Siapa dirimu?
aku jan hu, aku pembunuh bayaran no1 didunia dengan sebutan Mr.Shinigami.
aku mati karna melompat ke jurang
bukanya ke alam baka aku malah nyasar ke dunia para kultivator yang mementingkan kekuatan daripada ikatan kekeluargaan
parahnya aku menjadi pangeran tak berguna serta manja dari kerajaan Hu, entah orang baik mana yang aku tolong dulu hingga membuat ku seperti ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloud_white, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Orang itu?
Setelah makan malam di kediaman nya sendiri Ling hu menyuruh Wu sang untuk kembali kekamarnya sendiri walaupun sebenarnya kamar Wu sang tak jauh dari kediaman Ling hu sendiri.
"Huft...banyak sekali yang terjadi hari ini dan kalau tak salah Ling gu mengatakan bahwa kultivasinya yang paling tinggi....apa kultivasi perlu ya?" ucap Ling hu pada dirinya sendiri
Ling hu dipenuhi rasa penasaran mengapa kultivasi didunia yang ia tempati ini sangat penting dan juga tidak ada rasa saling menghormati disini kecuali terhadap orang kuat.
"Hmmm apa diriku harus ke perpustakaan istana baru baca buku disana ya...coba aja lah" ucap Ling hu yang kemudian berdiri dan meninggalkan kediamannya
Sesampainya di depan perpustakaan istana Ling hu melihat bangunan yang hampir roboh yang dipagari dengan semacam sihir yang dapat menjauhkan siapa pun dari sana, walaupun Ling hu tak memiliki kultivasi namun dia tetap lebih kuat dari siapapun.
Ling hu dapat membedakan mana racun dan mana ramuan walau sudah tercampur kedalam makanan atau pun pengharum ruangan seperti dupa dan Ling hu dapat dengan mudah mematahkan sihir ataupun semacam penghalang.
"Eh ternyata ada bangunan yang buruk rupa juga diistana aku kira nggak ada...yaudah masuk dulu lah" ucap Ling hu lalu masuk kedalam perpustakaan
"Alamak tiba-tiba nyesal aku masuk perpustakaan eh, ngeliat buku-bukunya aja sudah mau muntah diriku huek" ucap Ling hu sembari menahan mulutnya "demi menuntaskan rasa penasaran ku...mari kita masuki neraka ini lebih dalam"
Ling hu pun terus mencari buku yang dapat menjelaskan kepadanya tentang apa itu kultivasi meskipun harus menahan rasa pusing dan mual karna melihat buku-buku itu...Yahhhh ketawan Ling hu nya kagak suka belajar •~•
"Aku rasa buku ini dapat menjelaskannya" ucap Ling hu dan segera mengambil buku yang berjudul Tingkatan Dalam Kultivasi.
...
Kultivasi adalah energi yang banyak digunakan oleh petarung-petarung di dataran ini, kultivasi adalah energi yang sangat penting jika ingin menjadi seorang petarung dan jika tidak memiliki kultivasi akan dianggap sampah.
Kultivasi berbentuk energi yang biasa disebut Qi dan Qi ini memiliki sebuah kekuatan yang berdasarkan elemen-elemen alam dan juga yang lainnya seperti.
- Elemen Tanah
- Elemen Api
- Elemen Angin
- Elemen Air
- Elemen Cahaya
- Elemen Kematian
- Elemen Kegelepan
Masing-masing orang dapat menguasai 2 elemen atau lebih tetapi untuk menguasainya membutuhkan waktu yang lama atau sebuah pengorbanan yang besar.
Tingkatan-tingkatan dalam kuktivasi adalah.
- Petarung muda (1-5)
- Petarung senior (1-5)
- Jendral muda (1-5)
- Guru petarung (1-5)
- Emperor (1-5)
- Greatest emperor (1-5)
- Alam duniawi (1-5)
- Alam surga (1-5)
- Immortality (1-5)
Ada juga yang disebut sebagai roh hewan yang bisa kita dapat dengan membuat perjanjian dengan hewan spirit tingkat tinggi dan tentu saja itu tidak mudah, kita harus menyakinkan mereka dan mengawasi mereka agar tidak membelot yang akan berakhir dengan hancurnya kultivasi.
Roh hewan akan membantu kita dalam kultivasi maupun kekuatan semakin kuat kita semakin kuat juga roh hewan, mereka biasanya akan bersemayam di Dantian kita.
Selain profesi petarung ada juga Alchemist dan ahli racun yang sangat langka dan terkenal.
...
