NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hamzari20

Isabella Catherine Davis, dikhianati oleh pria yang ia cintai dan saudari angkatnya. Di penjara, di siksa hingga meninggal. Saat dia menganggap itu adalah akhir segalanya. Ternyata keajaiban yang tak pernah terbayangkan terjadi padanya. Dia mengulang kembali waktu ke masa lalu dan dia bersumpah akan membalas setiap pengkhianatan, tetes air mata dan penderitaan yang ia alami pada mereka yang sudah berkhianat. Lalu apakah Isabella akan berhasil mengubah segalanya? Atau kelahirannya hanya akan mengulang luka lama terbuka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamzari20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Kamu Asli atau Palsu?

Pertemuan keluarga besar itu sudah di pastikan. Isabella datang dengan gaun indah tanpa motif, gaun panjang bertali tipis itu membalut indah tubuh Isabella yang luar biasa indah. 

"Selamat malam!" sapa Isabella sopan. Dia tersenyum tipis saat bertemu langsung dengan inti keluarga De Luca. 

Di sana, orang tua Arion dan Arion sendiri hadir, dengan beberapa inti keluarga lain yang nampak terkejut dengan kehadiran Isabella di sana. Wanita yang menolak keras perjodohan itu malam ini berdiri di pintu ruang VIP dengan pakaian menawan. 

"Malam, Isa, kemari! Kami sedang menunggu kamu!" hingga suara dari Ibu Arion menyapa dan membuat mereka semua berpaling. 

Isabella berderap, langkah yang anggun dengan sorot mata dingin dan wajah yang cantik membuat mereka semua diam-diam merasa kagum. 

Isabella memeluk hangat sosok Ibunya Arion, di masa depan wanita itu meninggal karena di racun dalam sebuah acara besar yang melibatkan perusahaan musuh De Luca. Sedangkan Arion menghilang sejak peristiwa hati itu. 

Tanpa sadar. Isabella mengeratkan pelukannya pada tubuh Nesya dan itu membuat wanita paruh baya itu agak terkejut. 

"Ada apa? Sesuatu mengganggu pikiran mu?" tanya Nesya, tepat di telinga Isabella. 

Isabella hanya menggeleng, dia menarik napas pelan sebelum akhirnya melepaskan pelukan itu dengan cepat. 

"Maaf, aku memeluk Nyonya dengan erat!" kata Isabella, dia benar-benar tak enak. 

"Tidak apa, kita akan jadi keluarga. Dan lagi kenapa masih memanggil Nyonya?" protes Nesya, sejak dulu dia tak suka Isabella memanggil dirinya Nyonya. Dan dia  ingin Isabella saat wanita itu masih kecil dulu. 

Isabella hanya mengulas senyum tipis, belum saatnya dia memanggil wanita itu Mama, karena bagaimana pun dia belum menjadi bagian dari De Luca. 

"Sayang, ayo duduk!" kata Melody, dia meminta sang putri untuk duduk di kursi sebelah kirinya. 

Isabella mendekat setelah memastikan izin dari Nesya yang terus menggenggam tangannya dengan erat. 

Setiap gerakan Isabella di tatap oleh Arion dan dia sadar akan hal itu. Namun, Isabella tetap tenang di tengah gemuruh rasa bersalah di masa lalu. 

Isabella duduk, dia tadi terlambat karena harus menemui seseorang dulu dan menyelesaikan beberapa masalah kecil di sana. 

"Kak, kenapa meninggalkan aku?" suara seorang gadis terdengar dari ambang pintu utama ruang VIP. 

Semuanya menoleh dan menemukan Lyra, putri angkat dari Davis tiba, tanpa sopan santun dan tak layak di sebut putri dari konglomerat Davis. 

"Maaf, saya terlambat. Kak Isabella meninggalkan saya di jalan tadi dan akhirnya saya hadir dalam keadaan pakaian yang kurang layak!" kata Lyra, menjelaskan apa yang ia alami. Dan membawa nama Isabella di dalamnya. 

Isabella tetap tenang, dia tak terpengaruh sama sekali walaupun tatapan mereka mengarah padanya dengan intens. 

Isabella mendongak, dia melirik Lyra lewat ekor matanya dan menemukan wajah menyedihkan yang memuakkan itu kembali muncul di wajahnya yang menyebalkan. 

"Isa, kamu benar meninggalkan Lyra?" satu pertanyaan lolos dari Papanya. Matthew. 

"Benar," jawaban Isabella membuat mereka semua benar-benar tak percaya. 

Sedangkan Lyra merasa menang, karena Isabella ternyata masih sama mau menutupi setiap titik kesalahan yang ia lakukan. 

"Kenapa meninggalkan Lyra? Kamu ini Kakaknya Isab—"

"Aku meninggalkan dia karena atas permintaannya sendiri!" selanya cepat, sebelum sang Papa menceramahi dirinya seperti biasa. 

"Hah? Atas permintaannya bagaimana?" tanya Melody. 

