NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN JIWA TERLARANG

KEBANGKITAN JIWA TERLARANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Terlahir kembali dengan ingatan masa lalu yang utuh, Shen Jue dipandang sebelah mata di Akademi Canglan hanya karena membangkitkan belati kecil berkarat yang dianggap rongsokan tak berharga. Tanpa menyadari bahwa belati tersebut menyimpan rahasia kelam pemutus aliran energi alami, para murid bangsawan terus berusaha menindasnya hingga Shen Jue membongkar kelemahan mereka satu per satu dengan ketenangan yang mematikan. Bersama Ruan Xi'er dan Gongsun Zhi, ia menapak jalur petarung yang dingin di tengah himpitan intrik klan-klan besar yang haus kekuasaan. Mampukah Shen Jue membuka segel rahasia di balik belati rongsoknya dan menghentakkan takdirnya sebagai penguasa abadi di Benua Tianwu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KJT 32

Keheningan yang sempat tercipta usai tumbangnya sang pemimpin kawanan tidak bertahan lebih dari sepuluh hela napas. Udara malam di Tebing Batu Hitam masih terkontaminasi pekat oleh sisa-sisa cairan *Darah Pemancing Roh* yang mengalir di celah batu. Bau merangsang yang memicu naluri pembunuh itu membuat belasan Serigala Bayangan yang tersisa di lereng bawah kehilangan akal sehat. Rasa gentar yang sempat muncul akibat kematian pemimpin mereka seketika tergilas oleh kegilaan liar.

Grrr... GROAARRR!

Lolongan kolektif yang serak dan sarat akan dahaga darah kembali memecah kegelapan malam. Dari balik kerapatan pohon pinus, belasan pasang mata merah berkilat makin rapat. Kawanan serigala itu bergerak serempak, merayap naik menaiki lereng berbatu tanpa memedulikan tumpukan bangkai saudara-saudara mereka yang telah membeku di pintu celah karang.

Gongsun Zhi mengusap pelan ceceran darah serigala di pipi kirinya dengan lengan baju. Napasnya mulai berat, memburu cepat dalam hembusan uap dingin malam, namun kedua matanya justru memancarkan keteguhan yang kian memuncak. Ia meretangkan kedua kakinya lebih lebar, membenamkan tumitnya ke dalam retakan lantai batu pelataran.

"Mereka datang lagi!" seru Gongsun Zhi dengan suara beratnya yang bergema di dinding tebing.

"Jangan biarkan ada yang menembus celah kiri, Gongsun!" sahut Xi'er dari atas tonjolan karang.

Dua ekor Serigala Bayangan melompat bersamaan menembus selubung kabut malam, mengincar leher Gongsun Zhi dari sudut berseberangan. Serigala pertama menyerang lurus dari depan, sementara serigala kedua memanfaatkan celah sempit di samping kiri untuk mengincar titik buta.

Gongsun Zhi tidak panik. Ia menghentakkan pangkal Tombak Besi Hitam-nya ke lantai batu, memutar batang besi tebal itu dalam lingkaran penuh.

Ssrroosh!

Sentakan angin puyuh buatan dari putaran tombaknya menghantam dada serigala terdepan, menolak bobot ratusan katian itu hingga terlempar kembali ke celah jalan setapak. Namun, serigala kedua di sebelah kiri telah melayang hanya satu jengkal dari pundak Gongsun Zhi, taring-taring tajamnya sudah terbuka lebar meneteskan liur busuk.

"Biar aku!" seru Xi'er secepat kilat.

Sebelum taring musuh sempat menyentuh jubah Gongsun Zhi, sesosok bayangan perak meluncur turun melintasi dinding tebing. Xi'er mendarat enteng tepat di atas bahu kekar Gongsun Zhi. Tanpa membuat pemuda tegap itu kehilangan keseimbangan sedikit pun, Xi'er menjejakkan ujung kakinya yang ringan, memanfaatkan tubuh Gongsun Zhi sebagai tumpuan untuk melompat lebih tinggi ke udara.

Swwish... CRAASH!

Cakar perak Musang Bayangan milik Xi'er menyabet miring, memotong leher serigala kedua di udara dengan presisi sempurna. Darah pekat menyembur membasahi dinding karang saat bangkai serigala itu jatuh terhempas tanpa nyawa.

"Sinergi yang bagus, Xi'er!" puji Gongsun Zhi seraya memutar kembali posisi tombaknya tanpa mengalihkan pandangan dari celah depan.

"Jaga pijakanmu, Si Keras Kepala! Jangan sampai jatuh duluan!" sahut Xi'er riang seraya bersalto enteng di udara dan mendarat kembali di atas tonjolan karang setinggi tiga meter.

Di dekat susunan kayu bakar, Shen Jue memperhatikan setiap pergerakan kedua sahabatnya dengan cermat. Matanya yang gelap menyipit tipis, menganalisis ritme pertempuran dan koordinasi jarak di antara mereka. Ia sadar betul bahwa potensi terbesar dari kelompok ini bukan terletak pada kekuatan individu yang spektakuler, melainkan pada bagaimana kelemahan satu orang ditutup secara sempurna oleh kelebihan yang lain.

Gongsun Zhi memiliki pertahanan fisik luar biasa dan jangkauan tombak yang luas, namun pergerakannya lambat dalam menghadapi serangan berkecepatan tinggi dari sudut buta. Sebaliknya, Xi'er memiliki kelincahan tak tertandingi dan kecermatan melacak celah, namun ketahanan fisiknya tidak dirancang untuk menahan gempuran frontal secara terus-menerus.

