NovelToon NovelToon
Love In The Crossfire

Love In The Crossfire

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: wabula

Mobil mogok di depan sebuah rumah makan sederhana mempertemukan Dawin, pasukan khusus elite yang tegas namun berhati lembut, dengan Kwila, perawat baik hati dari keluarga Lidar. Pertemuan yang tak terduga itu berubah menjadi cinta yang tumbuh di tengah bahaya, ketika keluarga Kwila justru menjadi incaran organisasi kriminal BlackSystem yang begitu ditakuti. Antara tugas melindungi negara dan menjaga wanita yang dicintainya, Dawin harus menghadapi pengkhianatan, pengejaran, dan pertaruhan nyawa sementara Kwila belajar bahwa cinta sejati kadang datang justru saat dunia terasa paling berbahaya. Namun kisah ini tak berhenti di pelaminan. “Dawin dan Kwila” adalah saga keluarga yang membentang lintas generasi merayakan pernikahan, kelahiran, perjuangan mengejar mimpi, hingga anak-anak mereka tumbuh dewasa dan menemukan cinta serta jalan hidup masing masing. Dari aksi menegangkan hingga kehangatan meja makan keluarga, novel 150 bab ini adalah perjalanan panjang tentang keberanian, penebusan, dan bagaimana kebaikan kecil bisa berbuah kebahagiaan yang tak pernah berhenti bertumbuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wabula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Briefing di ruang operasi

Rehan, sahabat karib Dawin yang telah dinyatakan sembuh sepenuhnya dari luka tembak yang dia derita beberapa waktu lalu, akhirnya kembali bertugas di markas dengan kondisi fisik yang telah pulih total, meski bekas luka di bagian dadanya masih terlihat jelas sebagai pengingat akan bahaya yang pernah mereka hadapi bersama. Pagi itu, Dawin mengajak sahabatnya tersebut untuk berdiskusi mengenai perkembangan penyelidikan terhadap organisasi BlackSystem yang telah dia jalankan selama beberapa minggu terakhir.

"Rehan, gimana rasanya udah bisa balik tugas lagi?" tanya Dawin sambil menyerahkan secangkir kopi kepada sahabatnya tersebut, yang duduk di ruang briefing kecil yang biasa mereka gunakan untuk membahas berbagai operasi rahasia.

"Alhamdulillah, badan udah kerasa fit lagi. Tapi masih agak trauma juga sih inget kejadian waktu itu," jawab Rehan sambil tertawa kecil, mencoba mencairkan suasana meski dia tahu betul bahwa kejadian penembakan tersebut memang cukup mengguncang mentalnya untuk sementara waktu.

"Saya udah dapet informasi penting soal siapa yang bertanggung jawab atas penyerangan waktu itu," ujar Dawin, mulai menjelaskan berbagai perkembangan yang telah dia kumpulkan sejak insiden penembakan tersebut terjadi. "Kelompok yang nyerang kita itu bagian dari organisasi BlackSystem, mafia yang mengendalikan peredaran narkoba dan perdagangan manusia di kota ini."

Rehan mendengarkan penjelasan tersebut dengan seksama, ekspresi wajahnya berubah menjadi lebih serius. "BlackSystem? Nama itu kedengeran familiar. Kalau nggak salah, dulu waktu saya masih di unit lain, ada beberapa laporan intelijen yang nyinggung soal organisasi ini juga."

"Betul, dan yang lebih mengejutkan, bos besar organisasi tersebut ternyata mantan perwira pasukan khusus, dan bahkan pernah jadi sahabat karib Kapten Endrik sendiri," jelas Dawin, membagikan informasi sensitif yang telah dia terima langsung dari atasannya tersebut, mengingat betapa pentingnya Rehan mengetahui detail tersebut sebagai rekan satu tim dalam operasi penyelidikan yang akan mereka jalankan bersama.

Mendengar informasi tersebut, Rehan tampak begitu terkejut, tidak menyangka bahwa hubungan antara pihak militer dan organisasi kriminal tersebut ternyata memiliki lapisan personal yang begitu kompleks. "Gila, jadi Kapten harus hadepin mantan sahabatnya sendiri yang sekarang jadi musuh negara. Berat juga posisi beliau."

"Makanya, Kapten minta kita untuk berhati-hati dalam menjalankan penyelidikan ini, jangan sampai konfrontasi langsung terjadi kalau memang belum diperlukan. Tapi tetep aja, kita harus kumpulin bukti yang cukup buat menghentikan operasi mereka," jelas Dawin, menyampaikan instruksi yang telah dia terima dari Kapten Endrik mengenai pendekatan yang harus mereka ambil dalam menangani kasus tersebut.

Selain informasi mengenai hubungan personal Bos Tiger dengan Kapten Endrik, Dawin juga membagikan kekhawatiran yang baru saja disampaikan Kwila mengenai kejanggalan yang dia temukan di rumah sakit tempatnya bekerja tersebut. "Rehan, ada informasi tambahan juga yang cukup mengkhawatirkan. Ada kemungkinan BlackSystem juga terlibat dalam praktik ilegal di rumah sakit, mungkin ada kaitannya sama perdagangan organ tubuh manusia."

