NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: S RIANA

Kehidupanku berakhir saat ditikam tunangan dan adik tiriku sendiri.

Tapi saat aku membuka mata, aku ber Reinkarnasi menjadi Ratu es putri yang dibuang keluarga kerajaan karena "tidak punya kekuatan".

Apes? Enggak. Karena aku membawa [Sistem Es Dewa].

Misi: Selamat, Balas Dendam, dan Jadi Ratu!

Keluarga yang mengusirku? Tunggu saat aku membekukan kerajaan kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAYANG-BAYANG KETAKUTAN DI IBUKOTA

Keheningan yang mencekam menyelimuti Ruang Singgasana Kerajaan Silversnow. Karpet merah beludru yang biasanya bersih kini dinodai oleh tetesan air keruh hasil dari es yang meleleh. Di ujung ruangan, Jenderal Boros sang panglima tertinggi yang dulunya gagah perkasa kini berlutut dengan tubuh gemetar hebat.

Lengan kanannya telah berubah menjadi balok es hitam yang mati, memancarkan hawa dingin yang merusak udara hangat di dalam aula istana.

Raja Alistair mencengkeram lengan singgasananya begitu erat hingga urat-urat di tangannya menonjol tebal. Di sampingnya, Pangeran Mahkota Julian berdiri dengan wajah pucat, sementara Alicia meremas gaun sutranya, mencoba menyembunyikan getaran ketakutan di jemarinya.

"K-Kau... apa yang kau katakan, Boros?" Suara Raja Alistair bergetar karena syok. "Tiga ribu lima ratus prajurit elit... Legiun Salju Pertama... musnah dalam hitungan menit?"

"Benar, Yang Mulia," bisik Boros. Suaranya serak, matanya menatap kosong ke lantai. "Tidak ada pertempuran. Itu bukan perang... itu adalah pembantaian. Putri Elena... tidak, monster itu... dia mengaktifkan sebuah domain sihir yang menjangkau seluruh Lembah Ratapan. Hanya dengan satu jentikan jari, seluruh legiun membeku menjadi patung. Dan..."

Boros terbatuk, memuntahkan sedikit darah yang langsung mengkristal menjadi butiran es di karpet.

"Dan apa?! Katakan!" bentak Julian, ia melangkah maju dengan emosi yang meluap untuk menutupi rasa takutnya sendiri.

"Dia... dia telah menerobos menjadi Penyihir Agung Lingkaran 7, Pangeran," jawab Boros lirih.

Mendengar kata 'Lingkaran 7', seluruh bangsawan tinggi yang hadir di dalam aula itu menarik napas serentak. Beberapa di antaranya bahkan melangkah mundur, seolah-olah hawa dingin dari Frozen Abyss telah merayap masuk ke dalam ruangan. Di seluruh penjuru kerajaan ini, penyihir terkuat yang mereka miliki hanyalah berada di Lingkaran 6 Tahap Puncak. Seorang Penyihir Agung Lingkaran 7 di usia seringkih Elena adalah sesuatu yang mustahil sesuatu yang hanya ada dalam legenda kuno.

"Lingkaran 7... Bagaimana mungkin sampah yang tidak memiliki mana bisa mencapai tingkat itu dalam beberapa bulan?!" teriak Julian frustrasi.

Dia menoleh ke arah Alicia. "Alicia! Bukankah kau sendiri yang memeriksa batu bakatnya saat kita masih kecil? Kau bilang dia cacat!"

Alicia mundur satu langkah, wajahnya yang cantik kini seputih kertas. "A-Aku tidak tahu, Kak Julian! Batu bakat tidak pernah berbohong! Saat kita meracuninya dan membuangnya ke hutan itu, dia benar-benar tidak berdaya! Aku bersumpah!"

"Cukup!" Raja Alistair memukul lengan kursi singgasananya dengan keras. "Boros, apa pesan terakhir yang kau bawa?"

Boros mengangkat kepalanya yang dipenuhi keringat dingin. "Dia memberi waktu satu bulan kepada Yang Mulia Raja, Pangeran Julian, dan Nona Alicia untuk datang sendiri ke Frozen Abyss dan menyerahkan nyawa. Jika tidak... dalam waktu satu bulan, Istana Es Dewa miliknya akan berbaris dan meratakan ibukota Silversnow dengan tanah."