"Ouhhh gini ternyata penjelasan nya jadi kultivasi nih macam chakra di Naruto ya walaupun mau muntah tapi tak apa lah" ucap Ling hu yang kemudian mengembalikan buku tadi ketempatnya "ngomong-ngomong kuktivasi Wu sang tingkat berapa ya"
Ling hu pun segera keluar dari perpustakaan daripada muntah gara-gara kelamaan disana, karna sekarang ia mulai penasaran dengan rumah bobrok tadi ia pun segera menuju kesana
"Pelindung sihirnya lemah bet tapi kalau untuk orang-orang disini mungkin sudah sangat kuat" ucap Ling hu "jangan dihancurin lah sihirnya"
Ling hu pun mencari jalan lain untuk masuk kedalam halaman rumah tersebut.
"Hahaha sihir macam ini kgk bisa menghalangi Ling hu-sama hahahahaha!" tawa Ling hu menggelegar
Tiba-tiba ada sebuah suara yang mengagetkan Ling hu hingga jantungnya hampir bertukar tempat dengan lambung.
"Siapa Diluar Sana!"
"AHHH NARTO NARTO DATTEBAYO! OII jan ngagetin lah" marah Ling hu
"Harusnya aku yang berkata seperti itu, kau siapa dan mengapa kau bisa masuk tanpa terluka karna sihir itu" tanya orang yang berada di dalam rumah tersebut
"Hmmm namaku mana boleh tahu, dan kau itu siapa mengapa kau ada didalam rumah yang dikunci begini" tanya Ling hu yang mulai mendekat
"Jangan kesini! kau bisa terluka karna sihir nya-"
Ling hu yang sudah mendekat pun memilih untuk berjalan lebih dekat dan tentu saja sihir itu seperti mainan bagi Ling hu.
"Eh? aku akan terluka" ucap Ling hu dengan wajah bodohnya
"Tak apa...mana boleh tahu cepat lah segera pergi dari sini sebelum kaisar melihatmu"
"Kau betul-betul memanggil ku begitu...aish sudah lah jujur saja nama ku Ling hu" ucap Ling hu pasrah
"Ling hu?! pangeran sampah dari kerajaan Hu"
"Apa aku segitu buruknya hingga dibilang sampah" ucap Ling hu dengan senyum dinginnya yang dapat merobek daging
"Uhh maaf...nama ku Fu suang, aku anak dari selir Fu xi tapi saat aku masih kecil ia berselingkuh dan akhirnya diceraikan oleh kaisar karna aku anak dari selir yang diceraikan aku disuruh menggunakan marga ibuku...aku tak tahu dia dimana sekarang" ucap pria bernama Fu suang itu
"Laluuuu kenapa kau dikurung disini?" tanya Ling hu yang duduk didepan pintu
"Aku dituduh ingin meracuni kaisar, aku sudah dikurung selama 5 tahun disini dan sekarang aku berumur 19 tahun" ucapnya
"Ohh kau lebih tua dariku dan umurmu sama dengan Ling gu" ucap Ling hu terkejut
"Yah jika saja aku masih pangeran maka aku adalah anak ketiga kaisar dan kau anak keempat" jelas Fu suang
"Hahahaha....baiklah aku akan pergi dulu besok aku akan datang membebaskan mu tapi ada bayarannya" ucap Ling hu tersenyum licik
"Bayaran? apa bayaran yang kau mau adik Ling hu" tanya Fu suang
"Aku ingin kau menjadi bawahanku seperti Wu sang dan aku akan mengukir simbol mawar darah di tangan mu" ucap Ling hu mendekatkan wajahnya kejendela
"Apa gunanya simbol itu" tanya Fu suang menantap Ling hu
"Jika kau membunuhku maka simbol itu akan meledakkan kepalamu dan kau langsung mati...tak peduli ditingkat apa kultivasimu tetapi...jika kau dalam masalah simbol itu akan berubah warna menjadi putih dan aku akan muncul ditempatmu dalam kecepatan 1 detik" jelas Ling hu dengan senyum diwajahnya tetapi menurut Fu suang senyum itu sangat mengerikan
"Baiklah aku akan menjadi bawahanmu dan kau menjadi tuan ku" ucap Fu suang
"Baik~ tolong ulurkan tanganmu" ucap Ling hu
Fu suang pun segera mengulurkan tangannya keluar jendela hingga Ling hu menggapainya, segera Ling hu mengukir simbol itu ditangan Fu suang.
"Sekarang kau bawahan ku dan kau harus bekerja untukku" ucap Ling hu tegas
"Baik aku akan bekerja dan mempertaruhkan nyawaku demi melindungimu" ucap Fu suang berusaha berlutut
"Kau tak perlu berlutut...tunggu aku besok untuk datang menyelamatkanmu setelah itu tinggal lah di kediaman ku" ucap Ling hu berbalik pergi
"Apa kau yakin dengan kata-katamu" tanya Fu suang meyakinkan
"Aku tak pernah mengingkari kata-kataku" balas Ling hu dan segera melesat bagai ditiup angin
'Apa benar dia ling hu pangeran sampah itu' pikir Fu suang
...----------------...
semanggat