"Di dunia kultivasi, kamu menjadi pecatur, atau berakhir sebagai bidak."
Mati akibat overwork di perusahaan gelap, Lian terlahir kembali sebagai pemetik batu spiritual kelas bawah. Di dunia baru yang dikuasai sekte-sekte pemeras, Lian bersumpah tidak akan pernah lagi diperalat.
Sumpah itu membangkitkan Sistem Sovereign Duplication—kekuatan menciptakan pasukan klon tak terbatas! Uniknya, setiap klon memiliki identitas dan bakat dewa yang berbeda. Lebih gila lagi, Lian mampu menyerap seluruh kekuatan klonnya sekaligus.
Di saat benua bergolak, faksi-faksi raksasa tak menyadari satu hal:
Jenius nomor satu Sekte Api Ilahi...
Komandan perang Kekaisaran Jiulong...
Raja informasi dari Paviliun Bayangan...
Semuanya adalah klon milik Lian!
Tanpa pernah tampil di garis depan, Lian memanipulasi para pahlawan dan menjatuhkan sekte tirani dari kegelapan. Satu jiwa mengendalikan jutaan bayangan—menaklukkan benua dari balik layar!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Omni Tales, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemunculan Sang Jenius Sombong
[Sovereign Duplication: Melakukan Pemindahan Fokus Kamera Taktis]
[Notifikasi Sistem: Gelombang Energi dari Artefak Ye Chen Berhasil Dibaca & Disimpan]
Lian menghentikan langkah kaki di dalam kegelapan gua tambang, menyipitkan mata saat pedang berkarat milik Ye Chen memancarkan aura hijau kuno yang kian intens.
'Bocah naif ini benar-benar tidak sadar kalau jiwanya sedang dijadikan sarang oleh roh tua bangkai,' batin Lian seraya tersenyum dingin.
Tanpa perlu mengotoritaskan tangannya sendiri untuk bertarung di tempat kotor itu, Lian mengalihkan fokus kesadarannya melintasi ribuan mil menuju wilayah Pegunungan Api Ilahi.
"Biarkan Ye Chen menari dengan keadilannya, saatnya panggung utama di perbatasan barat dinyalakan," gumam Lian pelan seraya memejamkan mata.
Di saat yang bersamaan, atmosfer di perbatasan Sekte Api Ilahi mendadak mendidih hebat hingga retakan tanah memancarkan lahar merah pekat.
Gerbang batu raksasa bertatahkan ukiran Burung Feniks berguncang keras saat sesosok pemuda berjubah merah darah melangkah turun dari angkasa.
Klon #01, Zhuque, mendarat dengan dentuman keras yang menghancurkan tangga marmer gerbang utama menjadi abu halus.
Aura keangkuhan mutlak terpancar dari tubuh Zhuque, menyelimuti seluruh pelataran sekte dengan suhu panas yang membakar kulit.
"Siapa yang berani merusak gerbang Sekte Api Ilahi?!" teriak puluhan murid pengawal seraya mencabut pedang api mereka secara serentak.
Zhuque menyibakkan jubah merahnya, menatap para pengawal tersebut dengan pandangan merendahkan bak melihat tumpukan serangga kotor.
"Panggil seluruh Tetua Luar dan Murid Senior kalian ke sini," ujar Zhuque dingin. "Lantai gerbang ini terlalu kotor untuk kupijak lebih lama."
"Sombong sekali kau, Bocah!" bentak Kapten Pengawal Gerbang seraya melompat maju menghujankan tebasan api.
Zhuque bahkan tidak mengedipkan matanya sedikit pun saat pedang berapi itu menyambar tepat ke arah lehernya.
Cukup dengan satu sentilan jari manis, percikan api merah darah meledak hebat menghancurkan senjata sang kapten hingga meleleh menjadi cairan logam.
"Aaghh! Tangan-tanganku membara!" jerit Kapten Pengawal bergulingan di tanah meraung kesakitan akibat radiasi Api Kuno.
