NovelToon NovelToon
Sandyakala "Aksa Dan Amerta"

Sandyakala "Aksa Dan Amerta"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: Nyimas zaharah

Ini kisah seorang wanita introvert serta brokenhome, dalam segala hal tidak ada yang berjalan lancar baginya. Seorang wanita yang workaholic, soal percintaan jangan tanyakan. Sudah dapat dipastikan hancur juga sama seperti keluarga nya, Ia hanya dapat bertahan hidup untuk dirinya sendiri dengan cara menonton drama Korea kesukaannya, belanja di toko online, membeli makanan dan lain-lain.

Mei 1999 seorang wanita bernama Mahika Avisa Zalana, sejak lulus sekolah ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya. Jangan tanyakan alasannya, sudah dipastikan karna ia ingin bekerja dan tidak mau merepotkan keluarganya. Kalau ditanya kenapa tidak kuliah padahal keluarganya mampu bahkan sangat mampu untuk membiayai pendidikannya. Hanya saja ia terlanjur "Malas" yang berkaitan dengan keluarga nya lagi. Bukan berarti dia membenci keluarganya tapi ia ingin hidup tenang tanpa mengingat harus membayar hutang (tidak cuma-cuma) pendidikan yang ia pinjam pada keluarga nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyimas zaharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07. Prajurit

...بسم الله الرحمن الرحيم...

.... ...

.... ...

...Ya Allah beri dia kekuatan, beri dia ketabahan dalam cobaan ini.  Bertahanlah, sebentar lagi akan sampai.  Semuanya akan baik-baik saja...

.... ...

.... ...

...Mahija Biantara Al-Ghifari...

...______________...

Sudah satu bulan lebih setelah Mahika mengajukan surat pengunduran dirinya, karyawan baru yang menggantikan posisi nya juga sudah mahir dalam menjalankan tugasnya sebagai mana seorang resepsionis hotel.  Hari ini adalah hari terakhirnya bekerja, beberapa jam ke depan semua atribut yang melekat pada dirinya akan di copot dari dirinya.

"Mba.. Mahika.. " panggil seorang karyawan, Dea teman sekaligus sahabatnya selama bekerja di hotel ini.

"Mba yakin resign?  atau hanya istirahat saja?  aku ndak ada temen nya disini mba, rindu aku sama mba nanti " Dea dengan logat Jawa halusnya.

"Sudah yakin,  aku kalau mau balik lagi disini kerja juga masih di kasih sama bapak manager.  Tapi seperti nya aku mau istirahat saja dahulu "

"Aku ndak ada koe iki rasanya hampa mba'e" ucap Dea lagi.

"Hahaha,  kan bisa ketemu atau ngobrol di whatsapp de.. "

"Iya sih mba,  yaudah deh nanti kalau ada waktu pas dea libur kita main bareng ya mba,  ora lupa loh, janji "

"Nggeh de..  Telpon aja,  mba angkat kok "

"Oke sip mba'e"

Kembali bekerja untuk terakhir kalinya,  berita sudah menyebar ke seluruh karyawan hotel bahwa Mahika akan mengundurkan diri dari pekerjaanya.  Beberapa karyawan hotel ada yang merasa sedih ada juga yang merasa bersalah karna salah satu penyebab Mahika mengundurkan diri dari pekerjaanya adalah mereka yang suka menggunjing Mahika selama ini.

Pukul 20.30 Mahika bersiap untuk pulang ke rumah, besok adalah hari  pertama setelah resign ia akan bersantai dirumah dengan bangun lebih siang.  Langkah kaki nya hendak berjalan keluar dari area hotel,  namun..

"Mba..  " Panggil Dea yang sepertinya ia meminta bantuan pada Mahika.

Mahika berjalan kembali mendekat ke arah meja resepsionis,  melihat keadaan Dea.

"Ada apa? "

"Iki Mba, bisa gantikan sebentar,  aku mau ke toilet mules habis makan mie gacoan tadi Mba"

Mahika hanya mengangguk,  Dea segera berlari menuju toilet secepat mungkin.

