NovelToon NovelToon
Selingkuhan Berhasrat

Selingkuhan Berhasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Clue

Keluarga suamiku merendahkanku setiap hari, aku di jadikan babu di rumah itu, rumahku sendiri. Tapi suamiku tak peduli, ia hanya bisa terus berselingkuh dengan wanita di Bar.
Satu malam, aku mabuk berat dan tidur dengan pria asing yang ku temui di parkiran, kami melakukannya di mobil.
"Ah...lakukan dengan pelan." Kataku, karena hanya itu yang bisa ku balas pada dunia yang menyakitiku.
Tapi aku tak tau, pria itu ternyata....ketua organisasi paling berbahaya di kota ini.
Sekarang aku terjebak
Antara pernikahan yang akan membunuhku pelan pelan, atau pria yang bisa membunuhku dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Clue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Pertemuan yang tidak di sengaja

Suasana hening, mencekam. Kakek supir diam tak berbicara apapun.

"apa nona adalah putri dari Nyonya Syenie dan tuan Victor?" Tanya kakek itu tiba-tiba.

Clare terkejut mengapa kakek itu bisa mengetahui nama orang tuanya.

"Be-nar," Clare mengangguk ragu. "Mengapa kakek bisa mengetahui nama papa dan mama saya?" Tanyanya bingung, namun juga sedikit takut.

Kakek itu terdiam, menatap kosong seolah sedang memikirkan sesuatu yang besar.

*Lastri tenanglah disana, aku sudah menemukan orang yang tertulis di buku catatanmu. Aku pastikan setelah waktunya tiba, aku akan mewakili mu untuk menceritakan rahasia yang belum sempat kamu ucapkan*

"kakek." Panggil Clare, pelan. Namun kakek itu terus melamun.

"Kakek!" Panggilnya lagi, lebih keras.

Kakek itu tersadar

"Iya?" kakeknya menoleh ke belakang, melihat Clare dengan mata yang tajam.

"Saya bertanya, apakah kakek mengenal orang tua saya?" Tanya Clare lagi.

"Saya mengenal mereka dan saya juga mengenal kamu, kamu ada nona Clare!" Jawabnya lirih.

"Saya tidak mengenal kakek, ini adalah pertama kali kita bertemu." Ujar Clare, halus.

"Memang kamu tidak mengenal saya, tapi saya mengenal kamu," kakek itu berbalik, menatap kosong ke arah langit, matanya berkaca-kaca seolah memendam rasa.

"Saya adalah suami dari orang yang sudah merawat mu dari kecil hingga saat ini, dia sudah menghembuskan napas terakhirnya tanpa saya tahu, apa kamu mengetahui itu?"

Clare terdiam sejenak. Bahunya turun.

"Kakek adalah suami dari mbok Lastri?" Tanyanya terkejut. Ia mengangguk.

"Saya tidak tau kalau mbok Lastri mempunyai suami dan cucu, dia tak pernah menceritakan tentang keluarganya kepada saya." Clare menunduk. "Dan maafkan saya juga, mungkin jika suami saya tidak memecat mbok Lastri, dia tidak akan sampai pergi dan mengalami kecelakaan itu." Ujarnya.

Kakek supir menghela napas, pelan. Namun masih terdengar.

"Itu bukanlah salahmu nona, mungkin itu adalah waktu untuk istri saya berpulang, semua manusia pasti akan merasakan mati."

Mobil berjalan lagi, pelan. Hawa hening tak ada yang memulai obrolan. Hingga sampai di tempat tujuan.

Clare turun, ia memberikan uang yang tadi di tolak oleh kakek supir. Namun ia tetap untuk tidak mengambil semuanya.

"Tidak usah, kamu cukup memberi saya sesuai harga yang sudah di tetapkan, tidak perlu lebih." kakek itu terus mendorong uangnya di tangan Clare

"Tidak apa-apa, ini sudah rezeki kakek dari Tuhan. Hanya ini yang bisa saya berikan, tidak banyak." Clare menaruh uang itu di telapak tangan kakeknya, dan perlahan ia tutup tangan itu, hingga kakek supir tak bisa berkutik lagi

Setelah paksaan, akhirnya kakek mau menerima uangnya. Mobil berjalan.

Clare melangkah ke gerbang rumah yang tertutup. Berhenti. Ia menatap sebentar rumah tempatnya tumbuh. Rumah yang dulu hangat namun sekarang asing untuknya, ia menarik napas lalu meneruskan langkahnya.

Gerbang terbuka pelan, halaman yang luas itu sepi. Sekarang tak ada lagi yang mengkhawatirkannya dan menunggunya pulang.

Clare membuka pintu rumah, ia mendapati ruang tamu yang berserakan kaca, dan melihat banyak mata yang tersenyum sinis padanya.

"Akhirnya, pulang. Main sama siapa lagi kamu!" Ujar Nyonya Letha. Lena berdiri melangkah ke arah Clare.

"Heh! Jalang!" Lena meraih rambut Clare, menariknya keras. "Kamu udah berani sekarang nggak angkat telepon kakak!" Bentaknya, tarikan itu makin keras.

"Lepasin!" Clare memegang tangan Lena yang menarik rambutnya. "Sakit Lena!!"

