NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Pangeran Antagonis

Menaklukkan Hati Pangeran Antagonis

Status: tamat
Genre:Komedi / Romansa Fantasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Tamat
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

SINOPSIS

Mati di tangan Antagonis yang kejam? Itu urusan belakangan. Tapi hidup miskin dan banyak utang? Itu penistaan bagi jiwa kapitalis Aura!

Bertransmigrasi ke dalam tubuh Elara—seorang figuran pelayan istana lusuh yang ditakdirkan mati di Bab 10—Aura menolak menyerah pada takdir novel klise. Berbekal insting bisnis tingkat dewa dan satu koin emas pusaka curian, ia nekat menerobos masuk ke ruang kerja Pangeran Caden, sang Antagonis utama yang dingin, sadis, dan luar biasa kaya. Bukannya mengemis nyawa, Elara justru memeras sang pangeran dan menawarinya proposal investasi saham!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Hari Merger Nasional dan Sumpah Pra-Nikah

Hari yang ditunggu-tunggu tiba. Taman Utama Istana Astoria telah disulap menjadi venue pernikahan termegah sepanjang sejarah.

Bukan hanya karena dekorasi bunga lili putih magis yang bersinar, atau karena pilar-pilar es kristal yang didirikan, melainkan karena tata letaknya yang sangat... komersial.

Di gerbang utama, terdapat loket pemeriksaan tiket. Para bangsawan yang datang dengan kereta mewah harus antre menunjukkan gelang tiket VVIP mereka. Di sekeliling taman, melayang lusinan Bola Kristal Perekam yang menayangkan acara tersebut ke seluruh negeri, lengkap dengan spanduk hologram logo "Sponsor Resmi: Tambang Baja Fraksi Utara & Kargo Naga Udara".

Di kursi paling depan, Raja Reginald duduk dengan wajah setengah kesal setengah puas. Kesal karena taman kerajaannya dijadikan lahan sirkus komersial, puas karena tadi pagi Lucas baru saja mentransfer lima ratus ribu koin emas sebagai 'potongan bagi hasil 15%' ke rekening pribadinya.

Di altar, Caden berdiri menjulang. Ia mengenakan setelan jas putih tulang dengan sulaman benang perak, tampak bagaikan dewa perang yang turun dari kahyangan. Tidak ada ekspresi dingin di wajahnya hari ini; hanya ada antisipasi dan tatapan posesif yang tak lepas dari ujung karpet merah.

Lagu pengiring yang biasanya sakral, diganti dengan lagu instrumental orchestra yang meriah dan megah.

Pintu taman terbuka.

Aura melangkah masuk.

Seluruh tamu undangan menahan napas. Gadis barbar yang biasanya mengenakan kemeja kerja dan celana kargo itu kini terlihat seperti reinkarnasi dewi kekayaan. Gaun putih dari Madame Roselia membalut tubuhnya sempurna, berkilauan di bawah sinar matahari. Kalung The Pink Star di dadanya memantulkan cahaya pelangi ke seluruh penjuru taman.

Aura berjalan tanpa didampingi siapa pun, karena ia menolak membayar jasa 'Aktor Pengganti Ayah' yang ditawarkan oleh vendor wedding organizer. Ia memegang buket bunga mawar yang tangkainya dibalut pita dari emas murni.

Caden menuruni tiga anak tangga altar, tidak sabar menunggu Aura sampai ke ujung. Ia mengulurkan tangannya.

Aura menyambut tangan itu dengan senyum paling lebar. "Gimana, Bos? Visual gue hari ini Return on Investment-nya udah nutupin biaya produksi belum?" bisik Aura saat mereka berdampingan naik ke altar.

"Kau membuat seluruh aset di kekaisaran ini terlihat seperti rongsokan murah, Elara," balas Caden, mengecup punggung tangan gadis itu dengan dalam.

Sang Pendeta Tinggi, seorang pria tua berjubah putih, berdehem canggung. Ia membuka buku doanya.

"Hadirin sekalian, kita berkumpul di sini untuk menyatukan Pangeran Caden dan Nona Elara dalam ikatan suci—"

"Maaf, Pak Pendeta, potong sebentar!" sela Aura lantang. Ia merogoh korset gaun pengantinnya dan mengeluarkan selembar gulungan perkamen kecil.

