NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN MAFIA

MENIKAH DENGAN MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Untuk keluar dari penjara keluarga, Charoen Torrer harus menerima pinangan dari seorang mafia ternama. Walau hanya jadi istri sementara, tetapi demi kebebasannya. Char menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.

Tanpa ia tahu ke depannya, hidupnya jauh lebih rumit di banding rumah yang rasanya seperti penjara itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23

Pagi hari di pusat Kota Seradam. Lobi sebuah hotel berbintang lima bertaraf internasional telah dipenuhi oleh puluhan wartawan dari berbagai media.

Lampu kilat kamera tak berhenti menyala serentak, mengabadikan setiap sudut ruangan dan momen krusial yang paling dinantikan publik hari ini.

Di hadapan kerumunan awak media, sebuah mikrofon berdiri tegap di depan Michael Berrero—pengacara ternama ibukota yang dikenal amat bengis saat menjatuhkan lawan hukumnya di meja hijau dengan vonis berat.

Meski usianya masih sangat belia, baru dua puluh lima tahun, karier hukum Michael langsung melejit tinggi sejak ia memenangkan kasus penggelapan dana raksasa yang melibatkan jajaran oknum pejabat. Kasus besar yang melontarkan namanya ke puncak kejayaan tersebut digagas langsung oleh satu sosok paling berpengaruh: Alexander Romanov.

"Selamat pagi, Kawan-kawan Media," sapa Michael tenang, menatap lurus ke arah puluhan kamera dengan sorot mata tajam dan penuh kendali. "Kita akan menunggu kehadiran Tuan Gorgio Torrer untuk memverifikasi seluruh berkas perkara ini secara terbuka!"

Mundur sehari sebelumnya, Gorgio dibuat jantungan saat melangkah masuk ke ruang kerjanya sendiri. Di sana, di atas kursi kebesarannya, Alexander Romanov sudah duduk bersandar santai.

"Menantu..." sapa Gorgio gugup.

"Ck. Kita tidak seakrab itu, Torrer!" sahut Alexander dingin dan malas.

Di samping meja, Raphael berdiri tegap bak patung es, menanti perintah sang atasan.

"Tapi... aku memang ayah mertuamu," cicit Gorgio pelan.

"Cukup!" sentak Alexander yang enggan membuang waktu untuk basa-basi busuk.

Alexander menjentikkan jarinya. Tanpa bersuara, Raphael melangkah maju dan menebarkan tumpukan berkas tebal ke atas meja kerja Gorgio. Mata pria paruh baya itu melebar sempurna ketika membaca judul-judul dokumen di hadapannya.

"Mena... maksudku, Tuan. Anda... Anda mendapatkan semua ini dari mana?" tanya Gorgio terbata-bata, tak percaya melihat seluruh bukti kejahatan dan fitnah masa lalu terpampang jelas di depan matanya.

"Kau pikir aku tidak memeriksa latar belakang wanita yang kuambil menjadi milikku, Torrer?" desis Alexander dengan intonasi rendah yang berbahaya.

Gorgio menelan ludahnya susah payah. Ia tak pernah membayangkan rekayasa kasus yang menimpa putri kandungnya akan tercium hingga ke tangan penguasa Romanov.

"Tapi... tapi kasus ini sudah lama terjadi, Tuan. Lagipula saat itu memang ada kesalahan data—"

BRAK!

Alexander menggebrak meja kayu jati itu begitu keras. Hantaman kuat itu membuat barang-barang di atas meja terpental, jatuh berhamburan ke lantai hingga menimbulkan gaduh yang memekakkan telinga.

Bruk! Prang!

Tubuh Gorgio menciut seketika. Di matanya saat ini, sosok Alexander telah bertransformasi total menjadi iblis pencabut nyawa.

"Kau menuduh putrimu di tengah keramaian kantor! Meneriakinya sebagai pencuri, menamparnya, dan mengumpatnya dengan kata-kata paling kotor!" cerca Alexander dengan tatapan membunuh.

"Waktu itu... waktu itu saya terlalu disulut emosi, Tuan! Saya mengira Char benar-benar memalsukan data perusahaan dan—"

"Kau seharusnya memeriksanya terlebih dahulu, Bangsat!" potong Alexander dengan bentakan menggelegar.

