NovelToon NovelToon
KAMU ADALAH MEMPELAI KU

KAMU ADALAH MEMPELAI KU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Dibuang oleh keluarga, dikhianati oleh orang yang dicintai, dan merasa tidak memiliki siapa-siapa.

Laura mengira hidupnya telah berakhir.
Sampai seorang pria asing datang dan berkata.“Kamu adalah mempelai ku.”

Laura tidak tahu siapa pria itu.
Yang dia tahu, sejak pertemuan malam itu, hidupnya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 : KAMU ADALAH MEMPELAIKU

“Kamu adalah mempelai ku.”

Laura terdiam mendengar itu Matanya menatap Hero dengan penuh kebingungan, seolah tidak yakin dengan apa yang baru saja didengarnya. Pria itu bahkan baru saja muncul dalam hidupnya malam ini, tetapi sudah mengatakan sesuatu yang begitu besar.

“Apa maksudmu?” tanya Laura pelan. “Kenapa kamu mengatakan aku adalah mempelaimu? Kita bahkan tidak saling mengenal.”

Hero menatap wajah Laura yang masih memar, ada sesuatu yang membuat dadanya kembali terasa panas ketika melihat luka di wajah gadis itu.

“Aku tahu kamu belum percaya kepadaku,” ujar Hero tenang. “Tapi percayalah, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu lagi, Mulai sekarang selama kamu bersamaku, aku akan melindungimu.”

Laura menggeleng pelan. “Aku tidak mengerti. Kamu sebenarnya siapa?”

Hero hanya menatapnya sebentar sebelum menjawab, “Aku hanya orang biasa.”

Jawaban itu justru membuat Laura semakin bingung. Dari pakaian hingga sikapnya, pria itu sama sekali tidak terlihat seperti orang biasa. Belum lagi mobil yang membawanya dan sekretaris yang begitu patuh terhadap setiap perintahnya.

“Kamu bilang orang biasa, tapi kenapa kamu punya sekretaris?” tanya Laura dengan tatapan curiga. “Dan kenapa dia memanggilmu Tuan?”

Hero tersenyum tipis. “Ada banyak hal yang belum perlu kamu ketahui sekarang suatu hari nanti, aku akan menjelaskannya kepadamu.”

Laura belum sempat menjawab ketika Hero tiba-tiba membungkuk dan mengangkat tubuhnya.

“Ah!”

Laura terkejut ketika kedua kakinya tidak lagi menyentuh tanah dia refleks memegang bahu Hero agar tidak terjatuh.

“Turunkan aku!” pinta Laura panik. “Aku bisa berjalan sendiri.”

“Aku tahu,” jawab Hero santai sambil terus berjalan. “Tapi kamu terluka dan terlihat sangat lelah.”

“Aku tidak apa-apa.” jawab Laura yang mencoba turun dari gendong Hero.

“Kamu memar dan menangis sepanjang malam Itu bukan berarti kamu baik-baik saja.”

Laura terdiam perkataan sederhana itu membuatnya tidak mampu membantah lagi Selama ini, tidak ada seorang pun yang memperhatikan apakah dirinya baik-baik saja atau tidak.

Laura akhirnya membiarkan Hero membawanya menuju mobil,sekretaris Hero segera membukakan pintu belakang, Hero masuk dan mendudukkan Laura dengan hati-hati sebelum ikut masuk ke dalam mobil.

“Ke rumah singgah,” perintah Hero.

“Baik, Tuan,” jawab sekretarisnya.

Mobil mulai bergerak meninggalkan taman.

Laura duduk diam sambil memeluk sisa gaun pemberian kakek Arthur,sesekali dia melirik Hero yang berada di sampingnya, dia masih tidak mengerti kenapa pria asing itu begitu memperhatikannya.

“Kamu tidak takut membawaku pergi seperti ini?” tanya Laura akhirnya.

Hero menoleh. “Tidak.”

“Padahal kamu tidak mengenalku.” tanya Laura lagi ke arah Hero.

“Aku tidak perlu takut kepada seseorang yang sedang terluka dan hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat.” jawab hero sambil menatap mata Laura.