Para murid pengawal lainnya langsung terpaku kaku, merinding ketakutan saat melihat komandan mereka tumbang hanya dalam satu ketukan jari.
'Di hadapan Api Kuno milikku, seluruh jenius di benua ini hanyalah percikan redup yang menanti padam,' batin Zhuque terkekeh dingin dalam hatinya.
Kehebohan di gerbang utama dengan cepat memancing kedatangan ratusan murid senior dan jajaran Tetua Luar Sekte Api Ilahi.
Seorang pemuda berbadan tegap dengan zirah merah menyala melangkah maju dari kerumunan, memancarkan tekanan kultivasi tingkat High Mortal.
"Aku adalah Feng Lei, Murid Senior Nomor Satu di Sekte Luar!" teriak pemuda itu seraya menunjuk wajah Zhuque dengan tombak perak.
"Lantas, apa hubungannya denganku?" sahut Zhuque malas, menautkan kedua tangannya di belakang punggung.
"Kau datang ke tanah suci kami, melukai pengawal gerbang, dan bersikap seolah-olah kau penguasa benua ini!" geram Feng Lei dengan urat leher menegang.
"Tanah suci?" Zhuque meludah pelan ke tanah. "Tempat sempit penuh ampas seperti ini kau sebut tanah suci?"
"Kurang ajar! Para Tetua, izinkan saya membantai pemuda pembuat onar ini di arena tanding!" seru Feng Lei berbalik menghadap jajaran tetua.
Seorang Tetua Luar berambut putih melangkah maju, menatap Zhuque dengan raut wajah sangat tersinggung.
"Jika kau memang memiliki keberanian, naiklah ke Arena Feniks!" tentang Tetua Luar itu bergemuruh. "Tunjukkan pada kami apakah mulut besarmu sebanding dengan kekuatanmu!"
Zhuque melangkah santai menuju tengah arena, diikuti oleh ratusan murid yang bersorak ingin melihat pemuda sombong itu dihancurkan.
'Bagus, kumpulkan seluruh perhatian sekte busuk ini di satu titik,' pikir Lian yang memantau setiap detik kejadian dari balik ingatan Zhuque.
Feng Lei melompat ke atas panggung arena, langsung memicu teknik terkuatnya hingga aura petir api menyelimuti tubuhnya.
"Terima ini! Teknik Tebasan Api Halilintar!" jerit Feng Lei meluncur deras bak meteorit merah.
Zhuque hanya mengembuskan napas perlahan, tidak bergeser satu sentimeter pun dari posisinya berdiri.
"Terlalu lambat, terlalu lemah, dan sangat tidak berguna," bisik Zhuque dingin.
Saat ujung tombak Feng Lei tinggal sejengkal dari dadanya, Zhuque membuka telapak tangan kanannya yang langsung memancarkan kobaran api merah darah bertingkat Kuno.
BOOM!
Gelombang panas luar biasa meledak dari telapak tangan Zhuque, menyapu bersih seluruh energi petir api milik Feng Lei dalam hitungan milidetik.
Senjata dan zirah pelindung Feng Lei hancur berkeping-keping, membuat pemuda jenius sekte itu terlempar ratusan meter hingga menabrak dinding benteng batu.
"Ugh... batuk!" Feng Lei terkapar tidak berdaya, muntah darah pekat dengan seluruh pakaiannya hangus terbakar.
Seluruh arena seketika berubah menjadi sunyi senyap, tidak ada satu pun suara yang berani memecah keheningan mencekam tersebut.
"Apakah ini standar jenius terbaik dari Sekte Api Ilahi?" tanya Zhuque seraya menatap seluruh tribun dengan pandangan menghina. "Sangat mengecewakan."
Tiga Tetua Luar yang berdiri di panggung kehormatan langsung bangkit berdiri dengan wajah pucat pasi.
"A-Api Kuno Penghancur Jiwa?!" teriak Tetua Luar berambut putih dengan suara bergetar ketakutan. "Itu fenomena api legendaris yang hanya muncul sepuluh ribu tahun sekali!"