"Tapi setelah audit internal membuktikan Charoen tidak bersalah, kau bahkan tidak minta maaf! Kau biarkan dia tertekan sampai dia terpaksa keluar dari perusahaan itu—"

"I-itu atas kemauannya sendiri, Tuan—"

"Bangsat kau, Torrer!"

PRANG!

Sebuah asbak dilempar Alexander ke lantai. Serpihan kaca berserakan di mana-mana.

Napas Alexander memburu, sementara di depannya. Torrer sudah meringkuk ketakutan setengah mati. Ia benar-benar salah memperlakukan putrinya dulu.

"Aku tak mau tahu, Torrer. Kau harus meminta maaf secara publik pada istriku!" putus Alexander tegas.

Sungguh, andai Torrer bukan ayah biologis istrinya. Ia pasti akan melubangi kepala pria itu dengan timah panas kesayangannya.

"Jika bisa ... kau seret juga orang yang membuatmu bodoh sampai mencurigai darah dagingmu sendiri," lanjutnya lalu ia membenahi jasnya.

Lalu pagi ini, Torrer datang dengan wajah kuyu dan tak bergairah. Ia harus benar-benar minta maaf pada putrinya atas tuduhan palsu itu. Sementara perusahaan tempat putrinya dulu bekerja. Kini harus mempublikasikan bangkrut setelah gagal investasi dan sahamnya merosot tajam.

"Itu Tuan Torrer!" seru salah satu wartawan.

Lalu semua kamera mengarah padanya. Konferensi pers itu disiarkan secara langsung dan dapat disaksikan seluruh masyarakat kota Seradam.

"“Tuan Torrer! Tuan Torrer! Bisa katakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Pengacara Berrero?”

“Tuan Torrer, apakah Anda sedang menghadapi perkara pidana sampai-sampai Pengacara Michael Berrero memanggil Anda?”

“Tuan Torrer! Apa hubungannya dengan Charoen Torrer?”

Rentetan pertanyaan membuat Gorgio semakin pucat.

Ia berhenti beberapa langkah dari meja konferensi.

Michael Berrero menatapnya tanpa ekspresi.

“Silakan duduk, Tuan Torrer.”

Gorgio berjalan perlahan menuju kursi yang telah disediakan.

Puluhan kamera langsung menyorot wajahnya.

Ia duduk dengan tubuh kaku.

Michael mengambil satu berkas dari atas meja.

“Semua orang di ruangan ini tentu bertanya-tanya mengapa saya meminta Tuan Gorgio Torrer hadir dalam konferensi pers ini.”

Ia mengangkat sebuah dokumen.

“Jawabannya sederhana.”

Michael menatap kamera.

“Hari ini kami akan mengklarifikasi tuduhan yang pernah ditujukan kepada Charoen Torrer atau Nyonya Romanov!" ucapnya tenang lalu semua berkas dibagikan pada wartawan.

Ruangan lobi langsung heboh. Sebuah bukti tentang fitnah yang dulu terjadi pada anak perempuan seorang pengusaha.

"Ini kan kasus waktu itu!" seru beberapa wartawan yang mengingat kasusnya.

"Iya betul, ketika para auditor memeriksa. Tuduhan itu tidak benar!" sahut lainnya.

"Kalian benar kawan-kawan media!" seru Michael.

“Berdasarkan hasil audit internal dan dokumen yang telah kami verifikasi, tidak ditemukan bukti bahwa Charoen Torrer melakukan penggelapan dana ataupun pemalsuan data sebagaimana tuduhan yang pernah ditujukan kepadanya.”

Kilatan kamera semakin gencar.

Michael kemudian menoleh kepada Gorgio.

"Masalahnya ... Sampai sekarang tidak ada penjelasan atau klarifikasi dari pihak Tuan Gorgio Torrer sendiri dan perusahaan itu!" lanjutnya menatap tajam Gorgio yang duduk dengan lemas.

"Itu benar! Bahkan kasus itu menguap begitu saja. Sementara yang kami tahu. Nona Charoen keluar dan kini bekerja di pabrik roti Odego Bakery!" sahut wartawan lagi.

"Tuan Torrer! Sekarang waktunya!" suruh Michael tegas.