Seluruh tamu, termasuk Raja Reginald, tersentak kaget.

"Kita skip bagian ikatan sucinya, kita langsung masuk ke pembacaan Surat Perjanjian Akuisisi dan Merger Aset," kata Aura santai, menyerahkan salinan dokumen itu pada Caden.

Pendeta itu ternganga. "S-surat Perjanjian Akuisisi?!"

"Iya!" Aura berdehem, lalu membacakan sumpahnya dengan lantang ke arah Caden dan bola kristal yang menyiarkan ke jutaan penonton.

"Saya, Elara, dengan ini menyatakan bersedia menerima Yang Mulia Pangeran Caden sebagai partner hidup seumur hidup. Saya berjanji akan mengelola seluruh portofolio keuangannya, menaikkan margin laba tahunan minimal dua puluh persen, tidak akan menuntut biaya lembur atas jam-jam malam, dan berjanji akan tetap mencintainya baik saat bursa saham sedang Bullish (naik) maupun Bearish (turun)!"

Para bangsawan di bawah sana mulai berbisik-bisik, tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Sumpah pernikahan macam apa ini?!

Namun Caden hanya tertawa pelan. Tawa yang sangat tulus dan bahagia. Ia membuang dokumen salinan dari tangannya, tidak repot-repot membacanya. Pangeran Antagonis itu menatap lurus ke dalam mata cokelat Aura.

"Saya, Caden, dengan ini menyatakan," suara Caden berat, menggema di seluruh taman, membungkam semua bisikan. "Akan menyerahkan seluruh brankasku, hatiku, dan nyawaku kepada Elara. Aku berjanji tidak akan pernah melanggar pasal kesetiaan, dan akan membiarkannya memonopoli kehidupanku hingga napasku yang terakhir. Tanpa klausul pembatalan, tanpa tanggal kedaluwarsa."

Aura tertegun. Jantungnya berdebar sangat kencang. Ia yang berniat membuat acara ini menjadi komedi kapitalis, mendadak kehilangan kata-kata mendengar sumpah tulus sang Antagonis.

"Bos... sumpah lo curang banget," bisik Aura dengan mata berkaca-kaca. "Bikin saham hati gue langsung suspend saking tingginya nih."

"Kalau begitu, sahkan transaksinya, Asisten."

Caden tidak menunggu aba-aba dari pendeta. Ia menarik pinggang Aura, menundukkan kepalanya, dan mencium gadis itu di hadapan seluruh kekaisaran.

Sorak-sorai meledak. Lucas dan Mia di barisan depan bertepuk tangan paling keras (sambil Mia sesekali mengecek mesin penghitung amplop uang di sebelahnya). Kembang api magis meledak di langit siang hari, membentuk logo departemen keuangan mereka.

Sementara itu, jauh di bawah tanah Istana, di dalam penjara dengan pengamanan maksimal...

Pangeran Arthur duduk di lantai selnya yang dingin. Di dinding selnya, sebuah bola kristal penjara menyiarkan secara langsung adegan ciuman antara Caden dan Elara.

Arthur meneteskan air mata keputusasaan. Ia menatap gaun megah dan kalung berlian Elara yang bersinar menyilaukan.

"Pangeran Caden berhasil memonopoli segalanya..." gumam salah satu sipir penjara yang kebetulan menonton di luar sel Arthur. "Tanah, uang, dan wanita paling pintar di kekaisaran."

Arthur menundukkan kepalanya dalam-dalam, menyadari satu kebenaran yang pahit. Di dunia ini, kebaikan dan kepolosan protagonis mungkin bisa memenangkan simpati. Tapi di tangan seorang gadis bar-bar yang melek finansial, cinta sejati hanyalah soal siapa yang berani menyerahkan kunci brankasnya tanpa keraguan.

Dan Caden, sang Antagonis yang kejam, memenangkan segalanya karena ia tahu harga yang pantas untuk sebuah cinta.

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
Fajar Fathur rizky
Julian baik banget kasih banyak uang sampai mau nangis
Anastasya
author yg manis ijin masukan boleh ya
boleh gak bahasa si Elera ini di ganti jadi "Aku" Jangan "Gue" biar kita baca nya enak dikit gitu thor😄kasian di pangeran di gue guein
Nathalia
hama pirang gak tuh🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!