Laura menundukkan wajahnya. “Aku bahkan tidak tahu harus percaya kepadamu atau tidak.”

“Tidak apa-apa,” jawab Hero. “Aku tidak akan memaksamu percaya sekarang.”

Jawaban itu membuat Laura kembali terdiam.

Perjalanan berlangsung dalam keheningan sampai akhirnya mobil memasuki sebuah kawasan yang cukup sepi. Beberapa menit kemudian, kendaraan berhenti di depan sebuah rumah besar dengan halaman luas dan pagar tinggi.

Laura langsung menatap keluar jendela.

Beberapa pria berpakaian hitam berdiri di sekitar halaman. Mereka tampak seperti penjaga yang berjaga sepanjang waktu. Begitu mobil Hero berhenti, mereka langsung berdiri tegak dan menundukkan kepala.

Laura semakin bingung dan dia akhirnya bertanya ke hero.“Ini rumah siapa?”

“Rumahku,” jawab hero dengan suara lembut.

“Rumahmu?” Laura menatapnya tidak percaya.

Hero mengangguk. “Ini bukan rumah utamaku, aku biasanya tinggal di sini kalau sedang ada urusan pekerjaan di daerah ini.”

Laura kembali melihat ke arah rumah tersebut, dari luar saja sudah terlihat bahwa tempat itu bukan rumah biasa ketika Hero turun dari mobil, dia kembali menggendong Laura.

Laura sempat terkejut, tetapi kali ini tidak lagi memprotes, begitu mereka berjalan menuju pintu utama, beberapa pelayan yang sedang berada di dalam langsung berhenti melakukan pekerjaannya.

Mata mereka tertuju kepada Hero Kemudian kepada Laura dan Kemudian kembali kepada Hero.

Tidak ada seorang pun yang berani mengatakan apa-apa, seorang pelayan bahkan terlihat saling berbisik dengan rekannya karena tidak percaya melihat pemandangan tersebut.

Selama mereka bekerja untuk Hero, belum pernah sekalipun mereka melihat pria itu membawa seorang gadis ke rumah, apalagi menggendongnya dengan begitu hati-hati.

“Kenapa semua orang melihatku?” bisik Laura.

Hero menoleh kepadanya. “Karena mereka terkejut.”

“Terkejut karena apa?” tanya Laura dengan suara pelan.

“Karena ini pertama kalinya aku membawa seorang wanita ke rumah ini.” kata Hero sambil terus mengendong Laura masuk ke dalam rumah.

Laura langsung menatap Hero.“Serius?”

“Serius.” jawab Hero lembut sambil menatap mata Laura.

wajah Laura sedikit memerah karena merasa semakin canggung dia kemudian menyembunyikan wajahnya dengan menunduk di dada Hero.

Hero yang melihat reaksinya hanya tersenyum kecil.“Jangan terlalu dipikirkan, Mereka tidak akan mengganggumu.”

Hero kemudian menatap para pelayan yang masih berdiri kaku.“Kenapa kalian masih berdiri?”

Mereka langsung tersentak.“Maaf, Tuan kami hanya sedikit terkejut.” jawab pelayan dengan wajah yang menunduk.

“Tidak perlu terkejut, Mulai malam ini perlakukan dia dengan baik.”

“Baik, Tuan.” jawab para pelayan.

“Siapkan kamar yang nyaman untuknya dan panggil dokter,aku ingin lukanya diperiksa.”

“Baik, Tuan,” jawab pelayan itu lagi sebelum segera pergi menjalankan perintah.

Laura memperhatikan semuanya dengan diam-diam, semakin lama berada di tempat ini, semakin banyak pertanyaan muncul di kepalanya.

Hero bukan orang biasa Setidaknya, itulah yang mulai Laura pikirkan.Namun dia belum tahu bahwa apa yang dilihatnya malam ini hanyalah sebagian kecil dari kehidupan pria tersebut.

Hero membawa Laura menaiki tangga menuju lantai atas, dia kemudian membuka sebuah pintu kamar yang sudah disiapkan.

