NovelToon NovelToon
The CEO'S Secret Architect

The CEO'S Secret Architect

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Blaze Onyx

Aureline Vance mengira pernikahan kontrak dua tahun dengan Zayyan El-Ghazali—sang CEO berdarah dingin penguasa imperium bisnis terbesar—hanya sekadar transaksi demi keselamatan diri. Namun, yang tidak diketahui dunia adalah kehadiran Xavi, putra rahasia mereka yang berusia tujuh tahun dengan kecerdasan siber tingkat genius.
Saat ancaman dari kartel informasi global, *Valerius Syndicate*, dan intrik pengkhianatan dalam keluarga El-Ghazali mulai membidik Xavi sebagai target eliminasi, Zayyan dan Olin terpaksa meruntuhkan dinding pembatas di antara mereka. Di tengah desing peluru dan konspirasi tingkat tinggi, kertas kontrak dua tahun itu akhirnya dibakar menjadi abu. Kini, tidak ada lagi jalan mundur. Zayyan siap mengerahkan seluruh kekuatan imperiumnya demi melindungi takhta, wanita yang dicintainya, dan sang pewaris rahasia yang tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blaze Onyx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Lembaran Hitam di Atas Meja

Dua ketukan pelan dari ujung jari telunjuk Xavi di atas papan ketik memicu kursor putih berkedip di atas layar hitam gawainya. Ruang kerja yang sempit itu hanya menyisakan deru halus kipas laptop dan helaan napas Olin yang tertahan di ambang pintu. Olin tidak mendekati sofa rotan; dia memilih berdiri di dekat panel kendali lampu darurat, melipat kedua lengan di bawah dada dengan pandangan yang tak sedetik pun lepas dari gerak-gerik Zayyan.

Zayyan masih bertumpu pada kedua tangannya di tepi meja jati. Setelan jas mahalnya sedikit meregang di bagian bahu, mempertegas postur tubuhnya yang kokoh saat dia menunduk, menatap baris kode kosong yang menanti untuk diisi.

"Poin pertama," Xavi membuka suara, nadanya datar, bebas dari intonasi kekanak-kanakan yang biasa terdengar dari bocah seusianya. "Pernikahan kontrak dua tahun. Tidak ada perpanjangan otomatis, tidak ada klausul kepemilikan mutlak atas hak asuh setelah masa berlaku habis."

Sudut rahang Zayyan mengencang. Pria itu mengangkat tubuhnya, menegakkan punggung hingga bayangannya kembali menyapu langit-langit ruangan yang rendah. "Dua tahun terlalu singkat untuk membersihkan sisa-sisa pelacak Valerius Syndicate dari identitas digital ibumu, Jagoan. Mereka butuh waktu setidaknya tiga tahun untuk mengalihkan seluruh fokus operasional ke wilayah Eropa Timur."

"Dua tahun sudah cukup jika aku yang memegang kendali atas pengalihan data di peladen pusat mereka," sergah Xavi tanpa mendongak. Jemari mungilnya bergerak cepat, mengetik angka 24 Bulan dengan huruf tebal di baris teratas draf. "Aku tidak butuh bantuan tim siber El-Ghazali Corp yang lambat dalam mendeteksi kebocoran vendor kemarin malam. Dua tahun adalah batas toleransi maksimal yang bisa kuberikan agar Mommy tidak merasa terkurung."

Olin merasakan sudut matanya berdenyut. Mendengar putranya menegosiasikan kebebasannya dengan cara seperti ini memicu rasa perih yang asing di dadanya. Dia melangkah maju dua tapak, mendekati meja. "Xavi, sudah Mommy bilang, kita tidak perlu menyepakati apa pun dengan—"

"Olin," potong Zayyan, suaranya rendah namun memiliki berat yang sanggup membungkam kalimat wanita itu di udara. Pria itu tidak menoleh pada Olin, matanya tetap mengunci sosok Xavi. "Biarkan arsitekmu menyelesaikan perhitungannya. Ini bukan lagi sekadar urusan domestik antara kau dan aku. Ini tentang kalkulasi keamanan aset."

"Aku bukan asetmu, Zayyan! Anakku juga bukan!" Olin mencengkeram tepi meja, tubuhnya bergetar oleh amarah yang selama tujuh tahun ini dia tekan di balik rutinitas galeri.

Zayyan perlahan memutar tubuhnya, menghadapi Olin sepenuhnya. Jarak mereka kini terpangkas, menyisakan ruang sempit yang dipenuhi oleh ketegangan yang pekat. "Jika kau bukan aset yang berharga, Aureline, aku tidak akan berdiri di ruang pengap ini selama satu jam hanya untuk mendengarkan draf siber dari seorang bocah. Kau tahu persis apa yang terjadi jika nama Vance kembali muncul di bursa saham pekan depan tanpa perlindungan hukum dari El-Ghazali."

Olin tertegun, bibirnya mengatup rapat. Penyebutan nama belakangnya yang lama seolah merobek kembali luka lama yang belum sepenuhnya mengering.

Xavi mengetuk tombol Enter dengan penekanan yang sedikit lebih keras, mengalihkan kembali perhatian kedua orang dewasa itu ke arah layar hitamnya. "Poin kedua," cicit Xavi, memutus adu pandang yang mencekam di antara orang tuanya. "Status hukum. Pernikahan ini harus terdaftar secara sah di administrasi sipil negara, bukan sekadar perjanjian di bawah tangan. Aku butuh jaminan mutlak bahwa jika terjadi sesuatu pada Mommy selama dua tahun ini, seluruh perlindungan hukum El-Ghazali Corp tidak bisa dibatalkan oleh dewan komisaris atau... Kakek Albert."

Mendengar nama Kakek Albert disebut oleh mulut mungil itu, seulas senyum tipis—hampir tak kentara—muncul di sudut bibir Zayyan. Kilat apresiasi yang dingin kembali melintasi manik mata elangnya. Bocah ini tidak hanya memikirkan pertahanan digital, dia bahkan sudah memperhitungkan celah politik di dalam struktur internal keluarga besar El-Ghazali.

"Kakekku tidak akan menyentuh selembar pun dari draf ini jika kau bisa membuktikan bahwa kartu memori yang kau pegang tadi tidak memiliki salinan di tempat lain," sahut Zayyan, suaranya melunak satu tingkat, menunjukkan rasa hormat yang langka pada lawan bicaranya.

Xavi mendongak, menyentuh bingkai kacamata bundarnya dengan ujung jari tengah. "Salinannya sudah berada di dalam peladen terenkripsi yang akan otomatis terhapus begitu akta pernikahan kalian ditandatangani di depan pejabat sipil. Jadi, Tuan CEO... apakah kita punya kesepakatan malam ini?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!