juleha dan Zainab menghabiskan malam mingguan ketika keduanya sama sama jomblo.
" Basah ya Dek "
Zainal mengusap wajah Juleha dengan telapak tangannya pelan.
Juleha malu karena dilihati beberapa orang yang juga sedang berteduh sembari makan bakso.
Tapi Juleha mau diperlakukan manis gitu oleh Zainal.
" Yuk, kita cari tempat duduk dipojokan, biar anget "
Zainal menggandeng tangan Juleha untuk mengikuti langkah kakinya.
" Mang, bakso dua, teh angetnya dua juga, tapi yang satu jangan pakai gula "
Pesan Zainal dengan suai sedikit kuat.
" Bang, kok suka sekali minum teh atau kopi gak pakai gula, kan pahit bang "
" Manisnya kan ada di kamu, dek " Gombal Zainal dengan tawa kecilnya.
" Ah, abang ngerayu terus dari kemarin, ntar Leha diabetes lho kalau setiap saat Abang mengucapkan kata kata manis terus " Bibir Juleha mengerucut ke depan.
" Memang kamu manis lho, dek "
Tangan Zainal mulai berani memeluk pinggang Juleha.
" Bang " Juleha memberi peringatan.
" Biar anget dek, diluar dingin "
Zainal kembali terkekeh.
" Dek "
" Hem "
" Ternyata air hujan itu hambar ya "
" Hah " Juleha masih belum nyambung.
" Karena manisnya semua ada di kamu dek "
" Abang "
Juleha menyembunyikan wajahnya malu ke lengan Zainal, kesempatan, Zainal mengecup sekilas dahi Juleha.
Uhuk uhuk uhuk.
Ada yang batuk batuk dari belakang.
Zainal dan Juleha tidak perduli, orang satu kampung juga tahu kalau mereka suami istri, kan kemarin semua diundang dinikah-an Zainal dan Juleha.
Rayuan gombal Zainal berhenti ketika mang Diman mengantarkan bakso pesanan mereka.
Juleha makan biasa saja, berbeda dengan Zainal, dia makan sedikit cepat, seperti tidak dikunyah tetapi di telan langsung.
" Bang, sepertinya hujannya lama ya, sebentar lagi malam semakin larut "
Juleha melihat keluar, hujan semakin deras.
" Enggak, sebentar lagi juga reda "
" Tahu dari mana Abang, memangnya Abang pernah kerja di BMKG "
" Menurut perhitungan Abang, dek, sama seperti Abang ketika menghalalkan kamu, gak pakai lama kan ? "
Bang Zai, jangan diborong semua dong rayuannya, yang lain gak kebagian noh, apalagi yang belum punya pasangan, ngenes.
" Ternyata mulut Abang itu manisnya melebihi madu ya ? "
" Cuma sama kamu dek, untuk istri Abang gak ada salahnya kan ? " mengecup dahi Juleha lagi.
" Pulang yuk bang, Leha malu, Abang terlalu manis, ntar ada yang ngincer Abang lagi "
Juleha berdiri dari duduknya.
" Dih Dek Leha mulai cinta sama Abang ya ? " ujarnya menowel hidung Juleha pelan.
Kembali tangannya menggandeng Juleha keluar dari warung bakso mang Diman, sebelumnya membayar dulu di meja kasir.
" Noh, lu lihat Mir, Zainal sedang sangat mabuk kepayang dengan istrinya, sampai lu batuk batuk, dia gak noleh sama sekali "
" Diam-lah ! "
" Lu, sok jual mahal, sih "
" Sekali lagi lu ngomong, lu sendiri yang bayar bakso ini "
" iya iya "
...*****...
...🌿🌿🌿🌿🌿...
maraton bacanya
Mira bete lagi nih, Thor ada dendam ya sama mira👻
👍🏼👏🏼🙏🏼☕
haduh porsinya pas Pasan bang jali👻
emang somplak mereka
hore Mahmud otw nikah juga Ama Lusi 👻🌹
rezeki nomplok si Abdul nikah nga modal 👻
awas ada yang kebakar leha👻
bang Zai ada yang kepanasan 👻