Aula istana seketika riuh dengan kepanikan. Para menteri mulai berbisik-bisik ketakutan. Beberapa dari mereka bahkan sudah berpikir untuk melarikan diri dari kerajaan.

"yang mulia Raja, kita tidak bisa membiarkan ini!" Julian menghunus pedang upacaranya. "Kita harus meminta bantuan dari Kekaisaran Suci! Mereka memiliki Ksatria Suci dan Penyihir Cahaya Lingkaran 7! Mereka pasti bisa menyucikan ilmu hitam Elena!"

Alicia mengangguk cepat, air mata buaya mulai menggenang di matanya. "Benar, Yang Mulia Raja. Elena pasti telah menjual jiwanya pada iblis Frozen Abyss untuk mendapatkan kekuatan terlarang ini. Kita harus bertindak cepat sebelum dia menghancurkan kita semua."

Raja Alistair terdiam, wajahnya tampak menua sepuluh tahun dalam sekejap. "Julian, kirim utusan rahasia ke Kekaisaran Suci malam ini juga. Tawarkan tambang kristal mana di perbatasan sebagai bayaran. Kita harus membawa bantuan mereka sebelum batas waktu satu bulan itu habis!"

------------------

Sementara kepanikan melanda ibukota, atmosfer yang sangat berbeda terjadi di kedalaman Frozen Abyss.

Di tempat yang dulunya hanya berupa gua es gelap dan sunyi, kini berdiri sebuah struktur megah yang memancarkan kemegahan magis. Istana Es Dewa Fase 1 telah berdiri tegak, dengan pilar-pilar es kristal setinggi tiga puluh meter yang membiaskan cahaya biru mistis.

Elena duduk dengan anggun di atas singgasananya yang terbuat dari es murni yang tidak akan pernah meleleh. Di depannya, layar virtual sistem menyala terang, menampilkan barisan pemberitahuan yang terus berkedip.

[Sistem: Anda telah membantai 3.500 prajurit elit. Poin Sistem yang diperoleh: 35.000 Poin.]

[Poin Sistem Saat Ini: 42.500 Poin.]

[Selamat! Karena pencapaian luar biasa ini, Toko Sistem Fase 2 telah dibuka.]

Elena tersenyum tipis. "Membantai serangga-serangga itu ternyata sangat menguntungkan. Frost, lihat ini."

Frost, yang sedang melingkar di lengan kursi singgasananya dalam wujud kecil, membuka satu matanya yang vertikal. "Pilihan yang bagus untuk membiarkan jenderal itu hidup, Elena. Ketakutan adalah racun yang paling lambat dan paling menyiksa bagi pikiran manusia. Saat ini, mantan tunanganmu pasti sedang gemetar di ranjang mewahnya."

"Itu baru permulaan, Frost," jawab Elena dingin. Jarinya mengetuk layar virtual, membuka menu pembangunan istana.

[Sistem: Apakah Anda ingin meningkatkan Istana Es Dewa ke Fase 2? Biaya: 20.000 Poin.]

[Fasilitas Baru Fase 2: Menara Pengawal Es, Kolam Pemurnian Mana Es, dan Batas Pelindung Absolut (Mampu menahan serangan tingkat Penyihir Agung Lingkaran 8).]

"Tingkatkan," perintah Elena tanpa ragu.

Seketika, tanah di sekitar istana berguncang pelan. Dari dalam tanah es, struktur bangunan baru mulai tumbuh seperti tanaman yang bertunas cepat. Dua menara pengawal tinggi mencuat di sisi kanan dan kiri istana, sementara sebuah kubah energi transparan berwarna biru muda perlahan-lahan menyelimuti seluruh area, mengunci hawa murni di dalam dan menghalau badai salju liar dari luar.

Di saat yang sama, sebuah kolam kecil berisi cairan biru pekat yang memancarkan uap dingin muncul di halaman tengah istana.

[Sistem: Istana Es Dewa Fase 2 Selesai Dibuat.]

[Sistem: Mendeteksi sisa 22.500 Poin. Direkomendasikan untuk meningkatkan Pasukan Makhluk Es.]