"Dia mau bertemu kekasihnya dan meminta aku datang ke Restoran lebih dulu. Makanya aku setuju dan meninggalkan dia, lalu apa jika dia di sakiti pacarnya itu menjadi kesalahan ku?" tanya Isabella, matanya tetap tenang. Namun, ada ketegasan di sana. 

DEGH! 

***

Wajah Lyra pucat pasi, saat tatapan semua orang mengarah padanya. Atas jawaban Isabella tadi.. 

"Ka—kak apa maksudnya?" tanya Lyra, suaranya gemetar dengan wajah pucat. 

"Loh? Lalu apakah pria yang kamu temui itu bukan kekasih mu? Lalu untuk apa meminta berhenti di sana?" pertanyaan yang menuntut jawaban cepat hingga membuat Lyra gemetar. 

"I—itu di—dia ha—"

"Cukup! Ini acara penting dan tidak seharusnya membuat keributan seperti itu!" suara Matthew terdengar tegas. 

"Dia yang memulai, jadi Papa salahkan saja dia!" kata Isabella dengan acuh. 

Lyra mendongak menatap wajah Isabella yang terlihat angkuh. Namun, ada aura mengejek di sana. 

Makan malam itu akhirnya kembali berjalan normal. Di tengah tatapan Arion yang sejak tadi memandang Isabella dengan bingung. 

Bahkan jari panjangnya mengetuk meja pelan, dengan satu tangan lain memegang garpu. 

Setelah makan malam usai, dan pembicaraan penting di mulai Arion hanya mendengarkan tak ada niat untuknya bicara hal lain dan fokusnya hanya ada pada Isabella yang nampak berbeda. 

"Mom, dad, apa aku bisa bicara berdua dengan Isabella?" sampai suara beratnya menghentikan pembicaraan itu. 

"Oh, apa mau membicarakan hal pribadi yang spesial?" Nesya mencoba menggoda Arion yang wajahnya tetap saja lurus. 

Arion hanya diam, tak menjawab godaan sang Ibu dan itu berbeda dengan Isabella yang nampak malu. 

"Boleh saya mengajak Isabella, om, tante?" Arion meminta izin. Karena bagaimana pun Isabella tetap lah seorang putri. 

"Silakan! Yang nyaman kalau ngobrol!" Melody turut serta melontarkan godaan. 

"Mama," tegur Isabella. 

"Loh? Apa mama salah?" tanyanya acuh. 

Isabella hanya menarik napas pelan, dia akhirnya bangun dan berjalan beriringan dengan Arion untuk bicara di taman restoran mewah itu. 

Sedangkan Lyra yang melihat itu merasa cemburu, karena bagaimana pun Arion lebih segalanya dari Darel yang hanya berstatus putra haram dari Marco yang tidak berguna. 

'Kenapa dia selalu mendapatkan yang terbaik?' batin Lyra dengan wajah kesal. 

Di dalam hati. Lyra merutuki dan mengutuk Isabella. Namun, di permukaan dia tetap mempertahankan wajah polosnya yang lembut dan sopan. 

Di taman. 

"Aku tidak tahu kamu mau bergabung dengan makan malam ini?" pertanyaan ejek kan itu membuat Isabella menoleh cepat. 

"Karena aku tidak mau mengecewakan mereka," jawab Isabella, padahal dia tahu menolak maka dia akan hancur seperti pada kehidupan pertamanya. 

"Tidak takut mengecewakan? Bukankah kamu paling tidak suka di kekang dan yang paling anti dengan perjodohan ini. Sekarang apa yang membuat kamu berubah?" melipat tangannya di dada, dengan wajah penasaran. 

"Itu urusan ku, lalu apa masalahnya denganmu? Lagian perjodohan ini tidak akan merugikan siapapun," ketusnya. Arion benar-benar tak berubah, pikirnya. 

"Oh, tentu ini menjadi urusanku. Isabella! Karena yang akan kamu nikahi itu aku! Dan bukan supir ku," bisik Arion. 

"Kalau kamu mau menolak, silakan tolak! Karena aku tak peduli," tukasnya, dia tak mau di tindas dan akhirnya hanya bisa mengalah. 

"Apa kamu pikir aku bisa menolak? Kamu mau menyeret aku menjadi miskin ya?" mata Arion memicing dengan sinis. 

"Siapa? Kamu kira aku suka perjodohan ini? Jika bukan karena Mama juga mengancam, aku pun tak sudi!" balasnya sengit. 

Arion hanya menyunggingkan senyum sarkastis, dia mendekat kan wajahnya pada Isabella dan sekarang wajah keduanya benar-benar dekat tanpa jarak. 

"Ka—kamu mau apa?" tanyanya dengan wajah memerah. 

"Memastikan kalau kamu bukan Isabella yang palsu," bisiknya dengan penuh godaan. 

DEGH! 

1
Irsyad layla
ini sebenarnya keluarga de luca apa Marco bingung jadinya
Hamzari20: Marga Marco untuk Darel dan Marga De Luca untuk Arion
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!