NovelToon NovelToon
Kematian Tanpa Nama

Kematian Tanpa Nama

Status: tamat
Genre:Horor / Iblis / Rumahhantu / Tamat
Popularitas:177.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.

Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.

Apa yang terjadi dengan rumah itu?

Apa kah Zora bisa bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Ikut mencari

Nana kembali ingin fokus dengan Suketi untuk mencari jamur itu, namun ketika mereka baru saja menunduk mendadak saja malah muncul seorang pria dengan wajah ketakutan serta kebingungan dan terlihat dia menatap kesana kemari seperti sedang mencari sesuatu, Nana yang sejak tadi mulai merasa aneh dengan wanita tersebut maka dia semakin yakin ada hal yang tidak beres.

"Kemana Mama pergi?!" Devano bingung karena tidak melihat kelebat bayangan dari mama Susi.

"Tampak nya pria ini sedang mencari wanita tadi.'' Nana masih tetap memperhatikan Devano.

"Apa dia mencari wanita yang berbau darah iblis tadi?" Suketi juga bertanya kepada Nana dan kali ini dia ikut bangkit.

Dewi kucing hitam hanya mengangguk karena dia juga belum paham kenapa Devano bisa kehilangan jejak wanita tersebut, ada rasa penasaran di dalam hati Namun ada juga larangan karena menurut Purnama bila bukan menjadi urusan mereka maka jangan pernah untuk ikut campur karena nanti justru akan mempersulit mereka saja.

Tapi rasa penasaran di dalam diri Nana semakin membara karena dia merasa wanita yang tadi itu seperti menyimpan sesuatu yang sangat besar, rasa ingin melihat lebih jelas lagi dan menangkap wanita tersebut untuk melihat iblis apa yang sedang menguasai tubuh dia sehingga sampai memiliki kekejaman yang sangat luar biasa seperti itu.

Tadi dia sudah berusaha untuk mengabaikan ketika wanita itu berlari begitu saja meninggalkan kawasan tersebut, kamu rasa penasaran ini kembali muncul ketika Devano terlihat sangat panik ingin mencari keberadaan Mama Susi yang menghilang begitu cepat karena di dalam diri Wanita itu telah ada sesuatu yang mengendalikan dirinya saat ini juga.

Devano sama sekali tidak bisa melihat keberadaan Nana dan juga Suketi karena mereka adalah arwah gentayangan, langsung saja pria itu berlari meninggalkan kebun sawit karena dirinya berpikir harus segera menemukan Mama Susi sebelum malam datang, bila sampai malam belum juga ketemu makan nanti yang ada akan menjadi pekerjaan yang lebih rumit lagi.

''Jadi sekarang Apa yang harus kita lakukan?'' Suketi menoleh kepada Dewi kucing hitam.

''Aku masih ragu belum bisa mengambil keputusan karena takut nanti akan memperburuk keadaan.'' Nana menjawab dengan penuh keraguan.

''Tapi bukankah kita sedang tidak ada pekerjaan juga?'' Suketi malah tertarik karena dia memang penasaran.

''Aih Kau membuat aku tambah ragu saja untuk mengambil keputusan.'' Nana bertambah bingung.

''Ayo kita ikut cari dulu dia dan lihat iblis apa yang ada di dalam tubuh wanita itu.'' Suketi mengajak karena dia memang ingin melihat juga.

''Jamur ini sudah kita dapat, Ya sudah kalau begitu ayo kita cari dia.'' Nana berkata dengan penuh semangat.

Kedua iblis yang sudah dalam aliran baik ini berniat untuk mencari tahu, Sebab mereka Penasaran sekali ketika ada iblis yang masuk ke dalam tubuh manusia dan memperalat manusia seperti itu sehingga mereka memutuskan untuk melihat apakah memang iblis itu memiliki dendam yang sangat besar di sini.

Keduanya masih belum menyadari bahwa orang yang tadi lewat itu adalah orang yang sedang dibantu oleh Felix, Sebab mereka tidak seberapa dekat juga sehingga tidak saling tahu info tentang masalah itu sehingga mereka berpikir ini hanya pekerjaan yang perlu dilakukan secara mandiri tanpa memberitahu Purnama atau ketua mereka yang lain.

''Kita menuju arah utara saja karena pria itu tadi menuju arah selatan.'' Suketi berkata kepada Nana.

''Aroma amis dia tapi menuju arah timur.'' Nana mengendus aroma tersebut.

''Namun aku melihat bayangan Dia menuju arah utara.'' Suketi sangat yakin dengan apa yang telah dia lihat.

''Ah itu kau salah lihat saja karena aroma yang tadi jelas menuju ke arah timur.'' Nana tidak mau kalah.

Suketi akhirnya yang mengalah karena dia tidak ingin berdebat dengan kucing hitam ini dan mereka segera menuju ke arah timur, padahal firasat Suketi kuat mengatakan wanita tadi menuju arah utara, Namun karena ada sedikit keraguan sehingga dia pun memilih untuk percaya saja kepada Nana sekarang.

...****************...

Dok.

Dok.

''Permisi.'' Zora menggedor sebuah rumah yang sebenarnya tidak seberapa jauh dari rumah dia sekarang.

''Siapa?'' Bu parni membuka pintu dan dia langsung kaget ketika melihat Zora yang sangat panik seperti itu.

''Tolong saya, Bu!'' Zora menangis dan memegang tangan Bu parni dengan perasaan yang gelisah tidak karuan.

Bu Parni menatap kanan kiri terlebih dahulu dan dia segera mengajak Zora masuk ke dalam rumah agar bisa bercerita dengan tenang, melihat dari keadaan Zora saja maka dia sudah bisa menyimpulkan bahwa wanita ini tengah di landa rasa panik dan juga ketakutan setengah mati.

