Draven Aleric adalah seorang pria misterius yang memiliki kekuatan Shadow Absolute,kekuatan bayangan mutlak yang tidak berasal dari Buah Iblis, melainkan lahir dari dalam tubuhnya sendiri.
Di dunia yang berada di bawah kendali Pemerintah Dunia, Draven menolak menerima tatanan yang telah mengatur kehidupan manusia selama berabad-abad.
Bersama 2 sahabatnya Zorana dan Axel mereka memulai perjalanan dilautan untuk menjadi pusat kekuatan dan kekuasaan baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 - Meninggalkan masa lalu
Draven, Zorana dan Luna masuk ke dalam hutan untuk menuju ke tebing
"menurut kalian apa gadis bernama Elara ini menyeramkan?" tanya Luna sambil melayang
Zorana mengangkat kedua bahunya
"kurasa tidak..dia seumuran dengan kita" jawab Zorana
Sementara Draven tidak merespon percakapan kedua wanita itu.
Setelah beberapa lama berjalan mereka sampai di tebing dan melihat sebuah goa diatas tebing tersebut
Luna melihat goa itu
"apa dia ada di dalam?" ujar Luna bertanya-tanya
"kemungkinan besar iya..aku merasakan ada seseorang di dalam goa ini" jelas Draven
Zorana lalu berbicara
"kalau begitu tunggu apalagi,kita harus masuk memastikan.." ujar Zorana lalu masuk ke dalam goa itu
"hei..tunggu aku" Luna lalu melayang mendekati Zorana lalu memegang baju belakang Zorana
Ketiganya masuk ke dalam goa,hingga ke dalam sampai tiba di ujung goa itu yang hanya ada sebuah air terjun yang mengalir di dalam goa itu
"tidak ada siapapun disini.." bisik Zorana lalu menoleh ke Draven
"dimana kamu merasakan ada seseorang?" tanya Luna juga kepada Draven
Draven melihat ke arah air terjun.. tiba-tiba sebuah sosok muncul dari balik air terjun dan keluar, sosok itu adalah seorang wanita cantik dan manis yang terlihat masih sangat muda.. wanita itu berjalan mendekati mereka bertiga
"ada keperluan apa kalian dirumah ku?" tanya wanita itu sambil memiringkan kepalanya menatap Zorana dan Luna
Zorana dan Luna terdiam sesaat
"ka..kami ingin bertemu seseorang bernama Elara" jawab Luna sedikit ketakutan
"ada keperluan apa kalian mencarinya.." tanya wanita itu yang adalah Elara
Draven menatap ke Elara
"kau Elara kan?" tanya Draven
Elara menoleh ke arah Draven, lalu matanya melebar ketika melihat Draven dan perlahan pipi nya memerah kemudian membuang mukanya
"i..iya, ada apa?" tanya Elara balik bertanya
Melihat yang terjadi pada Elara, Zorana menyipitkan matanya .. sementara Luna menutup mulutnya tertawa kecil
"wah..wah.. sepertinya Draven mampu menarik perhatian nya" bisik Luna kepada Zorana
Draven yang melihat Elara tersenyum
"aku ingin mengajakmu untuk berlayar bersamaku.." ajak Draven.