"Udah tau bakal gini jadinya, kenapa masih belagu, hah!" Lena menarik rambut Clare, menyeretnya ke serakan kaca. "Berlutut di situ!" Ia mendorong Clare sampai terjatuh.

"Heh, sini kalian berdua, pegangin dia!" Ujar Lena kepada dua pembantu di belakang nyonya Letha. Mereka mengangguk.

Dua orang itu memegangi kasar tangan Clare, memeganginya sampai ia tak bisa lagi melawan.

Clare berusaha untuk terlepas, namun usahanya sia sia. Tenaganya tak sanggup bertarung dengan dua tenaga.

"Lepaskan!!" Teriak Clare, pecah.

"Diam!" Lena berjongkok, menatap Clare yang kacau. "Ini hukuman untuk kamu!" Ia mengambil kaca, mengeluskannya ke pipi Clare dengan, pelan. kejam.

"Sayang banget kan kalau wajah yang begitu cantik ini rusak? Apakah setelah kaca ini tergores di pipi ini yang begitu lembut, masih adakah yang mau denganmu?" Lena tertawa kecil, nyonya Letha hanya melihat sambil tersenyum.

"Gimana kalau wajah terakhir, kita ke tangan yang indah ini saja dulu!" Kaca Lena eluskan ke tangan Clare.

Srett.... "Upss, maaf, sengaja."

Clare hanya bisa diam, menangis tak bersuara, mulutnya di terbungkam oleh tangan pembantu jahat itu.

"Kemana lagi ya sekarang, emmmm.... kamu mau dimana dulu kaca ini mendarat?" Lena terus mengelus kan kaca itu ke kulit Clare.

*Aku tidak bisa terus diam, aku harus bisa melawan, di rumah ini tak ada lagi yang bisa membantuku!* Ujar hatinya

Clare diam diam mengambil kaca yang berada di dekat kedua tangannya. Srett... Srett...  Kaca tergores di kaki kedua pembantu itu, mereka melepaskan tangan Clare. Srett... Kaca itu ia goreskan juga ke leher Lena yang sangat dekat dengannya.

Nyonya Letha berdiri panik, menghampiri Lena yang kesakitan.

"Gila kamu!" Bentak nyonya Letha, ia berjongkok meraih satu pecahan kaca. Tangannya sudah berada di udara untuk melukai Clare, namun Clare berhasil mengehentikan itu.

"ya, benar apa yang kamu ucapkan! aku memang gila, gila karena melihat orang munafik di rumah ini!!!" Clare tertawa kecil namun kejam, ia berdiri memegangi tangan nyonya Letha, lalu ia mendorongnya hingga terjatuh.

"Berhenti disana!!" Teriak nyonya Letha. Clare berdiri seperti pembunuh, tangannya memegang pecahan kaca yang besar, menatap gila mata ibu mertuanya.

"Gila!! Lena cepat hentikan orang gila ini!!"

Lena mendekat walau dirinya juga kesakitan.

"Berhenti!!" Clare mengarahkan kacanya ke arah Lena. "Kalau mendekat, dia habis di sini." Ujarnya pelan, tangannya menunjuk ke arah nyonya Letha.

"Kalau ada yang mendekat, orang itu yang mati!"

Dua pembantu itu mundur perlahan, takut. Lena lari mengambil ponsel, panik. Ia berkali-kali menelpon Nana namun tanpa jawaban satupun.

"Kalau ada yang mendekat, aku akan bunuh salah satu dari kalian!!" Perlahan Clare mundur ke arah tangga, tangannya menodongkan kaca. Setelah jauh ia melepaskan kaca itu ke lantai. Lalu lari ke kamarnya.

"Perempuan gila!!" Lena menatap Clare yang lari, lalu menatap kedua pembantu. "Nggak berguna!" hentak nya "Ngapain cuma liatin! Kejar bodoh!!"

Mereka mengangguk ragu, mengejar Clare.

"Pembantu bodoh! Kalah sama satu orang!" Lena menghampiri ibunya yang hampir saja mati, membantunya berdiri. "Mama gapapa kan?"

"Bener udah gila tu orang!" Ujar nyonya Letha, kesal.

"Udahlah, biar kak Hans yang kasih dia pelajaran, dia nggak takut sama kita!!"

"Gimana leher kamu? Sakit nggak?" Nyonya Letha meraba leher Lena, goresan itu sangat dalam dan panjang.

"Gimana dia bisa seberani itu sekarang! Dulu nggak kaya gini... ayo duduk, obati luka kamu!" Ujar nyonya Letha, ia berjalan ke arah laci di dekat sofa dan mengambil kotak P3K.

***

Di kamar, Clare duduk melamun di ujung ranjang, air mata menggenang di matanya.

1
Hamzah
W untuk mbok Lastri ❤️‍🩹
Hamzah
noo mertua matre 🥲
Hamzah
belum apa - apa udah tegang aja nih🗿
Hamzah
halo kak, aku mau baca kalau ada waktu, jangan lupa saling support 😇
Starval
Waduh kak jadi takut, jangan lupa mampir ya kak saling suport
Maharani Martosono
😄
Nona Cloe: rating dong kak, makasih 😘🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!