menceritakan perjalanan hubungan rumit antara Nadin, William (kakak iparnya), dan Jason (sahabatnya di Belanda), serta pengungkapan identitas ganda Nadin yang mengejutkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apartemen Pemberian William
...****************...
"Apa Kakak boleh Aku menempati Apartemen nya?" tanya Nadin
"Boleh Baby, memang itu ku siapkan untuk mu sewaktu-waktu jika kamu tak ingin tinggal di Mansion ini" ucap William lembut
"Untuk ku? Kenapa Kakak repot menyiapkan Apartemen itu untuk ku?" tanya Nadin penasaran dan menatap wajah William dari dekat
"Karena Aku ingin itu untuk mu, Baby" ucap William pelan dan kembali mencivm bi bir Nadin yang sangat candu untuk nya setiap menit dan setiap detik, Nadin pun kembali membalas civman dari bib 1r William dengan saling melvmat satu sama lain saat ini
Pagi Hari nya
"Kak, Aku berangkat kuliah dulu ya, udah telat ini" pamit Nadin yang langsung keluar tanpa menunggu perkataan William sama sekali
Sesampai nya di Kampus
Nadin yang langsung terburu-buru masuk kelas nya, tersenyum karena melihat ada kursi satu di tinggalkan untuk nya dari sahabat dekat nya yang sekarang cemberut menatap nya
"Kenapa kesiangan lagi? Nonton Drakor?" tanya seorang gadis cantik yang bernama Bella
"Iya nih nonton drakor semalaman jadi nya kesiangan" ucap Nadin sambil cengir
Gimana Aku gak kesiangan, kalau semalaman Kak William mengurung ku dan memeluk ku saat tidur, hadeuh
Setelah Jam usai kuliah, semua Anak langsung bergegas keluar, karena saat ini jam kuliah Nadin telah usai
"Din, kita nongkrong di Cafe yuk?" ajak Bella
"Kapan?" tanya Nadin
"Sekarang, ada Cafe baru tempat nya rekomanded banget buat pasangan" ucap Bella
"Ayo deh, Aku jadi penasaran se rekomanded apa sih Cafe yang kamu tunjukkan itu" ucap Nadin tersenyum menatap Bella
Bella langsung memberi tahu jalan menuju Cafe tersebut yang memang terletak sangat strategis saat ini karena terlihat view Laut di sana
"Wow keren banget Cafe pilihan mu Bell" ucap Nadin senang melihat pemandangan sekitar Cafe yang Bella pesan untuk mereka berdua
"Eh Din, bukan nya itu Kakak mu, Stevanie? Kenapa dia ber civman dengan Pria yang lain dan kayak nya itu bukan Kakak Ipar mu deh?" tanya Bella yang sangat tau kehidupan Nadin, karena mereka sudah bersahabat sejak kedua nya masuk ke Kampus tersebut
"Mana?" tanya Nadin penasaran
"Itu, liat sepasang Pria dan wanita itu, itu bukan nya Kakak mu?" tanya Bella dan Nadin langsung melototkan kedua mata nya menatap Sepasang Pria dan wanita tak jauh dari nya yang memang itu Stevanie dan Pria Asing yang Nadin tak mengenal nya
*"Eh, Aku foto dulu, Aku mau tunjukkan ke Kak Stev nanti kalau ketemu" ucap Nadin yang langsung mengabadikan foto serta vid*o tersebut, kemudian dia simpan di dalam Hp nya tersebut*
"Kenapa dia gak malu ya di depan banyak Orang lho kayak gitu" ucap Bella
"Ntah lah Bell, Aku gak mau ngurusin urusan Rumah Tangga Kakak ku" ucap Nadin
"Kita balik aja yuk, udah gak mood Aku di sini" ajak nya dan Bella yang mengerti dengan situasi perasaan Nadin, langsung mengikuti Nadin pergi dari sana
Setelah mengantarkan Bella pulang ke Kosan nya, tak lama Hp Nadin berbunyi
Ddrrtt...ddrttt..ddrrtt...