Elena melihat ke arah pasukannya yang berdiri berbaris di aula luar. Dua Frost Golem dan dua puluh Frost Skeleton Soldier yang sebelumnya bertarung di Lembah Ratapan kini berlutut dengan patuh menghadap ke arahnya.

"Sistem, buka menu pemanggilan dan peningkatan pasukan," kata Elena.

[Sistem: Menu Pasukan Dibuka.]

* [Tingkatkan Frost Golem ke Golem Es Kuno (Tingkat Kekuatan setara Lingkaran 6): 5.000 Poin per unit.]

* [Panggil Pasukan Baru: Frost Specter (Makhluk roh es pembunuh bayaran yang bisa melintasi dinding dan tidak terlihat): 500 Poin per unit.]

Elena menganalisis pilihan tersebut dengan cepat. "Tingkatkan kedua Frost Golem menjadi Golem Es Kuno. Sisa poinnya, gunakan untuk memanggil tiga puluh Frost Specter."

[Sistem: Memproses Peningkatan dan Pemanggilan...]

Cahaya biru pekat terpancar dari langit-langit istana, menghantam tubuh dua Frost Golem. Tubuh mereka yang awalnya terbuat dari es biasa mulai menyusut sedikit, namun kepadatannya meningkat seratus kali lipat hingga berubah warna menjadi biru kehitaman yang berkilau seperti berlian hitam. Energi yang memancar dari mereka kini jauh lebih menindas.

Di celah-celah bayangan pilar istana, tiga puluh sosok jubah robek yang melayang mulai terbentuk dari kabut dingin. Wajah mereka tersembunyi di balik tudung gelap, hanya menyisakan sepasang mata merah menyala yang dingin. Mereka adalah Frost Specter, unit pembunuh bayaran yang sempurna.

Elena bangkit dari singgasananya, berjalan mendekati tepi balkon istana dan menatap ke arah luar pelindung, di mana badai Frozen Abyss masih mengamuk.

"Fisik Es Dewaku sekarang sudah berada di angka 50%, dan aku adalah Penyihir Agung Lingkaran 7," gumam Elena, merasakan mana yang mengalir di nadinya begitu pekat hingga mampu membekukan aliran darah manusia biasa hanya dengan sentuhan. "Alistair, Julian, Alicia... Aku tahu kalian tidak akan datang ke sini dengan sukarela. Kalian pasti akan merangkak memohon bantuan pada Kekaisaran Suci."

Frost mengepakkan sayap kecilnya, melompat ke bahu Elena. "Biarkan mereka membawa siapa pun yang mereka inginkan, Elena. Di hadapan es dewa, semua cahaya dan api hanyalah ilusi yang rapuh."

Elena mengepalkan tangannya yang putih mulus, membuat udara di depannya retak membentuk pola kepingan salju. "Benar. Aku akan menunggu di sini. Jika Kekaisaran Suci berani ikut campur, maka Frozen Abyss akan meluas hingga ke tanah mereka."

Layar sistem tiba-tiba berkedip merah, menampilkan sebuah peringatan baru yang menarik perhatian Elena.

[Sistem: Peringatan Darurat. Terdeteksi pergerakan unit mata-mata tingkat tinggi yang memasuki radius luar Frozen Abyss. Afiliasi: Organisasi Pembunuh Bayaran 'Shadow Fang'.]

Elena menyipitkan matanya, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman penuh penghinaan. "Baru beberapa hari, dan mereka sudah mengirim tikus-tikus kecil untuk memeriksa keadaanku? Bagus sekali."

Dia menoleh ke arah tiga puluh Frost Specter yang melayang di dalam bayangan.

"Pergilah," perintah Elena dengan nada dingin yang mutlak. "Bawa kepala mereka ke hadapanku, dan sisakan satu orang untuk menceritakan bagaimana rasanya mati membeku di dalam kegelapan."

Tiga puluh sosok bayangan es itu membungkuk hormat, lalu menghilang ke dalam udara tipis, siap memulai perburuan malam mereka di bawah perintah sang Ratu Es yang baru.

1
Sunflower_6520
Suka nih sama yang balas dendam begini...
SRIANA: terima kasih udah singgah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!