"Hm..  Permisi..  " sapa sepasang tamu yang baru saja datang, sepertinya akan menginap.

"Iya, selamat malam dari International Grand Cempaka Hotel dengan saya Mahika, ada yang bisa saya bantu? " ucap Mahika menyambut  costumer yang baru saja datang.

"Mau pesan kamar mba untuk 3 hari 2 malam ya,  boleh minta yang VIP? "

"Kamar VIP,  dengan tipe deluxe pak? "

"Yang president suites ada? "

"Ada bapak "

"Oke saya mau yang itu, ini data saya dan istri saya. Ada armada antar jemput ke bandara tidak ya"

"Siap bapak ada,  boleh di konfirmasi ke pihak resepsionis yang bertugas nanti bapak, jika bapak memerlukan transportasi menuju Bandara "

"Baiklah"

"Baik bapak, saya konfirmasi ulang ya.  Nama pemesan Naufal Arav Setya dan Ibu Karina Annisa.  Pemesanan room VIP president suites selama 3 hari 2 malam,  jika ada yang di butuhkan harap segera mengubungi pihak service room untuk membantu.  Nomor untuk pihak hotel ada di atas nakas sebelah telepon kamar ya bapak. "

"Baik..  "

"Ini kuncinya, semoga nyaman menginap di hotel kami. Selamat malam " memberikan card sebagai kunci kamar.

Sepasang suami istri tersebut sepertinya sedang berbulan madu di kota ini,  Mahika hanya memperhatikan langkah mereka menuju lift hotel.  Setelah Dea kembali dari toilet, Mahika akhirnya bisa pulang setelah menyelesaikan tugas terakhirnya.

Lampu jalanan kota menghiasi perjalanan pulang Mahika dengan sepeda motor nya,  Ia sedikit mengebut agar segera sampai dirumah.

***

"LATGAB KALI INI HARUS LEBIH SUKSES DARI TAHUN KEMARIN,  KALIAN HARUS BUKTIKAN TNI AU MENJADI GARDA LANGIT TERBAIK.  TIDAK ADA YANG BISA MENGHANCURKAN TNI" Mahija yang sedang memberi pengarahan sebelum berangkat menuju tempat pelatihan gabungan bersama matra TNI lainnya.

Latihan gabungan kali ini di lakukan untuk selalu mengecek kesigapan para prajurit tiga matra yaitu TNI AD, TNI AU, dan TNI AL yang sekaligus menjadi ajang silahturahmi antar matra TNI. Suara Mahija menggema di lapangan, padahal ia tidak menggunakan microphone saat berbicara.  Suara khas seorang TNI dengan tegas dan wibawa serta nada yang datar menjadikannya sosok komandan yang sangat di hormati di kesatuan.

"TNI AU!!  " kembali menggema sorak terakhir Mahija sebelum berangkat.

"JAYA DI UDARA,  DIRGANTARA, PENJAGA LANGIT,  HUUUUU... HAA!!! " Sorak para anggota peleton nya yang diikuti oleh tepukan tangan yang gemuruh.

Mereka segera naik ke dalam truk TNI,  hari ini Mahija membawa 3 peleton yang akan ia pimpin selama latihan bersama.  Sudah pasti disana ia akan bertemu dengan rivalnya semasa latgab akademi yang memilih untuk mengabdi di kesatuan TNI AD.

Malam hari merupakan salah satu metode keberangkatan Mahija dan anggota agar tidak menjadi sumber kemacetan di jalanan kota,  ia memilih malam hari berangkat agar para anggota besok pagi langsung bisa latihan setelah beristirahat sebentar di camp pelatihan.

Iring-iringan ke empat truk TNI dan satu mobil dinas membelah jalanan kota,  suasana lalu lintas terpantau lancar tanpa halangan. Mahija yang berada di barisan paling belakang sedang mengemudikan mobil dinasnya sendirian, memantau iring-iringan truk TNI agar tidak mengganggu ketentraman masyarakat.

