Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa kabarmu?
Aku diam menatap Pangeran Fang.
"Apa kabarmu?" tanya Pangeran Fang.
"Baik" jawabku.
"Kenapa beberapa hari lalu kau selalu menghindariku" kata Pangeran Fang.
"Sebaiknya memang begitu" Jawabku.
"Baiklah kalau begitu" ucapnya.
Aku berbalik meninggalkannya, rasanya sangat sakit karena sudah banyak membantunya, Xiu Ren hanya dimanfaatkan.
Apa yang sebenarnya aku harapkan.
Aku tidak bisa merubah nasib Xiu Ren, yang benar-benar menyukai Pangeran Fang.
Bukan Xiu Ren yang menyukainya, sekarang terjebak dengan keseharian Angelie Lee yang menyukai Pangeran Fang.
**
Jamuan istana, Permaisuri Raja mengundang semua gadis bangsawan ikut menikmati pesta.
Putri Nay duduk sendirian, dia sangat di hormati apalagi dia calon Permaisuri Pangeran Fang.
Aku juga sendirian disini menikmati camilan, orang-orang menggunjingkanku dianggap tinggal di Istana berbulan-bulan kemarin sebagai pembantu Pangeran Fang.
Permaisuri Raja dan Pangeran Fang datang, beberapa sarjana yang baru lulus juga datang.
"Nona, apakah saya boleh duduk disini?" tanya seorang pemuda sarjana datang.
Aku mengangguk mempersilahkan duduk, "Silahkan" kataku sopan.
"Namaku Liu San" kata Pemuda itu memperkenalkan diri.
"Namaku Xiu Ren" kataku.
"Nona Putri Mentri Keuangan" kata Liu San.
"Benar" kataku mengangguk.
Pemuda itu bersamaku memandang dari kejauhan Putri Nay, Permaisuri Raja dan Pangeran Fang.
"Sungguh sangat serasi" kata Liu San tiba-tiba.
Aku menoleh ke arahnya tersenyum, "Ya, serasi" kataku.
Pangeran Fang juga memandanku dari kejauhan, tapi aku mengacuhkannya.
Kupikir Xiu Ren berhak hidup bahagia daripada terpilih diasingkan menjadi Selir terendah.
Aku asik berbincang dengan Liu San, pembahasan kami nyambung karena setidaknya aku juga paham tentang Ilmu Pengetahuan.
Tanpa kami sadari Pangeran Fang mendekat, "Apa yang asik kalian bicarakan?" tanya Pangeran Fang memotong pembicaraan.
Di belakangnya Putri Nay mengikuti dengan tersenyum kepadaku.
"Hormat kepada Pangeran" kata Liu San berdiri menunduk, akupun ikut berdiri menunduk hormat.
"Kami membicarakan persiapan Festival Lentera pekan depan" kataku.
"Rupanya begitu" kata Pangeran Fang.
Permaisuri Raja datang mendekat.
"Liu San adalah anak cendikiawan Liu Ran, dia adalah sarjana dengan nilai tertinggi tahun ini, lulusan terbaik" Kata Permaisuri Raja.
Dalam hati baguslah, setidaknya Xiu Ren harus berjodoh dengan orang ini, kehidupannya terjamin.
Pangeran Fang memandangku, sedikit ternyum.
Aku tau maksud senyumnya, sesuai di pikirannya aku pasti akan mendekat pada Liu San.
"Bagaimana kalau kita duduk disini bersama" kata Pangeran Fang mengajak Putri Nay.
Putri Nay mengangguk dan duduk di sampingku.
Suasana menjadi hening,
Aku dan Liu San mendadak bingung membicarakan apa.
"Lanjutkan saja pembicaraan kalian berdua" kata Pangeran Fang.
"Nona Xiu Ren sangat pandai, dia juga tau sastra yang dikarang Ayahku" kata Liu San.
"Oya? hebat sekali" kata Pangeran Fang menoleh padaku.
"Kebetulan saja..aku pernah membacanya di perpustakaan" kataku.
"Kau juga bisa membaca sekarang, kemajuan pesat" kata Putri Nay.
Aku terkejut seorang introvert menyentuh tanganku mengatakan itu, seberapa bodohnya Xiu Ren sampai tidak bisa membaca.
Apa Xiu Ren ini anak manja yang malas belajar juga.
"Nona Xiu Ren sangat hafal sastra ayahku, tidak mungkin jika tidak bisa membaca" kata Liu San sambil tertawa mendengar perkataan Putri Nay.
Wajah Putri Nay berubah tidak enak.
Baru saja dia meremehkan aku, Xiu Ren.
"Membaca satra milik Liu Ran sangat berat, kupikit kau melakukannya saat yang sangat senggang" kata Pangeran Fang menatapku sambil memegang cangkir tehnya.
"Tentu saja, aku sangat senggang Pangeran" jawabku tidak kalah menatap matanya dengan tatapan yang dingin juga.
Pangeran Fang meminum tehnya, meneguknya terpaksa.
Dia tau yang kumaksud, dia juga tau dimana aku membaca buku-buku itu.
Aku berdiri, "Aku pamit permisi" Kataku.
Liu San, juga bangkit berdiri berpamitan.
Tidak jauh dari meja itu, Liu San berjalan mengikutiku.
"Nona, lain kali bisakah kita bertemu lagi" kata Liu San.
"Tentu saja, datanglah ke kediaman kami. Kita akan membahas buku-buku pengetahuan kembali" kataku.
"Baiklah tentu saja, senang sekali mengenal anda" kata Liu san dengan sopan.
Kami berdua sama-sama menunduk tanda perpisahan sementara sepasang mata menatap tidak senang dengan pemandangan di hadapannya.
Pangeran Fang, akan kubuktikan Xiu Ren tidak tergantung padamu kataku dalam hati.
**
Sekarang hari-hariku lebih tenang, aku lebih banyak di sibukkan berkunjung ke Perpustakaan bersama dengan Liu San.
"Terima Kasih sudah mengantarkanku" kataku senang turun dari kereta Liu San memeluk buku yang kupinjam.
Aku masuk ke kediamanku.
"Xiu Ren, Pangeran Fang sudah menunggumu dari tadi siang" kata Ibu Xiu Ren mengatakan padaku.
"kenapa dia kesini bu..." kataku.
"Entahlah ada yang dia ingin bicarakan denganmu, cepatlah kesana nanti dia marah terlalu lama menunggu" kata Ibu Xiu Ren.
Aku melihat Pangeran Fang duduk di Gazebo sendirian, mungkin Ayah Xiu Ren belum pulang.
"Pangeran, ada apa gerangan datang kemari?" tanyaku
**Bersambung...