Gorgio menghela napas panjang, ia pun berdiri dan berjalan ke depan mik dengan lutut bergetar. Tiga tahun perkara itu terlewat, mengira semua sudah terkubur dalam-dalam. Tak disangka, kasus itu kembali menguak bahkan sebagian wartawan masih ingat peristiwa itu.

"Selamat pagi saudara-saudara sekalian. Saya Gorgio Torrer akan menjelaskan satu hal yang selama ini menyangkut putri saya, Charoen Elizabeth Torrer," ujarnya serak dan bibir begetar.

Sementara di villanya, semua mata menatap layar lebar berukuran 54 inchi. Lotta menangis sedih, Gina menenangkan kakak iparnya itu.

"Andai dia tidak terhasut ...," cicit Lotta.

Sementara Grace duduk di belakang ayahnya dengan wajah penuh ketakutan. Ia takut sang paman akan membongkar siapa yang penghasutnya.

Grace sangat ingat kejadian waktu itu. Ia yang iri melihat keberhasilan Char sementara dirinya dipecat Gorgio karena salah input data satu kuartal.

Maka ia terus menghasut pamannya. Mengatakan jika Char menukar secara diam-diam data perusahaan pada perusahaan lain.

Di layar kaca, semua menanti perkataan Gorgio.

Gorgio menarik napas panjang, meremas jemarinya yang dingin di depan mikrofon. Suara dengung pendingin udara lobi hotel seolah menguap, tergilas oleh keheningan mencekam dari puluhan wartawan yang menunggu setiap kata keluar dari mulutnya.

"Saya... saya berdiri di sini hari ini untuk mengakui kesalahan terbesar dalam hidup saya sebagai seorang ayah," ujar Gorgio dengan suara serak yang bergetar hebat. Air mata penyesalan dan ketakutan mulai menggenang di sudut matanya.

"Tiga tahun lalu, saya telah membutakan mata dan hati saya sendiri. Saya mendatangi tempat kerja putri saya, Charoen Elizabeth Torrer... mempermalukannya di depan umum, menamparnya, dan menuduhnya melakukan penggelapan data tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu."

Suasana lobi hotel mendadak bising oleh kasak-kusuk para wartawan. Kilatan kamera menyerbu wajah kuyu Gorgio tanpa henti.

Ia kembali menatap layar dengan derai air mata penyesalan. Menutup semuanya dan memusatkan kalau semua itu adalah murni kesalahannya seorang.

"Aku terlalu buta terhasut fitnah maka aku orang yang paling salah di sini. Untuk itu. Aku Gorgio Torrer meminta maaf sepenuhnya pada putriku Charoen Elizabeth Torrer!" ujarnya lalu mundur satu langkah dan membungkuk hormat.

Bersambung.

Wah ... Masih dilindungi si Grace!

Next?

1
Eni Istiarsi
heran dengan orang tua modelan kayak gitu. anak sendiri dinistakan dan ditindas
Anita Barus
makin seru lanjut
Deyuni12
Waaah
semakin seru nh,gak sabar nunggu reaksi keluar char terutama ayahnya n si grace
Anita Barus
Grace KLO caper jgn menjatuh kan char lu kira omongan Lo digubris kagak lagi
Deyuni12
idikh
si Grace carmuk.banget
Anita Barus
🤣🤣🤣🤣
Deyuni12
lanjut
Anita Barus
Alex malu kalau berita tentang dirinya yg pingsan di depan pabrik roti tersebar di seantero kota bahkan dunia mungkin
Eni Istiarsi
Pak Palace mengingatkanku pada Mama Iya
Deyuni12
haha
gengsi Segede gunung
Deyuni12
bucin akut nh sang mafia
S.R ciplux
🤣🤣🤣🤣 udah kecintaan
Anita Barus
lanjut
Anita Barus
keluarga adik gorgio mulai dari bapak nya ibunya sampai kedua anak2 nya stres alias SGM sinting gila dan miring 🤣🤣🤣🤣🤣
S.R ciplux
orang tuamu jg terlalu percaya sama hasutannya grace char.
Deyuni12
next
Anita Barus
sang mafia sekarang rindu rumah teros nih ya
S.R ciplux
siapakah ibu raphael
Anita Barus
wah beneran jatuh cinta ni si Alexander
Deyuni12
waaaah
bau bau akan keromantisan n kebucinan sang mafia akan segera menguar nh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!