BRAAAKK!!!

Tiiittiiiiinnn....

Tiiinnntiiiiinnn...

Iring-iringan truk TNI seketika berhenti, Mahija penasaran apa yang terjadi di depan sana.  Antrian kendaraan di belakang mobil dinasnya sudah mulai memanjang, semua orang penasaran apa yang terjadi di depan sana, hingga membuat laju kendaraan terhenti seketika.

Mahija langsung berbicara melalui radio rig mobil yang terpasang di mobil dinas untuk menghubungi supir truk paling depan, menanyakan apa yang terjadi hingga membuat kemacetan yang sangat panjang.

"Cek.. Lettu. Mahija berbicara, ada apa di depan sana? "

"Sertu. Yusuf melapor, terjadi kecelakaan ndan di depan, seorang wanita yang ditabrak oleh anak remaja yang sedang melakukan freestyle motor dengan kecepatan tinggi komandan..  "

"Untuk seluruh supir, tolong menepi sedikit ke posisi kiri agar kendaraan yang ada di belakang saya dapat lewat dengan lancar melalui lajur kanan, terima kasih. "

Tanpa menunggu lagi dalam hitungan detik ke empat truk TNI langsung merapat ke sisi kiri jalan,  mengikuti sesuai perintah dari komandannya. Mahija melajukan mobilnya untuk melihat situasi secara langsung dan akan mempertimbangkan situasinya.

"Bagaimana korban? " Mahija yang baru saja turun dari mobil menghampiri salah satu anggota nya yang turun membantu korban kecelakaan.

"Siap komandan,  sepertinya patah tulang kaki sebelah kiri akibat benturan dari remaja yang kebut-kebutan itu" Menunjuk ke salah satu pelaku tabrakan.

Mahija mengecek keadaan remaja yang terduga pelaku tabrakan,  berjalan mendekat ke arah sang remaja yang tengah terduduk di trotoar pinggir jalan.

"Masih sadar? "

"Siap setengah mabuk komandan"

Ia menurunkan tubuhnya setara remaja yang tengah terduduk tersebut, mulai mengecek setiap anggota tubuh remaja tersebut.

"Kepala aman... Leher aman...  Lengan,  lecet sedikit,  kaki..  Aman" Selesai menyentuh tubuh anak remaja yang meringis kesakitan akibat sentuhan Mahija yang penuh penekanan pada setiap anggota tubuh nya.

"Cuma satu yang gak aman..  " jelas Mahija pada anggotanya.

"Siap, apa itu komandan ?"

"Otaknya " Mahija memukul kepala anak remaja tersebut dengan baret yang di pegangnya sejak turun dari mobil tadi.

Anggota Mahija yang melihat hanya terdiam, menyaksikan Mahija memberi hukuman kecil pada anak tersebut dan kembali berjalan melihat kondisi korban.

"Loh-" Mahija yang terkejut melihat korban kecelakaan tersebut adalah orang yang dikenalnya. "Sudah telepon ambulan belum?? "

"Siap sudah..  "

Mahija segera mengecek keadaan dan kesadaran seseorang yang dikenalnya ini, meyakinkan dirinya agar semuanya baik-baik saja saat ini.

"Ya Allah beri dia kekuatan, beri dia ketabahan dalam cobaan ini.  Bertahanlah, sebentar lagi akan sampai.  Semuanya akan baik-baik saja" gumam Mahija yang semakin khawatir, tingkat kesadaran korban semakin menurun.

Ambulan akhirnya sampai setelah beberapa menit kejadian tabrakan.  Beberapa polisi juga datang secara bersamaan,  Mahija segera membantu mengangkat korban masuk ke dalam ambulan.

"Kalian lanjutkan ke camp pelatihan, saya akan menyusul.  Tolong panggil Sertu. Jaka menghadap saya. " Perintah Mahija.

Iring-iringan truk TNI kembali melanjutkan perjalanan menuju camp pelatihan, Mahija dan Sertu. Jaka mengawal ambulan menuju rumah sakit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!