Kata-kata Draven membuat Elara tersentak, sesaat Elara menatap Draven dengan mata melebar namun dia segera memalingkan pandangannya ke arah air terjun
"a..apa maksudmu, aku bahkan tidak mengenal mu!!" jelas Elara dengan suara sedikit rendah dengan wajah yang semakin memerah
"aku Draven dan sedang mengumpulkan kru , kami butuh dokter di kapal kami" jelas Draven
"aku bukan dokter..kenapa kau datang kepada ku!!??" terang Elara tanpa menatap Draven
"aku tahu kamu bukan dokter, tapi aku membutuhkan kemampuanmu dalam membuat obat-obatan untuk kami" jelas Draven kepada Elara, kemudian Elara memberanikan diri menatap Draven
"kau membutuhkanku??" tanya Elara yang wajahnya semakin merah seperti siap untuk meledak
"aku ini pembuat masalah,bahkan tidak ada seorangpun yang menginginkanku di tanah kelahiran ku" jelas Elara,kini wajahnya berubah menjadi terlihat sedih
"aku hanya seorang anak dari pengkhianat pulau Sashe, tidak ada yang menginginkan ku di dunia ini" tambah Elara
Zorana lalu melihat Elara dengan lebih seksama
"pengkhianat pulau?" tanya Zorana yang tidak tahu
Elara lalu menatap Zorana
"benar aku adalah anak pengkhianat pulau..ayahku sudah menjual rahasia resep terbaik desa kepada pemerintah dunia" tiba-tiba air mata Elara mengalir begitu saja
"semua orang membenciku karena aku adalah keturunan nya.." jelas Elara
Luna yang tadinya tertawa kini prihatin dengan Elara
"jadi..kau menanggung semua yang orang tua mu lakukan?" tanya Luna lagi
Elara mengangguk lalu mengusap air matanya
"seluruh warga desa ingin aku mati, namun Nona Marina adalah orang yang ku..dia membawa ku ke dalam hutan kemudian menyembunyikan ku di dalam air terjun di goa ini" jelas Elara
Mendengar nama Marina, Zorana lalu mengangguk
"jadi begitu.." ujar Zorana pelan
Draven lalu mendekati Elara
"kami sudah bertemu dengan Marina, dialah orang yang menyuruh kami bertemu denganmu.." jelas Draven ke Elara ,lalu Draven mengusap air mata Elara dari pipinya
"mungkin.. Marina ingin kamu bebas,dia tidak ingin kamu hanya bersembunyi,lari dan tinggal di dalam kesendirian lagi" jelas Draven membuat mata Elara terpejam menahan tangisnya.
Tiba-tiba suara dari belakang Draven terdengar
"apa yang dikatakan nya benar, Elara" terdengar suara yang tidak asing bagi Elara,dengan cepat Elara membuka matanya dan melihat ke belakang Draven
"Marina!!!" teriak Elara lalu berlari memeluknya Marina kemudian tangis Elara pecah
"aku..aku tidak mau meninggalkan mu" ujar Elara dengan terus menangis kencang
Draven, Zorana dan Luna melihat kedua wanita itu,bahkan Luna pun ikut menangis.
Marina tersenyum sambil memeluk erat Elara
"kamu harus pergi..kamu harus melihat dunia..kamu harus melupakan setiap trauma masa lalu mu.." jelas Marina kepada Elara
"wujudkan impianmu, cita-cita waktu kecilmu menjadi dokter..dan buktikan kepada warga pulau Sashe,kamu adalah Elara,kamu adalah seorang dokter, kamu bukan bencana, kamu bukan pembawa sial atau apapun!!" tambah Marina yang sedikit meneteskan air matanya
Lalu Marina menatap Elara yang masih menangis tersedu-sedu
"sekarang kamu adalah Elara yang akan menjadi seorang dokter, Elara yang memiliki teman-teman yang akan saling melindungi.. aku ingin melihat semua itu, aku ingin melihat Elara yang selalu tersenyum manis ,aku ingin melihat 'anak'ku menjadi apa yang dia inginkan" jelas Marina yang merupakan ibu angkatnya Elara.. setelah kematian kedua orangtuanya Elara yang dibunuh oleh penduduk desa pulau Sashe 8 tahun lalu, Marina melindungi dan menyembunyikan Elara ditebing bukit belakang pulau itu.
Elara mengusap air matanya dan tersenyum pada Marina
"aku pasti..aku pasti akan membahagiakan ibu..aku pasti akan menjadi dokter seperti apa yang ibu inginkan" jelas Elara kepada ibu angkatnya Marina
Lalu Elara berbalik menatap Draven, Zorana dan Luna
"aku Elara, mulai sekarang aku akan menjadi dokter di kapal kalian.. terimakasih sudah mengajakku!!" ujar Elara sambil membungkukkan tubuhnya dan mengeluarkan air mata bahagia.
Dan untuk pertama kalinya setelah delapan tahun, Elara meninggalkan air terjun itu tanpa rasa takut.
semangat!