Mendengar informasi tersebut, Rehan menggelengkan kepala dengan raut wajah yang menunjukkan kemarahan. "Keji banget mereka. Dari mana kamu dapet info ini, Dawin?"

"Dari Kwila, perawat yang saya kenal waktu kejadian di Good Resto itu. Dia yang tidak sengaja nemuin dokumen mencurigakan di rumah sakit tempatnya bekerja," jelas Dawin, sedikit menyembunyikan perasaannya sendiri terhadap gadis tersebut namun tetap membagikan informasi penting yang relevan dengan penyelidikan mereka.

Rehan, yang cukup peka membaca perubahan nada suara sahabatnya tersebut ketika menyebutkan nama Kwila, tersenyum jahil sambil menggoda Dawin. "Eh, kok kayaknya kamu deket banget ya sama perawat itu. Ada apa nih?"

Dawin sedikit tersipu mendengar godaan tersebut, meski dia berusaha menjawab dengan nada yang tetap profesional. "Cuma kenal biasa aja, Rehan. Dia juga yang bantu ngobatin kamu waktu itu di rumah sakit."

"Ah, bohong, muka kamu udah kayak orang jatuh cinta gitu," ledek Rehan lagi, tertawa kecil menyaksikan reaksi sahabatnya yang begitu jelas menunjukkan ketertarikan tersebut, meski Dawin sendiri berusaha keras untuk tetap terlihat profesional di hadapan rekannya tersebut.

Percakapan tersebut kemudian kembali fokus pada perencanaan strategis mengenai bagaimana mereka akan melanjutkan penyelidikan tersebut, mempertimbangkan berbagai risiko yang mungkin timbul mengingat kompleksitas situasi yang melibatkan organisasi kriminal besar dengan jaringan yang begitu luas tersebut.

"Menurut saya, kita perlu mulai dengan mengumpulkan bukti dari sisi rumah sakit dulu, mengingat itu jalur yang paling memungkinkan buat dapetin bukti konkret tanpa harus konfrontasi langsung sama anak buah BlackSystem," usul Rehan, memberikan strategi yang dia anggap paling aman untuk memulai penyelidikan tersebut.

"Setuju. Tapi kita harus super hati-hati, jangan sampai Kwila jadi target kalau ketahuan dia yang bocorin informasi ini," jawab Dawin dengan nada yang menunjukkan kekhawatiran mendalam terhadap keselamatan gadis tersebut, sebuah kekhawatiran yang jauh melampaui sekadar tanggung jawab profesional semata.

Rehan mengangguk, menyadari betapa pentingnya menjaga kerahasiaan sumber informasi tersebut demi keselamatan semua pihak yang terlibat. "Kita bisa manfaatkan jalur resmi buat minta akses ke data rumah sakit, tanpa harus menyebutkan sumber informasi awal kita. Itu lebih aman."

Mereka berdua kemudian menyusun rencana lebih detail, termasuk mempertimbangkan untuk melibatkan unit intelijen khusus guna melakukan penyelidikan tersembunyi terhadap Direktur Harjono, sosok yang diduga menjadi otak di balik praktik ilegal perdagangan organ tersebut. Diskusi tersebut berlangsung hingga siang hari, menghasilkan berbagai poin penting yang akan mereka laporkan kepada Kapten Endrik guna mendapatkan persetujuan resmi untuk melanjutkan operasi penyelidikan tersebut.

Menjelang sore, ketika Dawin dan Rehan selesai menyusun laporan tersebut, Kapten Endrik memanggil mereka berdua untuk memberikan arahan lebih lanjut mengenai langkah-langkah yang harus mereka ambil. "Bagus, rencana kalian cukup matang. Tapi ingat, prioritas utama kita adalah keselamatan warga sipil yang terlibat, termasuk sumber informasi kalian tersebut."

"Siap, Kapten," jawab Dawin dan Rehan hampir bersamaan, menunjukkan kesiapan penuh untuk melaksanakan tugas berat yang telah dipercayakan kepada mereka tersebut.

Sebelum mereka meninggalkan ruangan tersebut, Kapten Endrik menambahkan satu pesan penting yang mencerminkan kekhawatirannya sendiri mengenai situasi yang semakin kompleks tersebut. "Dawin, saya dengar kamu mulai dekat dengan keluarga yang jadi korban pemerasan BlackSystem itu. Saya hargai kepedulian kamu, tapi tolong tetap jaga profesionalisme dan keselamatan mereka di atas segalanya. Kita menghadapi organisasi yang sangat berbahaya, dan saya tidak ingin ada korban jiwa lagi di antara warga sipil yang tidak bersalah tersebut."

Mendengar pesan tersebut, Dawin mengangguk penuh keyakinan, menyimpan dalam hatinya sebuah tekad yang semakin kuat untuk melindungi keluarga Lidar, terutama Kwila, dari ancaman besar yang mengintai dari balik bayang-bayang organisasi kriminal yang begitu berbahaya tersebut, sebuah tekad yang akan segera diuji oleh berbagai kejadian yang jauh lebih berbahaya dari yang pernah mereka bayangkan sebelumnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!