"Halo, Kak Will" ucap Nadin
"Baby, temui Kakak di Apartemen, sudah Kakak share lokasi dan Kakak tunggu kamu di Basement" ucap William
"Ya Kak" ucap Nadin patuh dan melihat chat lokasi yang William berikan pada nya
Lalu Nadin pun bergegas pergi ke Apartemen sesuai lokasi tersebut
Tak lama setelah sampai di Apartemen, Nadin mulai memarkirkan mobil nya di Basement dan kembali menelpon William kembali
"Halo Kak di mana? Aku sudah di Basement" ucap Nadin
"Kakak ada di depan mobil mu, Baby" ucap William sambil menyalakan lampu mobil nya
Lalu Nadin mulai pergi ke mobil William dan kedua nya mulai naik lift menuju unit Apartemen milik William saat ini
Ketika William memencet tombol lift di angka 30, membuat Nadin seketika melotot menatap William, karena angka itu adalah angka tempat Apartemen tertinggi di sini dan itu tidak sembarang Orang yang punya kecuali Pembisnis kelas atas
"Kenapa menatap ku begitu Baby? Apa kamu merindukan Kakak hingga ekspresi di wajah mu ingin Kakak kecvp semua?" goda William
"Ah..gak Kak, cuma terkejut, ternyata unit Apartemen yang Kakak punya adalah paling atas” ucap Nadin dan itu membuat William tersenyum
Kemudian William mulai menggandeng tangan Nadin dan menuju ke unit William, yang ternyata setelah lift terbuka Nadin hanya melihat satu pintu di lantai tersebut
"Cuma satu kamar saja di sini, Kak?" tanya Nadin memastikan tak salah mata nya melihat saat ini
"Yes Baby, ini spesial buat mu dan ini tak akan ada yang berani mengganggumu Baby" ucap William
"Masukkan sandi nya, Baby" ucap nya lagi
"Sandi? Berapa Kak?" tanya Nadin bingung
"Tanggal lahir mu, Baby" ucap William lembut dan Nadin mengangguk pelan
Tak lama setelah Nadin memasukkan sandi tersebut, Nadin dan William mulai memasuki unit tersebut
"Wow, keren banget Kak, pemandangan semua kota terlihat dari sini dan Kampus ku juga keliatan, Kak" ucap Nadin senang
"Apa kamu senang, Baby?" tanya William sambil memeluk Nadin dari belakang kemudian mengecup leh3r Nadin dengan perlahan
"Senang Kak, suka banget, eeuugghh" ucap Nadin perlahan
"Aroma mu sangat Kakak rindu kan, Baby" bisik William
"Apa Kakak akan kembali kerja sekarang?" tanya Nadin lembut
"Apa kamu ingin lebih lama Kakak ada di sini?" tanya William memastikan pertanyaan Nadin saat ini
"Memang nya boleh kalau Aku menahan Kakak di sini?" tanya Nadin lagi
Kasian Kak William, dia di selingkuhi oleh Kakak ku sendiri, jika memang Kak Stevanie gak bisa ngebahagiain Kak William, biar Aku aja yang menggantikan posisi nya, Pria tampan dan lembut seperti ini sangat lah sayang kalau di sia-sia kan
"Boleh Baby, hari ini memang Kakak ada untuk mu" ucap William yang menatap wajah Nadin begitu menggemaskan karena Nadin meminta nya tadi dengan mengeluarkan wajah imut nya sehingga William yang sejak dulu terkenal dengan sifat dingin dan cuek nya pada siapa pun, saat ini tak berdaya dengan Adik Ipar nya yang sangat dia cintai sejak awal bertemu
"Makasih Kak Will" ucap Nadin yang langsung mencivm biblr William secara spontan saat ini dan William ketika Nadin mencivm nya lebih dahulu membuat nya terkejut karena selama ini Nadin jarang sekali memulai lebih dahulu, kemudian William mulai menarik tengkuk Nadin dan langsung membalas lvmatan yang Nadin berikan tadi pada nya
William mulai mengangkat Nadin untuk nya bopong lalu mulai membawa nya ke sofa saat ini dan itu tanpa melepaskan civman mereka berdua saat ini hingga kedua nya terus menerus bercivman tanpa henti dan hanya terdengar suara decapan terus menerus di antara kedua nya saat ini sehingga lagi-lagi William melepaskan nya takut dia kelepasan jika meneruskan kembali civman nya bersama Nadin dan menautkan dahi nya ke dahi Nadin agar meredakan rasa terbakar dalam tubuh nya saat ini
pertama novel "SENTUHAN KAKA IPAR" Novel ini akan diperbarui secara berkala di aplikasi ini. Aku Post bab baru setiap malem jam 12 malem ya. Selamat datang di halaman
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas