NovelToon NovelToon
Istri Bodoh Pangeran Arya

Istri Bodoh Pangeran Arya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Murni
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Di hari pernikahannya. Aluna menggantikan sang adik untuk menikahi pangeran Arya. Adik dari raja yang rumornya menderita penyakit aneh. Setiap penyakit itu kambuh, Dia akan membunuh siapapun yang mendekatinya. Tetapi, Setelah bertemu Aluna. Penyakit Arya melunak, Bahkan begitu lembut menghadapi sifat kekanakan Aluna meskipun penyakitnya kambuh.

Lalu, Bagaimanakah Aluna hidup bersama Arya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENENANGKAN ARYA

Kegelapan kembali datang, Aluna terduduk di lantai kamarnya. Ia terlihat sibuk mengunyah makanan. Kue bunga yang di buatkan dapur khusus untuknya. Arya masuk, Wajahnya lebih gelap dari biasanya. Juna mengikuti di belakangnya sambil membawa sebuah gulungan emas.

"Yang Mulia." Juna menyerahkan. "Undangan dari Ibu Suri."

Arya membuka dan Membacanya sekali, Setelah selesai ia meremasnya.

Aluna mendongak. "Apa itu Yang Mulia?"

"Jamuan teh, 3 hari lagi." Suara Arya datar. "Kau ikut." Tanyanya dengan wajah datar.

Aluna langsung pucat. "Ada Ibu Suri?"

"Ya."

Aluna teringat cerita pelayan. Ibu Suri paling benci gadis bodoh. Yang tidak mengerti etika langsung dicambuk. Tangannya langsung gemetar.

Arya berjongkok Dan Menahan dagunya. "Kau takut?"

Aluna mengangguk jujur. "Takut."

Arya mengusap kepalanya. "Bagus,kau Takut. Itu berarti kau masih waras."

"Yang Mulia... aku akan di cambuk. Aku tidak tahu tata krama istana..."

"Lihat aku." Titah Arya.

Aluna menatap.

"Selama 3 hari ini, Kau ikut aku kemana-mana, Makan bersamaku. Lalu Tidur di sebelahku. Bicara bersamaku." Arya berbisik. "Kalau Ibu Suri mau menjatuhkan mu... dia harus melewati mayatku dulu." tegas Arya.

Aluna langsung memeluknya. "Yang Mulia..."

"Tidurlah, Besok aku akan mengajarimu." Aluna mengangguk pelan. Air matanya udah mau jatuh.

"T-takut... Yang Mulia... aku pasti salah. Aku bodoh..." gemetarnya. Arya menghela napas, Jempolnya mengusap pipi Aluna yang dingin.

"Lihat aku." Aluna nurut. Mata coklatnya basah, tapi jujur.

"Kau tidak bodoh." Bisik Arya. Suaranya rendah, cuma buat Aluna denger.

"Kau cuma belum ada yang mengajari. Sekarang ada aku."

Aluna mengerut. "Tapi... Ibu Suri itu..."

"Ssh." Arya motong. Ia menarik Aluna masuk ke pelukannya. Dagunya bertumpu di atas kepala Aluna.

"Selama 3 hari ini, kau ikut aku kemana-mana. Makan sama aku, Tidur sama aku, Bicara denganku." Aluna di dalam pelukannya mengangguk kecil. Wangi kayu cendana dari jubah Arya bikin dia tenang.

"Yang Mulia..." Bisik Aluna. "Kalau... kalau aku bikin malu Yang Mulia gimana?" Arya tertawa pelan. Tangan besarnya mengusap punggung Aluna.

"Kalau kau bikin malu, berarti aku yang gagal ngajarin, Itu Bukan salahmu." Ia mencium puncak kepala Aluna cukup Lama.

"Jadi jangan takut. Ada aku yang akan menanggung malunya."

Aluna langsung memeluk Arya lebih kencang. "Yang Mulia baik banget..."

"Karena kau istriku." Arya berbisik di telinganya. "Dan aku nggak mau kehilangan kamu karena aturan bodoh istana."

***

Hari pertama.

Pagi kembali datang, Arya sudah meminum obat pereda nyeri. Meskipun lemah, Ia memilih tak memakai kursi roda sementara.

Arya menarik Aluna ke sekitar taman. Ia ingin gadis itu belajar berjalan dengan benar.

"Pinggang tegak, Jalan pelan dan Jangan menunduk." Aluna jatuh 3 kali dan Arya selalu menangkapnya ,Di akhir hari, Aluna sudah bisa jalan sambil bawa nampan teh tanpa tumpah.

Hadiahnya: dicium kening sama Arya. "Pintar." puji Arya.

Hari kedua.

Arya membangunkan Aluna dengan tepukan lembut, Gadis itu memaksakan tubuhnya untuk bangun. Meskipun kesadarannya belum sempurna. Hari ini ia akan belajar cara berbicara seorang istri bangsawan.

 "Kalau Ibu Suri nanya, jawab singkat. 'Ya, Ibu Suri.' 'Tidak, Ibu Suri.'" Ucap Arya, Aluna selalu salah dan berakhir tertawa.

"Jika ibu suri memintamu menuangkan teh, Lakukan tanpa memandangnya. Fokus saja pada tehnya."Ucap Arya, Aluna mengangguk patuh. Awalnya tangannya gemetar, Tetapi lama kelamaan ia terbiasa. Ajaran Arya yang lembut membuat rasa takutnya mulai menghilang.

Hari ketiga.

Malam sebelum berangkat.

Aluna nggak bisa tidur, Ia Duduk di tepi ranjang dengan gelisah, Tak lama Arya masuk sambil membawa selimut dan langsung menyelimutinya.

 "Gimana? Masih takut?" Aluna mengangguk. "Takut Yang Mulia marah kalau aku salah." Jawabnya polos.

Arya duduk di sampingnya. Narik Aluna ke pangkuannya. "Denger ya." Jari Arya ngelus pipinya. "Di istana itu, semua orang pura-pura. Senyum tapi nusuk dari belakang." "Mereka nunggu kamu salah biar bisa ketawa."

"Tapi kamu berbeda, Kamu tulus, Dan itu yang bikin mereka takut." Jelas Arya.

Aluna menatapnya. "Yang Mulia..."

"Jadi besok, kau tidak perlu jadi pintar, Kau hanya cukup jadi dirimu sendiri." Arya mengecup dahinya. "Dan aku akan ada di sebelahmu. Sepanjang waktu, Kau mengerti?" Aluna mengangguk sambil nangis. "Mengerti... Yang Mulia..." Aluna tersenyum.

Aku bersyukur bisa bertemu yang mulia.

Arya menempelkan keningnya ke kening Aluna.

"Tidur. Besok kita akan berperang." suara tegas Arya, Justru membuat Aluna sedikit tertawa.

"Aluna akan menang, Bukan buat dapet hadiah. Tapi demi yang mulia." Jawab Aluna, Hati Arya kembali menghangat. Ia yang selama ini hidup dalam kegelapan dengan penyakit yang membuatnya di takuti. Kehadiran Aluna bagaikan angin segar yang membuat hidupnya kembali hidup.

***

HARI JAMUAN - AULA TAMAN ISTANA.

Tiang giok berdiri kokhk, Tak jauh dari sana terdapat Kolam teratai yang luas dan cetek, Semua bangsawan duduk dengan rapih.

Ibu Suri duduk di kursi utama. Dengan Hanfu ungu emas, Dan tatapan setajam elang.

Di sisi kanan, Pangeran Arya duduk dengan kursi roda dan Jubah hitam. Wajahnya pucat dan tenang, Di sampingnya Aluna dengan Hanfu biru muda, Tangannya terasa dingin. Tapi punggungnya terlihat tegak.

Di sisi kiri ada Baskara dan Zephira. Tersenyum manis. Namun, mata Zephira terus melirik Aluna, Layaknya seorang mangsa. Para bangsawan saling berbisik.

"Itu gadis Wangsa yang bodoh?"

"Katanya sekarang tinggal sama Pangeran Gila..."

"Kita liat aja dia salah berapa kali."

Ibu Suri meletakkan cangkirnya. Pertanda bahwa Jamuan akan segera di mulai. Kedua mata wanita itu menatap Arya, Lalu beralih pada Aluna. "Menarik." Gumamnya.

"Nona sulung wangsa." Panggilnya, Semua mata tertuju pada Aluna. Zephira tersenyum lebar.

"Ya, Ibu suri." Aluna menunduk dengan badan tegap,

"Tuangkan teh untuk-ku." Perintahnya. Aluna melirik Arya, Pemuda itu mengangguk tegas.

Seorang Pelayan menyodorkan teko ke pada Aluna. Tangan Aluna gemetar 1 detik. Lalu dia inget suara Arya.

"Bayangin ini cuma buat aku."

Lalu Ia menuangkan teh dengan Pelan, dan Stabil. Tidak tumpah setetes pun.

Ibu Suri mengangguk. "Bagus."

Semua orang menatapnya termasuk zephira, Gadis itu menggeram, Bagaimana bisa gadis bodoh itu berhasil? Pikirnya.

"Kau pintar menyajikan teh, Sekarang aku ingin bertanya padamu." Semua mata kembali pada ibu suri.