Ruangan itu luas dan nyaman, dengan tempat tidur besar, sofa, lemari, serta jendela yang menghadap ke halaman.

Hero perlahan menurunkan Laura ke tempat tidur.“Kamu istirahat di sini malam ini,” ujarnya.

Laura masih memeluk gaun pemberian Arthur dia menatap Hero sebelum bertanya, “Kenapa kamu melakukan semua ini untukku?”

Hero terdiam sejenak karena sejak melihat Laura di taman, hatinya seolah sudah memilih Namun dia tidak mengatakan itu.“Karena aku tidak suka melihatmu terluka,”

Laura menatapnya cukup lama.“Aku masih tidak percaya kalau aku adalah mempelaimu.”

Hero tersenyum tipis.“Tidak apa-apa, kamu tidak perlu mempercayainya malam ini.”

Hero kemudian berdiri dan berjalan menuju pintu Sebelum keluar, di berhenti dan kembali menatap Laura.“Tapi satu hal yang harus kamu percaya, aku akan melindungimu dari siapa pun yang berusaha menyakitimu.”

Laura hanya terdiam mendengar perkataan itu dan dia masih belum bisa percaya dengan semua ini.

Pintu kamar kemudian tertutup perlahan di luar kamar, para pelayan masih saling berpandangan dengan wajah penuh keheranan, mereka tidak tahu siapa gadis yang dibawa pulang oleh Tuan mereka, tetapi malam itu mereka semua menyadari satu hal.

Ada seseorang yang berhasil membuat Hero Valdren membawa seorang wanita ke rumahnya.

Dan mereka belum tahu bahwa gadis itu bukan sekadar tamu dia adalah wanita yang disebut Hero sebagai mempelainya.

1
-Thiea-
aku pun penasaran Laura. tiba-tiba muncul dan langsung ngajak nikah../Facepalm/
-Thiea-
jodohmu bukan orang sembarangan Laura. serasa dapat durian runtuh ya. 🤭
-Thiea-
sudah terdeteksi Bucin sejak awal nih../Chuckle/
Myz Pena
para pembaca juga penasaran siapa.si hero ini 🫣
Myz Pena
maka beruntunglah kamu laura,, bentar lagi kamu akan kèluar dari siksaan author 🤣
Myz Pena
pasti kaget kalian kan..
Myz Pena
saking mandirinya jadi kebentuk mentalnya setangguh ini.. ini ma biar nggak ada laki2 tetap juga bisa hidup.. karena semua bisa dilakukan sendirian.. 🤭
Myz Pena
pelan2 bang hero 🤭
Myz Pena
aduh perhatiannya ya🤭
Myz Pena
di jemput calon suami 🤭
Kartika Candra Buwana
semoga kalian baik baik saja ya
Kartika Candra Buwana
wah apa ya yang akan dibahas ya?
Prayy: di bab selanjutnya akan terjawab 🙏
total 1 replies
Miu.Nuha
kakek, bawa Laura pergi dari rumah itu donk. bawa dia bersamamu aja 🥲
Miu.Nuha
gk pernah bener laura berbuat dimata kalian 😑 emang nyebelin ih ini keluarga...
Miu.Nuha
yaaa pak dosenny gk mau ngertiin 😑
sedih kan ya...
Arni Arlinawati Pratiwi💃
okay.. berrti emak mertua mu juga dong! 🗿😭
Arni Arlinawati Pratiwi💃
eee.. lu sape, maen peluk peluk, woy!!! 🗿🙄
Arni Arlinawati Pratiwi💃
gak tau lagi emak!!! thorr.. gak mau tau emak, habis ini buat laura bahagia!!! /Skull/
Prayy: iya Mak bab selanjutnya udh masuk bahagia Laura 😄
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
bener ming.. bener banget, pergi gak kamu sayang dari situ! /Skull/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
emak.. "lu brani nampar anak angkat gue!"

kaki emak melyang terbang menghantam kepala richard.

DUAK

"emm.. puas emak, RASAIN! set ... an!" 🤯🤯🤯
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!