Saat keduanya bekerja sama, pertahanan Gongsun Zhi menjadi dinding yang tak tertembus, sementara kecepatan Xi'er menjadi belati tak terlihat yang mencabik-cabik musuh dari atas.

"Gongsun, miringkan tombakmu tiga derajat ke bawah," pungkasi Shen Jue tenang dari balik pendar api unggun. "Serigala berikutnya tidak akan melompat, mereka merayap rendah di balik bangkai."

Gongsun Zhi tidak mempertanyakan arahan tersebut sedikit pun. Ia serta-merta menurunkan sudut mata Tombak Besi Hitam-nya sejajar dengan tumit kaki.

Benar saja. Begitu selubung kabut tersingkap, dua ekor serigala menyusup cepat dari bawah tumpukan bangkai, mengincar pergelangan kaki Gongsun Zhi.

Jleb! Jleb!

Tusukan ganda dari tombak Gongsun Zhi menembus tengkorak kedua serigala itu sebelum mereka sempat menegakkan kepala.

"Xi'er, arah jam dua! Ada dua ekor yang mencoba memanjat dinding karang luar!" lanjut Shen Jue jernih.

"Menerima perintah!" jawab Xi meyakinkan.

Gadis berambut perak itu memutar tubuhnya di udara, mengubah pendar cakar peraknya menjadi garis-garis cahaya tipis yang mengiris kegelapan. Dua ekor serigala yang sedang mencoba merayap di dinding tebing luar seketika kehilangan cengkeraman, jatuh terhempas ke dasar jurang dengan leher terputus.

Gelombang demi gelombang serangan Serigala Bayangan terus menerjang tanpa henti, namun celah jalan setapak di Tebing Batu Hitam berubah menjadi dinding pembantaian yang mutlak. Gongsun Zhi dan Xi'er bergerak seirama bagai satu tubuh yang utuh—satu menahan dan menghantam dari depan, satu lagi menyambar dan memotong dari atas.

Setiap kali Gongsun Zhi merasa kelelahan, Xi'er akan turun memberikan jeda dua detik dengan sabetan cepatnya. Setiap kali Xi'er berada dalam posisi rawan usai mendarat, dorongan tombak Gongsun Zhi selalu hadir tepat waktu untuk mengusir musuh yang mendekat.

Chemistry yang terjalin di antara mereka tidak lagi membutuhkan kata-kata panjang. Hanya dengan kerlingan mata dan perubahan tumpuan berat badan, masing-masing sudah tahu ke mana arah serangan sahabatnya akan mendarat.

Setelah hampir satu jam pertarungan sengit yang menguras stamina, gelombang serangan kawanan serigala akhirnya mulai surut total. Tiga ekor serigala terakhir yang tersisa di lereng bawah memundurkan langkah mereka dengan tubuh gemetar, menatap tumpukan puluhan bangkai kawanan mereka di mulut celah tebing dengan rasa takut yang tak terobati. Dengan lolongan kecil yang menyedihkan, sisa-sisa binatang buas itu berbalik dan lari terbirit-birit menghilang ke dalam kegelapan Rawa Barat.

Hutan Roh kembali hening. Hanya ada suara derak kayu terbakar di api unggun dan deru napas memburu dari Gongsun Zhi dan Xi'er.

Gongsun Zhi mendudukkan tubuh kekarnya di atas tanah batu, menyandarkan Tombak Besi Hitam-nya yang kini berlumuran darah hitam. Seragam akademinya robek di beberapa bagian, namun wajahnya dipenuhi oleh senyum kepuasan yang amat leluasa.

"Kita... kita berhasil menahan seluruh kawanan itu!" pungkasi Gongsun Zhi seraya tertawa terkeh-keh pelan.

Xi'er melompat turun dari dinding karang, menyapu keringat di pelipisnya seraya mendudukkan diri di samping api unggun dekat Shen Jue. "Wah, kakiku rasanya mau copot! Tapi tombakmu tadi benar-benar stabil, Gongsun!"

"Kerja sama kalian sangat luar biasa," pungkasi Shen Jue tulus sambil menyerahkan dua buah tempat minum berisi air segar kepada kedua sahabatnya. "Tanpa kebiasaan saling percaya, celah sempit ini tidak akan ada artinya."

Xi'er menerima tempat minum itu dengan gembira, meneguknya seraya melirik Shen Jue dengan binar mata jenaka. "Tapi petunjuk dari analisamu tadi yang paling mematikan, Shen Jue! Kau seolah-olah bisa melihat masa depan!"

Shen Jue hanya menyunggingkan senyum tipis tanpa banyak bicara, memandang pendar keemasan api unggun yang membiaskan ketenangan. Di dalam dadanya, rasa hangat yang asing perlahan mekar—kehangatan memiliki sahabat sejati yang sanggup saling mengandalkan nyawa di tengah bahaya.

Sementara itu, jauh di lereng bawah di balik kerapatan pohon pinus, Zhongli Chen berdiri terpaku dengan bibir gemetar. Botol porselen di tangannya terlepas, jatuh berkeping-keping di atas tanah basah. Rencana busuknya tidak hanya gagal total, tetapi juga justru menjadikan kelompok Shen Jue sebagai pahlawan yang memanen puluhan Inti Roh bernilai tinggi dalam satu malam.

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor.........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ....,......
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .............
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!