''Minum dulu, ya allah kau pucat sekali.'' Bu parni ikut merasa iba ketika melihat keadaan Zora.

''Loh kenapa ada Mbak Zora?'' Melisa keluar dari dalam kamar ketika mendengar suara ribut itu.

''Saya tidak tau harus kemana lagi, saya sangat takut.'' Zora menangis ketakutan.

''Cerita pelan-pelan saja agar kamu tidak semakin merasa takut.'' Bu parni mengelus punggung wanita muda ini.

Zora dan juga Bu parni sebenarnya sudah saling mengenal satu sama lain sejak dulu, meski Zora telah pindah ke kota dan mereka tidak lama bertemu namun tetap saja mereka masih saling mengenal ketika bertemu lagi seperti sekarang ini, terlebih lagi dulu keluarga Bu parni juga bekerja di rumah Zora sehingga bisa di katakan hubungan mereka cukup dekat.

"Mama memasak tikus di dalam panci dan menggunakan air itu untuk mandi.'' Zora berkata dengan suara gemetar.

''Lailahaillallah!'' Melisa menjerit karena kaget mendengar cerita itu.

''Lalu di mana sekarang Mbak Susi berada?'' Bu parni juga ikut kaget.

''Bang Devano membawa dia berobat ke rumah sakit, aku tidak sempat ikut karena tadi masih sangat syok.'' jelas Zora kembali.

''Dia melakukan hal seperti itu lagi.'' Bu parni berkata dengan suara pelan dan nyaris tidak terdengar.

''Lagi?'' Zora menoleh ketika mendengar ucapan Bu parni barusan.

Bu parni agak kaget dan juga gelagapan ketika dia mendapat pertanyaan seperti itu, bukan karena takut dan ingin menutupi rahasia tersebut namun dia tidak ingin ikut campur dalam urusan keluarga itu lagi, kehilangan yang dia rasakan sudah cukup besar Ketika sang suami meninggal dunia kala itu.

''Ibu tidak berani mengatakan tentang keluarga kalian.'' ucap Bu parni.

''Ini Sebenarnya ada apa dan kenapa keluarga kami seperti ini, Bu?'' Zora sangat penasaran karena dia memang tidak tahu.

Melisa juga ikut menatap Bu parni karena dia tidak menyangka bahwa orang tua dia sendiri juga mengetahui tentang rahasia keluarga vampir tersebut, Mungkinkah memang telah terjadi sesuatu di dalam rumah itu sehingga menimbulkan Trauma di hati orang yang pernah bekerja di sana.

Ayah Melisa meninggal dunia dan dia juga baru tahu dari mulut sang Ibu beberapa waktu yang lalu, sekarang malah terlihat bahwa Bu parni sepertinya memang telah mengetahui sesuatu tentang keluarga Mama Susi namun dia tidak ingin membuka mulut tentang rahasia itu.

Selamat pagi, updatenya agak telat ya karena author bangun kesiangan hari ini, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita.

1
Apriyanti
terimakasih.thor 🙏
azami muhammad
seru juga ya
V3
aku tunggu kisah yg lain nya kak 🤗
V3
ini rumah nya kn sdh di BAKAR sama Purnama , trs knp bisa orang-orang pada melayat kerumah Susi ❓🤔❓🤔
aneeeeh bgt yaaaa 🫣❓
Fiyan Ayu
mungkin mak othor lg kurang konsen y maakk..kan rumahnya udh dibakar sama Ratu Ular..tp gpp q tetep penggemar karya²mu thor😘😘😘..ditunggu kisah selanjutnya
༶•┈┈⛧┈♛ 𝑅𝑖𝑠𝑘𝑎𝑎𝑎 ♛┈⛧┈┈•༶
seperti biasa kak karyamu luar biasaa, aku gak akan pernah bosan dengan ceritamu, semangat kak aku tunggu ceritamu lagii lope-lopee sekebonnn...
Siti Sarifah
selamat siang author....karya author membuat kami pembaca semangat.... terima kasih author,sehat selalu dan semangat berkarya untuk menghibur kami semua 🙏🙏🙏
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
pokoknya masih bnyak² ya mak othor dgn memanjakan para penggemarmu dgn kisah yg keren²,sukses selalu Aamiin
putri wahyu
pagi jg Bess..
mksh atas cerita2 yg sudah othor buat yg selalu bikin sedih,ketawa,deg degan aah pokoknya campur aduk,di tunggu karya2 selanjutnya,, semangat 💪💪👍
Nindiana Anasya
akhirnya berakhir juga pertempuran d Ngan iblis darah ini. semoga aja kedepannya jngan da iblis yg memfitnah para member
Ayuk Witanto
rumahnya kan udah di bakar ya Mak...apa masih bisa di tempati.atau cuma di taruh di depan
Ayuk Witanto
Alhamdulillah....tapi nanti bisa balik lagi gak
Betri Betmawati
bukannya rumah Sucipto udh dibakar purnama kok tiba-tiba rumah ada lg
membingungkan
MiilaaManurung
ga akan pernah bosan💪💪
Nurr Tika
💪 untuk berkarya tho
ismi
maaf ni thor bukannya rumahnya keluarga sucipto sudah dibakar oleh purnama,,lah ini kok masih berdiri megah ...ini aurhorbya typo apa ada rumah yg lain👃👃👃👃👃
Laila Amalia
sangat bagus ...
Laila Amalia
akhirnya tamat...
makasih bnyk Thor..
Di tunggu cerita selanjutnya
Eli Rahma
pagiiii othorrr
udah tamat aja nih..mksh..
Myeesha Deva
rumahnya kan udah dibakar ama purnama thor,,,,sampai sucipto keluar dari rumah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!