"Aluna. Kalau suamimu marah, apa yang kau lakukan?" Tanyanya, Tersenyum manis. Jika salah, Maka ia akan di permalukan. Semua nunggu jawaban bodoh gadis itu.

Aluna menunduk, lalu jawab pelan. "Ya, Ibu Suri. Saya akan diam, Dan buatkan teh hangat untuknya. Karena marah itu buat haus." ucapnya polos.

Hening 3 detik.

Tak lama Ibu Suri... tertawa kecil. "Hm, Cerdik. Dan tahu tempat." Pujinya. Beberapa orang langsung salah tingkah.

"Baiklah, Sekarang aku meminta-mu untuk mengambilkan kue Untuk-ku." Perintahnya lagi. Nampan kue 9 tingkat datang. Paling atas untuk Kaisar.

Ibu Suri: "Ambilkan." Perintahnya. Jika kali ini salah, Maka julukan 'Si bodoh.' Tetap akan ada pada dirinya. Aluna tidak ragu, Ia mengambil kue tingkat kedua. Lalu bersujud.

"Ibu Suri, Yang paling atas untuk Yang Mulia Kaisar. Ini untuk Ibu Suri." Jawabnya.

Ibu Suri mengambil kue itu. Matanya mulai melembut.

"Kau tahu aturan. Dan kau tahu hormat. Jarang ada gadis sepertimu." Pujinya lagi, Aluna tersenyum tipis. Meskipun rasanya ia ingin berteriak.

"Arya, Beberapa orang bilang kau menikahi seorang gadis bodoh, Tetapi mulai hari ini. Siapapun yang mengatakan bahwa istrimu bodoh, Aku adalah orang pertama yang akan menghukumnya." Tegas ibu suri.

"Baik ibu suri." Hormat Arya, Sekilas ia menatap Aluna dengan binar kebanggaan. Sedangkan baskara, Wajahnya semakin mengetat.

Beberapa jam berlalu dengan tenang, Jamuan selesai dengan tenang, Semua minum teh terakhir.

Pelayan menyodorkan cangkir baru ke Arya. "Khusus untuk Yang Mulia Pangeran." Juna mau mengetes menggunakan jarum perak. Tetapi Baskara terbatuk.

"Juna, Tidak sopan ngetes di depan Ibu Suri." Dalih baskara.

Juna ragu, Lalu mundur.

Arya mengambil cangkir itu lalu meminumnya setengah. Setelah satu menit. Wajah Arya langsung berubah menjadi Pucat, Dan Pembuluh di lehernya muncul.

Tangannya gemetar hebat, Dan Matanya memerah.

"Yang Mulia?" Aluna langsung panik. Arya mencengkeram sandaran kursi rodanya, Napasnya berat.

"Juna... obat... cepat..." Suaranya serak.

Tapi Juna masih jauh.

Arya tiba-tiba berdiri dengan Sempoyongan.

"MINGGIR!" Teriaknya pada prajurit yang mendekat. Racunnya kembali bereaksi, Ia tidak bisa kumat di sini. Jantungnya terasa ingin meledak, Ia haus bau darah.

Auranya gila, ia Kambuh dan Lebih parah dari biasanya.

Diam-diam baskara tersenyum tipis.

"CEPAT PANGGILKAN TABIB UNTUK PAMAN!" Teriaknya seolah panik. Para Prajurit mencoba maju untuk menahan. Arya sudah mengangkat tangannya mau memukul, Dan merampas pedang.

"YANG MULIA JANGAN!!" Aluna teriak. Semua teriak, Keadaan menjadi kacau. Ibu Suri berdiri bersama kaisar, Dalam 1 detik, Aluna nyelonong. Memeluk Arya dari belakang dengan Kencang.

"Yang Mulia... ini aku... Aluna..."

Arya berontak. "LEPAS!"

"Tidak, Aku nggak akan lepas." Aluna nangis. Wajahnya di punggung Arya.

"Yang Mulia janji... janji nggak akan nyakitin orang lagi... janji..." Tangan Arya yang mau mukul... berhenti di udara, Ia Gemetar.

"Aluna..." Suaranya pecah.

"Ya. Aku di sini. Aku nggak kemana-mana." Aluna mengusap dadanya. "Napas... tarik napas..."

Arya menuruti, Napasnya pelan, Semakin Pelan. Lama-lama tubuhnya lemas dan Jatuh ke pangkuan Aluna.

TBC

Like dan komen.

1
jenny
semoga Seno bisa menyelamatkan Arya dan Aluna.
jenny
Terima kasih kak, sudah update kembali.
ditunggu kelanjutannya 🙏
Nycthophile
yok arti buat anak 🤭🤭
Nycthophile
tiba tiba banget
Nycthophile
dih dasar pangeran busuk mending ama Arya ke mana-mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!