NovelToon NovelToon
Takdir Cinta

Takdir Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:59k
Nilai: 4.9
Nama Author: bungaspt

Walaupun semua berawal tanpa didasari oleh rasa Cinta dan hanya sebuah perwujudan rasa berbaktinya kepada sang ayah, Cinta terpaksa harus menerima perjodohan dari orang tuanya.

Namun keterkaitan ia dengan lelaki itu membuat sedikit demi sedikit terkuaknya masa lalu yang kelam dan juga sebuah kenyataan yang mulai terbongkar.

Apakah Cinta mampu menghadapi itu semua dan menerimanya?

Ataukah ia memilih untuk mundur dan menyerah begitu saja akan takdir yang mempermainkannya.

Ikuti terus "Takdir Cinta," novel romance dengan cerita yang akan menguras emosi kalian!

Np : Mungkin, "Takdir Cinta" akan terus berlanjut akan tetapi kemungkinan besar slow update dikarenakan Author pindah lapak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungaspt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kencan Pertama (Bagian 1)

Selepas kepergian Cinta, Henny masih saja mendumel kesal. Aldi yang juga baru saja ingin mengambil mobilnya yang berada di parkiran, melihat Henny berdecak sebal sambil menghentak-hentakkan kakinya langsung saja mendekatinya. Aldi menanyakan kepada Henny alasan mengapa sepertinya sedari tadi ia terlihat terus saja berceloteh sendiri di tengah jalan parkiran kampus itu. Henny pun menceritakan jika ia sedang merasa kesal dengan Cinta, karena meninggalkannya begitu saja padahal ia belum selesai berbicara, "Mentang-mentang akan pergi kencan, aku malah ditinggal," celetuknya menggerutu.

Aldi yang mendengar kata "kencan" langsung menatap Henny dengan menuntut penjelasan.

"Kencan?" beo Aldi.

°°°

Sesampainya di rumah, Cinta langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya yang terasa lelah ke kasur.

Ting

Suara notifikasi ponsel Cinta yang berada di atas meja samping tempat tidurnya.

Cinta bangun dengan malas, menatap layar ponselnya dengan bingung, dilihatnya ada satu pesan chat masuk namun dengan nomor ponsel yang tidak ia kenal.

Cinta membuka pesan itu dan membacanya, "Jangan lupa jam 7 malam ini," itulah isi pesannya, sudah dapat Cinta pastikan siapa pengirim pesan ini, pasti iqbal. Tetapi dari mana ia bisa mengetahui nomor ponsel miliknya? pikir Cinta. "Apakah mungkin dari Aldi? " pikirnya lagi. Jika itu benar, itu sedikit membuat Cinta kesal karena tanpa meminta izinnya terlebih dahulu.

"Berani sekali Aldi memberikan nomor ponselku ke sembarang orang," menggerutu Cinta.

Namun Cinta melupakan fakta penting, bahwa Iqbal bukanlah orang asing karena Iqbal adalah tunangannya, dengan kata lain Aldi tidak memberikan nomor ponsel milik Cinta kepada orang sembarangan.

Cinta memilih mengabaikan pesan dari Iqbal dan lebih memilih untuk bersiap-siap.

Cinta sudah selesai mandi dan memakai pakaian yang telah ia pilih untuk kencannya kali ini, "Kurasa ini sudah sangat cocok."

Cinta tersenyum memperhatikan penampilannya sekarang di pantulan kaca cermin, "Aduh, kenapa aku seperti anak gadis yang senang diajak kencan kekasihnya?" Cinta menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali sambil memukul kecil kepalanya.

Cinta keluar dari kamarnya, dapat dilihatnya ternyata Iqbal sudah berada di ruang tamu rumahnya.

"Apa dia sebegitu antusiasnya berkencan denganku? Ini bahkan masih kurang 15 menit dari jam 7," gumam Cinta menuruni tangga sambil memperhatikan Iqbal yang sepertinya sedang berbincang dengan tante Nadia.

"Itu sepertinya Cinta sudah selesai siap-siapnya," ujar tante Nadia saat melihat Cinta menuruni tangga dengan langkahnya yang malas, "Cinta cepat sedikit, ini kasihan Iqbal sudah menunggu kamu dari tadi." sambung tante Nadia lagi.

Cinta dan Iqbal izin pamit kepada tante Nadia untuk keluar sebentar malam ini. Walau mereka berdua tidak bilang akan pergi kemana, namun tante Nadia tentu saja tau bahwa mereka akan pergi berkencan, karena tadi sore pak Wahyudi yaitu ayahnya Cinta sudah menelepon tante Nadia dan memberitahukan jikalau anak pak Suryadi yaitu Iqbal akan ke rumah untuk mengajak Cinta pergi berkencan.

"Iya, tapi jangan pulang larut malam," jawab tante Nadia mengizinkan mereka.

°°°

Merasa bosan karena sedari tadi hanya memperhatikan jalanan dari balik kaca jendela mobil, Cinta memberanikan diri untuk bertanya.

"Kita mau kemana sih?" tanya Cinta masih memperhatikan jalanan.

"Aku dengar taman hiburan di dekat kampus kita sedang ada karnaval malam ini, sepertinya akan seru jika kita mampir kesana, " sahut Iqbal yang masih berkonsentrasi menyetir.

Mendengar itu mendadak mata Cinta berbinar, Cinta sangat menyukai tempat itu, sudah lama sekali sejak terakhir kali ia pergi kesana.

Sesampainya di taman hiburan Cinta bedecak kagum, karena gemerlap lampu-lampu yang menggantung di sepanjang jalan masuk taman hiburan itu begitu memanjakan matanya.