"Bagaimana mungkin seorang pemuda liar menguasai hukum api tingkat dewa seperti itu?!" seru tetua lainnya dengan keringat dingin mengucur deras.
Zhuque menyilangkan tangannya di dada, mengepulkan percikan api merah darah di ujung jarinya secara kasual.
"Kalian para tetua tua bangkai yang sudah mendekati liang kubur," desis Zhuque tajam. "Apakah kalian masih ingin mengujiku, atau ingin sekte ini kuabukan dalam semalam?"
Tetua Utama Sekte Luar melompat turun dari tribun, langsung berlutut di hadapan Zhuque tanpa memedulikan gengsi jabatannya lagi.
"Mohon tahan amarah Anda, Tuan Muda Jenius!" puji Tetua Utama memohon. "Kami para tetua yang mata tuanya buta ini memohon agar Anda bersedia menjadi Murid Inti Utama Sekte Api Ilahi!"
"Benar! Kami akan memberikan seluruh sumber daya gua spiritual dan pil tingkat tinggi khusus untuk Anda!" tambah para tetua lainnya ikut berlutut pasrah.
Di sudut tempat tinggal istana sekte, seorang murid perempuan berbaju merah yang merupakan putri dari Ketua Sekte melangkah keluar seraya menatap Zhuque dengan napas memburu.
Wanita cantik yang biasanya terkenal sangat angkuh dan dingin terhadap pria mana pun itu kini menunduk takut, merintih pasrah di bawah aura dominan milik Zhuque.
"Aa... mohon ampun atas ketidaksopanan murid-murid kami, Tuan Muda Zhuque," bisik murid perempuan itu dengan wajah memerah dan tubuh gemetar.
Zhuque menatap wanita itu dari atas ke bawah, mengukir senyum tipis yang penuh dengan kuasa taktis.
"Mulai hari ini, seluruh aturan di sekte ini berada di bawah kendaliku," tegas Zhuque tanpa kompromi.
"S-siap, dilaksanakan Tuan Muda..." sahut wanita itu menundukkan kepalanya dalam-dalam, tunduk total pada perintah Zhuque.
Sementara itu, jauh di dalam gua rahasia tambang, Lian yang sedang bersila mendadak merasakan getaran dahsyat mengalir masuk ke dalam jiwanya.
[Sovereign Duplication: Penaklukan Hirarki Sekte Api Ilahi Berhasil 100%]
[Omni-Adaptation Aktif: Menyerap Hukum Api Kuno Penghancur Jiwa dari Klon #01!]
[Lonjakan Reputasi Terdeteksi: +50.000 Poin Energi Takdir]
Lian membuka matanya, menyeringai lebar saat merasakan kekuatan sihir api tingkat dewa menyatu sempurna di dalam pembuluh darahnya.
'Bagus sekali, Zhuque,' batin Lian tertawa puas. 'Sekarang seluruh mata benua akan tertuju pada kejeniusanmu, sementara aku bisa leluasa memanen isi benua dari kegelapan.'
Namun, tepat pada saat itu, notifikasi darurat dari jaringan informasi Klon #03 Baihu mendadak muncul membakar benang pikiran Lian.
[Peringatan Darurat dari Paviliun Bayangan!]
[Pasukan Utama Kerajaan Jiulong yang Dipimpin Langsung oleh Putri Feng Qingxue Telah Bergerak Menuju Perbatasan Sekte Api Ilahi!]
Lian menyipitkan mata, matanya berkilat penuh muslihat taktis yang kian membara.
'Gadis sombong itu benar-benar membawa seluruh pasukannya menuju perangkap?' batin Lian terkekeh dingin seraya berdiri.
Di saat yang bersamaan di luar gua tambang, sosok Ye Chen yang memegang pedang berkarat mendadak berteriak dengan suara yang tidak lagi menyerupai manusia, melainkan suara gema jiwa kuno yang sangat pekat.
"Lian Feng! Serahkan tubuhmu untuk menjadi wadah kebangkitan Leluhur Xuanyuan!" jerit suara gema dari dalam mulut Ye Chen yang matanya mendadak menyala hijau pekat.