Cinta tanpa canggung sedikit pun langsung menarik tangan Iqbal untuk mengikuti langkahnya, "Ayo kita naik komidi putar," ajak Cinta.

"Apa kau anak kecil?" tunjuk Iqbal pada komidi putar kuda yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.

"Bukan komidi putar itu, maksudku yang di sana," sanggah Cinta menunjuk komidi putar yang berputar vertikal itu masih dengan memegang tangan Iqbal.

"Bisakah kau lepaskan tanganku dulu?" Cinta yang mendengar permintaan Iqbal itu langsung melepaskan tangannya dari tangan Iqbal.

Tersenyum kikuk, Cinta merasa malu karena tanpa disadarinya sedari tadi ia menarik tangan Iqbal dengan terus menggenggam tangan lelaki itu.

"Kalau kau ingin menaikinya, silahkan. Aku ingin mencari minuman dulu," ucap iqbal yang ingin beranjak pergi.

"Hei, tunggu dulu," interupsi Cinta membuat Iqbal menghentikan langkahnya.

"Kau yang mengajakku kesini, seharusnya kau juga harus menemani aku menaiki wahana itu," protes Cinta.

"Jangan salah paham, aku mengajakmu berkencan karena permintaan dari Papaku," jelas Iqbal yang berdiri membelakangi Cinta.

"Aku tau, tapi tak akan seru jika menaiki itu sendirian saja," ujar Cinta dengan suara sendu yang dibuat-buat, membuat Iqbal merasa tak enak hati jadinya, Iqbal berpikir perkataannya mungkin cukup kasar, tidak seharusnya ia berkata demikian walaupun itu kenyataannya.

"Ya sudah ayo," ujar Iqbal lagi, membalikkan badannya dan berjalan mendekati Cinta.

"Yey!" seru Cinta dengan girangnya tanpa memperdulikan keadaan sekitar sambil berlari ke arah wahana yang sangat ingin ia naiki itu.

Iqbal yang memperhatikan perubahan suasana hati Cinta yang begitu cepat hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, "Dasar, gadis aneh." Iqbal tak habis pikir mengapa Cinta bisa berubah seperti anak kecil saat melihat wahana bermain semacam itu.

"Woah..." kagum Cinta saat sudah berada di atas, benar saja dari atas komidi putar ini dapat dilihat dengan jelas pemandangan seluruh kota, gemerlap lampu gedung-gedung kota menambah keindahannya.

"Lihat dirimu, kau bahkan sekarang seperti anak kecil," ejek Iqbal yang duduk di seberang tempat duduk Cinta.

"Apa yang salah? Aku hanya mengagumi ke-akh!" teriak Cinta tiba-tiba sesaat setelah wahana komidi putar yang sedang mereka naiki mendadak tiba-tiba berhenti dan juga seluruh lampu di taman hiburan itu mendadak padam serentak.

Iqbal yang melihat Cinta seperti sedikit ketakutan refleks menggenggam sebelah tangan Cinta dengan kedua tangannya sambil berkata, "Tenang, ini semua akan berakhir. Petugas akan mengatasi lampu yang mendadak padam ini," kata Iqbal yang mencoba menenangkan Cinta.

"Aku hanya takut kegelapan," ucap Cinta yang mendongakkan wajahnya yang sempat tertunduk takut tadi.

Tanpa disadari keduanya saling bertatapan, dapat dilihat oleh Iqbal setetes air mata yang keluar dari balik pelupuk mata Cinta, sinar bulan malam itu membuat wajah gadis yang ia tatap saat ini nampak begitu jelas di matanya. Tangan kanan Iqbal yang tadi menggenggam tangan Cinta perlahan terangkat dan mengusap pelan jejak air mata di wajah Cinta, Cinta yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya bisa diam.

Beberapa lampu mulai menyala satu persatu begitu juga dengan wahana yang mereka naiki perlahan kembali berputar.

"Jangan cengeng," tukas Iqbal dengan cepat menjauhkan tangannya dari pipi Cinta yang sedikit memerah, karena mendapatkan perlakuan yang sedikit manis itu dari Iqbal.

"Siapa juga yang cengeng." Cinta memandang Iqbal dengan sinis setelahnya membuang muka, baru saja Cinta berpikir bahwa lelaki di depannya ini adalah lelaki yang begitu baik karena bisa memperlakukan wanita seperti dirinya dengan sangat manis tapi nyatanya tetap saja tidak, Cinta langsung merubah pikirannya itu.

To Be Continue...

1
ଓεHiatus 🦅💰⋆⃟𝖋ᶻD³⋆ғ⃝ẓѧ☂
hadir
Whiteyellow
semangata
Whiteyellow
hadir ya thor
Niswa mandailing
next
Whiteyellow
asik..lanjut
Whiteyellow
semangat
Whiteyellow
hadir ya..
Asyilah
2 like mendarat di karyamu...
Miss GH
ada aja yg dilakukan tante emang. bikin cinta ga nolak 😁
Whiteyellow
Cinta dan Iqbal oke
Whiteyellow
hadir ya thor 🤗
Anita Jenius
2 like mendarat buatmu
TK
lanjut
alisha
like
^°DandeliOn
like like like mampir kak🤗🤗
^°DandeliOn: sama2 kak.
😃🤗🤗🤗
total 2 replies
^°DandeliOn
aku datang bawalike kak
Ucy (ig. ucynovel)
like karya hebat otor 👍
Ciipiw🔫
si tante masa mudanya kurang haiking wkwkw
Syugarnoona (Syu): Maklum 😁😄sibuk ngurusin Cinta😅
total 1 replies
Whiteyellow
like buat cinta dan iqbal
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut say👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!